
"Diam!!"
Kaisar Zen Hui sangat marah.
"Memangnya kenapa?" tanya Yura.
"Kamu terus saja membuat kerusuhan di kerajaan ku. aku benar-benar sangat muak dengan semua ini, apa tidak lebih baik kamu pergi dari kerajaanku!"
Kaisar Zen Hui tiba-tiba mengusir Yura. pria itu tidak terima saat wanita kesayangannya di perlakukan kasar oleh Yura.
"Kamu mengusirku? tentu, ngapain juga aku ada di tempat busuk ini." setelah mengatakan itu Yura langsung berjalan pergi meninggalkan kaisar Zen Hui.
"Yang mulia..," dayang Rang menatap kepergian Yura.
"Kamu biarkan saja, dayang. lagi pula dia tidak akan bisa keluar dari kerajaan ini."
kaisar Zen Hui menatap selir Kyuhyun.
"Yang mulia..., gadis itu kasar sekali padaku..," selir Kyuhyun mulai berakting lemah.
"Tenanglah, aku akan selalu menjaga kamu." kaisar Zen Hui mengendong selir Kyuhyun ke kediamannya.
Di tempat lain Yura berjalan dengan mulut yang mengomel panjang lebar karena tiba-tiba saja dia diusir oleh kaisar Zen Hui.
"Dasar wanita bermuka aspal, baru dua hari di sini sudah di usir gara-gara bertengkar dengannya. dia itu sok cantik banget sih.. padahal wajahnya itu putih banget, aku yakin sekitar 2 kilo tepung Dia pakai untuk merias wajahnya. Kalau aku sih ogah melakukan hal itu." Yura berjalan sembari melihat kanan kiri. Gadis itu terus mengoceh karena dia terusir dari kerajaan gara-gara selir Nona Kyuhyun.
"Kamu mau makan, nona?" tanya salah satu penjual kue yang ada di pinggiran jalan.
"Mau.. memangnya boleh makan gratis, tuan. soalnya aku nggak punya uang." jawab polos Yura.
"kalau nggak punya uang jangan deket-deket, wajahmu cantik tapi miskin sekali." penjual kue itu menghina Yura.
"Ye.. kenapa kamu mengatakan hal itu, kamu sendiri kan yang menawariku makanan. Lalu kenapa sekarang Kamu menghinaku, kamu itu pria tua wajah keriput tapi mulutmu itu seperti cabe keriting!!" seru Yura.
"Apa! Kenapa kamu malah menghinaku!!" seru penjual kue.
"Ya tentulah aku menghinamu, kamu aja menghina aku tadi. aku itu tidak membawa uang jadi aku kan bertanya padamu, Memangnya makan tidak membayar tidak apa-apa ya? kenapa kamu malah marah padaku." Yura melotot kepada penjual kue itu.
"Kenapa kamu melotot, kamu mau matamu itu aku colok dengan pencubit kue ini?!" seru penjual kue.
"Sebelum kamu mencolok mataku akan kupastikan daganganmu ini Semuanya hancur berantakan! dasar pria bermuka cabe keriting!!" seru Yura yang kemudian mengambil satu kue kemudian berlari dengan begitu kencang.
Happ..
"Kabur..," Yura berlari kencang.
"Dasar pencuri! pencuri! teriak penjual kue.
Yura tidak menghiraukan teriakan pria itu, dia berlari dengan sangat kencang di pasar kerajaan Byakgo.
"Salah sendiri kenapa kamu malah menawariku makanan, sekarang makananmu aku ambil satu!" Yura yang berlari dengan begitu kencang.
Di sebuah tempat yang agak sepi Yura berlari ke arah tersebut. Namun tiba-tiba saja ketika Yura hendak menghentikan langkah kakinya karena di depannya ada tembok. tiba-tiba langkah kaki Yura tidak bisa terhenti.
"AAAAAA!!!"
Yura berteriak dengan begitu keras ketika melihat tembok yang ada di depannya namun sesaat kemudian...
LAPP....
entah apa yang terjadi, tiba-tiba Yura menembus tembok itu pergi ke suatu tempa.
"Kemana wanita itu? kenapa dia larinya cepat sekali." penjual kue keheranan melihat Yura tiba-tiba menghilang di gang buntu itu.
"Aneh sekali, kenapa dia tiba-tiba menghilang. jangan-jangan dia siluman yang menyamar? hee..," penjual kue yang kemudian bergidik ngeri lalu meninggalkan tempat itu.
LAPP..
__ADS_1
"AAAAA!!!"
BUGG..
Yura terlempar ke sebuah tempat yang entah di mana keberadaannya. Gadis itu sudah tersungkur di antara rerumputan yang sangat panjang.
"Uhukk..uhukk.. hoeekk...,"
Yura terbatuk sembari muntah karena mulutnya kemasukan rumput.
"Haaa.., Ini apaan yang masuk ke mulutku." ucap Yura yang kemudian mengeluarkan rumput dari dalam mulutnya.
"Kok aku ada di sini sih?" Yura menatap tempat keberadaannya. "Kok tiba-tiba ada di sini, tadi kan ada tembok di depanku. kok jadi berubah berada di sini." Yura sangat kebingungan.
Sesaat kemudian Gadis itu nampak berdiri sembari menatap tempat di sekitarnya. "Kok kayak nggak asing ya." ucap Yura yang melihat hamparan luas rerumputan di sekitar sungai.
"Ngokk.. ngokk..," suara asing.
BUSS..
tiba-tiba sesosok makhluk muncul di depan Yura yang sedang melihat ke bawah.
"Apa yang kamu lakukan di sungai pintu kerajaan naga?" tanya seseorang.
"Maaf tuan, aku tadi...," Yura belum sempat melanjutkan perkataannya. dia menatap orang yang berbicara dengannya, sesaat kemudian terdengarlah teriakan menggelegar dari mulut Yura.
"Aaaaa!!!"
Yura berteriak dengan sangat keras ketika dia melihat makhluk yang pernah dia jumpai.
"Aaaa!!! ko.. kodok!!!" seru Yura yang kemudian berlari terbirit-birit.
"Gadis ini..," ucap siluman kodok laki-laki.
WUSSS...
tiba-tiba ada guncangan di tempat Yura berada.
"Aduh.. apa ini." ucap Yura.
TRAKK..
TRAKK..
Terdengar suara kaca retak.
"Awas!!" seru siluman katak yang kemudian menyelamatkan Yura.
"HAP..,"
siluman katak membawa Yura ke suatu tempat.
"Ada apa?" tanya Yura.
"Segel hitam sudah retak." jawab siluman katak.
"Haaaa..., tuannnn..., rubah wajahmu sedikit tampa. aku takutttt....," Yura tak berani melihat.
Sesaat kemudian..
PRANGG!!!
BRAKK!!!
perisai segel yang ada di kerajaan naga hancur.
"Gawat!" seru siluman katak.
__ADS_1
"Suamiku!!" seru siluman katak perempuan.
"Peringatkan teman-teman kita, segel kegelapan sudah hancur!!" seru siluman katak.
"Baik, suamiku!" jawab siluman katak perempuan.
Yura sangat kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh dua siluman katak.
"Ada apa?" tanya Yura.
"Aku akan membawamu, tempat ini sangat berbahaya." ucap siluman katak.
HAP..
"AAAAAA!!"
Suara teriakan dari dalam hutan bayangan.
*LEMBAH PINTU NAGA*
"Berbahaya!!" seru siluman katak perempuan.
"Ada apa?" tanya beberapa siluman.
"Segel kegelapan sudah patah." jawab siluman katak perempuan.
"Bagaimana bisa?" tanya siluman rusa.
"Kita satukan kekuatan kita, jangan sampai para siluman itu keluar atau iblis itu keluar dari segel. kalau mereka sampai keluar maka kita semuanya akan mati mengenaskan." jawab siluman katak laki-laki yang datang dengan membawa Yura.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya siluman katak perempuan.
Yura melihat beberapa siluman yang sudah berwujud setengah manusia, kepala Yura benar-benar begitu pusing. terasa seperti melihat sebuah pemandangan yang tidak pernah dijumpai.
"Mari ikut aku, aku akan mengobati lukamu." siluman katak perempuan yang kemudian mengajak Yura.
DEG..
Beberapa siluman melihat manusia yang ada di tempat mereka, wajahnya begitu cantik dengan tatapan mata yang benar-benar menusuk hati mereka.
"Kakak.. nyonya.., jangan makan aku ya, dagingku ini tidak enak, lho..," Yura ketakutan.
"Tenanglah, Aku tidak akan memakanmu. lagi pula aku ini siluman vegetarian kok, aku juga cuma makan sayuran dan buah-buahan." jawab siluman katak perempuan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
- The royal palace
- Crazy love
- Legend of the dragon kingdom
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1