
Ali mengebut sehingga membuat Prilly ketakutan.
“Kak Ali, kita mau ke mana? Jangan ngebut Kak,” ucap Prilly memejamkan matanya.
Ali tidak menjawab dan masih mengebut. Prilly hanya bisa memejamkan matanya ketakutan. Tiba-tiba mobil Ali berhenti dan Ali keluar dari mobil. Prilly membuka matanya.
“Ampun! Kak Ali mau buat aku sport jantung apa,” ucap Prilly.
Ali membukakan pintu untuk Prilly.
“Ayuk keluar, kita udah nyampe,” ucap Ali.
Prilly keluar dari mobil lalu Ali menutup pintu mobil itu.
“Kita ngapain di sini Kak?” tanya Prilly.
“Nanti juga kamu tau sendiri,” ucap Ali menggandeng tangan Prilly.
Ali masuk ke sebuah villa besar lalu menuju halaman. Prilly kaget Prilly kaget dan histeris saat melihat taman itu.
“Ya ampun!! Kak Ali bunga mawar sama tulipnya banyak banget, kesukaan aku semua ini. Wuah! Tumbuhnya lebih subur dari rumah kaca kampus Kak. Lihat Kak ada macem-macem warnanya juga, terus ada anggrek, ya ampun bagus banget tempat ini. Kak Ali mau bawa aku ke sini ternyata. Kenapa pakai paksa-paksa aku segala? Tanpa di paksa aku juga mau ke tempat ini,” ucap Prilly.
Prilly keliling melihat bunga dengan gembira.
“Bagus kalau kamu suka tapi aku bawa kamu ke sini bukan cuma untuk lihat bunga. Ada yang mau aku bicarain,” ucap Ali.
“Maling bunga!! Jangan berani macem-macem kalian!” Ucap seseorang melempar air ke arah Prilly.
Ali kaget melihat Prilly yang sudah basah kuyub.
“Kang Maman apa-apaan sih pakai sirem Prilly segala,” omel Ali mendekati Prilly.
“Ya ampun Den Ali, maaf Den. Saya gak tau kalau ini Den Ali sama temennya. Bukannya Den di villa satu lagi?” tanya Kang Maman.
“Argh! Yaudah Kang Maman siapin teh hanget. Cepetan! Terus mana kunci villa? Prilly harus ke dalem ganti baju,” ucap Ali.
Kang Maman memberikan kunci villa untuk Ali.
“Yuk Prill, kamu harus ganti baju,” ajak Ali.
“Dingin banget Kak,” ucap Prilly manja.
Ali yang mendengar suara manja Prilly merasa senang. Ali memeluk Prilly supaya lebih hangat dari samping.
Ali membawa Prilly masuk ke kamar lalu Ali memberikan kemeja dirinya yang berada di villa. Ali memberikan baju Prilly untuk di cuci Kang Maman.
Ali masuk membawa teh hangat untuk Prilly.
“Prill di minum dulu supaya gak masuk angin,” ucap Ali memberikan minuman itu.
“Iya Kak,” ucap Prilly.
Prilly menerima minuman itu dan meminumnya.
“Udah agak hanget?” tanya Ali.
“Udah lumayan Kak. Oh ya Kak aku keluar dulu ya,” ucap Prilly berdiri namun di tahan Ali.
“Kamu mau ke mana pakai seperti itu? Nanti kamu masuk angin pakai pendek dan kemeja ke gedean,” ucap Ali.
“Aku gapapa, aku cuma mau lihat bunga-bunga tadi. Aku seneng lihat bunga Kak,” ucap Prilly.
“Gak usah lihat di luar, dari dalem juga bisa, yuk ikut,” ajak Ali.
Ali menggandeng Prilly ke luar dan menuju sebuah kamar. Saat di kamar itu Ali langsung membuka gordennya. Lalu Prilly langsung melihat keluar dan Prilly langsung tersenyum.
“Dari sini kelihatan banget. Jadi aku gak akan ke dinginan. Tapi masih bagusan di depan lihat bunganya,” ucap Prilly.
“Kamu itu suka banget sama bunga. Aku seneng lihat kamu tersenyum lagi Prill,” ucap Ali.
“Iya aku suka banget. Setiap ngelihat bunga aku ngerasa seneng, tapi Kak Ali mau ngomong apa? Ngomong saja mumpung aku lagi seneng,” ucap Prilly tersenyum.
“Aku denger semua pembicaraan kamu sama Clara,” ucap Ali.
Senyum Prilly langsung menghilang.
“Maksud Kak Ali apa?” tanya Prilly.
__ADS_1
“Aku denger semua pembicaraan kamu sama Clara soal Raka, aku dan juga soal Samantha,” ucap Ali.
“Maksud Kak Ali, Kak Ali nguping?! Aku gak nyangka Kak Ali tega ngelanggar privasi aku,” ucap Prilly marah.
“Prill, aku terpaksa, habis kamu gak pernah mau ngomong sama aku dan sikap kamu semakin berubah. Bahkan kamu gak mau maafin aku. Aku gak tau harus gimana lagi,” ucap Ali.
“Terpaksa? Sudahlah lupain semuanya, aku pengen pulang,” ucap Prilly beranjak dari jendela.
“Aku belum selesai ngomong. Siapa bilang kamu boleh pergi? Aku bawa kamu ke sini buat nyelesaiin masalah kita,” ucap Ali menahan tangan Prilly.
“Masalah kita? Kita sudah gak ada masalah lagi sejak Kak Ali milih Kak Samantha dan nyuekin aku. Dan sejak Kak Ali putusin aku di depan keluarga Kak Ali dan yang lain. Kak Ali pernah pikirin perasaanku gak?” teriak Prilly emosi.
“Prill please maafin ke bodohanku yang kemarin. Aku betul-betul nyesel. Orang yang aku sayang itu kamu dan Samantha cuma masa lalu. Sedangkan kamu adalah masa depan aku. Aku bisa kehilangan Samantha tapi aku gak bisa kehilangan kamu. Cuma kamu yang bisa buat aku kacau Prill,” ucap Ali.
Prilly menangis dan mencoba melepaskan tangan Ali.
“Banyak wanita cantik di dunia ini tapi gak ada yang bisa bikin aku kayak gini dan ngerasa nyaman seperti sama kamu, Prill,” ucap Ali memeluk Prilly.
“Kak Ali gak usah bohong. Aku gak butuh ke bohongan dan belas kasihan Kak Ali. Pasti Kak Ali ngomong kayak gitu karna kasihan sama aku, aku gak perlu belas kasihan Kak Ali,” ucap Prilly menangis dan mendorong Ali.
“Aku harus buktiin apa ke kamu kalau aku cuma cinta monyet sama Samantha. Yang aku sayang itu kamu!” ucap Ali.
Prilly hanya diam dan menangis.
“Please Prill, aku kangen kamu yang dulu, aku kangen saat kamu manja dan sifat pemalumu, kepolosan dan kebaikan kamu. Aku gak mau lihat kamu nyakitin diri kamu karna aku,” ucap Ali lirih.
Prilly semakin menangis mendengar ucapan Ali.
“Aku memang cowok brengsek! Aku sudah buat kamu sakit hati dan berubah. Maafin aku, aku ngaku salah bikin kamu terpaksa berubah. Aku kangen sama kamu, aku betul-betul sayang kamu please kasih tau aku gimana aku nebus semuanya,” ucap Ali meneteskan air mata.
Prilly menghapus air mata Ali.
“Kak Ali jangan nangis, aku gak mau Kak Ali nangis. Aku gak pantes sama Kak Ali. Aku juga gak pantas nerima air mata Kak Ali,” ucap Prilly menangis.
Ali memegang tangan Prilly yang berada di pipinya. Ali mencium tangan Prilly sambil memejamkan matanya dan air mata Ali kembali menetes jatuh.
“Prill aku takut kehilangan kamu, aku nangis karna aku takut kehilangan kamu. Rasanya sakit banget hatiku setiap inget aku yang sudah buat kamu berubah dan sakit hati,” ucap Ali lirih.
“Kak Ali yakin gak sayang Kak Samantha? Aku gapapa kalau Kak Ali mau jadian sama Kak Samantha. Aku bisa ngerti semua itu dan aku bisa mengubur rasa cintaku. Asalkan Kak Ali bahagia bersama cewek yang pantas dengan Kak Ali,” ucap Prilly.
“Aku gak tau, aku cuma ngerasa Kak Ali waktu di pulau menunjukkan tatapan sayang dan cinta ke Kak Samantha. Bahkan Kak Ali gak peduli sama aku,” ucap Prilly sedih sambil menundukkan kepalanya.
“Prill waktu itu aku masih marah sama kamu, bukan karna aku suka sama Samantha. Dia itu sudah kayak Adikku sendiri, seperti kamu dan Dimas,” ucap Ali mengangkat dagu Prilly.
Prilly membuang mukanya dan melihat ke arah lain.
“Ok aku bakal buktiin ke kamu kalau aku cinta sama kamu. Aku akan lompat dari lantai dua ini,” ucap Ali langsung menaiki jendela.
“Kak Ali jangan!!! Iya Kak aku percaya sama Kak Ali. Jadi aku mohon Kak Ali jangan nekat,” ucap Prilly memeluk Ali dan menarik Ali ke dalam.
Ali memeluk Prilly dan air mata Ali serta Prilly menetes jatuh. Ali mencium puncak kepala Prilly.
“Prill, aku cuma sayang kamu dan aku betul-betul nyesel. Please kembali ke Prilly yang dulu. Aku gak mau kamu nyiksa diri lagi. Aku terima kamu apa ada nya seperti kamu nerima kekuranganku,” ucap Ali lirih.
“Aku juga sayang Kak Ali, aku janji sama Kak Ali aku akan balik jadi Prilly yang dulu,” ucap Prilly membalas pelukan Ali.
“Makasih Prill dan maafin keegoisanku,” ucap Ali mengecup kening Prilly.
“Iya, aku maafin Kak Ali asal jangan deket-deket sama Kak Samantha lagi,” ucap Prilly manja.
“Ok, aku janji asal kamu janji gak temuin Raka lagi dan jangan bales Line atau telepon dia,” ucap Ali.
“Aku memang gak pernah ladenin dia, aku minta ketemuan buat balikin duit dia,” ucap Prilly.
“Gak usah! Pakai transfer saja, biar nanti aku yang bayar,” ucap Ali.
“Ya sudah, tapi Kak Ali janji,” ucap Prilly dan mereka pun janji kelingking.
“Prill makasih karna udah maafin aku. Dan satu lagi jadi pacarku lagi ya,” ucap Ali dengan tampang memelas.
“Iya Kak tapi Kak Ali jangan gampang ngucapin putus ke aku,” ucap Prilly.
“Iya aku janji Prill,” ucap Ali menautkan kelingking mereka lagi.
“Kak Ali juga janji gak akan lihat cewek lain selain aku,” ucap Prilly manja menggoyangkan lengan Ali.
“Kalau itu gimana, ya?” goda Ali.
__ADS_1
“Akh… Kak Ali gitu. Yaudah sana cari cewek lain,” ucap Prilly memanyunkan bibirnya.
“Iya Biee Sayang, aku mana bisa lihat orang lain selain kamu. Cuma kamu yang ada di mataku,” ucap Ali mencubit pipi Prilly.
“Ahh… Gitu sih, jangan panggil Biee. Itu nama nakalku yang mau aku lupain,” ucap Prilly manja.
“Nama nakal apaan? Namanya unik, gak ada nakal-nakalnya,” ucap Ali tertawa.
“Ish! Mulai isengnya,” ucap Prilly memanyunkan bibirnya.
“Bibir kamu bikin aku pengen lahap, apalagi sudah hampir seminggu gak cium kamu,” ucap Ali mendekatkan wajahnya.
Prilly memejamkan matanya dan tiba-tiba terdengar ketukan pintu.
“Ganggu saja! Mau apalagi Kang Maman?” tanya Ali.
Ali pergi membukakan pintu.
“Apaan Kang? Ganggu saja tau!” omel Ali.
“Maaf Den, Kang Maman mau kasih baju keringnya ke Non. Takut dia ke dinginan,” ucap Kang Maman memberikan baju Prilly.
“Ya sudah sana, makasih Kang,” ucap Ali menerima baju Prilly.
“Sama-sama Den. Kalau ada apa-apa panggil Akang saja dan inget Den jangan macem-macem, belum sah,” ucap Kang Maman.
“Apaan Kang…Ya gak lah, sudah sana ganggu melulu. Nanti aku aduin Neng Iis loh,” ucap Ali.
“Aden gitu ancamannya. Akang pamit dulu… Bye Non Cantik,” ucap Kang Maman.
Prilly membalas lambaian Kang Maman lalu Ali menutup pintu dan menghampiri Prilly.
“Sayang dia siapa? Kenapa kamu deket banget sama dia?” tanya Prilly.
“Dia sudah kerja sama aku dari aku masih kecil. Ganti baju dulu gih nanti kamu masuk angin, walau aku masih pengen lihat kamu pakai kayak gitu sih. Kamu sexy banget bikin ke pengen,” ucap Ali mengedipkan satu matanya.
“Kak Ali belum boleh tau, di tahan sampai nikah nanti ya. Sini bajunya,” ucap Prilly mengambil bajunya dan pergi mengganti baju.
Sesudah berganti pakaian, Prilly mengajak Ali ke taman lagi untuk melihat bunga. Prilly betul-betul menikmati suasana di sana. Prilly langsung berfoto bersama bunga-bunga dan mengajak Ali. Sehabis itu Ali mengajak Prilly pulang.
“Sayang,” panggil Prilly.
“Iya kenapa Sayang?” tanya Ali.
“Kamu mau bantuin aku gak?” tanya Prilly.
“Bantu apa Sayang? Aku mau saja kalau kamu bisa seneng,” ucap Ali sambil menyetir.
“Ini Sayang, tadi Kak Radit iseng sama aku dan mereka juga ikut nguping. Aku mau bales perbuatan mereka, boleh?” tanya Prilly.
“Ternyata pacar aku iseng juga, belajar dari siapa Sayang?” tanya Ali.
“Dari kamu Sayang,” ucap Prilly.
Ali tertawa kecil lalu mengacak rambut Prilly dan kembali fokus menyetir.
“Boleh saja, memang mau bales gimana?” tanya Ali.
“Jadi gini Kak..,” ucap Prilly berbisik.
“Ok gak Kak?” tanya Prilly.
“Ini baru pacar aku yang iseng dan ceria. Gemes sama kamu,” ucap Ali.
“Kalau gitu deal ya?” tanya Prilly.
“Deal,” ucap Ali.
“Gak sabar buat kasih mereka pelajaran,” ucap Prilly.
Prilly tersenyum jahil dan Ali yang melihat itu tertawa.
“Iseng deh kamu,” ucap Ali.
“Sekali-kali ini sayang,” ucap Prilly.
Prilly bergelayut manja di lengan Ali. Ali fokus menyetir kembali ke villa satu lagi.
__ADS_1