
"Lalu, Bagaimana jika yang mulia Kaisar mau menceraikan para istrinya untuk menjadikanmu istri satu-satunya?" tanya selir Kyuhyun.
"Ya tetap saja aku tidak mau, seorang pria yang biasa dilayani oleh begitu banyak wanita dia tidak akan betah dengan satu wanita saja. jadi aku tidak akan mau menjadi istri dari pria itu lagi pula aku tidak suka menyakiti wanita lain. aku ini tipe seorang gadis penyayang jadi aku tidak mau disakiti dan menyakiti wanita lain." jawab santai Yura.
senyum yang begitu sumringah ditunjukkan oleh selir Kyuhyun dengan jawaban Yura.
"Apa kamu yakin?" tanya selir Kyuhyun.
"Seratus persen aku yakin, lagi pula aku mempunyai pria idaman yang ada di otakku." jawab Yura.
"Pria Seperti apa? apa yang mulia Kaisar itu tidak termasuk kriteriamu!" tanya selir Kyuhyun.
"Tidak, dia bukan tipe yang aku suka. lagi pula aku ingin memiliki kehidupan sederhana dengan pria itu, hidup berdua tanpa memiliki tekanan hidup." jawab Yura.
Perbincangan santai itu membuat para pelayan selir nampak was-was. Mereka takut jika tiba-tiba Yura melakukan sesuatu kepada junjungan nya.
"Aku benar-benar tidak tahu kalau kamu itu memiliki pemikiran seperti ini, lalu Bagaimana jika tiba-tiba kamu bersama dengan Kaisar?" tanya selir Kyuhyun lagi.
"Tenang saja, selir. aku bisa memastikan kalau aku ini adalah seorang gadis yang tidak bisa menetap di suatu tempat saja. kamu tahu cerita yang akan aku ceritakan..,"
Akhirnya perbincangan itu membuat selir Kyuhyun dan Yura sedikit dekat, mereka nampak berbicara dengan begitu santai. Yura bisa memastikan kalau dia tidak akan tertarik kepada kaisar Zen hui dengan cara apapun.
Beberapa pejabat dan menteri yang ada di kerajaan mereka sedang membicarakan gadis cantik yang tiba-tiba datang di tengah-tengah aula kerajaan.
"Siapakah Gadis itu? kenapa dia tiba-tiba datang ke tempat kita?" tanya salah satu menteri muda.
"Dia begitu cantik, bahkan kelihatannya dia memiliki kekuatan yang lumayan besar." jawab Salah satu bangsawan.
"Entahlah, tapi aku tidak tahu apa hubungannya Gadis itu dengan yang mulia Kaisar Zen hui. karena yang aku lihat yang mulia Kaisar dekat dengan gadis itu." jawab menteri muda.
Seandainya dia tidak memiliki hubungan apapun dengan yang mulia Kaisar aku akan menjadikannya istri yang kedua." ucap bangsawan muda.
"Kenapa harus seperti itu? Aku adalah pria lajang pasti aku yang akan menikahinya dahulu, lagi pula dia terlihat begitu menawan, kulitnya begitu halus bibirnya begitu merah. kedua bola matanya bulat sempurna dengan rambut yang terurai begitu cantik." ucap menteri muda.
Perbincangan para petinggi kerajaan Byakgo itu membuat Kasim yang mendengarnya dia nampak tidak terlalu suka, ramalan yang mengatakan kalau gadis asing itu bisa membuat kemakmuran di kerajaan Byakgo jika kaisar Zen Hui menikahinya.
SATU MINGGU KEMUDIAN
pagi ini Kaisar Zen Hui terlihat mendatangi kediaman Yura, pria itu terlihat tersenyum begitu sumringah. dia bersama salah satu kalsim berniat untuk mengajak Yura jalan-jalan di keluar kerajaan.
"Apa yang mulia akan mengajak selir Kyuhyun keluar juga!" tanya Kasim.
__ADS_1
"Tidak, Kasim. aku akan mengajak Nona Yura keluar kerajaan, aku akan mengajak dia keliling tempat ini." jawab Kaisar Zen Hui.
"Tapi, yang mulia. Apakah selir tidak akan marah jika yang mulia hanya mengajak Nona Yura? yang mulia tahu sendiri kan selir Kyuhyun adalah wanita yang sangat pencemburu," ucap Kasim.
"Kalau dia masih tetap seperti itu, dia akan tahu aku seperti apa aku. aku tidak suka dibantah, Kasim." Kaisar Zen Hui yang kemudian keluar bersama dengan Kasim.
Sedangkan Yura sendiri terlihat Gadis itu sedang berada di area pelatihan para prajurit.
"Nona, Kenapa Nona mau kemari?" tanya salah satu pelayan.
"Aku benar-benar penasaran seperti apa sih tempat ini, lagi pula tempat ini kan sangat luas. Kenapa aku tidak boleh jalan-jalan ke mana saja?" tanya Yura.
"Nona, Kaisar kan sudah bilang kalau Nona tidak boleh keluar terlalu jauh?" tanya pelayan.
"Sudah, kamu diam saja kamu ikuti aku jangan banyak bicara. lagi pula ngapain juga sih aku tidak boleh ke sana kemari, Aku ini bukan orang kerajaan ya aku ini cuma kamu tamu yang suatu saat akan pergi dari tempat ini." jawab Yura.
"Tapi kenapa Nona mau pergi ke tempat ini? Apakah Nona tidak betah berada di sini?" tanya pelayan.
"Nggak, aku nggak betah di sini. lagi pula kaisarmu itu orangnya sangat menyebalkan, dia selalu main suruh-suruh, dia kira aku ini tidak kesal apa disuruh-suruh terus menerus."
Yura menatap salah prajurit sedang berlatih di tempat itu. "Wow.. prajuritnya ganteng-ganteng ya." ucap Yura.
"Nggak ah.. lagian ngapain sih ketemu mereka, aku cuma mau melihat mereka, melihat para prajurit kerajaan Byakgo sedang berlatih." tatapan mata Yura terus menatap para pria yang sebagian tidak memakai pakaian itu.
"Nona lebih baik kita pergi dari sini, kita ini perempuan kita dilarang masuk ke area ini." ucap pelayan.
"Kenapa kita tidak boleh masuk?" tanya Yura.
"Nona, mereka itu sedang berlatih.. kalau kita berada di sini kita akan mengganggu mereka." jawab pelayan.
Yura tidak menghiraukan, dia tetap saja menatap para prajurit yang sedang berlatih.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tiba-tiba ada seorang pria yang melihat Yura dan salah satu pelayan berdiri di sekitar area pelatihan para prajurit.
DEG..
Yura menoleh, Gadis itu menatap seorang pria bertumbuh tinggi besar.
"Hehehe.. Aku sedang melihat para prajurit sedang berlatih." jawab Yura.
"Apakah anda tidak malu, seorang gadis melihat para pria tidak berpakaian seperti itu?" tanya Jenderal kerajaan Byakgo sembari menatap Yura. tatapan matanya menatap gadis yang beberapa hari lalu tiba-tiba muncul di aula kerajaan.
__ADS_1
"Aku kan tidak melakukan apapun, cuma melihat mereka.. Kenapa harus marah sih." kesel Yura yang kemudian pergi.
Baru melangkahkan satu langkah kakinya.. dia sudah melihat pria menyebalkan yang tidak jauh dari sana.
"Apa yang kau lakukan di sini, Nona Yura?!" seru Kaisar Zen Hui saat melihat Yura sudah berada di area pelatihan para prajurit.
"Tentu saja melihat para prajurit berlatih." jawab Yura dengan nada yang begitu santai.
mungkin di zaman itu melihat pria tidak berpakaian hal itu sangat tidak wajar, namun bagi gadis modern seperti Yura melihat pria yang tidak memakai pakaian bagian atas itu biasa saja.
"Itu akan sangat memalukan ketika kau berada di tempat ini, Nona Yura." sindir Kaisar Zen Hui.
"Memangnya kenapa sih.. di sana dimarahin di sini dimarahin, lebih baik aku pergi." Yura yang kemudian menarik tangan pelayannya meninggalkan Kaisar.
"Berhenti!" seru Kaisar Zen Hui.
Yura tidak menghiraukan seruan sang kaisar, dia tetap saja berjalan meninggalkan Kaisar Zen Hui. Hal itu membuat sang Kaisar berjalan lebih cepat untuk mengejar Yura.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love
- Legend of the dragon kingdom
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1