Lala Land

Lala Land
Episode 53


__ADS_3

Sesampainya mereka di rumah. Ali memberikan Prilly handuk dan mengelap rambut Prilly.


“Sayang kamu mandi air hanget terus ganti baju, aku enggak mau kamu sakit. Nanti habis itu baru kamu cerita,” ucap Ali.


Prilly menurut dan pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai Ali datang ke kamar Prilly membawa minuman hangat.


“Itu apaan Sayang? Kenapa bau jahe?” tanya Prilly.


“Ini namanya wedang jahe Sayang, bagus buat badan kamu yang habis kehujanan tadi. Aku sudah minum, sekarang kamu yang minum,” ucap Ali.


“Aku enggak suka jahe Sayang,” ucap Prilly.


“Minum Sayang, buat aku jadi habisin minumnya,” ucap Ali.


“Iya deh,” ucap Prilly.


Prilly meminum wedang jahe tersebut sampai habis.


“Kenapa enggak enak Sayang? Kamu taruh susu putih?” tanya


Prilly.


“Iya Sayang, kamu enggak suka susu putih?” tanya Ali.


“Enggak suka Sayang, aku heran sama kamu, suka banget ngasih minuman yang aku enggak suka,” protes Prilly.


“Namanya kamu enggak suka. Sayang minuman ini banyak yang


suka. Cuma kamu yang enggak suka,” ucap Ali.


Prilly mengangguk dan membuang napasnya dengan berat.


“Sayang maaf tadi aku teriakin kamu,” ucap Prilly.


“Enggak apa-apa Sayang, aku tau kamu pasti lagi sedih banget,” ucap Ali.


“Hati aku sakit banget Sayang, aku mau ngilangin rasa sakit itu,” ucap Prilly menatap atap kamar dengan sedih.


“Hey Sayang kamu kenapa? Cerita sama aku,” ucap Ali khawatir.


Prilly menceritakan semuanya sambil menangis, sedangkan Ali mendengar sampai Prilly selesai cerita.


“Apa aku memang sahabat yang jahat Kak? Atau bahkan aku penjilat atau aku memang wanita bermuka dua Kak sampai sahabat baikku bilang seperti itu. Atau aku ini wanita penggoda Kak?” tanya Prilly menangis.


“Prill denger Sayang, kamu enggak usah pikirin kata Clara dan


Ibunya. Kamu enggak seperti yang mereka bilang Sayang,” ucap Ali mengelus pipi Prilly.


“Rasanya sakit Kak lebih sakit dari tamparan Clara,” ucap Prilly memeluk Ali.

__ADS_1


“Sayang sudah, cukup kamu dengerin aku, kamu itu wanita yang paling baik yang aku kenal dan setia kawan. Bahkan kamu ini wanita polos yang paling aku cinta,” ucap Ali.


“Makasih Sayang,” ucap Prilly malu-malu di sela tangisnya.


“Makasih apa?” tanya Ali.


“Makasih sudah hibur aku seperti tadi,” ucap Prilly.


“Aku bukan hibur kamu, aku mengutarakan pendapatku tentang kamu,” ucap Ali.


“Ahhh Sayang kamu bikin aku malu,” ucap Prilly malu-malu dan tersenyum.


“Nah gitu ini baru Prilly kesayanganku. Prilly yang ceria. Jangan sedih lagi Sayang,” ucap Ali.


“Iya sayangku, aku enggak akan sedih lagi karna kamu ada di samping aku,” ucap Prilly.


“Ih kamu gemesin banget bikin aku jadi ke pengen,” ucap Ali.


“Ke pengen apa Sayang?” tanya Prilly.


“Ke pengen ngelahap kamu sampai habis dan buat kamu enggak tidur semalaman,” bisik Ali lalu mengedipkan sebelah matanya.


“Sayang ihhh iseng, mesumnya kambuh,” teriak Prilly.


“Iya maaf Sayang jangan teriak gitu. Tidur gih kamu sayang, kamu kelihatan capek banget,” ucap Ali mengelus rambut Prilly.


“Kamu sudah capek nangis. Good nitez my princess,” ucap Ali mencium kening Prilly.


“Good nitez my prince,” ucap Prilly.


Ali keluar dan menelepon Dimas serta menyuruh Dimas datang ke rumahnya. Setelah Dimas datang, Ali membawa Dimas ke kamarnya.


“Ngapain Li tumben suruh gw dateng malem-malem dan lagi hujan gini pula. Jangan bilang lo mau aneh-aneh lagi,” ucap Dimas.


“Sial! Gw masih waras kali,” ucap Ali.


“Iya bercanda kali Pak, kenapa Li?” tanya Dimas.


“Gw mau tanya lo sama Clara gimana?” tanya Ali.


“Gw sudah putus sama dia. Enggak tau kenapa dia jadi berubah. Dia jadi orang yang enggak gw kenalin,” ucap Dimas.


“Bukannya lo masih sayang sama dia, Dim?” tanya Ali.


“Gw memang masih sayang sama dia tapi gw capek ngadepin amarah dia yang sekarang. Gw sudah coba baikan sama dia tapi dia malah nuduh gw yang aneh-aneh sama Prilly,” ucap Dimas.


“Prilly juga ngerasa kayak gitu Dim,” ucap Ali menghela napas berat.


“Maksudnya?” tanya Dimas.

__ADS_1


Ali menceritakan semua yang terjadi ke Dimas, Dimas tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


“Gw enggak nyangka Clara berubah sedrastis itu dan tega sama sahabatnya. Ini sudah yang ke 2 kalinya,” ucap Dimas.


“Iya Dim makanya gw mau kasih tau lo. Sebaiknya lo selesaiin masalah lo sama Clara. Kalau lo memang sudah enggak cocok pisahnya baik-baik,” ucap Ali.


“Iya gw ngerti maksud lo. Ya sudah gw cabut ke rumah Clara,” ucap Dimas.


“Malem-malem gini Dim?” tanya Ali.


“Iya, lagian ini enggak bisa di biarin,” ucap Dimas.


“Ok. Take care,” ucap Ali.


Dimas memberi tanda ok dengan tangannya dan berjalan pergi. Sesampainya Dimas di rumah Clara, Dimas langsung memencet bel. Clara melihat kedatangan Dimas langsung tersenyum senang.


“Kak Dimas? Kak Dimas ke sini buat maafin Clara? Kak Dimas


enggak betulan mau putus sama Clara kan?” tanya Clara. “Ra, aku ke sini mau mgomong baik-baik sama kamu. Sebaiknya


kita betulan pisah buat sementara waktu sampai kamu sadar dan


kembali lagi ke Clara yang kita semua kenal dan enggak suka nuduh


yang enggak-enggak,” ucap Dimas.


“Kak Dimas! Gw enggak mau putus Kak, gw tau gw salah. Please


kasih gw kesempatan lagi,” ucap Clara.


“Gw enggak bisa dan gw mau lo minta maaf sama Prilly, lo tau dia selama ini selalu banggain lo di mana-mana dan dia juga selalu memberitahu gw untuk baikan dengan lo saat kita berantem. Bahkan waktu kemarin di Jogja Prilly khawatir banget sama lo sampai dia enggak nafsu makan. Tapi lo malah ngecewain dia,” ucap Dimas.


Clara hanya terdiam dan menangis.


“Iitu saja yang mau gw bicarain. Gw permisi dulu,” ucap Dimas beranjak dari duduknya.


“Kak Dimas, Clara mohon jangan putusin Clara. Clara sayang sama Kak Dimas. Clara butuh waktu Kak buat hilangin sifat buruk Clara,” ucap Clara.


“Gw juga sayang lo, tapi sebelum lo sadar akan kesalahan lo, maaf sebaiknya kita enggak ketemu dulu,” ucap Dimas berjalan pergi.


“Kak Dimas,” teriak Clara mengejar Dimas.


Dimas naik ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya pergi. Mobil Dimas semakin menjauh dan Clara semakin menangis melihat kepergian Dimas.


“Maafin gw, Kak Dimas. Maafin gw juga Prill, gw nyesel please maafin gw,” ucap Clara menangis.


Clara memandangi langit malam dengan linangan air mata. Gerimis yang turun tidak membuat Clara berpindah.


“Gw memang sudah berubah tapi gw bingung untuk kembali seperti dulu. Gw berusaha untuk kembali menjadi diri gw yang dulu namun sangat sulit. Gw ini sahabat paling buruk dan jahat sedunia. Padahal Prilly betul-betul baik sama gw selama ini dan gw sudah ngecewain 2 orang yang gw sayang,” ucap Clara menangis.

__ADS_1


__ADS_2