
KEESOKAN HARI
*PAVILIUN TERATAI*
"Yura!" panggil selir Kyuhyun.
pagi buta seperti ini selir Kyuhyun sudah berada di kediaman Yura.
"Selir, apa yang selir lakukan di sini pagi buta seperti ini?" tanya Yura yang terlihat sedang berolahraga.
"Lalu, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya selir Kyuhyun balik.
"Aku sedang berolahraga, Aku mau mengeluarkan segala lelah penyakit dan beban yang ada di tubuh ini." jawab Yura.
"Memangnya kamu punya beban apa?" tanya selir Kyuhyun.
"Aku bertanya satu kali belum dijawab, Kenapa terus bertanya berulang kali." Yura sedikit mencibir selir Kyuhyun.
Selir Kyuhyun terlihat tersenyum, sesaat kemudian salah satu pelayan sudah datang dengan membawa beberapa bahan makanan.
"Yura, Aku membawa bahan makanan. bisa tidak kamu dan aku memasak?" tanya selir Kyuhyun.
"Kan ada banyak dayang di tempat selir, kenapa mau meminta aku memasak?" Yura terus menggerakkan tubuhnya.
"Masakanmu kan sangat enak, para pelayanmu selalu makan makanan lezat. Lalu kenapa kamu tidak memberikan aku makanan lezat? sebagai seorang teman kita bisa saling berbagi." senyum malu-malu ditunjukkan oleh selir Kyuhyun.
"Kalau ada maunya aja seperti itu, Coba selir ingat waktu aku datang pertama kali di sini.. Kamu setiap hari memberikan aku masalah dan masalah." Yura terus mencibir selir Kyuhyun.
"Jangan diingat dong, itu semua kan masa lalu.. pantas kan aku melakukan hal itu karena aku cemburu Jika kamu tiba-tiba merebut yang mulia Kaisar." jawab selir Kyuhyun sembari menggerakkan kakinya.
"Aku kan sudah bilang aku tidak tertarik dengan suamimu itu, Aku tidak suka dengan pria yang sudah beristri. daripada aku melakukan hal itu lebih baik aku mencari pria yang tidak beristri." jawab Yura.
WUSS...
tiba-tiba angin berhembus di sekitar paviliun milik Yura.
"Ada apa ini..," ucap para pelayan.
Yura memejamkan matanya, sesaat kemudian terlihat Gadis itu menatap sosok yang tiba-tiba muncul di depannya.
"Istriku..," Panggil Kaisar naga.
"Ini juga.. pagi buta seperti ini sudah nongol di tempat orang. punya pekerjaan nggak sih..," Yura mulai menggerutu.
selir Kyuhyun menatap sosok yang tiba-tiba muncul di paviliun milik Yura, sosok yang begitu tampan dengan tubuh yang begitu sempurna.
DEG..
jantung selir Kyuhyun tiba-tiba berdebar ketika melihat sosok pria yang ada di depannya. para pelayan dan dayang selir Kyuhyun juga merasakan hal yang sama, Mereka begitu terbuka dengan sosok yang tiba-tiba muncul di paviliun teratai.
"Pagi-pagi seperti ini ngapain ke sini?" Yura yang kemudian menghentikan aktivitasnya.
__ADS_1
"Kenapa aku di sini? Tentu saja aku menemui istriku." jawab Kaisar naga.
Selir Kyuhyun dan beberapa dayang juga pelayannya mereka melongo menatap Yura. selir Kyuhyun menutup mulutnya dengan salah satu tangan.
"Istri? kamu sudah punya suami, Yura?" tanya selir Kyuhyun.
"Apaan sih, ini pria datang-datang sudah mengakuiku sebagai istrinya. pria ini pria tidak waras." jawab Yura.
Kaisar naga tidak tersinggung dengan kata-kata yang diucapkan Yura, dia hanya tersenyum kemudian duduk di kursi batu yang ada di dekat Yura.
GREPP..
salah satu tangan Kaisar naga langsung menarik tangan Yura hingga membuat Gadis itu langsung terduduk di pangkuan Kaisar naga.
"Dasar tidak tahu malu, datang-datang kemari membuat adegan seperti ini. Kamu ini punya rasa malu nggak sih waktu lahir cibir." kesel Yura.
"Aku tidak pernah perduli dengan orang lain, yang aku pedulikan cuma dirimu." jawab santai Kaisar naga.
Yura memutar kedua bola matanya begitu jengah, Gadis itu hendak berdiri namun Kaisar naga langsung mencekal tangannya.
"Kamu mau ke mana?" tanya Yura.
"Aku mau mandi, aku mau membersihkan tubuhku. Memangnya kamu mau ikut?" tanya Yura sembari mencibir kan bibirnya.
Kalau orang normal pada umumnya mereka akan langsung terdiam setelah mendengar kata-kata itu.
"Baiklah kalau begitu, kita mandi bersama." jawab Kaisar naga yang membuat Yura dan yang lain langsung menatap tajam Kaisar naga.
kaisar naga nampak tersenyum ketika Yura pergi meninggalkan dirinya, Sedangkan para wanita yang ada di sana mereka terus menatap Kaisar naga dengan tatapan mata yang begitu memuja.
"Selir, siapa pria itu.. kenapa dia tiba-tiba mengakui Nona Yura sebagai istrinya?" tanya salah satu dayang.
"Aku tidak tahu, tapi kalian dengar kan rumor-rumor yang beredar. katanya penguasa ratusan tahun yang lalu sudah kembali." jawab selir Kyuhyun.
"Siapa?" tanya salah satu pelayan.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, jangan malah kalian yang bertanya. kalian ingatkan beberapa hari yang lalu terjadi pertempuran dengan iblis di kerajaan ini." jawab selir yang kemudian terus menatap Kaisar naga.
"Aku tidak suka ditatap oleh wanita seperti kalian. Aku harap kalian memalingkan wajah kalian sebelum aku membuat buta kedua bola mata kalian." Kaisar naga memperingatkan para wanita dan gadis yang melihatnya.
seketika mereka langsung menundukkan kepala mereka.
"Kejam banget sih.. tampan-tampan tapi lebih kejam dari yang melihat Kaisar." ucap salah satu pelayan.
sekitar 30 menit akhirnya Yura sudah kembali, Gadis itu keluar dengan wajah yang begitu cantik dengan balutan pakaian berwarna biru langit.
"Selir, Ayo..," ajak Yura.
"O.. kita mau ke mana?" tanya selir yang dari tadi terus menatap Kaisar naga.
"Kok mau ke mana sih.., katanya tadi mau masak denganku sekarang kok tanya mau ke mana sih?" tanya Yura.
__ADS_1
Para wanita yang ada di tempat itu mereka sedikit tersenyum, tatapan mata mereka menatap Kaisar naga yang dari tadi terus dipandangi oleh para wanita yang ada di sana.
"Dasar pembuat masalah." ucap Yura yang kemudian menarik tangan Kaisar naga dan membawanya pergi.
"Kamu mau ke mana, Yura?" tanya selir Kyuhyun.
"Menyembunyikan masalah." jawab Yura.
Kaisar naga nampak tersenyum ketika dirinya ditarik oleh Yura.
"Apakah istriku cemburu?" tanya kasar naga.
"Alih-alih cemburu, kamu itu membuat masalah." jawab Yura.
Akhirnya dayang Rang dan yang lain disuruh untuk tidak mengikuti Yura ke dapur, Yura membawa Kaisar naga ke dapur.
"Diam di sini dan jangan buat masalah, aku mau masak dulu." ucap Yura.
"Biarkan suamimu ini membantu." Kaisar naga yang kemudian menyingsingkan pakaiannya.
"Apa kamu bisa masak? jangan sok-sokan ingin membantu." cibir Yura.
"Dari dulu kita selalu masak berdua, istriku. aku tahu kamu tidak ingat.. tapi masakan yang kita buat dengan penuh cinta itu membuatmu selalu tersenyum padaku." jawab Kaisar naga.
DEG..
DEG..
"Ini pria pakai jurus apa ya, bicaranya pandai banget. dia pandai merayu dan kata-katanya itu membuat jantungku berdebar begitu kencang. Aduh gimana kalau aku di malah jatuh cinta sama pria ini." guman Yura dalam hati yang kemudian memalingkan wajahnya.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love
- Legend of the dragon kingdom
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan