
Selama 2 hari Prilly bermimpi buruk soal pria bertopeng yang mengejar dirinya dan membawa dia pergi. Setiap malam Ali selalu menemani Prilly hingga tertidur.
Malamnya Ali bermimpi Prilly di bawa pergi oleh seseorang dan Ali tidak bisa mengejar orang itu. Sejak mimpi itu Ali menyewa bodyguard untuk melindungi Prilly 24 jam bila Ali atau temannya tidak sempat.
Prilly sudah tidak pernah mengingat kejadian Raka karena Ali cs selalu menghibur dirinya. Suatu hari Prilly sedang berjalan di dampingi dengan bodyguard-nya di mall bersama Clara.
Prilly tidak sadar dirinya selalu di ikuti oleh Raka. Sialnya hari ini Ali dan yang lain tidak bisa menemani Prilly karena hari ini Ali serta yang lain ada ujian. Ali memercayakan Prilly kepada bodyguard-nya.
Saat Prilly mau pulang bersama Clara tiba-tiba saja ada anak kecil menangis di depannya dan meminta dia membantu mencari Ibunya di parkiran.
Karena parkiran sangat luas, Prilly menyuruh yang lain berpencar untuk mencari Ibu dari anak ini. Namun bodyguard Prilly menolak tapi Prilly bersikeras bahwa tidak akan terjadi apa-apa.
Bila ada yang aneh dia akan berteriak. Mereka berpencar namun anak ini membawa Prilly ke sebuah parkiran dan tiba-tiba saja anak kecil itu kabur.
“Eh Dek mau ke mana? Jangan lari,” ucap Prilly mengejar anak kecil itu.
“Hallo Prill,” ucap Raka.
Prilly mau berteriak namun mulut prilly sudah ke buru di tutup menggunakan sapu tangan berisi obat bius.
Prilly menjadi mengantuk dan akhirnya Prilly tertidur. Raka membawa Prilly ke mobilnya.
“Sayang akhirnya lo jadi milik gw. Gak akan ada lagi pengganggu. Gw jamin Ali dan yang lain gak akan bisa nemuin lo,” ucap Raka mencium kening Prilly.
Raka mengikat tangan Prilly. Raka membawa Prilly pergi dari tempat itu. Raka juga mematikan Hp Prilly supaya Ali tidak bias melacak keberadaan Prilly.
Clara dan bodyguard Prilly bingung tidak menemukan Prilly dan anak kecil itu. Clara mencoba menelepon Prilly namun Hp prilly tidak aktif.
Clara dan bodyguard Prilly panik. Mereka memutuskan untuk melihat rekaman CCTV dan betapa kagetnya mereka saat melihat Prilly di bius dan di bawa pergi oleh Raka.
__ADS_1
Clara mencoba menghubungi Ali namun tidak aktif dan Clara mencoba menghubungi Dimas dan tidak aktif juga. Clara memutuskan pergi ke kampus.
Di kampus Clara tidak tau mendapat keberanian dari mana dan menyerbu masuk ke dalam kelas yang sedang ujian. Dimas cs bingung.
“Prilly di culik Raka, Kak,” ucap Clara.
Ali serasa di sambar geledek. Ali segera berlari keluar di ikuti oleh yang lain. Ali berlari menuju ruang komputer untuk melacak keberadaan Prilly. Namun sia-sia, Hp Prilly sedang tidak aktif.
Ali pergi menemui Ayahnya namun Ayah Ali sedang berada di luar negeri untuk rapat. Ali harus menunggu ke pulangan Ayahnya supaya bisa meminta Ayahnya untuk melacak keberadaan Prilly menggunakan satelit yang baru di beli ayahnya.
Dengan satelit Prilly bisa di temukan walaupun Hp Prilly sedang tidak aktif. Sembari menunggu, Ali mencoba mencari informasi tentang Raka.
Sewaktu Ali mendatangi semua rumah Raka, tidak ada Prilly di sana. Sedangkan Prilly mulai sadar.
“Kenapa aku ngantuk banget?” ucap Prilly masih memejamkan matanya.
“Kamu sudah bangun Sayang?” tanya Raka.
“Raka, kamu apa-apaan sih? Kenapa aku di iket gini? Aku mau kamu bawa ke mana?” tanya Prilly.
“Tenang Sayang, gw akan bawa lo ke sebuah tempat yang bagus dan gak akan pernah bisa di temukan oleh Ali ataupun yang lain,” ucap Raka.
“Raka, aku mohon lepasin aku. Aku cuma sayang sama Kak Ali,” ucap Prilly menangis.
“Gak! Lo gak boleh kembali ke Ali. Lo cuma boleh mikirin gw! Mulai dari sekarang lo itu milik gw,” teriak Raka.
“Gak Raka! Aku bukan milik kamu,” teriak Prilly.
Raka menampar mulut Prilly hingga berdarah.
__ADS_1
“Gw bilang jangan bantah gw dan satu lagi lo itu milik gw! Cuma milik gw!” teriak Raka.
“Please Raka jangan kasar dan lepasin aku,” ucap Prilly menangis memegangi pipinya yang sakit
“Diam! Diam! Diam!” teriak Raka.
Raka memukul stir mobilnya emosi.
“Denger, lo itu milik gw dan gw akan miliki lo sepenuhnya sebentar lagi,” ucap Raka.
“Kamu mau apain aku? Please Raka jangan sentuh aku,” ucap Prilly menangis ketakutan.
“Prilly Sayang, gw gak akan sakitin lo. Jadi jangan tinggalin gw seperti kedua orangtua dan kekasih gw yang dulu,” ucap Raka.
Raka membelai pipi prilly dan meneteskan air matanya.
“Raka please Raka lepasin aku,” ucap Prilly menangis.
“Kalau lo gak mau diam, gw akan membius lo lagi supaya diam. Gw butuh konsentrasi Sayang buat bawa mobil,” ancam Raka.
Prilly melihat Hp-nya berada di dekat bangkunya. Prilly diam-diam mengambil Hp itu dan kembali menyalakannya. Prilly menelepon Ali. Prilly mencoba mengajak Raka berbicara supaya Ali tau bahwa dia sedang di culik Raka.
Ali mendengar ada telepon, langsung melihatnya dan ternyata Prilly. Ali mengangkat telpon dan mendengar Prilly sedang berbincang dengan Raka.
Ali melacak telepon Prilly dan Ali beserta temannya mengikuti Prilly serta Raka dari belakang.
Ali berharap dia bisa sampai sebelum sesuatu terjadi kepada Prilly.
__ADS_1