LELAKI_KU

LELAKI_KU
Perhatian Bayu.


__ADS_3

Bayu benar-benar membuktikan ucapannya, sudah dua hari ini ia terus mengikuti kemanapun Fytha pergi selama di sekolah. Tak hanya itu saja, Bayu sengaja mengirimkan banyak camilan kepada Fytha di jam istirahat hingga membuat yang lainnya menatap iri padanya.


Seperti saat ini, Bayu sengaja menunggu Fytha di depan kelasnya untuk mengajak ke kantin bersama. Tentu saja hal itu membuat Fytha jengkel sekaligus senang secara bersamaan. Jengkel karena Bayu tak menyerah masih saja tetap memanggilnya Bee, namun senang karena Bayu membuktikan ucapannya sebagai seorang laki-laki sejati.


"Bee, tunggu Abang dong." Pekik Bayu keras ketika Fytha terus saja berjalan keluar tanpa menyapa Bayu yang berada di samping pintu kelasnya.


Mendengar pekikan Bayu, membuat Fytha menatap sekelilingnya seketika. Benar saja, semua tengah terkekeh geli melihat aksi Bayu tersebut. Bukan suatu rahasia lagi jika Bayu kini tengah mengejar Fytha, si gadis bar-bar itu.


'Omg, dasar si muka aspal ini bikin malu aja' batin Fytha menatap tajam ke arah Bayu. Namun yang ditatap hanya mengedipkan satu matanya sambil tersenyum manis. Hati siapa yang nggak meleleh coba 🤭.


Dengan menghentakkan kakinya kesal, Fytha melanjutkan langkahnya bersama Shova, Linda dan Gandhis. Sementara Toni, Vian, Bagus dan Amrul tengah berjalan bersama Bayu di belakang.


"Bro, gimana perkembangannya?" Tanya Toni seraya menepuk bahu Bayu. Yups, Bayu mengikuti saran dari Toni untuk memberikan Fytha perhatian lebih agar lebih cepat luluh dan mau menerima Bayu. Karena jujur saja, Toni sebenarnya mengerti jika Fytha pun sebenarnya sudah ada rasa pada Bayu, namun entah mengapa ia enggan mengakuinya.


"Sejauh ini biasa saja bro, tapi bagusnya Fytha nggak nolak juga sama kehadiran gue di sekeliling dia. Walau gue kena damprat terus sama dia." Bayu terkekeh mengingat bagaimana galaknya Fytha yang terkesan lucu dimatanya.


"Fytha emang begitu bro, tapi sebenarnya dia baik dan nggak tegaan kalau habis marahin orang." Sahut Amrul yang dibenarkan Bagus dan Vian.


"Betul banget itu." Ucap keduanya.


"Tapi beneran? Menurut kalian Fytha suka juga nggak sih sama gue?"


"Kalo gue lihat, dia sebenarnya ada rasa sama loe. Cuma kita-kita nggak tahu kenapa dia enggan mengakuinya." Kata Toni.


"Apa karena Abahnya?" Tebak Bayu.


"Ada kemungkinan sih, tapi kayaknya bukan itu. Tapi nggak tahu lagi sih," ucap Vian.


Sesampai di kantin Bayu segera mendaratkan tubuhnya duduk di sebelah Fytha, membuat sang empu berdecak sebal namun tidak juga mengusirnya. Udah capek ngusir, yang diusir malah menjadi-jadi bebalnya. Begitulah pikir Fytha.


"Bee, Abang pesenin mendoan ya? Kan Bee suka banget itu." Tawar Bayu dengan suara lembut.


"Nggak perlu," tolak Fytha lalu mengambil martabak jagung yang dibawa Amrul.


"Woy Tha, itu bakwan tinggal hiji tahu. Malah loe embat, sia-sia gue rebutan tadi sama si Mega. Nyatanya masuk perut elo bukan gue," sungut Amrul.


"Pelit banget sih, mprul. Udah gue makan sebagian juga," cebik Fytha menatap bakwan jagung ditangannya yang tinggal separuh.


"Ya udah sini buat gue," baru saja Amrul akan meraih bakwan ditangan Fytha namun kalah cepat dengan tangan Bayu yang terlebih dahulu mengambil dan mengunyahnya.


"Lah..." Cengo Amrul melihat aksi Bayu. "Anj*r bakwan gue..." Lanjutnya.


"Sorry bro, itukan bekas cewek gue. Masak loe yang makan, gue nggak rela ya." Ucap Bayu santai membuat yang lainnya terkekeh geli dengan sikap Bayu. Namun berbeda dengan Fytha yang sudah melototkan matanya lantaran kesal.


"Asyem kalian, kalo mau bucin-bucinan jangan di depan kita para jomblo ngapa." Sebal Shova melihat keuwuan Bayu terhadap Fytha.


"Ayang beb lupa ya, kan ada Aa Bagus disini." Goda Bagus pada Shova sambil mencolek dagunya.


"Naj*s, jauh-jauh sono. Tabok juga nih ntar," amuk Shova pada Bagus, bukannya marah justru bagus tertawa terbahak-bahak mendengarnya begitupun yang lainnya.

__ADS_1


"Awas bucin hoy," ledek Toni.


"Benci beda tipis sama cinta loh." Imbuh Gandhis.


"Cinta beda tipis sama sayang malah." Sahut Vian.


"Sayang-sayang pala kalian peyang." Sinis Shova semakin membuat lainnya tergelak.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bel pulang sekolah berbunyi, sontak semua siswa-siswi berhamburan keluar kelas bersamaan. Fytha baru saja akan keluar kelas namun dihadang oleh seseorang. Kebetulan Toni yang belum keluar mengerutkan keningnya melihat Meta dikelasnya apalagi tengah menghadang sahabatnya, Fytha.


"Tunggu!" Seru Meta sambil merentangkan kedua tangannya mencegah Fytha yang akan keluar kelas.


"Ada apa?" Tanya Fytha to the point.


"Jauhi Bayu." Jawab Meta sinis.


"Cuma itu?' Fytha mengangkat sebelah alisnya.


"Iya, gue nggak suka ya elo deket-deket sama Bayu. Karena gue suka sama dia." Ujar Meta.


"Oh!"


Tanpa berkata apa-apa lagi, Fytha mendorong bahu Meta lalu keluar dari kelas.


"Elo!" Geram Meta melihat Fytha melewatinya begitu saja bahkan mengabaikannya. Toni yang berada di belakang Meta hanya menggelengkan kepalanya, dengan usil Toni berjongkok lalu mengikat tali sepatu Meta menjadi satu. Setelah melakukan aksinya, Toni segera bersembunyi di balik meja guru yang kebetulan dekat pintu kelas.


Dua...


Tiga...


Brukh!!


"Aduh, s*alan!! siapa yang berani ngerjain gue. Awas aja kalo ketemu ntar! tapi... disini cuma gue sendiri kan? jangan-jangan... aaaahhhhh, hantu!!" Meta lari tunggang langgang dengan menenteng sepatunya di tangan.


Melihat Meta lari terbirit-birit membuat Toni tertawa terbahak-bahak lalu keluar dari tempat persembunyiannya. "Syokor, rasain, makan tuh setan." sinis Toni kemudian pergi meninggalkan kelasnya dengan langkah santai.


Fytha melangkahkan kakinya menuju parkiran dengan gontai menuju sepedanya. Namun langkahnya terhenti ketika melihat Bayu sudah diatas sepedanya tengah menunggu dirinya.


"Bee," panggil Bayu dengan sumringah.


'Mau apalagi dia' desis Fytha.


"Lama banget sih, Abang nungguin dari tadi loh Bee." Ucap Bayu dengan manja membuat siapa saja yang mendengarnya pasti bergidik ngeri.


"Nggak nyuruh kan? Turun, aku mau pulang." Tukas Fytha mencoba menarik Bayu turun dari sepedanya.


"Nggak mau, kita balik bareng Bee." Kekeh Bayu pada pendiriannya.

__ADS_1


"Oh god, please..." Fytha mengeluarkan jurus imutnya yakni mengerjap-ngerjapkan matanya lucu.


"No! Kita bareng, SEKARANG !" tegas Bayu penuh penekanan yang artinya tak menerima penolakan apapun.


"Ck!, Nyebelin banget." Jengkel Fytha, lalu dengan terpaksa naik ke boncengan belakang.


Dalam hati Bayu bersorak penuh kemenangan, inilah yang ia mau. Tanpa keduanya sadari, Meta mengepalkan tangannya melihat semua itu. "Awas kalian!" Desisnya, kemudian pergi meninggalkan sekolah.


Di jalan tak hentinya Bayu bersenandung menyanyikan lagu cinta, kata orang sih kasmaran. Terbukti dengan riangnya menyanyikan lagu Afgan, Terima kasih cinta.


Terima kasih cinta...


Untuk segalanya...


Kau berikan lagi...


Kesempatan itu...


"Berisik!" Ketus Fytha, namun berbeda dengan hatinya yang kini tengah berbunga-bunga mendengar Bayu menyanyi lagu cinta.


"Kenapa Bee, itu bentuk apresiasi hati Abang yang lagi bahagia bersamamu Bee." Ucap Bayu sedikit menyamping dan berteriak karena bising kendaraan yang lewat.


Perlahan Fytha menarik napasnya lalu berkata, "Sudah aku katakan berulang kali, biarlah diri ini sendiri. Setidaknya aku tak akan menyakiti sebuah hati..." tegas Fytha.


"Dan sudah berjuta kali aku ucapkan, Sesering kau menolak ku bahkan menjauhiku. Aku akan tetap pada posisi ku..." ujar Bayu tak mau kalah.


"Keras kepala!" sarkas Fytha.


"Itulah diriku." Jawab Bayu.


Fytha memutar bola matanya malas, sedangkan Bayu tersenyum penuh kemenangan saat Fytha bungkam. Eh, tunggu!


'Barusan kita bicara pakai aku-kamu? apa ini suatu kemajuan? tidak-tidak, gue lebih suka panggilan Abang dan Bee. Titik!' batin Bayu.


"Bee, Abang lebih suka kita mengobrol begini dibanding pakai aku-kamu. Kita seolah asing jika bicara dengan bahasa begitu." cicit Bayu lirih, namun Fytha masih bisa mendengar karena jalanan mulai sepi.


'Iya sih, gue juga ngerasa aneh. Entah apa yang ngerasuki gue tadi,' batin Fytha membenarkan ucapan Bayu.


"Hm," Fytha hanya berdehem saja.


"I love you, Bee." pekik Bayu membuat Fytha terlonjak kaget, kemudian mendaratkan satu Capitan di pinggang Bayu.


"Aduh, aduh, aduh... sakit Bee. Abang lagi boncengin Bee loh ini, kalau jatuh gimana?" ucap Bayu sambil mengusap bekas cubitan Fytha.


"Nyungsruk lah." sewot Fytha seraya tersenyum.


"Hadeh, kok ungkapan cinta Abang gak dibalas Bee?" keluh Bayu.


"Berisik! cepetan biar sampai rumah." ketus Fytha. namun....

__ADS_1


'I love you too, abang.' balas Fytha dalam hati.


Fix! si Fytha jatuh hati tapi gengsi !! 🤣🤣


__ADS_2