
Prilly mencoba tenang dan mengalihkan perhatian Raka.
“Raka memangnya kenapa kamu bisa suka sama aku? Padahal kamu gak kenal aku,” ucap Prilly.
“Dari pertama kali gw lihat lo di pulau. Gw jatuh cinta pada pandangan pertama. Apalagi pas gw kenal lo, gw jadi gak bisa lupa sama lo. Kecantikan lo, sifat lo, wangi lo, bibir lo serta tubuh lo membuat gw tergila-gila,” ucap Raka.
Raka membayangkan pertemuan pertamanya dengan prilly.
“Tenang, lo akan menjadi milik gw secepatnya dan lo akan menikmati setiap sentuhan gw,” ucap Raka tersenyum.
“Raka, aku mohon jangan sentuh aku, aku akan ngelakuin apa saja asal kamu gak sentuh aku,” ucap Prilly ketakutan.
Ali mengebut menyusul keberadaan raka dan prilly setelah mendengar ucapan raka.
“Lo bohong Prill,” teriak Raka.
“Aku gak bohong. Percaya sama aku,” ucap Prilly memelas.
“Ok, gw akan percaya sama lo. Tapi kalau lo bohong, gw akan membuat lo menerima akibatnya. Gw akan meniduri lo sampai lo tidak bisa berjalan lagi,” ancam Raka.
Prilly yang mendengar ancaman Raka langsung berkeringat dingin.
“Aku janji, aku gak akan kecewain kamu,” ucap Prilly.
“Bagus kalau gitu,” ucap Raka.
“Raka, kamu mau bawa aku ke mana?” tanya Prilly.
“Memangnya kenapa?” tanya Raka.
“Gak, aku ini buta jalan tapi sepertinya gak asing sama tempat ini,” ucap Prilly.
“Ini puncak. Gw mau bawa lo ke villa yang baru gw beli dan gak ada yang tau tempat itu,” ucap Raka.
__ADS_1
“Hebat kamu punya villa baru, memangnya di mana lokasinya?”
tanya Prilly.
“Kenapa lo mau tau banget,” ucap Raka.
“Aku cuma gak mau ketemu sama Ali lagi. Nanti kamu beli villa deket tempat dia lagi,” ucap Prilly.
“Tenang, tempat gw di puncak pas. Di sana baru di bangun beberapa villa, jadi belum ramai dan cuma beberapa orang yang tau tempatnya. Gw saja baru tau kemarin pas ikutin lo. Lo tau yang villa deket restoran kemarin?” tanya Raka.
“Iya aku tau, oh jadi kamu beli di sana? Ya ampun bagus kalau gitu,” ucap Prilly.
Raka mengalihkan pandangannya ke Prilly. Prilly semakin menyembunyikan Hp-nya.
“Lo ngumpetin apa?” tanya Raka.
“Hah? Aku gak umpetin apa-apa,” ucap Prilly.
“Itu yang barusan lo taruh ke sebelah? Lo ambil Hp lo?!” teriak Raka emosi.
Prilly mencoba mematikan teleponnya.
“Jangan bohong! Siniin Hp lo.” teriak Raka emosi.
Raka memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Prilly belum sempat mematikan teleponnya namun Raka sudah mengambil Hp-nya.
“Kamu telepon Ali?!” teriak Raka.
Raka kembali menampar Prilly dengan kuat.
“Sakit Raka,” ucap Prilly menangis.
“Gw udah bilang gw gak mau di bohongin. Lo yang minta gw buat bikin lo gak bisa jalan lagi Prill dan gw akan menikmati saat melakukan itu,” teriak Raka menjambak rambut Prilly.
__ADS_1
“Raka sakit, lepasin rambutku Raka. Maaf, aku baru telepon dia buat bilang putus,” ucap Prilly menangis sambil menahan tangan Raka.
“Oh ya?! Kenapa di sini ada tulisan 30 menit yang lalu? Jangan bohong lo,” teriak Raka kembali menampar Prilly.
“Raka sakit, aku mohon lepasin aku, rambutku sakit. Ahh… Raka jangan tampar aku lagi. Aku mohon,” ucap Prilly memejamkan matanya saat Raka mengangkat tangannya.
“Udah gw bilang jangan bohong sama gw,” teriak Raka menampar Prilly kembali.
“RAKA!!!” teriak Ali emosi
Raka yang mau menampar Prilly lagi berhenti dan menaruh hp Prilly di telinganya.
“Hallo Ali jangan harap lo akan dapetin Prilly karna dia cuma milik gw,” ucap Raka.
“Banci!! Gw akan ngebalas luka Prilly 2x lipat bahkan lebih! Lo sentuh dia lagi, lo habis sama gw,” ancam Ali.
“Sayangnya gw akan jadiin Prilly milik gw seutuhnya dan gw udah bilang ke dia bakal buat dia gak bisa berjalan lagi. Iya kan Sayang?” ucap Raka.
Raka mematikan telepon prilly.
“Sayang pacar lo kasar banget, masa gw di bilang nyakitin lo. Padahal gw gak nyakitin lo kan?” ucap Raka sambil menarik rambut Prilly.
“Iya Raka, kamu gak nyakitin aku. Jadi aku mohon lepasin rambutku,” ucap Prilly menangis.
“Pintar. Lo yang ngelanggar lo juga yang menanggung. Ayo gw bawa lo ke sarang cinta kita,” ucap Raka.
Prilly berharap Ali cepat sampai karena sekarang satu-satunya harapan Prilly adalah Ali. Ali mengebut secepat yang dia bisa, namun perjalanan Ali masih lumayan jauh.
“Li, gw yakin sama kemampuan ngebut lo, jadi bawa lebih cepet dari ini,” ucap Dimas.
“Iya buruan Li,” ucap radit
“Ngebut secepatnya Li,” ucap mich
__ADS_1
Ali yang mendapat persetujuan temannya langsung mengebut semakin cepat.
“Tunggu aku, Prill. Aku pasti selamatin kamu dan gak akan biarin kamu kenapa-napa,” ucap Ali dalam hati.