LEGEND OF THE DRAGON KINGDOM

LEGEND OF THE DRAGON KINGDOM
SEBUAH RENCANA


__ADS_3

PERUSAHAAN XIANMEI


"Selamat pagi, sayang."


seorang pria mendatangi seorang wanita yang bernama Xia Yura.


"Selamat pagi, sayang." jawab Xia Yura.


"Hari ini kamu ada rapat?" tanya Wan Yili.


Wan Yili adalah seorang direktur perusahaan Xianmei, dia juga adalah tunangan dari Xia Yura.


"Iya, nanti aku ada rapat dengan salah satu pemegang saham dari beberapa perusahaan." jawab Xia Yura sambil tersenyum.


"Kalau kamu capek lebih baik aku yang menggantikan rapat dewan direksi, nanti aku tidak mau tiba-tiba pada hari pernikahan kita kamu sakit karena terlalu kecapean." Wan Yili terlihat begitu perhatian kepada Xia Yura.


"Tidak apa-apa, kamu tenang saja lagi pula aku tidak terlalu capek kok. nanti kalau selesai dari rapat dewan direksi aku akan menemanimu makan malam, Bagaimana?" tanya Xia Yura.


"Ya sudah kalau kamu capek Kamu tidak usah menemaniku, lebih baik kamu beristirahat saja nanti aku akan menjemputmu di hotel." jawab Wan Yili.


"Baiklah kalau begitu aku berangkat dulu ya." Xia Yura yang kemudian mencium pipi tunangannya itu.


Dua bola mata Wan Yili melihat Xia Yura yang sudah pergi dari depan matanya, sosok wanita cantik itu sudah lenyap tertelan oleh bayangan. Wan Yili nampak tersenyum kecut ketika mendengar kata-kata yang diucapkan oleh tunangannya, Xia Yura masih enggan untuk melepaskan semua jabatannya untuk pria itu.


"Aku pasti akan merebut semua yang seharusnya menjadi milikku, aku pasti akan mengambil semua yang kamu miliki." Wan Yili yang kemudian keluar dari perusahaan XIANMEI.


"Tuan." Panggil seorang pria kepada Wan yili.


"Apakah kamu sudah mempersiapkan semuanya?" tanya wan Yili.


"Sudah, Tuan. Saya sudah mempersiapkan segalanya." jawab anak buah Wan Yili.


Entah apa yang direncanakan oleh pria itu, namun bisa dipastikan Wan Yili merencanakan sebuah rencana jahat.


Di salah satu hotel Xia Yura nampak melakukan semua pekerjaannya, gadis berumur 22 tahun itu benar-benar begitu pawai. begitu lincah bahkan begitu pandai mengelola kata-kata untuk membuat seluruh dewan direksi yang mengikuti rapat itu terpukau dengannya.


"Nona Yura benar-benar sangat hebat, anda adalah wanita yang sangat memukau." salah satu pria tua yang menjadi pemegang saham memberikan pujian kepada Xia Yura.


"Terima kasih, Tuan. terima kasih atas semua pujian Anda, saya sangat senang karena anda memberikan saya sanjungan seperti itu. namun saya berharap kedepannya anda akan menjadi rekan bisnis saya." Xia Yura nampak menunjukkan senyumnya.


Siapa yang mampu menolak kata-kata wanita cantik dan cerdas itu.


"Baiklah, Nona Yura Mari kita makan-makan dahulu karena saya ingin kita lebih mengenal anda sebagai rekan bisnis." salah satu pria yang mungkin seumuran dengan almarhum kakak Xia Yura.


"Maafkan saya, tuan. saya tidak bisa makan malam dengan anda, karena saya harus menepati janji saya kepada salah satu pria yang selalu setia menunggu saya." jawab Xia Yura yang kemudian pergi dari hotel tersebut.

__ADS_1


Di luar hotel Wan Yili sudah menunggu Xia Yura dengan senyum yang begitu lebar, pria itu menunggu kedatangan Xia Yura. sekitar beberapa menit kemudian Yura sudah keluar dari hotel, nampak dia menatap Wan Yili yang sudah menunggunya.


"Apakah kamu sudah lama menungguku?" tanya Xia Yura.


"Tidak cuma sekitar 10 menit." jawab Wan Yili.


"Ya sudah kalau begitu kita mau ke mana?" tanya Yura.


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan? aku akan memberikan kejutan untukmu." jawab Wan Yili.


"Memangnya kita akan ke mana?" tanya Yura.


"Karena ini kejutan tentu saja aku tidak akan memberitahu kamu." jawab wan Yili yang menunjukkan senyum yang begitu menawan.


Yura menganggukkan kepalanya, dengan begitu bahagia gadis itu memeluk erat tangan Wan Yili, Wan Yili membuka pintu mobilnya. setelah mereka masuk Wan Yili meminta sopir untuk membawanya ke sebuah tempat.


"Memangnya kamu mempunyai kejutan apa?" tanya Yura.


"Nanti kamu akan tahu." jawab wan Yili sambil tersenyum kembali.


hati yang begitu bahagia, terlihat Yura tersenyum begitu lebar sembari menatap wan Yili.


Tak berselang lama mobil yang dikendarai oleh Yura dan wan Yili sudah sampai di salah satu dermaga.


"Kita mau apa di sini?" tanya Yura.


"Benarkah?" tanya Yura dengan senyum yang begitu bahagia.


"Tentu saja." Wan Yili yang kemudian mengajak Yura ke salah satu kapal yang sudah bersandar di tempat itu.


Dengan senyum yang terlihat begitu menawan Wan Yili mengulurkan tangannya, pria itu mengajak Yura untuk masuk ke dalam kapal yang sudah dia persiapkan.


"Malam ini kita berlayar?" tanya Yura.


"Tentu." jawab Wan Yili.


Ketika mereka sudah berada di dalam kapal.. Wan Yili meminta kapten kapal untuk membawa mereka ke laut lepas. Yura yang memang suka dengan laut lepas tentu saja Dia terlihat begitu bahagia, kebahagiaan yang nampak membuat Wan Yili juga merasa bahagia.


Sekitar satu jam kemudian mereka sudah berada di laut yang terlihat begitu luas.


"Oh ya katanya kamu mau memberikan aku kejutan? memangnya kejutan apa?" tanya Yura.


Wan Yili tidak menjawab, pria itu hanya tersenyum kepada Yura.


"Sayang, jika aku bertanya sesuatu Apakah kamu mau menjawabnya?" tanya Wan Yili.

__ADS_1


"Tentu saja." jawab Yura.


"Jika kita sudah menikah apakah kamu akan melepas segalanya? menjadi ibu rumah tangga dan membiarkan aku yang bekerja?" tanya Wan Yili.


Yura tersenyum kemudian memegang tangan Wan Yili.


"Kenapa harus seperti itu? kita bisa tetap bekerja di satu perusahaan." jawab Yura.


"Tapi aku ingin kamu berada di rumah, menjadi ibu rumah tangga.. Seorang Istri dan wanita yang selalu menjaga keluarganya." jawab Wan Yili.


"Aku bisa melakukan itu semuanya." ucap Yura.


"Tapi aku ingin kamu menjadi ibu rumah tangga seutuhnya, mengurus anak-anak kita juga mengurus diriku." Wan Yili terus berusaha untuk meyakinkan Yura.


Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Wan Yili seketika Yura tersenyum.


"Apakah kamu ingin mengatakan kalau aku harus menyerahkan seluruh perusahaanku padamu? Apakah kamu ingin mengatakan kamu lelah menjadi pria yang selalu dikatakan sebagai pria tidak punya jati diri?" Yura nampak menatap Wan Yili sembari tersenyum.


Sebuah senyum yang penuh dengan begitu banyak pertanyaan, Wan Yili yang mendengar perkataan Yura nampak dia langsung terdiam.


"Kenapa kamu mengatakan hal itu, Sayang. Aku tidak bermaksud seperti itu, Aku hanya ingin kamu menjadi seorang istri juga menjadi ibu rumah tangga yang akan mengurus anak-anak kita." ucap Wan Yili.


Yura kembali tersenyum, tiba-tiba saja wanita itu menatap lautan sembari melipat kedua tangannya di dada.


"Kenapa harus seperti itu? Apakah salah jika kamu menjadi bawahan seorang wanita? Apakah memalukan jika istrimu adalah atasanmu? memangnya siapa dirimu sebelum bertemu denganku? Aku sudah menjadikanmu pria yang lebih baik, Apakah semuanya itu masih kurang? haruskah kamu ingin mengambil semuanya dariku? menjebakku pada permainan cinta yang selama ini kamu rencanakan?" tanya Xia Yura.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


- The royal palace


- Crazy love

__ADS_1


- Legend of the dragon kingdom


__ADS_2