
DUA HARI KEMUDIAN
"Emmm..,"
perlahan-lahan Yura membuka matanya.
"Kamu sudah bangun, isteriku?"
Kaisar naga menatap sang istri.
"Sakit..," Yura merintih sakit.
Kaisar naga membantu Yura duduk.
"Go Bao!" panggil Kaisar Naga.
"Ada apa, Yang mulia?"
Go Bao menatap Yura yang sudah terbangun.
"Permaisuri." Go Bao menatap wajah Yura.
"Hai katak tua." Yura menyapa Go Bao sambil tersenyum.
"Yang mulia permaisuri sudah bangun?" Go Bao menatap Yura yang sudah terbangun. raut wajahnya begitu pucat dan tubuhnya masih terasa lemah.
"Ambilkan obat itu, Go Bao." pinta Kaisar naga.
Yura tersenyum melihat pria yang selalu ada di sampingnya untuk beberapa hari itu.
"Terima kasih, suamiku. Terima kasih karena terus menjagaku." ucap Yura lirih.
"Tentu saja aku akan selalu menjagamu, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu." jawab Kaisar naga.
Yura benar-benar merasakan sebuah kebahagiaan yang sangat besar, kebahagiaan yang begitu menyempurnakan hidupnya. kabar Yura yang sudah Siuman terdengar oleh seluruh tamu kerajaan. bahkan para rakyat yang ada di kerajaan naga.
"Yang mulia.. Yang mulia permaisuri harus makan." pinta dayang Rang.
Yura tersenyum kepada wanita yang berusia 40 tahun itu dengan begitu lembut, Yura menganggukkan tanda dia mau.
__ADS_1
"Biar aku yang menyuapi istriku," kaisar naga mengambil makanan yang dibawa oleh dayang Rang. begitu tulus, begitu hangat hingga membuat Yura tidak mampu untuk menolaknya.
Untuk beberapa waktu mungkin kedamaian di kerajaan naga akan terasa, entah apa yang terjadi jika para siluman jahat dan bangsa iblis kembali menyerang mereka.
"Hari ini istriku harus istirahat, Kalau kalian mau menemuinya besok saja." Kaisar naga meminta Kaisar Zen hui dan selirnya untuk membiarkan Yura istirahat terlebih dahulu.
KEESOKAN HARI
Para putri kerajaan tamu tentu saja mereka berbondong-bondong ingin menemui Kaisar naga, kabar mengenai permaisuri kerajaan naga yang sudah terbangun itu membuat beberapa wanita sedikit kesal. mereka berharap Yura akan mati, Namun nyatanya Gadis itu malah sudah terbangun.
"Ada apa Kaisar Guan Bei kemari?" tanya Kaisar naga ketika melihat Kaisar Guan Bei sudah berada di ruang kerjanya.
"Yang mulia, hamba ingin meminta sesuatu kepada yang mulia Kaisar." jawab Kaisar Guan Bei.
"Kamu mempunyai permintaan apa?" tanya Kaisar naga kembali.
"Yang mulia, di seluruh kerajaan seorang Kaisar memiliki beberapa istri, mereka memiliki keturunan yang banyak. hamba memohon kepada yang mulia Kaisar untuk menerima salah satu putri kerajaan hamba menjadi istri yang mulia Kaisar." jawab Kaisar Guan Bei.
Kaisar naga yang tadi melihat laporan dari para penasehat kerajaannya.. seketika dia meletakkannya. pria itu menatap Kaisar Guan Bei dengan tatapan mata yang benar-benar tidak menyukainya.
"Di beberapa kerajaan juga banyak kaisar yang hanya mempunyai satu istri, mereka mempertahankan rumah tangganya.. mereka mempertahankan cinta mereka, seorang Kaisar memiliki dua tiga atau empat anak itu sudah cukup. Lalu kenapa membutuhkan begitu banyak wanita? keturunan bukan hanya untuk memperluas kerajaan, seorang wanita tidak hanya disuruh untuk melahirkan. Aku mencintai istriku dengan semua kekurangan dan kelebihannya, dia satu-satunya wanita yang akan menjadi istriku. Jika kamu berani mengatakan hal itu lagi kepadaku akan kupastikan seluruh keturunan wanita yang ada di kerajaanmu akan aku bantai." jawab Kaisar naga yang terlihat kata-katanya itu begitu tenang.. namun kata-kata itu benar-benar memberikan ancaman yang begitu menakutkan bagi kerajaan Bei.
"Ampun.. ampun Yang Mulia, ampun. hamba tidak bermaksud menyinggung perasaan yang mulia Kaisar." ucap Kaisar Guan Bei.
Kedua kaki Kaisar Guan Bei nampak gemetar, kata-kata yang diucapkan oleh kaisar naga itu bukanlah hanya sekedar gertakan. ancaman itu pasti akan dilakukan oleh pria itu jika dia merani melakukannya lagi.
wajah pucat Pasih, tubuh yang gemetar bahkan mulutnya terasa tidak bisa berkata apapun. Kaisar Guan Bei berjalan menuju paviliun tempatnya berada.
"Ayahanda, Bagaimana?" Putri She langsung berlari menemui sang ayah. Gadis itu tersenyum begitu bahagia, dia berharap Kaisar naga akan menerima lamaran dari ayahnya.
"Jangan pernah mengatakan hal ini lagi, jika tidak kita semuanya akan hancur." jawab Kaisar Guan Bei yang kemudian terduduk lemas di kursi batu yang ada di depan paviliunnya.
"Ada apa, yang mulia?" tanya penasehat kerajaan.
"Pria itu tidak tersentuh sama sekali, dia tidak bisa digoyahkan. dia tidak ingin menikahi wanita manapun." jawab Kaisar Guan Bei.
Penasehat kerajaan Bei hanya bisa terdiam, begitu banyak rumor mengenai kasar naga yang memang tidak pernah bersama seorang wanita. namun mereka tidak akan tahu sebelum pria itu berada di kerajaan naga, pria itu adalah pria yang begitu mencintai wanita yang selalu mengintipnya ketika bermeditasi. di sebuah gunung yang begitu dingin Kaisar naga bermeditasi untuk mensucikan dirinya dan melakukan penetralan elemen yang dia kendalikan.
"Itu tidak masuk akal, ayahanda! itu masuk akal? aku yakin yang mulia Kaisar naga hanya bercanda saat mengatakan hal itu. aku yakin pria itu akan menerimaku sebagai istrinya." Putri She tidak terima dengan kata-kata yang diucapkan oleh ayahnya.
__ADS_1
"Jika kamu berani mengganggu yang mulia Kaisar.. Aku tidak akan bisa menerima kenyataan selanjutnya." jawab Kaisar Guan Bei.
"Tenanglah, Ayahanda. aku pasti akan bisa merebut hati yang mulia Kaisar. kita tinggal di sini untuk beberapa waktu setelah itu akan kupastikan pria itu jatuh ke pelukanku." Putri She benar-benar tidak bisa diberi pengertian. terlihat Gadis itu langsung pergi ke kediaman Yura. Mungkin saja dia akan membuat Yura simpati padanya agar bisa menjadi selir Kaisar.
*PAVILIUN NAGA*
Hari ini terlihat Yura sedang berada di taman yang ada di paviliunnya, dia sedang bercanda gurau dengan dayang Rang, dua pelayannya juga nyonya Wu.
"Yang mulia.. boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Nyonya Wu.
"Ada apa, Nyonya Wu?" tanya Yura kembali.
"Apakah kamu sudah melakukan hal itu?" tanya Nyonya Wu.
"Maksudnya?" Yura sedikit kebingungan.
"Apa kalian sudah melakukan malam pertama?" tanya Nyonya Wu yang membuat raut wajah Yura langsung memerah.
"Nyonya Wu Ini apaan sih.. aku ini baru sadar, aku ini baru sembuh masa langsung menanyakan hal itu sih." Yura memalingkan wajahnya. jantungnya dan benar-benar berdebar begitu kencang, terasa kupu-kupu berhamburan di hatinya. ada kehangatan bahkan terasa hatinya berdebar begitu luar biasa.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love
__ADS_1
- Legend of the dragon kingdom
- Terlempar ke dimensi kerajaan