
Aku jauh-dari kampung ke ibukota untuk mengikuti tes menjadi pengurus rumah. Sebenarnya aku nekad ikut seleksi ini karena tergiur gaji yang sangat besar menurutku. Ini pertama kali aku melihat gedung setinggi ini, biasanya juga cuma lihat di film-film barat saja, tidak terbayang di benakku bakalan melihat secara langsung atau memasuki gedung sebesar dan semegah ini. Dari pintu masuk sampai ke dalam gedung aku benar-benar takjub. Tapi sesungguhnya, aku hanya memasang wajah biasa saja dan hanya mengeluarkan kata "wow" "keren" Hem" .
Lalu aku menuju meja resepsionis,, baru dilihat sekilas meja resepsionis nya
saja di desain se modern dan elegan begitu apalagi ruangan di dalam gedungnya pikirku.
Kira-kira gaji para pekerja disini berapa iya. Sempat-sempatnya aku berpikir ke arah sana.. dasar otak uang, gumamku.
__ADS_1
Mungkin kalau kakakku kerja disini bapak ku akan syukuran tujuh harian saking bahagia dan bangganya.
Lah ini anak yang juga di bangga-banggakan sekarang malah ikut seleksi jadi pengurus rumah. Kalau sampai beliau tahu, mungkin aku bakalan di kutuk. Hemmm jadi aku harus pintar-pintar cari alasan saat terbang kesini.
Saat sudah di lantai tempat akan di adakan ujian seleksi pengurus rumah,aku terperangah dengan penampilan semua peserta,para laki-laki menggunakan jas sangat rapi dan para wanita menggunakan dandanan yang sangat luar biasa. Polesan wajahnya sudah seperti artis di drama-drama saja. Dan pakaian yang mereka gunakan sangat modis sekali. Sementara aku menggunakan baju kemeja putih formal dan rok hitam payet serta menggunakan sepatu pantofel wanita. Aku sengaja berdandan seadanya hanya menggunakan riasan ringan yang terlihat sangat alami. Jumlah peserta yang di panggil sekitar 50 orang untuk tes wawancara hari ini. Dan aku mendapat nomer antrian 35.
Syarat dari lowongan pekerjaan ini sangat sederhana menurutku, mereka hanya membutuhkan seseorang yang berusia 20-35 tahun, single,bisa mengurus rumah dan strata satu.
__ADS_1
Karena merasa memenuhi syarat tersebut aku pun nekad mendaftar.
Aneh memang, dengan gaji sebesar itu hanya akan melakukan pekerjaan seperti itu. Tapi ini kan baru permulaan saja, siapa tahu yang aku urus adalah salah satu orang kaya yang mempunyai pengaruh di negeri ini. Dan siapa tahu orang yang aku urus itu adalah laki-laki dan bonusnya adalah wajahnya sangat tampan seperti wajah pemeran Batman..hahaaa otak cogan ( cowok ganteng) aku tertawa sendiri.
Dimulailah seleksi, satu persatu peseta di panggil dan masing-masing memiliki kesempatan untuk di wawancara sekitar lima belas menit. Entah di dalam sana mereka ditanya apa? Atau melakukan apa? Kenapa setiap yang keluar selalu pucat dan ada yang berkeringat seperti itu. Aku juga jadi ikut-ikutan cemas ini, kenapa mereka jadi ngomel-ngomel sendiri begitu. Baru Lima orang yang di panggil. Karena satu kali wawancara langsung di panggil lima peserta.
Sabar lah wahai diriku,, karena giliranmu masih harus menunggu lama.
__ADS_1
Lebih baik berdoa saja sekarang, siapa tahu mereka yang di dalam sana tidak bisa apa-apa kecuali nanti saat giliranku. Aku bisa menyelesaikan misi wawancara dengan sangat sempurna, dan mungkin aku yang dapat pekerjaan ini.
Saat genting seperti ini memang harus memikirkan kemungkinan terbaik dari yang terburuk, karena sejujurnya aku pun sangat takut. Badanku saja sudah bergetar, tapi sengaja aku terlihat setenang mungkin karena takut di lihat oleh peserta lain. Bisa-bisa gawat ini..! Belum perang sudah kalah mental. Ayo kamu bisa ..kamu bisa..( menyemangari diri)