
"Dasar kurang ajar, para makhluk kurang ajar!!" seru Yura dengan sangat keras.
"Kita langsung makan saja wanita ini, setelah itu kita akan mendapatkan kekuatan yang sangat luar biasa." ucap para makhluk yang ada di ruangan itu.
"Dasar para makhluk tidak berwujud, kalian ini makhluk apaan sih mau memakan aku? di sana mau dimakan di sini mau dimakan, kalian kira dagingku itu murah, apa. Aku membutuhkan uang yang banyak untuk membesarkan tubuhku, Aku membutuhkan uang yang banyak untuk menjadikan aku kaya. enak banget kalian mau memakanku, enak banget kalian mau membunuhku!!" seru Yura dengan suara yang begitu keras.
Para makhluk yang ada di ruangan itu mereka sangat terkejut karena ada manusia yang berani membentak mereka dengan suara yang keras.
"Berani sekali kamu wanita, berani sekali kamu memarahi kami!!" seru beberapa siluman yang mulai menunjukkan wujudnya.
BUSSS...
para makhluk itu akhirnya menunjukkan wujud mereka. Yura yang melihat hal itu kedua bola matanya membulat sempurna.
"AAAAAA!!!!"
Yura kembali berteriak dengan sangat keras ketika dia melihat sosok makhluk yang ada di depannya. beberapa siluman yang sudah disegel oleh kaisar Zen hui itu lambat laun menunjukkan wajahnya di depan Yura.
"AAAAA!!!!"
BUKKK!!
BUKKK!!
PLAKKK!!
PLAKKK!!
PLAKK!!
PLAKK!!
Yura berteriak dengan sangat keras, secara spontan tangan dan kakinya juga bereaksi. kakinya menendang beberapa makhluk yang ada di depannya bahkan tangannya juga ikut memberikan serangan kepada beberapa makhluk itu.
"Wanita ini menampar kita..," ucap salah satu siluman.
"Dia menendangku..," jawab siluman yang lain.
"Gadis ini menganggap kita apaan sih..," ucap satu siluman lagi.
Dua siluman sudah terlempar karena ditendang Yura, dua siluman lagi ditampar oleh Yura dan satu siluman menatap Yura dengan Tatapan yang begitu syok.
"Beraninya kamu menampar kami!!" seru salah satu siluman.
Yura yang berteriak seketika dia terhenti saat mendengar teriakan dari salah satu siluman. Yura menatap 2 siluman yang ada di depan matanya yang tadi dia tampar berulang kali.
"Aduh.., aku menampar kalian ya? maaf maaf tidak sengaja, habis reaksi spontan sih..," jawab Yura yang kemudian menatap dua siluman yang ada di depannya.
"AAAAA!!!"
Yura menatap dua siluman yang dia tampar, suara teriakan kembali terdengar saat dia melihat dua siluman itu tidak mempunyai muka.
"Ada setan!! ada setan!! ada setan tidak ada wajahnya!!" teriak Yura dengan sangat keras sembari mengangkat kedua tangannya dan berlari menabrak pintu ruangan itu.
Kaisar Zen hui dan beberapa prajurit yang ada di luar ruangan itu mereka sangat terkejut saat melihat Yura keluar dari ruang penyegelan para makhluk.
__ADS_1
"AAAAA!!!!"
BUGG..
Yura berlari kemudian melompat ke tubuh Kaisar Zen Hui. pemandangan itu dilihat oleh prajurit, sedangkan kaisar Zen Hui yang berusaha untuk membuka segel para iblis itu nampak dia juga sangat terkejut saat Yura melompat bahkan memeluknya. Gadis itu seperti bocah kecil yang melompat untuk digendong oleh ayahnya.
DEG..
Kaisar Zen Hui terdiam membeku. pria itu tubuhnya tidak bisa digerakkan Karena dia melakukan pembukaan segel yang ada di ruang penyegelan para makhluk.
"Apa yang kamu lakukan? turun dari tubuhku!" seru Kaisar Zen hui.
"Tidak mau, aku tidak mau.. ada setan.. ada setan tanpa wajah.." jawab Yura yang semakin mempererat pelukannya di tubuh Kaisar Zen Hui.
Beberapa siluman bahkan iblis itu mulai keluar dari ruang penyetelan.
"Kalau kamu tidak melepaskan tubuhku akan ku lempar kamu!!" seru Kaisar.
"Tidak mau.. aku tidak mau turun..," jawab Yura.
"Yang mulia, Apa yang harus kita lakukan?" tanya para prajurit yang melihat beberapa siluman dan iblis mulai keluar.
"Segel mereka, lakukan penyegelan tingkat 3!" perintah Kaisar.
"Baik, yang mulia." jawab beberapa prajurit.
Kaisar Zen Hui tidak bisa bergerak bebas karena Yura bergelayut di tubuh Sang Kaisar, posisi Yura bergelayut atau memeluk Kaisar Zen Hui di posisi depan.
"Lepaskan tubuhku, turun!!" seru Kaisar.
Sesaat kemudian Kaisar Zen Hui mau tidak mau dia harus melakukan penyegelan kepada para makhluk yang ada di depannya itu.
"Segel tingkat 3, petir jadilah pelindung! segel jiwa!!" seru kaisar Zen Hui yang kemudian mengarahkan ilmu penyegelan kepada beberapa siluman yang ada di depannya.
Beberapa iblis pun akhirnya mau tidak mau disegel oleh sang Kaisar bersama beberapa prajuritnya. tak berselang lama akhirnya sekitar 5 siluman kembali tersegel dan kembali dimasukkan ke ruang penyegelan.
"Segel jiwa mereka dengan mantra itu!" perintah sang Kaisar.
"Baik, Yang mulia." jawab para prajurit.
kaisar Zen Hui nampak menatap Yura yang masih bergelayu di tubuhnya.
"Kamu mau turun dan melepaskan tubuhku atau kamu mau aku lempar ke tempat para siluman itu?" tanya kaisar Zen Hui yang membuat Yura membuka matanya.
"Mereka sudah hilang kan?" tanya Yura.
"Sudah " jawab Kaisar.
Yura melepaskan pelukannya kemudian turun dari tubuh Sang Kaisar.
"Beraninya kamu terus melakukan kesalahan." ucap Kaisar Yura menampakan senyumnya.
"Hehehe..., maaf tuan, Maaf. jangan salahkan aku dong, salahkan para makhluk tidak berwajah itu. mereka menakutiku mereka mau makanku, mereka kira aku ini daging bakar ikan bakar atau makanan apa gitu?" jawab Yura.
Kaisar Zen Hui menatap wajah Yura, sedangkan Yura sendiri dia langsung menarik mundur tubuhnya karena tatapan mata yang ditunjukkan oleh sang Kaisar sangat menakutkan.
__ADS_1
"Ampun, Tuan. ampun, ampuni aku, tolong jangan dibunuh ya.. aku sudah mati berulang kali masak di tempat ini aku mau dibunuh lagi sih. kasihan banget sih aku ini, kayak sapi disembelih berulang kali aja." ucap Yura dengan suara yang begitu memilukan.
Kaisar Zen Hui yang Mendengar hal itu dia menarik nafasnya dengan begitu dalam.
"Ikut denganku, Jika kamu berani kabur akan ku lempar tubuhmu itu ke sarang para siluman itu." ancam sang Kaisar.
"Ampun deh, Tuan. ampun.. aku nggak bakal kabur, aku akan menjawab semua pertanyaanmu deh..," Yura nampak begitu pasrah.
Di sebuah ruangan terlihat Yura duduk di sana ditemani oleh prajurit juga dayang Rang.
"Dayang, mandikan wanita ini karena sebentar lagi aku akan mengintrogasi dia." perintah sang Kaisar.
"Baik, Yang mulia." jawab dayang.
Yura akhirnya kembali mandi setelah itu diberi pakaian yang baru, rambutnya disisir tapi tetap terurai dan diberi sedikit bedak.
"Bedaknya jangan tebal-tebal, dayang. aku ini bukan topeng monyet, Aku ini bukan makhluk teater ya..," ucap Yura yang kemudian mengambil kosmetik dan memakai bedak dengan sangat tipis.
"Sudah jangan dibedaki lagi, aku ini bukan makhluk teater yang dibedaki dengan sangat putih. Kamu kira aku ini topeng monyet apa." Yura yang kemudian menatap cermin yang agak buram itu. "Sebenarnya wajahku ini cantik apa nggak ya? Kok di cermin ini wajah ku buram kayak takdirku yang buram aja." cerocos Yura.
KREKKK..
BRAKK..
Kaisar langsung membuka pintu ruangan Yura, pria itu tidak sabar ingin mengintrogasi Yura mengenai kedatangannya yang tiba-tiba.
"Ya ampun.. Ini pria pornografi tidak punya tata krama sama sekali sih, masuk tidak sopan. tidak ketuk pintu dulu lagi." kritik Yura.
Kaisar Zen Hui langsung menarik Yura dan membawa gadis itu ruang depan pavilion.
"Cepat katakan Siapa dirimu yang sebenarnya ?"tanya sang Kaisar dengan ekspresi yang sangat menakutkan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love
- Legend of the dragon kingdom
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1