
Saat peserta sudah masuk, kami di persilahkan untuk duduk, lebih tepatnya kami duduk berhadapan dengan para juri seleksi. Baru beberapa detik kami duduk, tiba-tiba salah satu dari panitia yang duduk itu menghentakkan kedua kaki dan diikuti oleh seluruh tubuh yang menggelepar dilantai seperti ayam baru di sembelih.
Karena saking paniknya aku tanpa sadar sudah berada didekat tubuh pria tersebut dan dengan secepat kilat aku melepas sepatuku dan langsung memasukkan ke mulut pria tadi, dan meminta mereka memanggil bantuan medis. Sambil aku memperhatikan pola nafasnya bagaimana? Apakah dia sesak atau tidak.
Sedangkan semua orang yang ada di dalam ruangan merogoh kantong mereka dan ada yang diam mematung karena terkejut. Salah satu dari tim seleksi langsung mendekatiku dan menepuk pundak pria yang kelojotan tadi
Bro sudah ya, mereka sudah mau pingsan tu..
Sambil pandangan mata mereka mengarah ke peserta seleksi.
Pria yang kelojotan tadi langsung melepas sepatuku dari mulutnya dan memberikan kepadaku lagi.
Aku bingung, ini maksudnya apa?
Ditengah kebingungan itu,terdengar suara dan memmbuatku tersadar
Perkenalkan saya sekertaris Aldo, disini saya sebagai ketua seleksi untuk pengurus rumah, saya akan memulai acara ini. Tapi saya meminta kalian untuk menarik nafas dulu, dan kembali ke posisi duduk kalian.
Beberapa detik kemudian, oke sekarang kalian sudah tenang kita akan mulai iya.
Satu persatu peserta di panggil dan ditanya ini-itu. Lalu tibalah saatku ditanya.
Kenapa tadi kamu langsung memasukkan sepatu ke mulut pria yang kelojotan tadi?
Begini pak,menurut saya, pria tadi mengalamu kejang. Jadi saya mencegah agar lidahnya tidak tergigit dan tidak mengalami cacat, saat dia sudah baikan.
__ADS_1
Kenapa kamu tidak pakai barang yang lain?
Yang terpikirkan itu pak,,jawabku
Semua juri seleksi tersenyum.
Lalu sekertaris Aldo mengatakan : Dibelakang kalian ada lemari es, kalian harus mencacat semua nama sayur, buah dan daging dan apapun yang ada didalam lemari es tersebut. Sudah tersedia kertas dan alat tulis lainnya di atas lemari es.
Sekarang kalian secara bergiliran melihat isi lemari es tersebut sekaligus mengambil alat tulis yang ada di atas lemari es.
Satu lagi kalian hanya punya waktu melihat isi lemari es selama empat puluh detik lalu mengambil alat tulis dan seratus dua puluh detik atau dua menit untuk menulis semua yang kalian lihat.
Oke semua sudah siap, saya panggil satu persatu untuk melakukan misi.
Kami lalu secara bergiliran melihat isi lemari es dan mengambil alat tulis serta kertas di atas lemari es tersebut.
Waktu habis, satu persatu dari kalian harus membaca apa yang kalian tulis.
Kemudian, tulis lagi apa saja yang bisa kalian masak dari yang kalian tulis itu.
Waktu yang kami berikan seratus dua puluh detik, dimulai dari sekarang.
Kami semua secepat kilat menulis di kertas tersebut, apa-apa an ini. Aku mau jadi pengurus rumah tangga atau main kejar-kejaran sih.
Waktu habis, dari kanan ke kiri baca apa saja yang bisa kamu buat dari yang kamu tulis.
__ADS_1
Lalu sekertaris itu bergumam em em selanjutnya.
Dan tibalah giliranku sebagai peserta terakhir.
Selesai mengatakan apa saja yang bisa dibuat, akubpun tersenyum sambil tetap menghadap para penanya.
Didalam otakku aku mengatakan : Aku baru tahu kalau mau masak dan jadi pengurus rumah saja seribet ini, ditanya ini-itu. Ahhh ribet..
Sekertaris Aldo pun mengatakan :
" Baiklah karena semua peserta sudah di berikan pertanyaan dan semua sudah menjawab serta melakukan semua misi. Kami mengucapkan terima kasih dan untuk hasilnya akan kami umumkan lusa. Karena kami harus mendiskusikan dulu. Terima kasih silahkan keluar.
Kami pun keluar dengan wajah lesu dan wajah peserta yang lain masih ada yang setengah syok.
Aku pun masih mengingat dengan jelas pertanyaan mereka tadi :
Kamu seorang dokter yang baru saja selesai dari melaksanakan tugas terakhir! Kenapa memilih ikut seleksi menjadi pengurus rumah? Apa harga dirimu tidak terluka?Bagaimana tanggapan keluarga mu kalau mereka tahu hal ini?
Aku memang seorang dokter tapi aku juga bisa memilih pekerjaan apa saja yang mau aku lakukan tanpa harus terikat dengan embel-embel harus melayani orang sakit saja di rumah sakit , klinik atau tempat praktek sendiri.
Untuk kenapa aku memilih ikut mendaftar, karena gaji nya sangat besar.
Harga diriku juga tidak terluka, semua pekerjaan ada titik lemah dan kuatnya.
Dan untuk tanggapan orang tua, em em aku sekarang aku sekarang sudah berusia dua puluh enam tahun. Jadi sudah bisa memutuskan sendiri apa yang terbaik dan menghindari hal terburuk.
__ADS_1
Itu adalah jawabanku tadi, apa sesuai dengan yang mereka mau iya..Ah ah sudahlah jangan dipikirkan lagi .
Mungkin itu yang menyebabkan wajah peserta yang sudah di wawancara berwajah pucat,syok dan kebingungan dari tadi. Hal yang dilakukan didalam seperti itu, tiba-tiba kelojotan dan langsung tanya jawab dengan waktu sesingkat itu, Anehhh memang, gumamku