Lala Land

Lala Land
Episode 36


__ADS_3

Di villa Dimas cs berada…


“Gimana Ali sama Prilly ya? Kenapa gak ada kabarnya?” tanya Mich.


“Tau tuh. Apa jangan-jangan Prilly sudah di buang ke laut sama Ali karna Prilly nolak Ali,” ucap Radit.


Semua langsung menjitak kepala Radit dengan kencang.


“Aduh! Kenapa pada mukul kepala gw? Sakit tau! Lama ke lamaan kepala gw harus di asuransiin. Heran demen banget jitak gw,” omel Radit sambil mengelus kepalanya.


“Lagian ngomong yang bener,” omel Dimas.


“Orang bercanda juga supaya gak tegang,” ucap Radit.


“Bercanda lo gak lucu,” ucap Mich kesal.


Clara melihat sebuah mobil berhenti di depan.


“Kak Dimas itu mobil Kak Ali,” ucap Clara.


Mereka melihat Ali menarik tangan Prilly dengan kasar masuk ke dalam rumah dan terlihat muka Ali yang sedang marah.


“Kenapa Kak Ali narik Prilly gitu? Terus kayaknya Kak Ali lagi marah. Itu Prilly juga teriak minta di lepasin, berarti mereka belum baikan,” ucap Clara.


“Ya sedih deh, bakal lihat Prilly marah-marah lagi,” ucap Steve.


“Kak Ali lepasin! Sakit tangan Prilly! Jangan kasar!” teriak Prilly.


“Diem! Baru tau gw selama ini lo sudah jadian sama cowok lain. Dasar tukang bohong lo!” teriak Ali melempar tubuh Prilly ke sofa.


“Lo jangan kasar gitu sama Prilly,” ucap Dimas.


“Ini ada apa sampai lo marah gini?” tanya Mich.


“Li, bisa di omongin baik-baik, gak usah kasar,” ucap Radit.


“Sabar, ceritain pelan-pelan… Sebenarnya ada apa?” tanya Steve.


“Aku benci Kak Ali dan aku benci kalian! Tinggalin aku sendirian. Aku gak butuh kalian! Kalian yang sudah buat aku seperti ini,” teriak Prilly.


“Heh denger! Gw sudah minta maaf tapi apa nyatanya? Lo punya cowok lain! Pantes saja lo berubah gini,” teriak Ali menarik tangan Prilly hingga berdiri.


“Prill eh Biee! Kenapa lo marah ke kita? Memang kita salah apa? Bukannya lo bilang kalau marah sama kita, lo yang sedih? Tapi kenapa lo marahin kita?” tanya Steve.


“Wualah dedemitnya masuk ke badan Prilly lagi,” ucap Radit


“Kenapa Prilly marahnya makin parah?” tanya Mich.


“Udah Li, jangan kasar. Kita ngomong pelan-pelan,” ucap Dimas melepaskan tangan Ali.


“Dim, ini gak ada hubungannya sama lo! Jadi gw mohon lo gak usah ikut campur,” ucap Ali.


“Aku benci sama kalian,” teriak Prilly.


“Kenapa sama kita?” tanya ke limanya sambil menunjuk muka mereka.


“Udah lo gak usah teriak-teriak, mending sekarang ikut gw,” ucap Ali menarik Prilly.


“Sakit Kak Ali, lepasin,” ucap Prilly.


“Li mau di bawa ke mana anak orang,” ucap Dimas mengikuti Ali dan yang lainnya mengikuti dari belakang.


Ali menarik Prilly hingga ke kolam renang.


“Li mau di apain anak orang? Dia gak bisa berenang, nanti anak orang metong lagi,” ucap Steve.


“Li jangan bertindak gegabah! Semua masih bisa di omongin,” ucap Mich.


“Li kenapa lo kayak bukan diri lo sendiri?! Cukup Li,” omel Dimas mendekati Ali.


Ali mendorong Dimas hingga terjatuh ke kolam dan Steve yang ingin menolong Prilly juga di dorong. Mich yang mau menolong Dimas berdiri di dorong Prilly.


Radit serta Clara melihat dengan bingung, begitu juga Dimas dan yang lain apalagi melihat  Prilly serta Ali tertawa.


Prilly mendorong Clara masuk ke dalam kolam renang, sedangkan Radit sedang di pegang Ali.


“Hallo Kak Radit, sekarang giliran Kak Radit nyebur, selamat bersenang-senang,” ucap Prilly mendorong Radit ke kolam di bantu Ali.


“Yes! Berhasil Sayang,” ucap Prilly tertawa.


“Iya Sayang akting kita memang hebat,” ucap Ali


Prilly serta Ali langsung melakukan tos sambil tertawa.


“Jadi kalian sudah baikan?” tanya Clara menggigil ke dinginan.


“Sialan, di kerjain kita sama dia. Dingin tau,” omel Mich.


“Parah lo, kenapa gw di ceburin juga? Ngerjain orang saja kerjaannya,” omel Dimas.


“Tau Li, dingin tau,” protes Steve.


“Sialan! Di kerjain kita sama dia, padahal sudah di tolongin,” ucap Radit.


“Siapa suruh kalian iseng nakutin aku pakai tikus, terus nguping-nguping. Satu lagi Kak Radit tadi isengin dan ngatain aku,” ucap Prilly menunjuk Radit.


“Gw cuma nolongin pacar gw, lagian sudah lama gak kerjain kalian,” ucap Ali.


“Parah! Kita sampai kira kalian belum baikan tau gak? Udah bikin khawatir malah ngerjain orang,” ucap Mich.


“Awas ya Prill! Nanti gw bales lo,” ucap Radit.


“Kedinginan gapapalah, yang penting kita bisa lihat senyum lo lagi prill. Semoga lo gak kayak kemarin lagi. Gw gak kenalin lo yang kemarin,” ucap Dimas.


“Makasih Kak Dimas dan semuanya. Maaf sudah buat kalian khawatir. Prilly sayang kalian seperti Kakak Prilly,” ucap Prilly tersenyum.


“Kalau gitu peluk Kakak-kakak lo ini,” ucap Radit.


“Gw hajar kalau lo macam-macam,” ucap Ali memperlihatkan tinjunya.


“Pril kenapa Ali gak lo ceburin? Dia juga tau rencana nakutin lo pakai tikus,” protes Dimas.


“Kalau soal itu sudah pasti Kak,” ucap Prilly mendorong Ali ke


kolam.


Ali yang tidak siap terjatuh ke kolam.


“Prill, kamu tega nyeburin aku,” protes Ali.


“Biarin! Habis Kak Ali setuju nakutin aku pakai tikus,” ucap Prilly tertawa.


“Hai Prill,” ucap Radit yang sudah muncul di belakang Prilly.


“Wuah setan!” teriak Prilly memukul muka Radit.


“Eh! Busyet! Muka ganteng gini di bilang setan. Malah di tabok lagi, kebiasaan,” omel Radit.

__ADS_1


“Lagian Kak Radit kebiasaan ngagetin dan muncul mendadak,” ucap Prilly mengelus dadanya.


“Gw mau bales perbuatan lo,” ucap Radit mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum.


“Kak Radit jangan macem-macem, aku gak bawa baju,” ucap Prilly mencoba lari ke kanan dan Mich sudah di sana.


“Weitz mau ke mana Prill?” tanya Mich dan Prilly berlari ke kiri.


“Hallo adikku sayang,” ucap Steve.


“Siapa yang Adik Kak Steve? Kak Ali tolong,” rengek Prilly


Prilly berlari ke depan dan di depan sudah ada Dimas.


“Adik ipar gw mau ke mana? Kan belum berenang,” ucap Dimas.


“Akh! Gak mau, aku gak bawa baju. Kak Ali,” teriak Prilly mundur ke belakang dan menabrak seseorang.


Prilly melihat ke belakangnya dan Prilly melihat Ali.


“Kak Ali tolongin Prilly, masa yang lain mau nyeburin Prilly,” ucap Prilly manja.


“Weitz pahlawannya sudah dateng, gak ikutan gw. Daripada habis sama dia,” ucap Radit mengangkat kedua tangannya.


“Ayo siapa berani maju… Wekkk ada Kak Ali yang nolongin aku,” ucap Prilly menjulurkan lidahnya.


“Kata siapa aku mau nolong kamu?” tanya Ali menggendong Prilly dan menyeburkan Prilly ke kolam renang.


“Kak Ali tega nyeburin aku,” protes Prilly saat muncul ke permukaan.


“Memang enak kena cebur sama pacarnya sendiri,” ucap Radit menunjuk-nunjuk ke arah Prilly.


Ali mendengar Radit mengejek Prilly langsung menendang Radit sampai jatuh ke kolam.


“Woy kenapa tendang pantat gw?” protes Radit.


“Siapa suruh lo ngeledekin cewek gw,” ucap Ali.


“Rese lo,” ucap Radit.


Prilly mencoel tangan Radit dan memberi isyarat mata ke Radit untuk berenang menjauh. Radit mengerti maksud Prilly, lalu Radit berenang menjauh.


“Aduh! Kak Ali kakiku kram,” ucap Prilly berbohong


Prilly pura-pura tenggelam, Ali langsung melihat Prilly.


“Prilly!” teriak Ali menyebur ke kolam untuk menolong Prilly.


Saat Ali sudah menolong Prilly, Prilly langsung melakukan serangan ke Ali.


“Nih rasain… Nih… Kak Ali iseng sama aku,” ucap Prilly sambil menggelitik perut Ali.


“Jadi kamu pura-pura? Dasar iseng, awas ya,” ucap Ali membalas gelitikan Prilly.


“Aduh Kak Ali geli, ampun,” ucap Prilly berusaha menghindar.


Saat Ali dan Prilly sedang asyik berdua, Dimas memberi kode untuk membalas mereka dan yang lain langsung turun ke kolam.


“Guys serang!” teriak Dimas.


Setelah mendengar aba-aba Dimas, yang lain langsung menyipratkan air ke Ali dan Prilly. Prilly berteriak karena dia yang paling kena air.


Ali langsung memutar tubuh Prilly supaya melihat dirinya dan Prilly tidak terkena serangan air berkat Ali. Ali memeluk Prilly dan menyerang balik yang lainnya.


Alhasil terjadi perang-perangan air. Setelah mereka lelah akhirnya mereka berhenti menyiram air.


“Jadi sekarang lo mau di panggil Prilly atau Biee?” tanya Dimas.


“Ya ampun Prill nakal dari mana itu nama,” ucap Dimas tertawa.


Semua ikut tertawa mendengar ucapan Prilly.


“Ikh! Kenapa pada ketawa sih? Menurut aku nama itu unik dan istimewa,” ucap Prilly.


“Martabak kali istimewa Prill,” ucap Dimas tertawa.


“Ikh Kak Dimas jahat,” ucap Prilly.


“Gini baru Prilly yang gw kenal dan calon Adik ipar gw,” ucap Dimas merangkul Prilly.


“Ahemmmm,” ucap Clara.


Dimas melihat Clara sambil cengengesan.


“Eh! Sayang gapapa lah kan Prilly sudah gw anggep kayak Adik sendiri. Mana dia nanti bakal nikah sama Ali lagi. Ali sudah gw anggap Adik, berarti Prilly Adik ipar gw,” ucap Dimas.


“Gak usah pegang-pegang juga kali,” ucap Ali melepaskan rangkulan Dimas.


“Cie… Berarti Ali ngaku Prilly calon istrinya nih,” goda Dimas


Ali langsung menutup mulut Dimas dan melihat Dimas dengan kesal. Prilly tertawa kecil melihat wajah Ali yang memerah.


“Prilly Adik gw, akhirnya lo balik ke asal lo. Gw seneng banget,”ucap Steve.


“Adik? Sejak kapan aku jadi Adik Kak Steve?” tanya Prilly.


“Sejak kenal sama lo, Prill,” ucap Steve.


“Prill, gw seneng lo sudah balik kayak dulu lagi,” ucap Mich.


“Prilly peniti sinden dan kurcaci terimut nan baik hati sudah balik, welcome back Prilly and good bye Biee,” ucap Radit.


“Kak Radit masa ngatain aku kurcaci, terus peniti sinden lagi, dasar playboy cap kapak,” ucap Prilly kesal.


“This is really you Prill my bestfriend,” ucap Clara memeluk Prilly.


“Iya, ini aku. Maaf sudah buat kalian khawatir dan marahin kalian,” ucap Prilly membalas pelukan Clara.


“Gapapa Prill,” ucap yang lain.


“Argh! Prilly unyil group hug please,” ucap Radit membuka tangannya dan mendekati Prilly untuk memeluknya.


“Jangan harap,” ucap Ali menahan Radit.


“Akh! Pelit lo, Li,” protes Radit.


“Tuh peluk saja Mich,” ucap Ali mendorong Radit ke arah Mich.


Radit menabrak badan Mich.


“Mich...” panggil Radit manja


Mich melihat Radit dengan jijik lalu Radit mengedip-ngedipkan matanya genit.


“Euw… Jauh-jauh sana!” ucap Mich menggigil.


Mich langsung berenang menjauh.

__ADS_1


“Tunggu daku, AA Mich,” teriak Radit.


Radit serta yang lain tertawa terbahak-bahak melihat Mich yang berenang menjauh dengan cepat.


Setelah mereka puas bermain mereka mandi dan mengganti baju. Clara sudah membawakan baju ganti untuk Prilly.


Setelah selesai ganti baju Prilly melihat Hp-nya menyala lalu Prilly mengambil Hp itu.


“Ya ampun 23 panggilan tak terjawab dari siapa,” ucap Prilly.


Saat melihat Hp-nya ternyata telepon dari Raka. Prilly melihat notif Line dari Raka sudah ada 50an.


Prilly merasa aneh dengan sikap Raka yang dari kemarin terkesan agresif dan posesif kepada dirinya. Prilly sedikit takut dengan Raka dan Prilly membalas Line Raka.


Line Prilly : Sorry Raka boleh minta nomor rekening kamu? Aku mau balikin uang kamu yang waktu itu.


Tiba-tiba Raka menelepon Prilly dan Prilly terpaksa mengangkatnya.


“Hallo Raka, aku gak bisa ketemu kamu lagi, maaf Raka. Aku akan balikin semua uang kamu. Jadi aku minta nomor rekening kamu,” ucap Prilly.


“Kenapa lo gak bisa ketemu gw lagi? Gw suka sama lo Prill please jadi pacar gw ya,” ucap Raka.


“Maaf Raka aku sudah punya pacar jadi gak mungkin jadi pacar kamu,” ucap Prilly.


“Lo harus jadi pacar gw! Lihat saja kalau lo gak mau ketemu gw lagi, gw bakal bawa paksa lo!” ancam Raka


“Kamu ngomong apa sih Raka? Jangan bikin aku takut. Walau kamu ancem aku, aku gak akan pernah takut dan jadian sama kamu,” ucap Prilly menutup teleponnya.


Prilly yang ketakutan segera ke tempat Ali untuk memberitahu


Ali bahwa Raka mengancam dirinya. Sewaktu Prilly dalam perjalanan ke tempat Ali ada Line masuk dari Raka. Prilly kaget saat melihat teks dari Raka.


Line Raka : Jangan coba-coba kabur dari gw, lo milik gw! Gw akan mendapatkan lo dengan cara apapun dan jangan coba-coba beritahu Ali atau dia akan dalam bahaya.


“Ya ampun Raka ini psyco banget sih. Aku harus gimana? Apa aku harus beritahu Kak Ali? Tapi aku gak mau dia kenapa-kenapa,” ucap Prilly ketakutan.


Bunyi Line lagi dan saat Prilly melihat isinya.


Line Raka : Lo tinggalin Ali atau lo gak akan pernah lihat dia lagi.


Prilly langsung lemas dan jatuh ke lantai.


“Aku harus gimana ini? Aku takut,” ucap Prilly meneteskan air mata.


“Prill kenapa nangis? Berantem sama Ali lagi?” tanya Dimas


“Kak Dimas! Gak Kak ini Prilly kangen sama Bunda saja,” ucap Prilly menghapus air matanya.


“Ya ampun sampai duduk di lantai, kalau kangen telepon saja,” ucap Dimas membangunkan Prilly.


Saat membangunkan Prilly ada Line masuk lagi dan Dimas tanpa sengaja melihat isi Line itu.


Line Raka : Kalau lo nekat gak mau ninggalin Ali, gw akan buat dia celaka serta teman-temannya.


“Raka? Kenapa Raka ngancem lo?” tanya Dimas.


“Kak Dimas, Prilly takut dan bingung. Raka ngancem Prilly, Prilly takut buat kasih tau Kak Ali,” ucap Prilly menangis ketakutan.


“Raka ngancem lo? Lo nangis pasti gara-gara di ancem dia bukan karna kangen bunda lo kan,” ucap Dimas.


“Iya Kak, Prilly takut banget dan bingung,” ucap Prilly semakin


menangis.


“Gak bisa di biarin! Ali, Steve, Radit, Mich kumpul di kamar Prilly sekarang. Urgent!!” teriak Dimas.


Yang lain mendengar teriakan Dimas kaget. Dimas membawa Prilly ke kamar, Ali cs berlari ke kamar Prilly dan melihat Prilly sedang terduduk di kasur dengan berlinangan air mata. Ali berlari menghampiri Prilly.


“Dim, lo apain Prilly? Kenapa sampai nangis gini? Hey Prilly Sayang, kamu kenapa nangis?” tanya Ali khawatir.


“Parah lo, Prilly di apain sampai nangis gitu,” ucap Steve.


“Penganiayaan anak kecil. Gw aduin Kak Seto nanti,” ucap Radit


“Kak Dimas ini Prilly kenapa sampai nangis? Kak Dimas apain?” tanya Clara.


“Udah gak ada pertanyaan dan tuduh-tuduhan. Sekarang semua dengerin Prilly, Prill sebaiknya lo ceritain ke kita semua. Gapapa, gak usah takut,” ucap Dimas.


“Prill, kamu kenapa? Cerita sama aku, siapa yang bikin kamu kayak gini,” ucap Ali.


“Aku takut Kak,” ucap Prilly memeluk pinggang Ali.


“Takut apa Sayang? Ada aku dan yang lain di sini,” ucap Ali mengelus kepala Prilly.


Prilly menceritakan semuanya dan menunjukkan Line dari Raka. Tentu saja yang lain terkejut. Sedangkan Ali matanya menyorotkan kemarahan dan rahangnya mengeras serta tangannya sudah mengepal.


“Shit! Mau apa ******** itu? Berani dia macem-macem sama Prilly, gw habisin dia,” teriak Ali emosi.


“Li tenang, jangan marah gini. Lo buat Prilly tambah takut,” ucap Dimas.


“Sayang jangan takut aku pasti akan lindungin kamu dan tenang


Raka gak akan bisa nyentuh aku dan yang lain,” ucap Ali.


“Tapi gimana kalau dia bisa nyakitin kamu dan yang lain?” tanya Prilly.


“Kita semua bisa saling melindungi. Apalagi aku sama Dimas jago berantem dan sering menang di kejuaraan taekwondo dan judo. Sedangkan yang lain juga jago berantem,” ucap Ali menghapus air mata Prilly.


“Prill, tenang saja dia gak akan bisa nyentuh kita. Malah yang gw khawatirin itu lo, lo jangan jauh-jauh dari kita,” ucap Dimas.


“Iya Prill, kita pasti lindungin lo,” ucap Radit.


“Betul, lo tenang saja, gw pasti lindungin lo,” ucap Steve.


“Kalau ada yang macem-macem sama lo, pasti Kakak lo ini akan lindungin lo walau kita bukan Kakak kandung lo,” ucap Mich.


“Makasih semuanya,” ucap Prilly.


“Ya sudah sekarang kamu delcon Linenya dan block nomor telepon dia. Besok kita beli nomor baru,” ucap Ali.


“Tapi nanti Ayah sama Bunda telepon aku gimana?” tanya Prilly.


“Nanti kamu kasih tau saja kalau kamu ganti nomor lewat email,” ucap Ali.


Prilly langsung melaksanakan yang di beritahu Ali.


[Raka PoV]


“Sial Prilly berani banget delcon Line dan ngeblock nomor Hp gw! Dia pikir gw main-main. Apapun yang gw mau, selalu gw dapetin. Termaksud lo pasti bakal gw dapetin, gimana pun caranya. Gak ada yang bisa milikin lo! Cuma gw yang berhak,” ucap Raka setengah berteriak.


Raka melihat foto Ali.


“Siapapun yang ngalangin gw bakal gw musnahin,” ucap Raka.


Raka meremas foto Ali dengan emosi.


“Sejak pertama ketemu lo,  lo udah buat gw jatuh cinta bahkan tergila-gila. Aroma tubuh, bibir, dada bahkan wajah dan suara lo gak bisa lepas dari bayangan gw,” ucap Raka melihat foto Prilly.

__ADS_1


Raka membelai foto Prilly.


”Lihat saja lo akan jadi milik gw seutuhnya. Jangan pikir lo bisa lari dari gw, Raka Adistira. Siapin diri lo. Prilly Kamelia hanya milik Raka! Gw tau semua tentang lo, Sayang,” ucap Raka mencium foto Prilly.


__ADS_2