
Dan sejak kejadian saat itu, Langit tidak pernah lagi bertemu dengan Anna. Setiap kali ia datang ke kampung halaman kakek nya, ia sudah tidak pernah melihat gadis itu bermain ayunan lagi. Anna sudah pindah ke jakarta, namun Langit tidak tahu dimana.
Tidak menyerah, Langit masih rajin ke kampung kakek nya setiap liburan sekolah. Hingga ketika kakek dan nenek nya meninggal, akhirnya Langit menyerah dan ia memutuskan untuk terus menanam mawar putih di setiap sekolah yang ada dia. Setiap sekolah yang ada taman khusus mawar putih, maka itu berarti adalah milik seorang Langit Gaharu.
Gerry dan Maxim hanya menganggukkan kepala nya, tanda mengerti setelah mendengar cerita dari langit. Sejujurnya Maxim dan gerry merasa salut karena selama ini Langit sudah menjaga hatinya, ya walau pada akhirnya goyah oleh seorang siswi baru yang bernama Biru.
“Eh iya, ngomong- ngomong, gimana soal Biru Lang? Apa lo udah nemuin dimana dia?” tanya Maxim mengubah pembicaraan.
Langit hanya menggelengkan kepala nya, ia menghela nafas nya kasar karena ia belum mendapatkan kabar baru lagi dari orang suruhan nya.
“Lo gak coba tanya ke rumah sakit? Menurut gue nih yah, kayaknya dokter yang lo bilang kemarin itu kayaknya dia deket banget sama keluarga nya. Kenapa gak coba aja ke sana?” tanya Gerry memberikan usul.
Ting!
Belum sempat Langit menjawab, suara denting dari ponsel nya membuat nya urung mengeluarkan suara. Ia segera membuka notif dari pesan chat WA dari HP nya.
__ADS_1
“Siapa Lang? Ada apa?” tanya Maxim saat melihat perubahan wajah pada Langit.
Pyarrrr!
Langit langsung membanting ponsel nya dan segera pergi meninggalkan teman teman nya.
“Lah, kesambet itu anak!” celetuk Maxim lalu ia mengambil ponsel Langit dan melihat isinya, beruntung ponsel itu tidak mati apalagi hancur. Sehingga Maxim dan gerry masih bisa melihat gambar apa yang ada di sana.
“Woaghhh, kayaknya bakal ada perang lagi ini sih,” keluh Gerry menghela nafas nya berat lalu ia segera berlari mengejar Langit.
“Kamu gak mau bertemu sama dia?” tanya seorang cowok yang sejak tadi menemani Biru di sebuah taman.
“Enggak, aku gak mau buat dia sedih atau kecewa karena melihat keadaan ku,” jawab Biru dengan lirih.
“Tapi Ru, dia kayaknya tulus sama kamu. Kamu yakin? Tidak—“
__ADS_1
“Enggak Nat, aku cuma mau dia bahagia. Aku gak mau buat luka semakin dalam untuk nya.”
Nathan, sejak kepulangan Biru dari singapore beberapa hari yang lalu, keadaan Biru semakin menurun. Terpaksa, ia kembali di larikan ke rumah sakit. Awal nya, Biru kecewa dan marah kepada Darren dan Sheryl karena memberitahukan keadaan nya kepada Nathan, namun setelah sekian lama, Nathan terus menemui nya dan meminta maaf padanya, hingga akhirnya ia luluh dan menerima kehadiran Nathan.
“Kamu mencintai Langit?” tanya Natha begitu pelan karena ia harus menekan perasaan nya.
Biru hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari Nathan, bukan menjawab, ia malah balik bertanya kepada Nathan, “Apa kamu juga mencintai ku?”
Sontak Nathan langsung membulatkan matanya dan terperangah menatap Biru, “A—aku ... “
“Kalau iya, tolong lekas buang sejauh mungkin. Karena aku tidak mau di cintai siapapun. Aku tidak mau menyakiti siapapun. Cukup ayah sama bunda yang akan aku buat menangis, kalian jangan. Aku gak mau kalian sedih dan menangis saat aku pergi nanti.” Kata Biru begitu tenang masih dengan senyum mengembang di wajah nya.
“Biru ..”
Biru menggelengkan kepala nya saat melihat Nathan hendak berucap, ia menghela nafas nya dalam, lalu memilih bangkit dan hendak kembali ke kamar. Namun saat ia berdiri dan berbalik, ia langsung mematung di tempat saat melihat sosok di depan nya.
__ADS_1