LELAKI_KU

LELAKI_KU
Cireng !!


__ADS_3

Senja sunyi menyorot indah langkah kaki dua insan manusia yang kini bergandeng tangan bertaut erat. Suara gelak tawa mengiringi setiap tapak kaki keduanya. Senyum terpatri menawan tersungging tatkala salah satunya melempar candaan.


Tuhan...


Iringi lah langkah mereka dalam bahagia, satukan mereka dalam sebuah ikatan cinta. Jika kelak mereka berjodoh tanpa kata pisah...


"Tha," panggil Bayu sembari mengeratkan genggaman tangannya pada jemari Fytha. Hatinya sangat bahagia, hingga ia sendiri tak mampu bagaimana menggambarkan seperti apa kebahagiaannya saat ini.


Yah, Bayu akui walau hubungan saat ini terjalin dengan sebelah hati namun ia cukup bahagia. Ia tak pernah tahu isi hati Fytha padanya. Yang pasti, saat ini biarkan ia yang memberikan hatinya sepenuhnya pada Fytha. Kelak ia meyakini jika Fytha akan memiliki rasa yang sama padanya.


"Apa?" Jawab Fytha menatap ke arah Bayu.


"Tahu nggak? Hati gue bahagia banget sekarang." Ucap Bayu penuh binar bahagia terlihat dari raut wajahnya yang tak berhenti memperlihatkan senyum manisnya ke arah Fytha.


"Kenapa? Ada hal yang menyenangkan?" Tanya Fytha yang ikut menyunggingkan senyum manisnya.


"Banget, gue... Bahagia bisa jalan bareng loe kayak gini Tha. Walau cuma ke alun-alun kota, tapi ini udah cukup buat gue seneng." Ungkap Bayu sejujurnya.


"Gue ikut seneng kalo loe juga seneng. Lagian suasana disini cukup nyaman,"


"Tha, loe seneng nggak jalan bareng gue kayak gini?" Bayu menatap intens ke dalam mata coklat Fytha. Keindahan mata yang dimiliki Fytha cukup menghipnotis Bayu, hingga ia enggan rasanya mengalihkan pandangannya.


Mendengar pertanyaan seperti itu, sontak membuat Fytha terkekeh. Aneh sekali ini orang, batinnya.


"Mau jawaban jujur apa bohong?" Goda Fytha yang ingin membuat Bayu kesal.


Benar saja, Bayu mencebikkan bibirnya kesal dengan hal itu. Yang benar saja, ia ingin menunjukkan sisi romantisnya malah buyar.


"Keduanya deh, Tha." Ketus Bayu tak lupa bibirnya yang sudah mengerucut lucu.


"Kalo bohong, gue seneng kok. Kalo jujur.....


"Pasti nggak seneng kan, udah ketebak Tha. Ya udah ayok aku anterin pulang." Potong Bayu dengan senyum kecutnya.


Fytha yang gemas, sontak mencubit pinggang Bayu karena main asal potong ucapannya begitu saja. Rasakan,

__ADS_1


Mendapat capitan kepiting sontak Bayu meringis mengusap pinggangnya. "Kok di cubit sih, Tha?" Protes Bayu tak terima. Tidakkah ia tahu sesakit apa cubitannya? Walau sakitnya tak sebanding dengan denyut nyeri dihatinya.


"Salah loe sendiri main potong omongan orang aja." Kesal Fytha.


"Maaf Tha," cicit Bayu.


"Gue itu mau ngomong, kalo jujur... Gue seneng banget jalan sama loe kayak gini. Malah gue berharap kita bisa kayak gini terus kedepannya," Ujar Fytha mulai menatap intens ke arah Bayu.


"Bay." Panggil Fytha.


"Apa hm?" Jawab Bayu lembut dengan menatap balik wajah imut Fytha. "Tha, panggil gue, Abang ya. Gue lebih tua dari loe 3 tahun."


"Abang?" Fytha membeo sambil mengerjapkan matanya lucu.


"Iya, panggil gue Abang. Dan gue panggil loe.... Bee. Gimana?"


"Abang dan Bee? Panggilan itu... mirip orang pacaran kan. Emang kita pacaran?" Tanya Fytha sambil tergelak mendengar permintaan Bayu.


"Nggak papa kali, Bee. Dengan gini kan Abang jadi lebih dekat lagi sama Bee." Kata Bayu sambil beranjak berdiri menuju ke arah penjual cireng.


Jangan tanya lagi bagaimana ekspresi Fytha saat mendengar kalimat Bayu barusan, ia hanya diam melongo mencoba mencerna apa yang terjadi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Enak nggak, Bee?" Tanya Bayu sambil menyuap satu cireng yang sudah dicelup saos pedas ke dalam mulutnya.


"Enak," jawab Fytha dengan mengangguk-anggukkan kepalanya lucu. "Kita kayak lagi piknik kalo begini." Lanjutnya sambil menyeruput es buahnya.


"Anggap kita lagi healing, Bee."


"Beneran panggilan kita begitu? Jujurly, gue geli dengernya." Ucap Fytha kukik.


"Karena Bee belom terbiasa." Ucap Bayu tenang.


Mata Fytha memicing menatap Bayu, "Loe... Suka sama gue?"

__ADS_1


"Apa harus Abang jawab Bee? Padahal Abang udah sogok pakai cireng loh ini buat tunjukin isi hati Abang." Tukas Bayu semakin membuat Fytha memicingkan mata.


"Hubungan sama cireng?" Beo Fytha kebingungan.


"Ini kali pertama kita jalan, ke alun-alun lagi. Lalu Abang beli cireng sebenarnya buat nembak Bee, kalo diterima berarti Bee makan suapan Abang. Dan Bee tadi nggak nolak waktu Abang suapin kan?" Jelas Bayu perlahan, membuat mata Fytha membelalak kaget.


"Anggap aja cireng in love, Bee." Lanjutnya.


"Eh bentar, tadi kagak ada bilang itu ungkapan cinta. Kan tiba-tiba main suapin tadi, lagian mana ada nembak cewek pake cireng begini." protes Fytha tak terima karena merasa di jebak oleh Bayu.


Fytha memang senang bersama Bayu, namun bukan berarti ia suka pada Bayu. Maksudnya belum, walau ia akui jika hatinya selalu berdebar-debar saat berada di dekat Bayu. Namun masalahnya, ia masih ragu untuk saat ini jika berpacaran apalagi mengenal Bayu saja masih terbilang BARU !!.


Apalagi Abahnya sudah mewanti-wanti untuk tidak berpacaran, jika sampai tahu alamat uang jajan hangus nanti. Astaga,


"Eh, Abang belum ada bilang memang?" Tanya Bayu berlagak seperti orang tengah berpikir keras, padahal ia tengah berusaha menahan tawa saat ini.


"Iya!" Jawab Fytha nge-gas.


"Kalau pun belum juga kan, udah terlanjur Bee." Kata Bayu sekenanya, membuat Fytha ingin sekali menonjok muka menyebalkan itu. Namun sayang jika lecet itu tampang, soalnya GANTENG.


"Nyebelin banget sih! Nggak lucu tahu nggak, gue nggak suka!" Ucap Fytha marah.


"Bee, dengerin Abang dulu." Bayu mencoba membujuk Fytha untuk mendengarkan penjelasannya. Fytha yang kepalang marah tak menggubris Bayu, ia lantas berdiri dan meninggalkan Bayu sendiri.


Bayu mengusap wajahnya kasar, kenapa bisa seperti ini. Tak ingin membiarkan Fytha pulang sendiri, akhirnya Bayu mengejar Fytha lalu menariknya ke arah parkiran sepeda untuk mengantarkan pulang.


"Abang anterin pulang." ucap Bayu tegas. Fytha hanya diam dan menurut mengikuti langkah Bayu.


Bayu sendiri cukup sadar jika ia terlalu terburu-buru dalam bertindak, entah mengapa ia tak dapat menahan dirinya. Ia jatuh cinta pada Fytha sejak pertemuan pertama mereka dan kini ia sangat menyayanginya. Bayu menghela napas panjang, lalu mengayuh sepedanya.


Sesampai didepan rumah, Bayu mencekal tangan Fytha. Tatapan matanya memohon agar Fytha mau mendengarkan penjelasannya. Namun Fytha menggelengkan kepalanya, "Gue butuh waktu sendiri saat ini."


"Please Bee," mohon Bayu.


"Tolong ngertiin, gue butuh waktu sendiri. Jangan ganggu gue lagi." ucap Fytha dengan nada bergetar.

__ADS_1


"Nggak Bee, Abang akan selalu ada dimana pun Bee berada. Jangan sekalipun menyuruh Abang untuk menjauh, karena itu tak akan pernah Abang lakukan." Bayu menatap tajam ke arah Fytha sebentar, lalu masuk ke dalam rumah untuk berpamitan Abah sebelum pulang.


"Sorry !" gumam Fytha lirih sambil menatap ke arah punggung Bayu yang sudah hilang dibalik pintu.


__ADS_2