
"Memangnya mereka mau apa kemari?" tanya Yura.
Sedikit pertanyaan namun menyiratkan begitu banyak pertanyaan yang akan diajukan oleh Yura.
"Kelihatannya mereka mau membuat sebuah negosiasi atau Mereka ingin menjadi bagian dari kerajaan ini." jawab Yu lang.
Yura sedikit mengganggukan kepalanya, sesaat kemudian dia mulai memikirkan sesuatu.
"Mau menjadi bagian keluarga Kerajaan ini, maksudnya?" Yura yang langsung menatap tajam kepada kaisar naga.
Tatapan mata yang begitu menakutkan, tatapan mata yang menunjukkan kecemburuan yang sangat luar biasa.
"Mungkin mereka ingin membuat suatu rencana, Nona." jawab Yu lang.
"Membuat sebuah rencana, membuat sebuah rencana itu apa maksudnya?" tanya Yura kembali.
"Yang saya pikir.. mereka akan menyerahkan salah satu Putri atau beberapa putri kerajaan mereka untuk dijadikan istri atau selir yang mulia Kaisar. dengan begitu hubungan yang erat akan terjadi." jawab Yu lang.
Mendengar jawaban seperti itu seketika Kaisar Naga menginjak kaki siluman serigala itu.
GREPP..
kaisar naga menginjak kaki Yu lang.
"Auch..," rintih Yu lang.
"Coba ulangi perkataanmu itu, serigala jelek." Yura terus menetap tajam kedua pria yang ada di depannya itu sorot mata yang benar-benar menunjukkan bara api yang sangat luar biasa.
Injakan kaki dari Kaisar naga bisa mengisyaratkan kalau wanita yang ada di depan mereka itu sedang marah.
"Maksud saya...," siluman serigala tidak melanjutkan perkataannya.
"Cepat katakan Apa maksudmu, serigala jelek. jika tidak akunku jambak rambutmu!!" seru Yura.
"Tenanglah istriku.. tenang." pinta Kaisar naga.
"Dasar pria kurang ajar, pria brengsek! kamu terus berkata begitu manis, merayuku dengan mulut manismu itu bahkan selalu memanggilku dengan panggilan istriku. Sekarang kamu mau membuka pintu perjodohan untuk dirimu?! mau mencari istri, begitu?!" seru Yura dengan suara yang begitu menggelegar.
"Bu-bukan seperti itu, istriku. dengarkan penjelasanku." Kaisar naga mencoba untuk menjelaskan kepada Yura.
"Kalian semuanya itu sama saja, kalian semua itu adalah pria brengsek! buat apa aku mempercayai mulut manismu itu, kamu sama seperti pria brengsek yang sudah melempar aku kemari!!" kesel Yura yang kemudian pergi meninggalkan Kaisar naga dengan kekesalan yang sangat luar biasa.
"Dengarkan aku, istriku." Kaisar naga mencoba untuk menghentikan Yura.
Seketika Yura menghempaskan tangan Kaisar naga dengan sangat kasar.
"Jangan coba untuk mengikutiku, jika tidak Lihatlah apa yang akan aku lakukan." ancam Yura yang kemudian pergi.
Kaisar naga langsung menatap siluman serigala yang sudah mengatakan perkataan yang sangat menyinggung Yura.
__ADS_1
"Heh... Kenapa kamu tidak bisa menjaga mulutmu itu, Yu lang. kata-kata yang kamu keluarkan itu bisa menghancurkan hati istriku hanya dalam sekali tepuk." Kaisar naga sedikit menunjukkan kemarahannya.
Setelah mengatakan hal itu pria itu langsung mencari keberadaan Yura, dia harus menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi karena perkataan siluman serigala. Yura sendiri.. tentu saja dia sangat marah, dia begitu kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh siluman serigala.
"Dasar pria tidak tahu diri, tidak punya otak! dasar pria brengsek! dia selalu merayuku, berkata begitu manis bahkan membuat jantungku berdebar begitu kencang. namun sayangnya dia sama saja dengan para pria brengsek itu, mereka sama-sama brengsek sama-sama tidak tahu diri. Bahkan mereka sama-sama pria yang tidak punya otak sama sekali!" Yura berjalan dengan kekesalan yang sangat luar biasa tanpa dia sadari ada sebuah portal yang sudah terbuka di depannya.
Entah kekuatan apa yang dimiliki oleh Yura, setiap kali dia ingin pergi.. sebuah portal dimensi langsung terbuka di depan matanya, Yura tidak melihat portal itu dia berjalan dengan mengomel panjang lebar hingga membuatnya menghilang secara tiba-tiba dari kerajaan naga.
LAP...
WUSS..
di suatu tempat Yura menampakkan dirinya, dia sudah pergi dari kerajaan naga. tatapan mata Yura menatap tempat itu, terlihat Gadis itu benar-benar sangat kebingungan karena dia sudah berada di tempat asing Kembali.
"Loh.. kok ada di sini sih.. ini di mana?" Yura yang kebingungan saat melihat sebuah tempat yang begitu ramai.
Sorot mata Yura menatap kerumunan yang begitu banyak itu.
"Oh my god.. pasti sekarang aku dilempar lagi." ucap Yura yang kemudian menatap kiri dan kanan. "Kenapa sih harus berpindah terus, kalau aku mau menghilang nggak bisa, tapi kenapa tiba-tiba aku ada di sini..," Yura yang kemudian berjalan di sekitar tempat itu.
Tatapan matanya menatap sebuah pasar yang terasa begitu asing, sebuah pemandangan yang begitu asing dengan beberapa ornamen yang ada di pasar itu.
"Ini ada di mana? Kalau kerajaan Byakgo tidak seperti ini." Yura berbicara sendiri.
"Nona cantik!" Panggil seorang pria.
"Kamu memanggilku?" tanya Yura.
"Tentu saja, tentu saja Aku memanggilmu." jawab si pria.
"Maaf ya.. aku tidak mengenalmu, jangan sok kenal." Yura yang kemudian pergi meninggalkan si pria.
Si pria berlari mengejar Yura, dari tadi pria itu menatap seorang gadis yang tiba-tiba muncul di antara kerumunan banyak orang di pasar.
"Cantik!!" seru si pria kembali.
Yura terus mengguman panjang lebar, dia sedikit kesal dengan pria yang terus memanggilnya itu.
"Dasar pria tidak tahu diri, ngapain sih ngikutin aku terus!" kesel Yura.
"Kamu mau ke mana?!" seru si pria kembali.
Yura tetap tidak menghiraukan pria itu, namun saat kemudian tiba-tiba pria itu meminta beberapa pengawalnya untuk menghalangi Yura.
"Kalian mau apa?" tanya Yura kepada beberapa pria yang sudah menghadangnya.
"Tuan Kami ingin berbicara denganmu, Nona." jawab para pengawal.
"Maaf ya, aku tidak mengenal kalian jadi aku tidak mau berbicara dengan kalian ataupun majikan kalian." jawab Yura yang kemudian pergi meninggalkan para pengawal itu.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan, cepat hentikan gadis itu!!" seru si pria.
Akhirnya pengawal si pria itu menghentikan Yura, mereka mencekal tangan Yura.
"Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku!!" teriak Yura.
"Maaf, Nona. majikan kami menginginkan Nona." jawab para pria.
Mendengar perkataan itu Yura benar-benar sangat kesal, kata-kata yang diucapkan oleh para pria itu adalah perkataan yang penuh dengan penghinaan.
"Kalian kira aku ini wanita murahan, Apa !kalian mengeluarkan perkataan yang benar-benar sangat menjijikkan!" seru Yura yang kemudian menghempaskan tangan beberapa pria itu dengan sangat kasar.
"Bawa dia." perintah si pria.
"Dengar, ya. Aku ini bukan wanita murahan. jadi jangan pernah menganggapku sebagai wanita murahan!" teriak Yura dengan sangat kesal.
Orang-orang yang ada di sekitar tempat itu mereka menatap seorang gadis yang diganggu oleh pria, seorang pria yang memang sangat dikenal sebagai perusak martabat para wanita.
"Apa yang kamu lakukan!!" seru seorang wanita tua kepada si pria.
Mendengar perkataan seperti itu si pria langsung mendorong tubuh wanita tua itu hingga membuat wanita tua itu tersungkur.
BRUKK..
"Jangan ikut campur, wanita tua!!" seru si pria yang kemudian meludahi wanita tua yang dia dorong.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love
- Legend of the dragon kingdom
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1