
Ali membawa Prilly kembali ke kamarnya dan menurunkan prilly di kasur.
“Kalau lo mau pergi, besok juga bisa. Sekarang tidur,” bentak Ali.
“Mmm… Kak Ali, Prilly ada apa ini? Prill kenapa nangis?” tanya Clara saat terbangun.
“Denger Prill, gw gak tau kenapa lo tiba-tiba berubah. Gw sudah capek seharian terus lo bentak-bentak di depan penjaga. Bahkan lo bilang benci gw di depan mereka, mau ditaruh di mana muka gw? Kalau perasaan lo udah berubah tinggal bilang. Jangan di depan orang! Oh… Atau lo mau bales dendam kejadian waktu di kapal?” tanya Ali emosi.
Prilly mencengkram ujung kasur dengan kuat.
“Iya! Aku mau bales dendam dan sekarang aku puas sudah permaluin Kak Ali di depan penjaga,” ucap Prilly ketus.
“Lo!!” ucap Ali geram menunjuk Prilly.
Ali berjalan keluar dari kamar lalu membanting pintu dengan keras.
“Prill, lo kenapa? Kalau memang betul yang di bilang Kak Ali. Gw kecewa sama lo,” ucap Clara keluar kamar.
“Maafin aku Kak, aku terpaksa kayak gini. Aku sudah gak ada pilihan lagi,” ucap Prilly menangis.
Line raka : Sayang tadi gw lihat lo berantem sama Ali. Lo udah jalanin tugas gw dengan baik, Sayang.
Line Prilly : Kamu puas sekarang?! Aku sudah nyakitin Kak Ali, aku sudah putusin dia. Jadi aku mohon lepasin mereka dan jangan lukain satu orang pun yang berarti buat aku.
Line Raka: Gw gak akan ganggu mereka selama mereka gak ganggu gw supaya bisa dapetin lo.
Prilly membanting hpnya ke kasur dan menangis. Keesokan harinya Prilly keluar dan melihat yang lain sedang makan. Saat Prilly keluar tatapan mata tertuju padanya, kecuali Ali dan Clara.
“Kenapa pada lihatin aku? Emang ada yang salah?” tanya Prilly.
“Gw rasa ini baru sifat asli dia kayak dedemit,” cibir Radit.
__ADS_1
“Tau, orang bertopeng itu paling serem,” ucap Steve.
“Hmm… Ternyata ada yang lebih parah dari cewek matre,” ucap Mich.
“Prill, kita semua kecewa sama lo. Ternyata selama ini lo bermuka dua,” ucap Dimas.
“Kalau kalian cuma mau ngatain aku, mending aku secepatnya pergi dari sini,” ucap Prilly berlari ke kamarnya.
Prilly mengambil tas dan Hp-nya. Setelah itu prilly keluar kamar menenteng tasnya.
“Aku pergi dulu dan makasih buat semuanya,” ucap Prilly.
Prilly berjalan pergi sambil menahan tangisnya. Prilly keluar dari villa Ali sendirian, tapi Prilly tidak tau bahwa Raka selalu menaruh pengintai di dekat dirinya.
“Apa kita gak kelewatan kayak gitu ke Prilly?” tanya Dimas.
“Biarin saja, lagian dia yang lebih kelewatan,” ucap Radit.
“Tapi dia mau pulang naik apa?” tanya Dimas.
“Li kenapa diem saja? Udah gak usah di pikirin cewek kayak gitu,” ucap Mich.
“Lo ngomong gampang. Memang lo pikir perasaan cinta bisa segampang itu di ubah jadi benci,” ucap Ali ketus.
“Ya sudah, gw rasa lo butuh waktu buat ngelupain Prilly,” ucap Dimas.
“Gw ambil Hp ke kamar dulu Kak,” ucap Clara.
[Raka PoV]
“Hallo. Kenapa?” tanya raka.
__ADS_1
“Prilly keluar rumah Ali bawa tas,” ucap suruhan Raka.
“Dia sudah keluar. Ya udah, bawa dia ke sini sekarang,” perintah Raka .
Raka menutup teleponnya.
“Prilly akhirnya lo akan jadi milik gw. Gw harus Line lo,” ucap Raka.
Line : Prilly Sayang, lo hati-hati di jalan. Jangan lupa ikut Igil, dia orang suruhan gw. Gw janji gak akan lukain temen-temen lo.
Saat Prilly keluar gerbang ada mobil berhenti di depan dirinya dan ada seorang pria berbadan besar turun memaksa Prilly masuk ke mobilnya.
“Lepasin. Aku gak mau ikut kamu. Kamu siapa? Tolong Pak Satpam, tolong,” teriak Prilly memberontak.
Kedua penjaga keluar menolong Prilly namun mereka sedikit kesulitan menghadapi pria berbadan besar itu. Sang penjaga menyuruh Prilly masuk. Prilly berlari masuk.
Namun pria berbadan besar itu malah menggendong Prilly dan memasukkan Prilly ke dalam mobil.
Prilly mencoba kabur tapi sialnya saat Prilly mencoba kabur dia terjatuh dan kepala Prilly malah terantuk batu sehingga berdarah.
Orang yang di dalam setelah mendengar keributan itu pun ikut
keluar dan mereka kaget mendapati kedua Satpam sedang berkelahi habis-habisan dengan seorang pria. Sedangkan Prilly kepalanya mengeluarkan darah.
Pria berbadan besar melihat orang-orang yang di dalam keluar, dia dengan terpaksa menarik Prilly yang sedang lemah masuk ke dalam mobil. Pria itu buru-buru kembali ke mobil.
Namun pria itu masih kalah cepat dengan Ali. Ali menghajar pria itu lalu Ali menyuruh Dimas dan yang lain mengikat pria itu di dalam.
Ali menghampiri Prilly. Saat Ali membuka pintu, ia mendapati Prilly yang tak sadarkan diri.
Ali yang melihat darah mengalir di kepala Prilly segera membawa masuk Prilly ke dalam rumah dan menelepon Dokter.
__ADS_1