
BRAKK!!
pangeran langit sangat murka ketika dia benar-benar di kalahkan oleh kaisar naga dan Yura.
"Kenapa kamu sangat marah seperti itu, putraku?" tanya permaisuri langit kepada salah satu putranya.
"Tentu saja aku sangat marah, ibunda. Bagaimana bisa wanita itu mengalahkan kami semua." jawab pangeran langit.
"Kenapa memangnya? siapa yang kamu maksudkan?" tanya permaisuri langit.
"Wanita itu wanita pemilik 7 elemen itu, aku sudah menemukan keberadaannya, aku bermaksud untuk membunuhnya tapi kelahirannya yang sekarang benar-benar sangat berbeda. kelahirannya yang sekarang adalah kelahiran yang sangat menakutkan." jawab pangeran langit.
"Lalu, untuk apa kamu selalu menyinggung wanita pemilik 7 elemen itu? memangnya Apa kesalahannya, Lalu kenapa kalian selalu saja berusaha untuk membunuhnya?" tanya permaisuri langit kepada putranya.
"Ibu tidak akan tahu wanita itu mempunyai kekuatan yang sangat menakutkan, kekuatan itu akan menghancurkan Kami semuanya." jawab pangeran langit.
"Apakah kalian sudah dimusnahkan? Apakah kalian sudah dibunuh?" tanya permaisuri langit. Pertanyaan itu begitu bijaksana, begitu mulia sebagai seorang ibu.
"Apa maksud ibunda?" tanya pangeran langit.
"Kalian selalu bilang kalau wanita pemilik 7 elemen itu sangat menakutkan? dia akan membuat bencana yang sangat besar, lalu bencana seperti apa? Apakah semenjak dari kelahirannya yang dahulu sampai sekarang dia sudah membuat kerusakan, Lalu apakah kalian pantas disebut sebagai seorang dewa jika kalian saja selalu menyakiti mereka?" tanya permaisuri langit.
"Maksud Ibunda?" pangeran langit menatap ibunya dengan tatapan mata yang begitu tidak suka.
"Dengarkan aku, putraku. kamu dan para dewa selalu mengatakan kalau wanita pengendali 7 elemen itu adalah wanita yang akan membunuh kalian. selama ribuan tahun ini Apakah dia sudah membunuh kalian mencelakai kalian atau melakukan sesuatu kepada kalian? Entah berapa kali dia harus mengalami kematian kemudian reinkarnasi, lalu selama itu apakah dia sudah menyakiti kalian?" tanya permaisuri langit.
Kaisar langit yang berada di balik pintu kediaman Sang putra nampak dia menghentikan langkah kakinya. pria itu mendengarkan setiap perkataan istrinya itu dengan begitu seksama.
__ADS_1
"Ibunda tidak akan tahu seperti apa wanita itu!" seru pangeran langit.
"Aku ataupun wanita itu sama saja, dulu aku juga diperlakukan seperti wanita itu, mereka bilang aku adalah Dewi pembawa sial. seorang wanita yang akan meruntuhkan singgasana kerajaan langit, lalu Apakah semuanya sudah terjadi? Ibunda dan ayahanda memimpin kerajaan langit selama ribuan tahun. tidak ada Apapun yang terjadi semua itu hanyalah ramalan yang entah itu akan terjadi atau tidak. namun jika kalian menganggap apa yang kalian lakukan itu benar, lalu Apakah wanita itu tidak boleh hidup? apakah dia tidak boleh mempunyai kesempatan hidup?" tanya permaisuri langit.
"Lebih baik ibunda keluar dari sini, aku tidak ingin mendengarkan semua perkataan ibunda. ibunda membuatku semakin kesal." ucap Kaisar langit yang kemudian meminta ibunya keluar dari kediamannya.
Tak ada kata yang dikeluarkan oleh permaisuri langit kembali wanita itu keluar sembari tersenyum, wanita itu menatap putranya dengan tatapan mata yang ingin mencemooh putranya juga para dewa yang lain.
Kaisar langit akhirnya teringat kembali, kenangan masa lalunya.. kenangan di mana dia berusaha untuk mempertahankan wanita yang dia cintai. Kaisar langit mempertahankan wanita yang disebut oleh para dewa sebagai Dewi pembawa sial. Dewi tidak punya keberuntungan, Bahkan mereka selalu menganggap permaisuri langit adalah Dewi penghancur
Kaisar langit menatap istrinya yang sudah keluar dari kediaman putranya. nafas kasar dihembuskan oleh sang Kaisar, perlahan pria itu menghilang dan kembali ke kediamannya dengan begitu banyak pemikiran.
"Apa yang dikatakan oleh istriku itu benar adanya, kenapa aku harus ikut bodoh dengan semua pemikiran para dewa selama 1000 tahun ini. memangnya Apa yang dilakukan oleh wanita itu? sebagai titisan iblis, manusia dan seorang Dewi dia tidak pernah mengacaukan istana langit. dewa kehidupan dan dewa tumbuhan selalu mendidiknya dengan baik, walaupun dia mempunyai darah iblis tapi dia tidak pernah melakukan kejahatan sama sekali. Lalu kenapa aku harus memiliki pemikiran untuk membunuhnya? Apakah dia tidak pantas hidup? kondisi yang dialami oleh wanita itu sama seperti kondisi istriku, Lalu apakah aku akan bodoh..," ucap Kaisar langit sembari memikirkan semua perkataan istrinya.
Di istana para dewa.. dewa api, dewa petir juga dewa Air dan beberapa dewa yang lain nampak mereka harus diobati oleh dewa pengobatan.
"Dasar kurang ajar, wanita itu benar-benar kurang ajar. beraninya Dia melukai kita hingga seperti ini." kesal dewa petir.
"Kita tidak akan bisa mengalahkan wanita itu, Kamu juga bisa melihat kalau wanita itu sangat hebat dia mengendalikan 7 elemen digabung dengan kekuatan kegelapan. wanita itu bisa menghancurkan kita hanya dengan sekali tepuk, apalagi Kaisar naga juga sudah memiliki kekuatan yang setara dengan para dewa." ucap dewa api.
"Entahlah, tapi yang jelas kita tidak boleh kalah dari para makhluk rendahan itu. kita ini dewa, kedudukan kita lebih tinggi. apa kita mau dipermalukan oleh makhluk-makhluk seperti mereka?" dewa Air malah memprovokasi para dewa.
"Bagaimana jika dewa naga air kamu perintahkan untuk membuat tempat itu banjir, hancurkan tempat itu tanpa tersisa." pinta dewa api.
"Iya, dewa naga air kan sangat tunduk padamu, dewa Air. Lalu kenapa kamu tidak meminta dia untuk menghancurkan Kerajaan Kaisar naga?" tanya dewa api.
"Entahlah, namun aku akan meminta dewa naga air untuk menghancurkan tempat Kaisar langit, aku akan meminta mereka, membuat bencana yang sangat luar biasa." jawab dewa Air.
__ADS_1
"Makhluk bodoh ya tetap aja bodoh, para dewa pemikirannya benar-benar sangat bodoh. mereka tidak mempunyai pemikiran positif sebagai makhluk yang lebih tinggi daripada manusia. mereka ini benar-benar tidak berubah sama sekali, padahal tubuh mereka itu sudah terluka parah tapi pemikiran mereka itu masih tetap ingin menghancurkan gadis kecil kita." ucap dewa kehidupan.
"Entahlah, tapi yang aku tahu kalau mereka itu adalah makhluk yang sangat menjijikkan. mereka mempunyai keinginan yang benar-benar tidak ada di pikiran kita, mereka itu adalah makhluk yang disebut sampah." dewa tanah yang tiba-tiba menengahi pembicaraan antara dewa kehidupan dan dewa tumbuhan.
"Ih.., dewa tanah Ini ngapain sih tiba-tiba datang mengagetkan kita saja." kesal dewa kehidupan.
"Habis dari tadi aku Mendengar pembicaraan Kalian sih, yah . kalau aku bisa bicara ya langsung Aku tengahi perkataan kalian." jawab dewa tanah.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love
- Legend of the dragon kingdom
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1
- Air mata dan pembalasan