Langit Biru

Langit Biru
Bab 26


__ADS_3

Holaaa, gimana masih aman gak nih tisu nya?


Hari ini mommy akan up mungkin bisa 10 eps ( mungkin) Cek aja yah notif setiap 1-2 jam pasti akan update. Jangan lupa tinggalkan jejak yah, 🥰🥰🥰😘


.


.


.


“Hay,” sapa Langit saat melihat Biru membuka matanya, sejak tadi laki laki itu terus menemani Biru di ruang perawatan, sementara orang tua Biru memilih untuk menemui dokter Darren di ruangan nya.


“Langit,”gumam Biru begitu lirih.


“Maafin aku,” kata Langit langsung mencium tangan Biru yang sejak tadi ia genggam, “Aku tidak peka dengan kehadiran kamu. Aku sudah lama menunggu kamu, tapi saat kamu datang aku malah menyakiti kamu, maafin aku.” Imbuh nya kini di sertai isak tangis.

__ADS_1


Ya, om Faris sudah menceritakan semuanya pada Langit. Tentu saja ia sangat terkejut dan awal nya sempat tak percaya, namun setelah ia berfikir kembali, nama panjang Biru memang Azura Septyana, dan saat kecil memang kerap di panggil Anna oleh kakek nya.


“Kamu ingat aku,” Biru tersenyum mentapap Langit, ada kelegaan tersendiri dari pancaran senyum itu. Dan kini Langit semakin merasa bersalah karena ternyata Biru sudah mengenali nya sejak awal, namun dirinya malah tidak mengenalinya sama sekali.


“Iya, aku ingat kamu. Aku sudah mengingat kamu, Anna. Aku ingat kamu hiks hiks.”


“Dih, masa bad boy nangis sih,” Biru terkekeh pelan melihat bagaimana Langit menangis terisak, “Aku belum mati, jangan tangisi aku.”


Seketika itu juga Langit langsung berhenti menangis. Tatapan matanya begitu tajam dan tampak marah, Langit tidak menyukai ucapan Biru, sangat sangat tidka menyukai nya.


“Langit, aku ingin pulang. Aku ingin kembali sekolah, dan aku ingin pergi ke taman itu lagi.” 


“Aku sendiri disini, aku bosan dan aku kesepian,” cicitnya pelan.


“Aku akan menemani kamu disini.Sampai kapan pun aku akan menemani kamu,” ujar Langit dengan yakin, “Apa kamu ingin bertemu dua dayang mu?”

__ADS_1


“Ih, mana ada dayang. Kamu pikir aku tuan putri, mereka itu sahabat ku, sahabat pertama ku.” Gumam Biru tersenyum.


“Besok, aku akan membawa dua dayang itu kemari,” kata Langit masih tetap kekeuh dengan ucapan nya.


“Aku gak mau buat mereka sedih,” gumam Biru takut, namun ia juga sangat ingin bertemu para sahabat nya.


“Sayang,  kamu harus kuat. Ada banyak yang sayang sama kamu, dan akulah salah satu nya.Kamu harus tetap semangat dan yakin kalau kamu pasti sembuh, kami semua ada untuk mendukung kamu.” Ucap Langit menggenggam tangan Biru dan sesekali mencium nya.


“Apaan sih Sayang Sayang,kamu kaya ayah aku.” Cibir nya sedikit berdecak.


“Mulai sekarang, kamu harus terbiasa. Kamu adalah kesayangan aku, dan aku kesayangan kamu.”


“Ih, mana ada begitu, kesayangan aku ayah sama bunda.”


“Astaga, bisa gak mereka kamu skip dulu.” Kata Langit mencebik, namun Biru segera menggelengkan kepala nya dan tersenyum.

__ADS_1


Langit dan Biru terus berbincang dan sesekali bercanda di alam ruangan itu. Langit sedikit lega karena kini Biru sudah tidak menghindarinya dan mau menerima kenyataan yang ada.Langit bersyukur karena pada akhirnya, ia bisa membujuk Biru dan memberikan nya semangat.


Tanpa kedua nya sadari, dari balik pintu kaca itu ada beberapa pasang mata yang melihat keakraban Langit dan Biru.  Mereka tak lain adalah dokter Darren dan orang tua Biru. Faris lega karena akhirnya ia menemukan anak tengil yang dulu sudah memberikan janji monyet kepada putri nya hingga membuat Biru terus memimpikan sosok Langit Gaharu. 


__ADS_2