
TRINGG...
suara pedang di tangan kaisar Zen Hui.
"Aduh... mati lagi deh..,"
kedua kaki Yura tiba-tiba lemas, dia terduduk di lantai kerajaan.
"Aku akan menghukummu karena kamu sudah lancang masuk ke kolam pemandianku."
tangan kaisar Zen Hui mengarahkan pedang tepat di leher Yura.
"Huaaaa!!!! masa aku mati lagi sih..,"
Yura menangis dengan sangat keras.
"Jangan berpura-pura, cepat katakan siapa yang sudah menyuruhmu menyusup ke kerajaanku?" tanya kaisar Zen Hui.
"Huaaaa!!! Jan aku sudah bilang, aku ini kesasar di sini!!" teriak Yura dengan suara yang begitu keras.
"Baiklah kalau begitu, aku akan segera di pancung di lapangan eksekusi!!" seru Kaisar Zen Hui.
"Apa! aku mau di pancung?!" teriak Yura.
Kaisar Zen Hui menatap Yura dengan senyum yang begitu penasaran.
"Dengan begini dia akan berbicara." guman kaisar Zen Hui dalam hati.
DEG..
DEG..
jantung Yura berdebar begitu kencang, gadis itu terlihat begitu kebingungan.
"Dengar ya, aku tidak akan pernah mau mati untuk yang kedua kalinya. aku sudah bilang kan kalau aku ini bukan penyusup!!" seru Yura yang mulai marah.
Dayang Rang sangat terkejut saat melihat Yura seperti itu.
"Beraninya kau!!" seru Kaisar Zen hui.
"Kenapa?! memangnya kenapa?!!" seru Yura yang kemudian menunjuk dada kaisar Zen Hui.
DEG..
Kaisar Zen Hui sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Yura.
Para dayang juga Kasim sangat terkejut dengan sikap yang ditunjukkan oleh Yura, terlihat orang-orang yang ada di tempat itu benar-benar sangat khawatir akan kata-kata yang diucapkan oleh Yura.
"Lancang, beraninya kamu mengatakan hal itu kepada yang mulia Kaisar!!" seru Kasim kepada Yura.
__ADS_1
"Memangnya kenapa aku tidak boleh mengatakannya? dikit-dikit mau memenggal kepalaku, dikit-dikit mau menggal kepalaku. aku ini sudah hampir mati dua kali, Oh tidak.. sudah mati dua kali masa aku mau mati yang ketiga kalinya. pertama aku dibunuh oleh tunanganku setelah itu aku hampir mati di tangan para hewan yang bisa berbicara itu. sekarang di sini aku mau dibunuh lagi, kalian kira nyawaku ini nyawa apa cadangan apa!! aku ini mau hidup masa di neraka seperti ini aku mau dihabisi lagi sih!!!" teriak Yura dengan sangat keras.
Kaisar Zen hui beserta orang-orang yang ada di ruangan itu tentu saja mereka benar-benar kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Yura.
"Dasar kalian orang-orang jahat!!" seru Yura yang kemudian menunjuk Kaisar Zen hui bersama dengan para dayang pengawal dan Kasim.
Emosi Yura seketika meledak, amarahnya kembali ke tempatnya seorang wanita yang terlihat begitu santai itu. Yura mempunyai watak yang sangat keras, dia begitu marah dengan semua yang terjadi kepadanya.
"Kamu mau membunuhku ya! Oke kita lihat siapa yang akan terbunuh sendiri." Yura langsung menarik salah satu pedang yang bawa oleh salah satu pengawal.
"Kamu mau membunuhku? Baiklah kalau begitu sebelum kamu membunuhku akan kubunuh kalian semuanya!!"
Di dunia modern Yura bukanlah gadis lemah, dia selalu berlatih ilmu bela diri Bahkan dia juga berlatih menembak bermain pedang juga berlatih anggar.
TRANGGG!!
BUKK!!
BUKK!!
Yura langsung mengarahkan pedangnya ke arah para pengawal. Gadis itu juga langsung menendang beberapa pria itu dengan kakinya. Yura benar-benar tidak akan pernah mau mati di tempat yang konyol itu untuk kedua kalinya atau kesekian kalinya. Kaisar Zen Hui terlihat begitu terkejut.
"Aku tidak akan pernah mau menyerah, jika kalian berusaha untuk melakukan sesuatu padaku lihat saja aku pasti akan melawan Kalian!" teriak Yura.
Dengan segera Yura langsung keluar dari kamarnya.
"Kejar Gadis itu!!" teriak Kaisar Zen hui yang memerintahkan para pengawalnya untuk mengejar Yura yang sudah kabur dari kediamannya.
Para siluman saja tidak bisa mengejar Yura yang sedang berlari apalagi para manusia, kecepatan lari Yura sangat hebat apalagi dia tidak memakai high heels.
"Kenceng banget larinya." ucap Yura yang kemudian melihat kakinya. tentu saja Yura tersenyum ketika melihat kakinya hanya memakai alas kaki yang begitu tipis.
"Mending kabur aja deh daripada mati konyol di sini." ucap Yura yang lari bertambah kencang.
Para pengawal sangat terkejut saat melihat seorang wanita berlari begitu kencang, bahkan kecepatan larinya melebihi para laki-laki yang ada di kerajaan.
"Wanita itu larinya cepat banget." ucap para pengawal.
"Iya, dia itu manusia bukan sih?" tanya pengawal yang lain.
"Jangan-jangan dia itu titisan siluman atau setengah siluman." salah satu prajurit tiba-tiba mengatakan hal itu.
"Gila, wanita itu larinya kenceng banget. dia berlari seperti kuda." para pengawal itu terlihat tidak bisa mengejar Yura yang berlari dengan kecepatan yang sangat luar biasa.
Kaisar Zen Hui yang melihat hal itu dia hanya bisa menatap Yura yang berlari begitu kencang.
"Perintahkan para pengawal untuk menutup gerbang utama, jangan sampai Gadis itu kabur dari kerajaan ini!!" seru Kaisar Zen Hui.
"Baik, Yang mulia." jawab para pengawal.
__ADS_1
Entah ke mana Yura berlari di dalam kerajaan itu, pokoknya dia berlari tidak tentu arah.
"Aku harus sembunyi, bersembunyi..," ucap Yura yang berlari tanpa tentu arah.
Tak berselang lama akhirnya Gadis itu menemukan sebuah tempat yang ada di kerajaan tempat itu.
"Ah..ini ada tempat sepi, Lebih baik aku sembunyi di sana aja deh..," Yura yang kemudian memasuki sebuah bangunan kosong yang ada di kerajaan itu.
Kaisar Zen hui dan para prajurit menyisir seluruh kerajaan, karena pria itu tahu kalau gadis yang tiba-tiba masuk ke kolam pemandiannya itu tidak mungkin bisa kabur tiba-tiba karena kerajaan memiliki benteng yang sangat tinggi.
"Cepat kalian cari di seluruh kerajaan, cari di seluruh tempat yang ada di tempat ini!" perintah Kaisar Zen Hui.
"Baik, Yang mulia." jawab para prajurit.
Di salah satu ruangan terlihat Yura menatap tempat itu, tempatnya begitu sepi bahkan tidak ada satu orang pun di sana.
"Ini tempat apaan.. kenapa sepi sekali." ucap Yura yang kemudian berjalan mendekati salah satu pintu yang ada di sana.
"Gila, tempat ini benar-benar sangat sepi." Yura membuka sebuah pintu yang ada di depan matanya. terlihat Gadis itu sangat penasaran dengan pintu yang diberi kertas mantra ini. "Ruangan apaan sih, Kenapa dikasih kertas seperti ini seperti di film-film aja film vampir yang dikasih mantra seperti ini." ucap Yura yang kemudian membuka pintu ruangan itu.
KREKKK...
Yura membuka pintu ruangan itu, ketika pintu itu sudah terbuka sempurna sebuah pemandangan yang sangat fantastis terlihat di depan matanya.
"Ini ruangan apaan, kenapa ada peti mati di sini." Yura mendekati peti mati.
DEG..
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love
- Legend of the dragon kingdom
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan