
"HYAAAA!!! teriak keras Yura.
WUSSS!!!
angin berhembus tak terkendali.
"Akhirnya segel itu sudah hancur." ucap kaisar naga.
"Matilah kalian!!!!"
salah satu tangan Yura terangkat.
BUSS...
kekuatan tak terkendali itu menerbangkan apapun yang ada di depannya.
"Pertahankan diri kalian!!!" perintah pangeran langit.
"Kekuatan langit!!!" seru para dewa.
"Heh... kalian hanyalah nyamuk bagiku." ucap Yura yang kemudian menghempaskan para dewa.
WUSS...
BRUKK...
BRAKK..
"Uhuk...," dewa api terhempas bahkan tubuhnya seperti di banting dengan sangat keras hingga mulutnya mengeluarkan darah.
"Kau tidak apa-apa, dewa apa?" tanya dewa petir.
"Kekuatannya sangat menakutkan." jawab dewa api sembari memegang dadanya.
"Kekuatan ini kekuatan yang sangat liar, kekuatan ini kekuatan yang tidak terkendali." ucap dewa petir yang menatap sosok wanita pengendali 7 elemen.
"Seharusnya tidak seperti ini, kenapa wanita itu bisa bangkit." pangeran langit menatap sosok wanita yang selalu ingin dia bunuh itu.
"Saya yakin kekuatannya tidak akan mampu mengalahkan kekuatan kita." ucap dewa Air.
"Kalian jangan menyepelekan kekuatan wanita pengendali 7 elemen, kita tidak tahu dia mempunyai kekuatan seperti apa." Jenderal langit menatap sosok wanita yang mengerikan itu.
Kaisar naga mendekati istrinya, tatapan matanya menatap wanita yang selalu dia cintai selama ratusan tahun itu.
"Istriku." Panggil Kaisar naga.
Yura menoleh, wanita itu menatap pria yang selalu mencarinya selama ratusan bahkan ribuan tahun tersebut.
"Apakah kau menungguku terlalu lama, suamiku?" tanya Yura perlahan-lahan kenangan masa lalu itu akhirnya kembali juga. Yura mengulurkan tangannya, wanita itu nampak tersenyum kepada suaminya.
Dua sosok yang mungkin memiliki kekuatan yang berlawanan, sayap berwarna putih milik Kaisar naga dan saya berwarna hitam milik Yura.
"Aku akan selalu menunggumu, aku akan selalu bersabar untuk selalu menanti kita bersama." jawab Kaisar naga.
__ADS_1
Orang-orang yang ada di kerajaan Byakgo, bahkan para siluman yang ada di sana mereka menatap dua sosok yang saling tersenyum tersebut.
"Apakah kamu tidak ingin memberikan mereka pelajaran, suamiku? mereka selalu berusaha untuk memisahkan kita, Aku tidak akan membiarkan mereka menghancurkan kita bahkan memisahkan kita saat ini." Yura kemudian mulai mengayunkan tangannya. wanita itu memejamkan kedua matanya, jari jemari yang sudah terangkat, mata yang tertutup dan rapalan mantra yang terbaca dalam hati.
DRERTTTTT...
ZDARRRR!!!
ZDARRRR!!
ZDARRRR!!!
DUMM!!!
WUSS...
kekuatan yang dikeluarkan oleh Yura benar-benar kekuatan yang begitu liar, Yura sendiri belum mampu mengendalikan kekuatan itu.
"Kendalikan dirimu, istriku. kekuatan itu adalah milikmu, kekuatan itu adalah dirimu." ucap Kaisar naga.
Perlahan-lahan Yura mulai menggerakkan tangannya dengan begitu lembut, wanita itu masih memejamkan matanya kemudian...
WUSS...
ZDARRRR!!!
"AAAAA!!!"
suara teriakan para prajurit langit ketika Yura menghancurkan tubuh mereka hanya dengan sekali gerakan jari jemarinya.
Aura yang benar-benar tidak terkendali itu mencekat seluruh kekuatan para dewa,
"Kekuatan langit, mantra tingkat 5." ucap Kaisar naga yang kemudian mengarahkan jari jemarinya bahkan pria itu menatap para dewa.
Mantra tingkat 5 adalah mantra yang bisa dibilang mantra menengah, namun mantra tingkat menengah itu akan sangat mematikan di tangan Kaisar naga karena pria itu menggunakan mantra itu untuk menghentikan aliran darah para dewa.
"Kami manusia hidup dengan nafas, nadi dan darah kami. kalian para dewa hidup menggunakan kekuatan kalian, maka aku akan menggunakan jiwa kosong kalian untuk membunuh kalian." ucap Kaisar naga yang membuat para dewa benar-benar harus merasakan kesakitan yang teramat.
"Ke-kenapa seperti ini..," ucap para dewa yang merasakan tubuh mereka seperti diremas. aliran darah mereka tidak bisa mengalir bahkan jantung mereka terasa dicengkeram habis-habisan.
"Kalian terlalu arogan, kalian terlalu meninggikan kedudukan kalian. Kami para makhluk yang ada di bawah, Kami tidak akan menyerah. Aku adalah manusia setengah dewa, setengah iblis setengah perih dan juga aku adalah makhluk yang selalu kalian singkirkan. aku akan membalas seluruh kesakitan yang aku rasakan selama ini." ucap Yura yang kemudian mengangkat kedua tangannya. jari jemarinya sudah terbuka, sesaat kemudian jari jemari itu menutup satu persatu.
Senyum yang begitu mematikan, bahkan senyum itu seketika menunjukkan tanda-tanda kematian bagi para dewa.
DAR!!
ZDARRRR!!!
ZDARRRR!!!
tiba-tiba ada sebuah kekuatan yang menengahi antara Yura dan para dewa.
"Akhirnya Kaisar langit dan anak buahnya turun juga." ucap Kaisar naga.
__ADS_1
"Aku tidak peduli, aku tidak akan melepaskan mereka." jawab Yura.
"Lancang! beraninya kau menyerang para dewa!" seru Kaisar langit dengan suara yang begitu tegas, begitu tajam bahkan suara itu menggelegar hingga membuat telinga Para manusia dan siluman langsung merasakan kesakitan.
"Hahaha.. siapa yang berani mengatakan hal itu, kau hanya seorang Kaisar langit. kalian semuanya adalah orang-orang dan makhluk yang paling hina!!" teriak Yura
Kaisar langit akhirnya menampakan dirinya, sosok yang begitu gagah namun terlihat dari wajahnya sedikit tua.
"Beraninya kau menantang kami!!" seru Kaisar langit.
Beberapa dewa juga ada di tempat itu, bahkan dewa kehidupan, dewa kematian juga beberapa dewa yang lain datang bersama Kaisar langit.
"Kalian para dewa adalah makhluk yang sangat menjijikkan, kalian datang untuk menghancurkan kami. kalian datang hanya untuk memberikan kami kesakitan!!" seru Kaisar naga dua sosok yang menatap para dewa yang ada di depannya.
"Bawa bawa orang-orang ini pergi dari sini aku dan suamiku akan membunuh para dewa ini!!" seru Yura.
Akhirnya para siluman yang ada di tempat itu membawa Para manusia yang ada di kerajaan Byakgo. mereka harus menyelamatkan sisa orang-orang yang masih hidup.
"Beraninya kau lancang padaku!!" seru Kaisar langit.
"Siapapun dirimu aku tidak peduli siapapun dirimu aku tidak akan tunduk padamu." jawab Yura.
"Kamu hanyalah makhluk yang tercipta dari 7 elemen, Kamu adalah makhluk yang tercipta dari seluruh gabungan makhluk yang ada di alam ini. kamu adalah makhluk yang tidak pernah diinginkan!" seru Kaisar langit.
"Hahaha... Benarkah? Apakah seperti itu, Kaisar langit?" tanya Yura yang kemudian sedikit memejamkan matanya. mata yang begitu cantik itu akhirnya berubah menjadi mata yang begitu hitam kelam. namun ada setitik warna merah di tengahnya.
"Mantra kegelapan, jiwa-jiwa yang sudah tenggelam.. bangkitlah!" ucap Yura.
Kaisar naga menatap istrinya, pria itu benar-benar terkejut Ketika istrinya merapal mantra kegelapan yang akan menghancurkan siapapun yang dia inginkan.
"Bagaimana bisa wanita itu menggunakan mantra kegelapan, itu adalah mantra yang bisa membunuh kita semua." ucap dewa api.
"Tenanglah, kita pasti akan bisa mengalahkan wanita itu." jawab pangeran langit.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love
- Legend of the dragon kingdom
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1
- Air mata dan pembalasan