Lala Land

Lala Land
Episode 39


__ADS_3

Ali cs sedang berada di kamar. Prilly tertidur di pelukan Ali.


“Li kayaknya kita mesti hati-hati banget. Itu orang betul-betul psycho, gw takut Prilly nanti di apa-apain,” ucap Dimas.


“Gw udah anggap remeh Raka, gw pikir dia cuma ngancam tapi ternyata sampai separah ini,” ucap Ali.


“Ali kamu tenang saja, Dad sudah nyewa penjaga buat di depan villa dan nanti pas kita balik ke Jakarta sudah ada bodyguard yang akan jagain Prilly,” ucap Ayah Ali.


“Dad kayaknya kalau pakai bodyguard gak usah, lagipula sudah ada Ali dan yang lain yang akan nemenin Prilly ke manapun,” ucap Ali.


“Ok terserah kamu. Dad sama Mom mau istirahat dulu, sudah malem. Besok Mom mau ke taman bunga,” ucap Ayah Ali.


“Iya Li, sudah lama gak kencan. Eh! Maksud Mom lihat-lihat bunga di sana,” ucap Ibu Ali malu-malu.


“Ciee mau kencan nih yei,” goda Dimas.


“Dimas jangan goda orang yang lebih tua,” ucap Ibu Ali malu-malu.


“Tua tapi tetep cantik dan ganteng Om sama Tante,” ucap Dimas.


“Apaan sih? Udah akh, yuk Dad ke kamar,” ajak Ibu Ali.


“Mom kalau mau buat Adik, Ali juga setuju, jadi Mom gak usah takut,” ucap Ali menahan tawanya.


“Kalau Dad terserah Mom kamu,” ucap Ayah Ali.


“Males sama kalian ih, iseng,” ucap Ibu Ali berlalu dan di kejar Ayah Ali.


“Kak besok kita mau main di mana? Apa di rumah saja?” tanya Clara.


“Hmm… Enaknya ke mana?” tanya Ali berpikir.


“Gimana kalau taman bunga saja? Di sana seru juga,” usul Dimas.


“Boleh, Prilly pasti seneng. Tapi jangan ganggu Mom dan Dad ya. Mereka jarang bisa jalan berdua,” ucap Ali.


“Taman bunga ayuk, Kak,” ucap Clara.


“Ok, gw mau tidur dulu sudah malem banget. Yang lain juga sudah ngibrit gak tau ke mana? Ra, lo tidur sama Prilly ya,” ucap Dimas.


“Iya Kak selamat malem Kak,” ucap Clara.


“Malem Sayang. Eh! Lo mau ikut gak?” tanya Dimas ke Ali


“Ya sudah yuk,” ucap Ali menaruh Prilly di kasur.


Setelah itu Ali mencium kening Prilly. Ali dan Dimas keluar dari kamar itu.


[Raka PoV]


“Shit! Gw batal ketemu sama Prilly tapi seenggaknya dia ngenalin gw tadi. Prilly Sayang denger suara lo saja gw udah seneng kayak gini, apalagi nanti ketemu sama lo. Kenapa sekarang ada penjaga di villa itu? Gw mau ketemu lo. Kalau lo taruh penjaga, gw jadi gak bisa ketemu lo. Lagian Prilly, lo itu milik gw,” ucap Raka.


Raka mondar mandir sambil berpikir.


“Gw ada ide. Kalau gak salah gw masih ada obat bius di laci mobil. Gw pura-pura tanya jalan saja habis itu kasih minuman itu ke penjaga biar gw bisa masuk dan lihat Prilly sayang,” ucap Raka


Raka pergi ke mobil lalu menaruh obat bius di 2 botol minuman. Sehabis itu Raka menjalankan rencananya dengan mulus. Kedua penjaga itu meminum habis pemberian Raka, Raka tinggal menunggu reaksi obat bius itu.


“Prilly Sayang, gw akan segera menemui lo walaupun lo gak mau ketemu gw dan sudah ada Ali. Tapi gw gak akan biarin lo sendirian Sayang karna gw harus milikin lo bukannya Ali,” ucap Raka.


Saat Raka melihat kedua penjaga sudah tertidur ia pun memanjat pagar dan masuk ke villa tersebut dengan kunci yang di miliki oleh penjaga.


Raka masuk ke dalam rumah itu dan Raka membuka satu persatu kamar untuk mencari Prilly. Saat membuka pintu ke 3 ternyata di sanalah Prilly sedang tertidur bersama Clara. Raka pun mendekati Prilly.


“Hallo Sayang, lo tetep cantik dan sexy. Malah kalau lo tidur begini buat gw semakin pengen bawa lo sekarang juga. Tapi gak bisa karna pagernya dikunci Sayang. Tunggu waktu yang tepat, kita pasti akan bersatu,” ucap Raka.


Raka mencium rambut Prilly


“Wangi lo tetep sama,” ucap Raka mencium bibir Prilly.


Raka kembali mencium bibir prilly.


“Mmm… Bibir lo nikmat banget Sayang,” ucap Raka.


Prilly sempat bergerak dalam tidurnya dan Raka melepaskan ciumannya.


“Gw gak akan bisa berhenti cium lo. Tapi gw harus hati-hati nanti temen lo bangun lagi. Sudah ya nanti gw ke sini lagi Sayang,” ucap Raka mengambil Hp Prilly.


Raka mangambil id Line Prilly. Setelah itu Raka foto Prilly yang sedang tidur dan Raka juga mengambil foto saat dia mencium bibir Prilly.


Keesokan paginya saat Prilly terbangun dia merasa bibirnya sedikit sakit dan Prilly bingung ada apa dengan bibirnya. Prilly semalam di beri obat tidur oleh Tante Yummy supaya bisa tidur nyenyak.


“Bibirku kenapa sakit? Apa Kak Ali nyium aku tanpa izin? Aku tanyain dia saja,” ucap Prilly sambil memegang bibirnya.


Saat Prilly bersih-bersih dan berdandan, dia keluar kamar untuk menemui yang lain.


Di sana mereka sedang duduk menonton tv


dan Prilly melihat Ali yang sedang memarahi petugas di sana. Prilly menghampiri Ali.

__ADS_1


“Pagi Sayang,” ucap Prilly memeluk Ali.


“Pagi Sayang baru bangun? Aduh sudah wangi sayangnya aku,” ucap Ali mencium puncak kepala Prilly.


“Kamu juga wangi Sayang,” ucap Prilly manja.


Ali mencubit gemas dagu prilly lalu Ali melihat ke arah petugas dengan kesal.


“Heh! Inget yang gw bilang, awas saja kalau ngelakuin lagi, sekarang pergi jaga,” omel Ali.


“Sayang kamu kenapa marah-marah? Ada apa?” tanya Prilly.


“Gapapa. Kamu makan yuk, semalem kamu cuma makan dikit, nanti sakit lagi,” ucap Ali membawa Prilly masuk.


“Sayang kamu semalam ada cium aku?” tanya Prilly.


“Cium gimana? Aku cuma cium kening kamu, memang berasa? Berarti ciuman aku mantep banget,” ucap Ali mengedipkan matanya ke arah Prilly.


“Sayang serius, tadi pagi-pagi aku bangun bibir aku sedikit sakit,” rengek Prilly.


“Kenapa bisa? Coba aku lihat,” ucap Ali melihat bibir Prilly.


Ali jadi tidak fokus dan berdeham saat melihat bibir prilly.


“Gak kenapa-kenapa Sayang. Mungkin kamu alergi obat tidur semalem, makanya begitu,” ucap Ali.


“Mungkin kali Kak. Ya sudah yuk masuk, laper,” ucap Prilly manja.


“Oh… Sayangku laper? Kasihan,” ucap Ali.


“Woy! Pagi-pagi mesra-mesraan saja, jadi pergi gak?” tanya Mich.


“Nanti habis Prilly makan dulu,” ucap Ali.


“Emang kita mau ke mana Sayang?” tanya Prilly.


“Kita mau ke taman bunga Sayang,” ucap Ali.


“Taman bunga… Wuah… Mau Kak. Aku sudah lama gak ke sana,” ucap Prilly riang.


“Ya sudah sekarang makan dulu,” ucap Ali.


Prilly sarapan dan selesai sarapan Prilly bersiap-siap untuk pergi. Tidak butuh waktu lama Prilly selesai dan mereka berangkat ke taman bunga bersama.


Sesampainya di taman bunga prilly berkeliling dengan senang.


“Kak Ali, kita foto-foto yuk,” ajak Prilly.


“Ok sebentar Sayang,” ucap Prilly.


Prilly mencari Hp-nya namun gak ketemu.


“Kak sepertinya Hpku ketinggalan di villa,” ucap Prilly.


“Ya ampun cerobohnya kambuh,” ucap Ali.


“Habis buru-buru mau ke sini Kak, terus gimana? Hp kamu masih bisa buat foto Sayang?” tanya Prilly.


“Masih, ya udah pakai Hpku saja tapi cuma bisa beberapa foto,” ucap Ali.


“Iya gapapa Kak,” ucap Prilly.


Prilly dan Ali berfoto bersama dan prilly merasa ada yang memperhatikan dirinya.


“Kayak ada yang lihatin aku. Mungkin perasaanku saja,” ucap Prilly dalam hati.


Setelah mereka puas bermain di taman bunga, Ali mentraktir yang lain makan di luar. Saat Prilly sedang makan, dia semakin merasa ada yang mengikuti dirinya.


Namun dia tidak mau membuat yang lain khawatir, jadi Prilly diam saja dan melanjutkan makannya.


Setelah pulang mereka langsung membersihkan diri dan istirahat.


Prilly tidak bisa tidur, dia sangat gelisah sehingga membuat Clara terbangun.


“Prill kenapa belum tidur? Udah malem gw capek,” ucap Clara.


“Iya maaf Ra,” ucap Prilly.


Prilly memutuskan keluar dan bermain Hp serta membawa chargernya ke depan karena Hp Prilly mati.


[Raka PoV]


“Prill, gw mau ketemu lo tapi kenapa lo gak angkat telepon dan bales Line gw? Lo tega Prill! Gw kangen banget sama lo. Kenapa gw **** banget kemarin bukan bawa lo secara paksa? Gw sudah kirim foto kita tapi lo tetep gak peduli sama gw. Gw harus Line lo lagi, gw gak mau lo jadi milik orang lain,” ucap Raka.


Line Raka : Prill, gw pengen ketemu sama lo.


Line Raka : Prill bales Line gw.


Line Raka : Prill kenapa lo tega sama gw? Gw tau lo sudah ada Ali tapi lo cuma milik gw.

__ADS_1


Line Raka : Gw ingetin ke lo sekAli lagi, kalau lo gak ninggalin Ali, gw bakal celakain temen-temen lo. Satu lagi Prill temen cewek yang tidur sama lo semalem juga gak akan aman. Gw bakal nyakitin dia.


Line Raka : Gw harap lo gak akan hapus Line gw atau ganti nomor karna percuma gw akan cari tau lagi.


Line Raka : Gw bisa dapetin apapun yang gw mau termasuk lo.


Line Raka : Lo lihat saja buktinya, gw bisa dapet nomor lo dan tau lo tinggal di mana. Gw bisa masuk ke villa itu dengan gampang. Jadi gw harap lo patuhi apa yang gw suruh.


“Gw harap dengan Line ini lo bisa ninggalin Ali dan jadi milik gw,” ucap Raka.


Prilly yang baru mengecash Hp-nya langsung menyalakan Hpnya. Setelah itu dia lihat ada Line dari Raka.


“Raka? Kenapa bisa ada Line Raka? Kenapa banyak banget notifnya? Dia ngancem aku lagi, maunya apa sih dia? Aku buka atau gak ya?” Ucap Prilly.


Telepon Prilly berdering.


“Raka lagi pasti. Aku capek di takutin gini, maunya dia apa sih? Aku capek bilang ke dia jangan ganggu aku lagi,” ucap Prilly.


Prilly mengangkat telpon itu.


“Hallo Raka, aku kasih tau kamu jangan ganggu hidup aku lagi. Aku bukan milik kamu!” ucap prilly kesal.


“Sayang apa lo udah cek line dari gw?” tanya Raka.


“Line? Aku gak mau buka! Untuk apa? Gak penting! Denger, aku capek sama kamu, sebaiknya kamu jangan telepon atau Line aku lagi,” ucap prilly.


“Coba lo lihat dulu. Di sana ada foto lo sama gw,” ucap Raka.


“Foto kamu sama aku? Aku gak pernah foto sama kamu,” ucap prilly.


“Di foto itu ada kita yang lagi ciuman,” ucap Raka.


“Apa? Gak mungkin kamu cium aku, gimana caranya?” tanya prilly.


“Bibir lo lembut banget sayang,” ucap Raka.


“Aku gak percaya sama kamu, biar aku cek Line-nya sendiri,” ucap Prilly dan menutup telepon Raka.


Prilly membuka Line dan melihat foto dirinya semalem sedang di cium Raka, ia kaget sekali. Saat Prilly membaca Line ancaman Raka, ia semakin kaget.


“Kenapa Raka bisa masuk ke kamar? Dia bisa cium aku, aku harus gimana?” ucap Prilly menangis.


Tanda bunyi Line masuk dan Prilly takut-takut untuk membukanya.


Line Raka : Putusin Ali! Gw gak pernah main-main dan hari ini lo cantik banget. Gw lihat foto lo.


“Ini orang sakit jiwa betulan! Aku harus gimana? Aku takut. Aku harus memberitahu Kak Ali, tapi gimana dengan ancaman Raka? Sebaiknya aku ikutin kata Raka dari pada orang-orang celaka hanya karna aku,” ucap Prilly menangis.


Prilly membereskan barangnya dan pergi keluar villa. Namun Prilly di halangi oleh penjaga di sana.


“Minggir aku mau pergi,” ucap Prilly.


“Tidak bisa Non, ini sudah malem. Lagian nanti saya yang di marahin sama Mas Ali,” ucap salah satu penjaga.


“Aku sudah gak ada hubungan lagi sama Kak Ali, jadi aku mau pulang,” ucap Prilly.


Satu penjaga yang melihat Prilly nekat mau keluar diam-diam masuk ke dalam rumah dan memberitahu Ali soal Prilly. Ali yang baru bangun kaget dan langsung berlari keluar.


“Prill kamu apa-apaan sih? Kamu mau ke mana malem-malem gini?” tanya Ali.


“Aku mau pergi dari sini, aku benci sama Kak Ali,” teriak Prilly.


“Benci? Maksud kamu apa? Memangnya aku salah apa?” tanya Ali.


“Pokoknya aku benci Kak Ali dan sekarang aku mau pergi dari sini,” ucap Prilly menangis.


“Prill kamu kenapa? Memang aku salah apa coba sama kamu? Perasaan kita baik-baik saja dari kemarin dan kenapa sekarang kamu marah gini,” ucap Ali menahan tangan Prilly.


“Lepasin Kak Ali, aku mau pergi,” teriak Prilly.


“Kamu ini aneh, terserah kamu kalau mau pergi. Pergi saja yang jauh sekalian, tapi bisa besok. Lagian susah mempertahankan seseorang yang benci sama kita,” ucap Ali ketus


Ali berjalan meninggalkan Prilly. Prilly hanya terdiam mendengar perkataan Ali, Prilly jongkok dan menangis.


“Maafin Prilly Kak, bukan maksud Prilly teriakin Kak Ali tapi aku cuma gak mau Kak Ali dan yang lain terluka gara-gara Prilly. Prilly sayang banget sama Kak Ali. Aku jahat! Aku sudah nyakitin hati Kak Ali dengan bilang benci ke Kak Ali, tapi aku terpaksa,” ucap Prilly dalam hati.


“Non jangan nangis, Aduh! Gimana ini Din?” tanya salah satu penjaga.


“Udah Neng jangan nangis mending Neng masuk, cuaca lagi dingin, nanti Non masuk angin,” ucap penjaga yang lain.


Ali yang melihat Prilly hanya jongkok dan menangis pun menghampiri Prilly dan menggendong Prilly di pundaknya.


“Kak Ali turunin Prilly sekarang juga,” teriak Prilly.


“Masukkin barang dia ke dalem,” perintah Ali.


“Siap Mas Ali,” ucap keduanya.


“Kak Ali turunin! Aku bisa jalan sendiri,” teriak Prilly.

__ADS_1


“Diam! Lo tau sudah malem, bisa gak teriak-teriak? Yang lain butuh istirahat,” bentak Ali.


Prilly hanya terdiam dan pasrah. Ali menggendong Prilly seperti karung beras lagi yang membuat semua darah berkumpul di kepala.


__ADS_2