Lala Land

Lala Land
Episode 46


__ADS_3

“Ayo, turun cepat,” ucap Raka menarik tangan Prilly.


“Raka sakit please jangan tarik-tarik tanganku,” ucap Prilly.


“Maaf Sayang. kalau begitu ayuk Sayang kita jalan,” ucap Raka memeluk pinggang Prilly.


“Selamat sore Bos,” ucap pria-pria berbadan besar.


“Sore, gw mau lo jaga yang bener dan jangan biarin siapapun masuk. Kalau ada yang berani masuk, langsung habisi mereka,” ucap Raka.


“Raka ke sepuluh pria berbadan besar ini orang suruhan kamu?” tanya Prilly ketakutan.


“Iya Sayang, mereka ini yang paling jago berantem. Jadi nanti percuma kalau Ali mau ganggu kita,” ucap Raka mencium kening Prilly.


Prilly yang mendengar itu menjadi lemas dan takut akan Raka. Prilly hanya berharap dirinya atau Ali tidak terluka.


“Ya sudah yuk Sayang kita masuk ke sarang cinta kita,” ucap Raka.


Raka membawa Prilly masuk ke dalam villa.


“Raka, aku mau minta sesuatu ke kamu boleh?” tanya Prilly sewaktu di dalam villa.


“Apa Sayang?” tanya Raka.


“Aku minta kesempatan kedua ke kamu, buat percaya sama aku,” ucap Prilly ketakutan.


“Percaya soal apa sayang?” tanya Raka.


“Jika nanti aku sudah cinta sama kamu baru aku akan nyerahin diri aku sepenuhnya. Untuk sementara waktu ini biarin aku belajar mencintai kamu,” ucap Prilly berbohong.


“Enggak akan pernah gw tertipu lagi,” ucap Raka menggendong Prilly ke kamar.


Prilly berusaha meronta namun percuma saja, tenaga Raka lebih besar. Raka melempar Prilly ke kasurnya.


“Raka, aku mohon Raka jangan sentuh aku,” ucap Prilly menangis.


“Sttt… Sayang jangan nangis, nanti kamu juga akan menangis karna kesenangan,” ucap Raka mendekati Prilly sambil tertawa.


Prilly yang melihat Raka maju menghampiri dirinya langsung mencoba melarikan diri. Namun saat Prilly mau turun dari kasur, Raka sudah menarik dirinya dan menimpa dirinya di atas. Prilly pun meronta namun percuma.


“Sayang jangan nakal gini, kalau kayak gini kita bakal lama selesainya. Tapi gw enggak janji akan berhenti kalau lo memohon. Gw akan membuat lo mengandung anak gw Sayang,” ucap Raka.


“Raka kamu gila!! Aku benci kamu, lepasin aku Raka,” teriak Prilly dalam tangisnya.


 


 


“Betul sayang, gw gila karena lo,” ucap Raka.


 


 


Raka mulai menciumi bibir Prilly dengan kasar. Prilly berusaha melepaskan diri dan mendorong Raka namun percuma saja. Malah sekarang tangan Prilly di tahan oleh Raka di atas kepalanya. Dengan posisi terikat Raka terus menciumi bibir Prilly dan Prilly berusaha menghindar. Raka memegang dagu Prilly supaya enggak gerak-gerak.


“Mmmm… Sayang bibir lo bikin gw ketagihan Sayang,” ucap Raka terus menciumi Prilly.


Prilly menangis karena takut serta kesakitan. Raka menciumi bibir Prilly dengan kasar dan ******* bibir Prilly.


“Sayang buka mulutnya, aku jadi susah cium kamu,” ucap Raka memaksa membuka mulut Prilly kemudian Raka memainkan lidahnya di dalam.


Prilly menggigit lidah Raka.


“Auww… Sayang, lo apa-apaan sih? Lo mau main kasar gitu?!” tanya Raka menampar pipi Prilly.


“Raka sakit, Please Raka jangan ngelakuin ini,” ucap Prilly memohon.

__ADS_1


“Stt… Sayang, aku enggak suka lo kayak gitu lagi. Gw tau lo sudah enggak sabar tapi biarin gw nikmatin diri lo pelan-pelan,” ucap Raka kembali mencium Prilly.


“Kak Ali tolong aku, aku takut Kak,” ucap Prilly menangis dalam hati.


Citt.......


Bunyi ban berdecit sehingga membuat para penjaga kaget dan melihat siapa yang datang. Ali dan yang lain turun dengan penuh kemarahan. Ali cs berantem dengan para penjaga itu. Di kamar Raka masih menciumi Prilly. Kini ciuman Raka turun ke leher Prilly.


“Sayang, lo memang bikin gw bisa mati senang. Lo nikmat banget,” ucap Raka.


“Raka jangan ngelakuin ini please,” ucap Prilly menangis.


Raka tidak menghiraukan ucapan Prilly. Dia terus menciumi leher Prilly dan menghirup aromanya. Kemudian Raka merobek baju yang di pakai Prilly. Saat Raka ingin membuka bra Prilly, Prilly semakin meronta dan memohon.


“Raka, aku mohon Raka, jangan. Aku enggak mau Raka. Kak Ali tolong aku,” teriak Prilly.


Plakk.... Tamparan kembali melayang di pipi Prilly.


“Gw enggak mau saat lo bersama gw, lo panggil orang lain,” teriak Raka.


Sedangkan di luar Ali mendengar teriakan Prilly sehingga membuat emosi Ali semakin memuncak. Para penjaga itu dihajar habis-habisan oleh Ali. Saat Ali ingin menolong Prilly, Ali melihat Steve di hajar habis-habisan oleh pengawal itu. Maka Ali pun membantu Steve terlebih dahulu.


“Aku enggak mau kamu sentuh aku, aku benci kamu Raka. Kak Ali tolong,” teriak Prilly histeris.


Kembali terdengar teriakan Prilly dan membuat yang lain kaget.


“Li, lo tolong Prilly. Biar ******** ini gw yang hadapin,” teriak Dimas.


Ali berlari untuk menolong Prilly, namun pintu terkunci dan Ali berusaha mendobrak pintu. Raka mencekik leher Prilly dengan kencang. Prilly kaget dan merasa kesakitan sehingga berusaha melepaskan tangan Raka.


“Gw bilang jangan teriak nama dia! Lo cuma boleh teriak nama gw, ngerti?? Lagipula sebentar lagi lo akan meneriakkan nama gw,” ucap Raka melepaskan leher Prilly.


Prilly terbatuk-batuk dan ketakutan. Dia sudah tidak memiliki tenaga untuk berteriak bahkan meronta lagi, karena ujung bibir yang sakit akibat tamparan-tamparan Raka. Serta bibirnya yang di cium secara kasar. Apalagi Raka mencekik Prilly dengan keras. Raka langsung merobek bra Prilly, dan Prilly hanya bisa menangis. Prilly sudah tidak ada tenaga menolak dan berteriak minta tolong.


Ali sudah berhasil mendobrak pintu depan. Ali berlari mencari Prilly ke ruangan demi ruangan dan ada satu pintu tersisa. Ali menendang pintu itu dan mendapati Raka sedang merobek bra Prilly. Emosi Ali memuncak. Ali segera menghampiri Raka dan memukuli Raka berkali-kali. Raka berusaha melawan namun tenaga Ali lebih kuat. Ali memukuli Raka hingga Raka terkulai lemas.


“Prill ini aku Ali, Sayang,” ucap Ali mendekati Prilly.


Namun Prilly menggeleng dan menangis. Prilly menundukkan kepalanya dan menangis.


“Sayang lihat aku, ini betulan aku, Ali,” ucap Ali mencoba memegang Prilly.


“Jangan sentuh aku, aku mohon Raka,” ucap Prilly lemah.


Raka yang melihat kesempatan untuk kabur melarikan diri. Saat di luar Raka langsung naik mobil. Dimas gagal menghalangi Raka yang kabur. Dimas dan yang lain menghampiri Prilly.


“Sayang ini aku, Ali bukan Raka. Hey coba lihat aku,” ucap Ali memakaikan jaketnya ke Prilly.


Prilly menolak namun Ali memaksa karena dia tidak mau orang lain melihat tubuh Prilly. Prilly melihat siapa yang kini berada di depannya langsung menangis kencang serta memeluk Ali. Dimas dan yang lain baru datang melihat Prilly menangis dan berantakan, kaget. Mereka melihat baju serta bra Prilly yang sobek semakin tercengang. Mereka berpikir bagaimana bila mereka terlambat.


“Kak Ali, aku takut aku enggak ma..,” ucap Prilly lemas dan tidak sadarkan diri.


“Prill!” panggil Ali kaget.


Ali yang melihat Prilly tidak sadarkan diri segera membawa Prilly ke mobil dan di ikuti yang lain. Ali membawa Prilly ke rumah sakit untuk di cek dan di obati lukanya. Saat Prilly sudah di periksa, Ali dan yang lain berkumpul di ruangan itu.


“Prilly Sayang, maaf aku telat nolongin kamu,” ucap Ali membelai rambut Prilly.


“Dim, kita harus tangkap ******** itu,” ucap Ali penuh kemarahan.


“Lo tenang, Gw sudah suruh orang buat nyari dia dan semua rumah dia. Kita tinggal nunggu kabar. Kita pasti akan dapatin ******** yang nyelakain Prilly,” ucap Dimas emosi.


“Iya Li, kita akan bales semua perbuatan dia ke Prilly,” ucap Radit.


“Gw setuju. Gw bakal ngebuat dia merasakan sakit yang di rasakan Prilly,” ucap Mich emosi.


“Gw bakal bantu lo buat nyari dia dan ngehabisin dia,” ucap Steve.

__ADS_1


“Gw akan membuat hidup dia menderita sampai dia enggak sanggup lagi,” ucap Ali penuh kemarahan.


[Raka PoV]


“AUWW… Sial!! Ali dan yang lain gagalin rencana gw lagi. Kenapa mereka bisa ngalahin para penjaga itu? Arghh… Padahal sedikit lagi gw bisa milikin Prilly tapi gagal. Gw harus sembunyi dari mereka dan saat mereka lengah baru gw bergerak lagi. Maaf Prilly, gw bakal enggak ketemu lo dulu. Pasti gw akan kangen banget sama lo, Sayang,” ucap Raka.


Di ruangan Prilly, terlihat Prilly yang tersadar dan menangis.


“Sayang tenang Sayang, ada aku di sini,” ucap Ali saat melihat Prilly menangis.


Prilly yang melihat Ali semakin menangis sejadi-jadinya dan duduk lalu memeluk Ali.


“Sayang aku takut Sayang, aku kira kamu enggak akan bisa tolongin aku dan aku takut kamu bakal celaka sama penjaga di sana,” ucap Prilly menangis.


“Maaf Sayang, aku telat datangnya dan enggak bisa lindungin kamu,” ucap Ali membelai punggung Prilly.


Prilly menangis sejadi-jadinya. Ali membiarkan Prilly menangis dan terus mengelus pundaknya. Sementara di mata Ali terlihat kemarahan yang sangat dalam. Dimas dan yang lain melihat Prilly menangis dan ketakutan, tidak tega. Akhirnya Prilly berhenti menangis dan di gantikan sesenggukan.


“Tapi Sayang, apa Raka sudah di tangkep?” tanya Prilly takut-takut setelah menyebut nama Raka.


“Sayang kenapa kamu ketakutan? Tenang, sekarang ada kita jadi enggak usah di pikirin,” ucap Ali.


“Iya Prill tenang, kita jamin keadaan kayak gini enggak akan pernah ke ulang lagi,” ucap Dimas.


“Betul banget kata Ali sama Dimas, kita bakal di sini kayak satpam 24 jam buat lo seorang,” ucap Radit.


“Betul Prill jadi lo enggak usah takut lagi,” ucap Mich.


“Betul, adik kesayangan gw, kita pasti jagain lo. Lagipula ada Steve sama Dimas yang jago berantem,” ucap Steve.


“Makasih tapi kenapa kalian ada di sini?” tanya Prilly.


“Tadi kita ikut Ali buat nolongin lo,” ucap Dimas.


“Makasih semuanya. Kalau kalian enggak dateng sama Kak Ali, aku enggak tau mau jadi apa. Eh! Tapi berarti kalian lihat aku..,” ucap Prilly tertahan dan melihat ke arah Ali.


Ali mengerti maksud Prilly dan menjawab pertanyaan Prilly.


“Enggak Sayang. Aku sudah tutupin duluan pakai jaketku, jadi mereka enggak lihat,” ucap Ali.


Prilly mengambil napas lega.


“Sayang aku mau pulang, aku enggak mau di sini,” rengek Prilly.


“Kenapa Sayang? Kamu masih lemah jadi harus di rawat di sini,” ucap Ali.


“Aku mau pulang Sayang. Aku takut. Aku enggak mau di sini,” rengek Prilly.


“Ya sudah, tapi pulang langsung istirahat,” ucap Ali.


“Iya,” ucap Prilly.


“Tapi pulang ke salah satu rumahku. Aku bakal sediain Satpam untuk jagain kamu 24 jam,” ucap Ali.


“Kamu nemenin aku kan?” tanya Prilly.


“Aku akan selalu nemenin kamu,” ucap Ali membelai rambut Prilly.


“Janji?” tanya Prilly mengeluarkan kelingkingnya ke arah Ali.


“Janji,” ucap Ali menautkan kelingkingnya.


Dimas cs tersenyum melihat Prilly dan Ali.


“Gw ijin surat Dokter supaya Prilly bisa keluar,” ucap Dimas.


“Ok,” jawab Mich, Steve dan Radit bersamaan.

__ADS_1


Setelah Dimas mengurus kepulangan Prilly. Mereka pulang bersama ke rumah Ali yang akan di tempatin Prilly.


__ADS_2