Lala Land

Lala Land
Episode 42


__ADS_3

Keesokan paginya Prilly terbangun dan melihat Ali tertidur.


“Kak Ali kenapa tidur di sini? Apa Kak Ali jagain aku dari semalem? Kalau iya kasihan banget sampai tidur di bangku,” ucap Prilly.


Prilly mengambil posisi duduk. Kepalanya sudah tidak sesakit kemarin lagi.


“Kak Ali bangun Kak,” ucap Prilly mengelus pipi Ali.


Ali memeluk pinggang Prilly, masih memejamkan matanya.


“Kamu sudah mendingan Sayang?” tanya Ali.


“Udah gak sesakit kemarin Sayang. Kamu tidur di atas kasur saja, kasihan kamu jagain aku sampai tidur di kursi,” ucap Prilly mengelus kepala Ali.


“Mmm… Nanti saja Sayang masih mau begini,” ucap Ali.


Prilly membiarkan Ali memeluk dirinya. Prilly mengelus kepala Ali dengan rasa sayang.


“Maaf Sayang, kamu pasti tidurnya gak nyenyak banget selama dua hari gara-gara aku. Aku beruntung banget punya kamu, love you,” ucap Prilly dalam hati sambil mengelus kepala Ali.


Clara masuk ke kamar.


“Lo sudah bangun? Kenapa Kak Ali meluk lo gitu?” tanya Clara.


“Sttt… Kak Ali masih mau tidur, jangan berisik. Aku baru bangun, kamu semalem tidur di mana Ra?” tanya Prilly.


“Gw tidur di sebelah lo, Kak Ali dari semalem jagain lo. Lo sudah mendingan?” tanya Clara.


“Kasihan Kak Ali pasti capek banget. Aku sudah mendingan, kepalaku gak sesakit kemarin,” ucap Prilly.


“Bagus, tapi Kak Ali kalau kayak gini mirip anak kecil,” ucap Clara tersenyum.


“Iya bikin gemes dia, rasanya pengen aku cubit,” ucap Prilly tersenyum.


“Cubit saja Sayang kalau mau. Nanti kamu, aku cubit balik,” ucap Ali masih memejamkan matanya.


“Sayang, kamu gak tidur? Nakal kamu, nguping,” ucap Prilly mencubit pipi Ali.


“Aku ke bangun waktu Clara masuk, tapi males buka mata. Sudah enak kayak gini,” ucap Ali masih memeluk pinggang Prilly dan membenamkan mukanya di perut Prilly.


“Huhh… Modus Kak Ali,” ledek Clara.


“Biarin sama cewek sendiri ini. Lo iri? Minta sama Dimas sana lagian kayak lo gak pernah begini saja sama Dimas,” ledek Ali.


“Kak Ali tau dari mana? Eh… Maksud gw jangan sembarangan nebak,” ucap Clara malu-malu.


“Mmm… Tau dari mana ya? Nebak saja sendiri,” ucap Ali.


Ali berdiri dan melihat Prilly.


“Sayang, kamu mandi gih, tapi inget lukanya jangan sampai kena air. Nanti dokter dateng ganti perban kamu,” ucap Ali mengelus kepala Prilly.


“Iya Sayang, kamu juga istirahat lagi. Awas kalau gak nanti aku suruh Kang Maman nina boboin kamu,” ucap Prilly.


“Iya Sayang tapi nanti siang saja, aku mandi dulu,” ucap Ali


Ali mencium pipi Prilly dan berjalan keluar.


“Ciee… Yang sudah romantis lagi,” goda Clara.


“Iya Ra, tadi kamu habis dari mana?” tanya Prilly tertawa malu.


“Gw habis suruh Kang Maman masak makanan kesukaan lo. Di suruh Kak Ali, katanya supaya lo nafsu makan. Kemarin lo makannya cuma beberapa suap. Lo beruntung dapet Kak Ali yang sayang dan perhatian banget,” ucap Clara.


“Emang kamu gak? Kak Dimas saja romantisnya sama kayak Kak Ali. Setiap hari aku lihat kamu selalu mesra-mesraan dan malahan kemarin aku lihat kamu bergelayut manja sama dia,” ucap Prilly.


“Lo tau dari mana? Waktu itu lo lagi pingsan,” ucap Clara.


“Kemarin waktu sadar aku keluar kamar, tapi gak ada yang tau dan aku denger kalian ngomong,” ucap Prilly.


“Maaf karna kita ngatain lo dan gak percaya sama lo. Lagian lo nanggung sendirian sih,” omel Clara.


“Gapapa, aku ngerti. Cuma aku agak sedih sama kata-kata Kak Radit, Kak Mich sama Kak Steve,” ucap Prilly menunduk sedih.


“Prill jangan sedih gitu mukanya, mana Prilly yang ceria dan iseng?” Ucap Clara.


“Iya Clara Sayang. Yaudah aku mandi dulu,” ucap Prilly.


Setelah Prilly selesai mandi, dia keluar kamar. Saat di ruang tamu terlihat yang lain sudah berkumpul kecuali Ali.


“Pagi,” sapa Prilly.


“Pagi juga,” ucap yang lain bersamaan saat melihat Prilly.


“Hai Prill, lo sudah mendingan? Sini duduk,” ucap Dimas.


Prilly tersenyum dan menghampiri Dimas.


“Udah mendingan Kak, gak sesakit kemarin lagi,” ucap Prilly.


“Prill, gw mau minta maaf soal kemarin. Gw sudah kelewatan ngomongnya dan ngatain lo,” ucap Radit.


“Gw juga minta maaf sama kayak Radit,” ucap Mich.


“Adik gw maafin kakak lo ini yang sudah tega sama lo kemarin,” ucap Steve.


“Iya Kak Radit, Kak Steve dan Kak Mich, aku maafin kalian tapi ada syaratnya,” ucap Prilly.


“Syarat? Syarat apaan Prill?” tanya Mich.


“Apapun Prill asal lo maafin kita,” ucap Radit.


“Iya Prill apapun,” ucap Steve.

__ADS_1


“Ok kalian yang bilang, aku mau kalian joget dangdut di dandanin sama aku dan pakai rok,” ucap Prilly.


“Prill itu susah banget, gak ada yang lain apa?” tanya Radit.


“Yaudah kalau gak mau, aku gak akan maafin kalian dan Kak Dimas juga harus ikutan,” ucap Prilly.


“Kenapa gw kena? Bukannya kemarin lo sudah maafin gw,” ucap Dimas.


“Yaudah kalau gak mau aku marah sama kalian dan gak mau ngomong lagi. Bukannya kalian bilang ke..,” ucap Prilly tertahan saat yang lain langsung berbicara.


“Iya... Iya Prill jangan di ungkit lagi,” ucap Radit.


“Iya Prill kita rela tapi jangan di dandanin, gw gak mau jadi banci lekong kayak Radit,” ucap Dimas.


“Ok tapi harus kompak, kalian latihan dulu. Nanti malam jangan lupa perform di depan aku,” ucap Prilly tersenyum senang.


“Buat lihat senyum lo lagi, gapapa lah malu. Hitung-hitung minta maaf ke lo,” ucap mereka semua dalam hati.


“Kak Ali mana?” tanya Prilly.


“Hai Sayang nyari aku? Aku baru selesai mandi,” ucap Ali berjalan ke arah Prilly.


“Sayang,” ucap Prilly memeluk Ali.


“Manja banget sayangku ini, tumben gak malu di depan yang lain main peluk-peluk,” ucap Ali.


Prilly yang sadar melepaskan pelukannya.


“Eh! Lupa ada orang lain, kirain cuma berdua,” ucap Prilly tertawa kecil.


“Hmmm… Mulai dunia serasa milik berdua kalau sudah ketemu,” ucap Dimas.


“Kayak lo sama Clara gak saja Dim,” ucap Radit.


“Bawel lo! Gak usah komen,” ucap Dimas.


“Sayang, Mom dan Dad kamu mana? Kenapa dari kemarin gak kelihatan?” tanya Prilly.


“Kemarin habis dari taman bunga katanya mereka lanjut ke villa yang lain. Biasa…Gak mau di ganggu mereka,” ucap Ali.


“Permisi Den Ali Dokternya sudah datang,” ucap Kang Maman.


“Ya sudah suruh masuk saja,” ucap Ali.


Dokter masuk dan mengganti perban Prilly.


“Dokter ini ninggalin bekas gak lukanya?” tanya Prilly.


“Sayang walau bekas juga aku tetep terima kamu apa adanya,” ucap Ali.


“Huuuh gombal! Jangan dengerin Prill,” ucap Mich.


“Ini gak akan ninggalin luka asal gak makan yang seafood, kecap dan telur dulu. Terus jangan kena air. Jangan lupa di minum obatnya yang teratur supaya lukanya cepet kering dan gak sakit lagi,” ucap Dokter tersenyum.


Ali mengantar Dokter keluar dan memberikan uang. Ali kembali ke dalam, menyuruh Prilly makan. Prilly menurut dan makan dengan lahap. Setelah itu Prilly minum obat.


Ali dan Prilly sedang duduk di ruang tengah. Tiba-tiba Ali tidur di pangkuan Prilly, Prilly mengelus kepala Ali.


“Sayang hari ini kita di sini dulu ya jangan keluar. Kamu belum sembuh dan jangan pegang Hp. Kalau mau telepon Bunda sama Ayah pakai Hp-ku,” ucap Ali memejamkan matanya.


“Iya Sayang lagian nanti malam akan ada pertunjukkan,” ucap Prilly membelai rambut Ali.


“Maksudnya?” tanya Ali membuka matanya.


“Aku lagi ngerjain Kak Dimas dan yang lain. Nanti malam kamu lihat saja Sayang,” ucap Prilly tersenyum jahil.


“Ohhh sayangku sudah bisa iseng? Bagus kalau iseng kamu kambuh. Pantesan mereka gak ada,” ucap Ali membelai pipi Prilly.


“Sayang kita kapan balik? Kamu juga harus kuliah, lagian nanti beasiswaku di cabut karna gak masuk terus,” ucap Prilly.


“Besok, kamu tenang saja beasiswa kamu aman,” ucap Ali.


“Aman gimana? Orang aku sudah bolos 2 mata pelajaran. Kalau bolos satu kali lagi bisa di batalin beasiswaku,” ucap Prilly.


“Mereka gak akan berani. Orang itu kampus Dad dan Daddy yang nentuin siapa yang dapet dan gak dapet,” ucap Ali memejamkan matanya.


“Apa Sayang? Jadi kampus gede itu punya kamu? Kamu itu sebetulnya anak pengusaha atau raja?” tanya Prilly.


“Prilly, kamu ini lucu banget. Gak penting aku ini anak pengusaha atau anak raja yang penting aku sayang sama kamu,” ucap Ali tertawa.


“Tapi apa aku betul pantes buat kamu,” ucap Prilly sedih.


“Kenapa jadi sedih? Aku sudah bilang aku sayang sama kamu dan aku gak pernah mandang status. Coba aku Tanya, apa kamu akan ninggalin aku kalau tau aku gak punya apa-apa?” tanya Ali menatap mata Prilly.


“Gak akan, aku terima kamu apa adanya. Dulu saja pas kamu bohong sama aku soal kamu miskin, aku tetap sayang banget sama kamu,” ucap Prilly.


“Nah sama kayak aku dan satu lagi gak ada yang lebih pantes dampingin aku selain kamu,” ucap Ali.


“Aku sayang Kak Ali,” ucap Prilly tersenyum.


Ali menarik kepala Prilly ke bawah untuk mencium bibir Prilly, Ali mencium bibir Prilly sekilas.


“Nanti setelah kamu sembuh aku gak akan ngelepasin kamu secepat ini,” ucap Ali.


“Sayang main cium saja, nanti kalau yang lain lihat gimana,” protes Prilly.


“Biarin,” ucap Ali kembali memejamkan matanya.


“Dasar mau menang sendiri,” ucap Prilly.


Prilly mengelus kepala Ali sampai Ali tertidur. Prilly ikut tertidur. Saat yang lain masuk dan melihat Ali dan Prilly tertidur, mereka mengambil fotonya. Setelah itu Dimas dan yang lain iseng mengikat tangan Ali dan Prilly bersama.


Mereka pergi istirahat karena kelelahan latihan untuk menghibur Prilly. Saat Prilly terbangun sudah sore dan Prilly kaget tangannya yang terikat di tangan Ali.

__ADS_1


“Siapa yang iket tanganku sama Kak Ali,” ucap Prilly mencoba melepaskan ikatannya.


Saat Prilly melihat dirinya sangat dekat dengan bibir Ali, ia kaget dan mengerjapkan matanya berulang kali. Tanpa sadar mata Prilly tertuju ke bibir Ali terus.


“Deket banget sama bibir Kak Ali mana kalau tidur gini Kak Ali tambah ganteng lagi. Oh my Godz! Rasanya aku pengen cium Kak Ali. Eh! Ngomong apa kamu Prill,” ucap Prilly dalam hati.


Saat Prilly mencoba membuka tali tersebut Ali membuka matanya dan kaget dirinya sangat dekat dengan Prilly, bahkan terlihat seperti Prilly akan mencium dirinya.


“Prill, kamu ngapain?” tanya Ali.


“Kak Ali sudah bangun? Maaf pasti ke bangun gara-gara Prilly,” ucap Prilly.


“Kamu mau cium aku?” tanya Ali.


“Apa?! Gak Kak, aku cuma mau lepasin tali yang ngiket kita,” ucap Prilly memperlihatkan ikatan tangannya.


“Kerjaan Dimas pasti,” ucap Ali.


“Iya ini Kak, mana susah lagi di lepasnya,” ucap Prilly.


“Gapapa di iket gini, aku jadi bisa deket sama kamu,” ucap Ali.


Ali bangun dari tidurnya kemudian menarik tangannya yang terikat dengan Prilly. Sontak membuat Prilly maju ke depan kemudian Ali memeluk Prilly dan memegang tangan Prilly.


“Kalau di iket gini aku jadi bisa kayak gini,” ucap Ali mencium bibir Prilly dengan lembut.


“Mmm… Kak Ali,” ucap Prilly di tengah-tengah ciumannya.


Setelah selesai mencium Prilly, Ali membuka ikatan tali di tangan mereka. Waktu malam tiba saatnya pertunjukkan Dimas cs. Prilly, Ali serta Clara tertawa melihat Dimas dan yang lain memakai rok dan tawa mereka makin jadi saat melihat Dimas cs berjoget ala-ala dangdut dengan penghayatan.


Saat mereka selesai yang lain bertepuk tangan dengan kencang.


“Gimana Prill pertunjukkan kita?” tanya Dimas.


“Bagus Kak bagus banget, cucok kalau kalian ikut pencarian bakat goyangan maut,” ucap Prilly tertawa.


“Emang ada Prill kontes kayak gitu?” tanya Mich.


“Ada Kak nanti aku yang bikin kalau Kak Mich mau,” ucap Prilly


tertawa.


“Yeh, rese ini bocah,” ucap Mich.


“Jadi gimana Prill kita di maafin?” tanya Radit.


“Udah pasti dong. Aku sebetulnya sudah maafin kalian dari kemarin, cuma aku mau isengin kalian saja. Mana mungkin aku marah sama kalian yang ngebelain Kak Ali,” ucap Prilly.


“Bagus kalau gitu,” ucap yang lain secara bersamaan.


“Kalau gitu pelukan tanda baikan,” teriak Radit dan memeluk Prilly di susul yang lain.


“Aaa…,” teriak Prilly.


Ali tidak tinggal diam dan mendorong badan mereka semua dari badan Prilly hingga terjatuh ke lantai.


“Ish! Ali tega banget dorong kita kenceng gini,” omel Steve.


“Tau Li sakit tau,” ucap Dimas.


“Iya pantat gw sakit nih,” ucap Mich.


“Siapa suruh peluk-peluk cewek gw? Masih mending gak gw bogem kalian,” omel Ali.


“Yei… Dikit saja pelit banget lo,” ucap Radit.


“Gak ada kata pelit-pelit, kalau bersangkutan sama Prilly,” ucap Ali.


“Uhhh… So sweet banget Ali,” ucap Dimas.


“Rese kalian! Minta gw burger.” Ancam Ali.


“Iya, iya, gak Pak peace,” ucap yang lain berbarengan membuat


tawa Prilly dan Clara pecah.


[Raka PoV]


“ARGH! Sial kenapa itu orang kerjanya gak becus. Mana pakai masuk rumah sakit lagi. Kata dia kepala Prilly terantuk batu sampai ngeluarin darah. Gimana kondisi Prilly sekarang? Prilly Sayang maafin gw, gw gak mau buat lo celaka tapi orang suruhan gw semuanya dari kemarin bodoh-bodoh. Sepertinya harus gw yang turun tangan langsung, biar berhasil bawa lo dan jadiin lo milik gw seutuhnya,” ucap Raka.


Raka meminum minuman kerasnya.


Raka mengambil foto Prilly dan melihat foto itu dengan sedih.


“Gw kesel sama Ali! Kenapa dia ngerebut lo dari gw,” ucap Raka emosi.


Raka membanting gelas di tangannya.


“Gw gak akan biarin siapapun nyentuh milik gw! Prilly cuma milik gw,” teriak Raka.


Raka membanting barang yang ada di dekatnya.


“Prilly Sayang tunggu gw, kita pasti akan segera bersatu secepatnya,” ucap Raka.


Raka mengambil bingkai foto Prilly yang pecah.


“Kenapa lo malah hapus Line gw bahkan sekarang lo gak pernah angkat telepon gw,” ucap Raka emosi


Raka meremas foto Prilly dengan kesal.


 


 

__ADS_1


__ADS_2