
*KERAJAAN BYAKGO*
BRUKK..
tiba-tiba Yura langsung pingsan karena otaknya tidak bisa mencerna beberapa kenyataan yang ada di depannya bahkan sudah dia lihat sendiri.
"Yang mulia." Panggil salah satu pengawal.
"Bawa gadis itu ke salah satu ruangan yang ada di pavilion, Aku yakin dia adalah salah satu mata-mata dari kerajaan musuh." Kaisar yang memerintahkan para prajuritnya untuk membawa Yura ke suatu tempat.
"Yang mulia, Siapa wanita ini kenapa pakaiannya sangat aneh?" tanya para pengawal.
"Aku tidak tahu, tapi yang jelas aku yakin kalau gadis ini adalah seorang penyusup. Aku bahkan tidak melihat bagaimana dia masuk, namun tiba-tiba dia sudah berada di sini?Kalian harus menjaga gadis ini di paviliunku, Jika dia sampai di tempatkan di tempat lain maka dia akan melarikan diri dengan begitu mudah." Kaisar Zen hui yang kemudian mendekati para pengawal.
"Kami akan segera membawanya, Yang mulia." para pengawal yang hendak membawa tubuh Yura.
"Tidak usah, biar aku yang membawa gadis ini." jawab Kaisar Zen Hui.
akhirnya sang Kaisar menggendong Yura pergi ke salah satu paviliun miliknya, terlihat pria itu memandang wajah Yura dengan begitu lekat.
"Siapa gadis ini? kenapa dia tiba-tiba berada di kolam pemandianku? Bagaimana caranya dia masuk? tempat itu begitu tertutup dijaga oleh para pasukan yang begitu banyak, Lalu bagaimana dia bisa masuk ke tempat itu?" ucap kaisar Zen Hui yang kemudian membawa Yura pergi ke kediaman miliknya.
"Yang mulia." salah satu dayang menyambut kedatangan sang Kaisar.
"Kalian persiapkan pakaian untuk wanita ini, Cepat kalian ganti pakaiannya." perintah sang Kaisar.
"Baik, Yang mulia." jawab Salah satu dayang yang terlihat menatap Yura yang berada di gendongan Kaisar Zen Hui. seorang gadis yang terlihat begitu cantik.
Yura masih tidak sadarkan diri, Gadis itu masih terlelap dengan semua kebingungan yang ada di otaknya. di dalam mimpi terlihat Yura berada di suatu tempat, dia melihat Wan Yili yang sedang tertawa terbahak-bahak karena dia sudah membunuhnya.
"Dasar pria kurang ajar, pria tidak tahu diri pria brengsek! dasar pria gembel tidak tahu terima kasih!!" teriak Yura dengan suara yang begitu keras.
tiba-tiba Gadis itu terbangun, nafasnya begitu terengah-engah setelah dia bermimpi bertemu dengan Wan Yili.
"Ternyata ini semuanya cuma mimpi." ucap Yura yang kemudian mengusap wajahnya yang penuh dengan keringat.
"Kamu baik-baik saja, nona?" tanya seorang wanita yang tiba-tiba datang di depan Yura.
Yura yang sedang kebingungan itu nampak dia langsung menatap seorang wanita yang berpakaian begitu aneh di depan matanya.
"Kamu siapa?" tanya Yura.
Wanita itu tersenyum kemudian sedikit membungkukkan tubuhnya. "Saya dayang Rang, nona." jawab dayang.
"Dayang? Apa itu dayang?" tanya Yura.
__ADS_1
"Apakah nona sudah lebih baik? tadi nona tidak sadarkan diri selama setengah hari." dayang nampak menatap Yura yang masih kebingungan.
"Tunggu dulu, Sekarang aku di mana ya?" tanya Yura.
"Nona berada di kerajaan Byakgo, kerajaan yang dipimpin oleh kaisar Zen Hui." jawab dayang kerajaan.
"Maksudmu kerajaan itu tempat di masa lalu? orang-orang kuno kuno itu?" tanya Yura.
Dayang Rang sedikit kebingungan, wanita itu menatap Yura yang terlihat memegang kepalanya.
"Nona berada di dinasti ini, Nona berada di kerajaan Byakgo." ucap dayang kembali.
Yura berusaha memfokuskan pikirannya, sesaat kemudian Gadis itu terbangun dari ranjang dan melihat tempat itu.
"Oh no no no.. mata kucing mata kambing mata apapun, aku ini sebenarnya sedang mimpi atau mengigau sih? kenapa aku malah nyasar ke tempat ini." ucap Yura yang terlihat menepuk kepalanya berulang kali.
"Kenapa Nona melakukan hal itu?" tanya dayang.
"Ini dinasti? ini kerajaan? kamu dayang, lalu aku siapa?" tanya Yura yang bisa disamakan dengan gadis gila.
"Kenapa Nona berkata seperti itu? Nona adalah seorang gadis yang menyelinap ke pemandian Yang mulia. nona dibawa ke sini untuk menunggu Yang mulia Kaisar mengintrogasi Nona." jawab dayang.
"Apa! mengintrogasi? berarti aku tahanan dong?" tanya Yura.
Tak Ada jawaban dari dayang, pikiran Yura benar-benar sudah buntu. dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
"Oh my God, jangan-jangan Aku melakukan perjalanan waktu? jadi aku belum mati dong?" Yura yang dari tadi berbicara sendiri hingga membuat dayang sedikit kebingungan.
BRAKK!!
pintu tempat Yura dibuka oleh seseorang, sosok pria sudah masuk di tempat itu siapa lagi kalau bukan Kaisar Zen Hui. akhirnya kamu sadar juga, sang kaisar yang nampak berjalan mendekati Yura.
Yura menoleh menatap Kaisar Zen Hui.
"Kau!! kau pria tidak tahu diri tidak punya otak tidak punya pikiran dan pria pornografi itu kan?!" seru Yura dengan suara yang begitu keras sembari menunjuk ke arah Kaisar dasar.
"Lancang! mulutmu itu mau aku tebas dengan pedang ini ya?!!" seru Kaisar Zen Hui.
SRINGGG...
pedang sang Kaisar sudah keluar dari sarungnya tatapan mata Yura nampak menatap pedang yang terlihat mengkilap itu langkah kaki Yora mendekati sel Kaisar.
TINGG!!
TINGG!!
__ADS_1
Yura menyentil pedang sang Kaisar dengan jarinya.
"Ini pedang asli." ucap Yura yang kemudian menatap wajah Kaisar.
"Tentu saja Ini pedang asli, kamu mau aku buktikan kalau pedang ini asli?" tanya kaisar Zen Hui yang membuat Yura langsung menatap pria itu.
"Enak saja, kamu ini jadi pria Kok tidak punya tata krama banget ya main bunuh saja. Kamu kira aku ini ayam disembelih, Kamu kira aku ini sapi dimutilasi." jawab kesal Yura.
"Kamu ini benar-benar tidak punya tata krama saat berbicara dengan kaisar kerajaan ini!!" seru Kaisar Zen Hui.
"Kaisar? kamu ini seorang Kaisar ya?" tanya Yura yang menatap sang Kaisar dengan tatapan mata yang begitu menantang.
Seketika Kaisar Zen Hui mengarahkan pedangnya ke leher Yura. "Akan ku buat lehermu itu terlepas dari kepalamu." ucap Kaisar sembari menempelkan pedangnya di dagu Yura.
"Hehehe.. jangan main-main ya, kalau pedang ini sampai bergerak sedikit kepalaku bisa putus loh..," ucap Yura yang kemudian mendorong pedang sang Kaisar menjauh dari lehernya.
"Cepat katakan siapa kamu? beraninya kamu masuk ke kerajaanku?" tanya Kaisar.
"Apa-apaan sih, Mana aku tahu... aku waktu itu kabur dari kejaran para serigala yang bisa berbicara. setelah itu tiba-tiba aku sudah sampai di sini." jawab Yura.
"Bohong! Kamu pasti berbohong kan?!" Kaisar nampak menatap Yura dengan lengkap.
"Idih.. Siapa yang berbohong, aku itu tidak suka berbohong ya. para pria tidak punya tata krama sepertimu itu yang suka berbohong, wajahmu tampan tapi lidahmu itu melengkung seperti kucing. itu tandanya kamu itu pria pembohong." jawab Yura yang kemudian menjauh dari Kaisar Zen Hui.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love
- Legend of the dragon kingdom
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan