LELAKI_KU

LELAKI_KU
Kecemburuan Meta dan Ulahnya.


__ADS_3

Kelas Fytha ada jadwal kuis di jam pertama, langkah Fytha sedikit terburu untuk segera sampai di kelas. Baru sampai di kelokan lorong, nampak Meta bersama dua temannya tengah berbincang.


Keberadaan ketiganya tak di gubris oleh Fytha, ia terus berjalan tanpa mau berbasa-basi menyapa. Fytha lebih memilih menghindari sebuah pertengkaran dan perdebatan tak penting. Namun berbeda dengan Meta yang salah mengartikan sikap Fytha padanya. Hal itu membuat Meta dan dua temannya yang melihat geram seketika.


"Sombong banget sih tuh cewek." Ucap teman Meta yang bernama Ajeng.


"Tahu, cih! sebel gue lihatnya." Imbuh satunya yang bernama Dewi.


"Udahlah guys, dia nggak selevel sama kita. Dah cabut yuk," Meta mengajak kedua temannya untuk masuk ke dalam kelas sebelum keduluan oleh guru.


Jadwal kuis masih sekitar lima belas menit lagi, Fytha yang sudah duduk di bangkunya menoleh kebelakang menatap ke-lima sahabatnya yang tengah fokus membaca buku mata pelajaran masing-masing.


Tak ingin ketinggalan, Fytha pun ikut membuka buku mata pelajaran yang akan di buat kuis hari ini. Hingga tak terasa lima belas menit berlalu, dan bel masuk pun berbunyi.


"Selamat pagi anak-anak, kumpulkan buku tugas serta buku LKS kalian ke depan. Setelah itu kuis biologi kita mulai." Ucap guru perempuan yang bernama Ninik itu.


"Baik Bunik," jawab semuanya kompak lalu mengumpulkan buku masing-masing ke atas meja Bu Ninik.


Kuis pun di mulai...


Hampir empat puluh lima menit kuis berjalan, terdengar pengumuman dari speaker kantor jika semua murid berkumpul ke aula. Akan ada pengenalan guru baru serta beberapa pertukaran murid dengan sekolah lain selama satu minggu.


Kelas ricuh seketika, mempertanyakan siapa guru baru tersebut serta siapa para murid yang akan melakukan pertukaran murid.


Bu Ninik yang sudah keluar dari kelas, membuat kehebohan dalam kelas semakin tak terkendali. Fytha hanya menggelengkan kepalanya melihat para sahabatnya ikut heboh bersama yang lainnya.


"Tha ! Ayo ke aula," ajak Shova segera menarik tangan Fytha di ikuti yang lainnya.


"Sabar dong Va, kan aula juga nggak jauh amat." Ucap Fytha sedikit kesal karena Shova menariknya seperti orang kesetanan.


"Nggak bisa dong Tha, kan gue mau dapat barisan depan ntar." Kata Shova sambil menyerobot para siswa untuk baris ke depan.


Sedangkan Fytha hanya menurut saja ketika tangannya di tarik oleh Shova untuk mengikutinya.


Dari jauh nampak Bayu memperhatikan Fytha, senyumnya tersungging saat tatapan matanya bersibobrok dengan mata pujaan hatinya itu.


Bahkan dengan terang-terangan Bayu melakukan finger heart didepan semua murid. Sontak semua murid bersorak heboh melihat adegan bucin dari seorang Bayu.


"Wooooo....!!!" Sorak semuanya.


Bukannya malu, justru Bayu merasa bangga pada dirinya karena inilah salah satu bentuk pembuktian akan perasaannya.


Mendapat finger heart dari Bayu di depan semua murid membuat Fytha melototkan matanya tidak percaya, pipinya sudah terasa merah seperti kepiting rebus. MALU TAPI MAU, gimana dong?!!

__ADS_1


"Wah Tha, cowok loh noh kelakuannya astaga." Ucap Gandhis tergelak melihat kenekatan Bayu dalam menunjukkan perasaan pada sahabatnya itu.


"Apaan sih Ndis." Ucap Fytha sebal.


"Kagak usah malu kali Tha, itu namanya gentle." Imbuh Linda yang disetujui oleh Shova.


"Bener tuh."


"Cieee yang tersipu malu-malu." Ucap kompak ketiganya semakin menggoda Fytha.


Ingin rasanya Fytha sembunyi saat ini juga, saat mendengar godaan sahabat-sahabatnya. Belum lagi tatapan mata lapar para kaum hawa yang menatap tajam ke arah Fytha berada. Uh,


Di sisi lain, Meta tengah mengepalkan tangannya menahan kesal melihat adegan itu. Hatinya panas, ia tak terima melihat perlakuan Bayu pada saingannya itu.


Tidak !


Ia akan memberi pelajaran pada Fytha nanti, berani sekali bermain dan merebut miliknya. Awas kamu, Tha." Seringai Meta.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Usai dari aula, semua murid sudah boleh pulang karena kepala sekolah akan melakukan penyambutan kepada guru baru tersebut.


Dengan langkah riang, Fytha menuju parkiran sepedanya. Namun ada yang aneh dengan sepedanya, kedua bannya tiba-tiba kempis.


"Kok kempes sih, padahal tadi baik-baik aja." Keluh Fytha sambil berjongkok disamping sepedanya.


Bayu mendekat ke arah Fytha yang tengah berjongkok, "Kenapa Bee?"


"Ban sepedaku kempes bang," adu Fytha menatap nanar ke arah sepedanya.


"Hah? Kok bisa, kan tadi kita pakai boncengan nggak papa" ujar Bayu lalu ikut berjongkok memeriksa ban sepeda Fytha.


"Gimana bang?"


"Kita bawa ke tukang tambal ban aja ya Bee. Sini biar Abang aja yang dorong," Bayu dengan sigap mendorong sepeda dengan satu tangannya, kemudian satunya ia gunakan untuk menggandeng tangan Fytha.


Fytha hanya mengangguk pasrah lalu mengikuti langkah Bayu, disampingnya. Bagi Fytha, Bayu adalah sosok pria baik dan juga typical idaman setiap gadis. Bohong jika Fytha tidak luluh dengan setiap perhatian yang Bayu berikan padanya.


Apalagi kerap keduanya sering berangkat dan pulang bersama. Fytha akui jika ia telah jatuh cinta pada sosok pria yang kini kian erat menggenggam tangannya itu.


"Bee," panggil Bayu di tengah keheningan.


"Kenapa bang?" Jawab Fytha.

__ADS_1


"Abang terpilih sebagai salah satu siswa pertukaran dengan SMA Taruna, Bee." Ucap Bayu menatap jauh ke depan seolah tak rela berpisah dengan Fytha.


"Mulai kapan bang?" Tanya Fytha sedikit menyembunyikan sedihnya lantaran tak berjumpa dengan Bayu selama seminggu ke depan.


"Senin depan, rasanya Abang tak rela Bee jika kita jauh nanti." Keluh Bayu.


"Abang nggak boleh gitu, kan cuma seminggu aja. Toh SMA Taruna tak jauh dari SMA Kenangan, bang." Kata Fytha mencoba menyemangati Bayu.


"Tapi jadwal masuk kita bakal beda Bee, Abang nggak bisa berangkat dan pulang bareng Bee nanti."


"Emm... Sama siapa aja bang yang dikirim disana?" Tanya Fytha mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Hasan sama Dini, Bee." Jawab Bayu lalu melepas genggaman tangannya ketika sampai di tempat tambal ban. "Kang, tambal yak. Nggak tahu kok bisa pasangan yang ini bocor." Ucap Bayu pada Kang Ijo.


"Okeh, loe taruh situ aja Bay. Bentar lagi gue kerjain, nanggung lagi benerin stempet di rantai." Jawab Kang Ijo.


"Okeh kang."


Bayu mendaratkan tubuhnya pada kursi samping Fytha sambil merebahkan diri kendaran belakang kursi.


"Ban sepedanya bocor ya bang?"


"Enggak tahu, belom di cek. Bee..." Sendu Bayu.


"Iya bang?" Fytha mengangkat sebelah alisnya menatap Bayu.


"Jangan nakal ntar ya, kalau Abang nggak ada nanti jaga pandangan, jaga hati, jangan tebar pesona sama satu lagi jangan naksir anak Taruna ntar ya." Ucap Bayu dengan serius.


"Apaan sih bang, aneh-aneh aja deh" ucapan Bayu cukup membuat Fytha terkekeh geli.


"Abang sayang banget sama Bee," lirih Bayu.


"Aku juga, sayang... Banget sama Abang." Ucap Fytha tersenyum manis membuat mulut Bayu menganga tak percaya. Apa tadi? Dia bilang sayang juga? Aaahhh....hati serasa ingin meledak rasanya.


"Coba ulangi Bee kata barusan,"


"Yang mana bang?" Fytha berpura-pura lupa dan memasang tampang bodohnya.


"Yang barusan," gemas Bayu.


"Iya yang mana, bang?"


"Tahu, ah" Rajuk Bayu sambil membuang mukanya asal.

__ADS_1


Dalam hati Fytha tertawa keras melihat wajah Bayu uang cukup menggemaskan di matanya. Uh, jadi pengen peluk... Ups!.


__ADS_2