LELAKI_KU

LELAKI_KU
Mencari gara-gara saja.


__ADS_3

Hatiku dongkol seketika melihat para sahabatku malah menertawakan ku, tidakkah mereka tahu sesebal apa diriku ini. Namun jika di ingat kembali hal semalam membuat darah emosiku meronta serasa ingin menerkam orang saja.


"Oh tuhan, tabahkanlah hati hambamu ini dalam menghadapi para sahabat lucknut yang kehilangan arah karena geser otak. Amin..." Do'aku lebay dan dramatis.


Tentu saja mendengar ucapanku bukannya berhenti tertawa malah semakin pecah tawa mereka. Uh, menyebalkan sekali.


"Ck! Keki gue lama-lama sama kalian. Dah, gue mau ke toilet dulu lah sebelum bel bunyi bentar lagi." Ucapku beranjak pergi keluar kelas mengabaikan para sahabatku yang masih asyik tertawa terbahak-bahak.


Lorong kelas nampak sepi mengingat baru saja bel masuk kelas berbunyi, aku buru-buru berlari menuju toilet karena sudah tak tahan ingin buang air kecil. Langkahku yang beringas membuatku tak memperhatikan sekitar, hingga aku menabrak seseorang di persimpangan lorong.


Bruk!


"Aduh, tiang tembok mana nih jalan di persimpangan lorong. Nggak punya mata ya !" Omel ku sambil berdiri tanpa melihat siapa yang ku tabrak. Sementara seseorang yang ada didepan ku hanya diam saja, sambil menyusupkan tangan di kantong celananya.


Karena tak mendengar jawaban apapun, lantas aku mendongakkan kepala bersiap menyembur orang tersebut. Tapi...


Satu...


Dua...


Tiga...


Mataku membulat melihat siapa yang ada di depanku kini. "Elo!" Seruku tak percaya.


"Ck ck ck, galak juga loe. Selain itu salah loe sendiri yang nggak punya mata main tabrak orang aja." Ucapnya sinis.


"Terserah gue lah, ngapain loe disini muka aspal?" Ketusku tak terima karena di bilang galak begitu. Yups, orang itu adalah Bayu.


"Nggak lihat gue pake seragam, menurut loe?" Ucap Bayu tak kalah ketusnya. Aku hanya memutar bola mataku malas, membuat dongkol saja menghadapi orang modelan begini. Dan apa ini sifat aslinya, cerewet alias banyak omong. Terus kenapa waktu di rumah kemarin sikapnya dingin sekali bahkan menjawab omongan saja hanya satu kata saja. Wah, jangan-jangan nih orang punya kepribadian ganda lagi. Aku bergidik ngeri membayangkannya, oh my aku dalam bahaya sepertinya.


"Ngapain diem aja?" Sentak Bayu lantaran aku tak kunjung menjawab malah asyik melamun.


"Ck! Apaan sih loe. Lagian orang buta juga tahu kalo loe lagi pakai seragam. Yang jadi pertanyaan gue, ngapain loe nangkring di halaman anak SMP? jangan bilang kalo loe nyasar?" Ledekku dengan muka menyebalkan yang pasti membuat orang kesal setengah mati.

__ADS_1


Ctak!!


Aku melototkan mataku lantaran keningku disentil oleh si muka aspal, berani sekali dia. Fix! Ngajak jambak-jambakan ini orang.


"Heh, berani loe nyentil jidat gue. Cip*k juga nih ntar," ucapku tanpa sadar karena terlalu kesal menghadapi makhluk sekelas sailor moon dihadapan ku ini.


"Dasar cewek mesum!," Sinis Bayu lalu meninggalkan ku yang mendelik tajam menatapnya.


"Hei muka aspal, loe belom jawab pertanyaan gue!" Teriakku kencang namun si*l, ia mengabaikan teriakanku begitu saja.


'Dodol! Padahal gue cuma mau bilang kalo halaman anak SMA kan pindah ke belakang bukan disamping lagi. Bodo lah kalo loe nyasar apalagi kebingungan." Gumamku acuh lalu meneruskan jalanku menuju toilet.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Genk ku tengah berkumpul di meja pojok seperti biasa saat di jam istirahat, aku dan yang lainnya mengobrol tak jelas arah. Ada saja pembahasan random yang di bicarakan, hingga kami menjadi pusat perhatian karena tertawa terbahak-bahak.


"Gila! Masak sayur asem dikasih kunyit. Kan warnanya jadi kuning, mirip yang lagi renang di kali." Ucap Amrul kocak semakin mengundang tawa diantara kami.


"Kelihatan yang masak dodol !" Kata Linda.


"Koplak!" Tambah Vian.


"Yang masak lagi pms." Sahut Bagus.


"Bukan, yang masak sambil bobok itu." Sela Shova.


"Nglindur." Tambahku menambah kericuhan tawa dari Genk ku.


Ketika sedang asyik bercanda, tiba-tiba saja si muka aspal duduk disebelahku. Dengan santainya mengambil minumanku lalu menghabiskannya dalam satu tegukan.


"Es marimas gue!" Lirihku saat melihat gelas kosong di depanku.


"Eh, kok loe minum sembarang sih." Amuk Toni tak terima.

__ADS_1


"Tahu tuh, loe anak baru itu kan? Biar kata elo kakak kelas kita, tapi elo juga harus bisa hargai kita sebagai adek kelas loe lah." Imbuh Amrul tegas.


"Ini si muka aspal itu?" Bisik Vian pada bagus yang dijawab anggukan kepala saja olehnya.


Melihat pembelaan dari sahabatku, membuat hatiku terharu. Oh lope lope my plend kuhh 😘


Ku lirik ke arah Bayu, ia hanya diam saja tanpa rasa bersalah. Malah acuh saja, sontak hal itu membuatku berang seketika.


Lantas saja ku cubit keras lengannya hingga ia mengadu kesakitan lantaran cubitanku. "Aduh duh duh, sakit peak!" Kesalnya.


"Salah loe sendiri ! nggak mau tahu gue, pokoknya loe harus ganti minuman gue." Sengit ku menahan amarah.


"Ck! Pelit banget sih loe Tha, kan sisa dikit tadi." Kilahnya enteng.


"Bodo, ganti nggak? Kalo enggak gue cubit lagi nih." Ancamku.


"Iya gue ganti, bar-bar banget jadi cewek." Gerutunya.


Sementara aku hanya menatap horor ke arah Bayu, sungguh luar binasa tingkahnya. Membuat orang serangan darah tinggi mendadak saja.


Melihat Bayu yang pergi membeli minuman sontak para sahabatku menatap ke arahku seolah meminta penjelasan.


"Apa? Gue juga nggak paham sama itu orang. Dah, ke kelas yuk bentar lagi bel masuk." Ajak ku, sebenarnya itu hanya alasanku saja. Aku terlalu malas berdebat dengan Bayu, membuat hati bertambah dongkol saja.


Bayu yang sudah kembali menuju meja tempatku duduk tadi sontak mengumpat kesal saat melihat meja itu telah kosong tak ada orangnya. Dengan kesal ia meminum segelas es ditangannya lalu beranjak menuju kelasnya.


Awalnya Bayu ingin pergi ke perpustakaan untuk melihat-lihat isinya, namun dipertengahan jalan ia melihatku bercanda tawa bersama para sahabatku membuatnya ingin mengerjaiku agar diriku kesal. Namun justru sebaliknya, ia sendiri yang ku buat kesal lantaran ku tinggalkan bersama para sahabatku.


"Tha! Loe beneran nggak ada apa-apa sama itu anak?" Tanya Shova menginterogasi ku saat sampai di kelas, tak lupa yang lain ikut nimbrung melingkari meja ku.


"Iya, orang baru kenal juga. Kan baru tadi gue cerita ke kalian itu orang." Ucapku sebal.


"Habis kalian berantem muluk, mana kayak udah akrab banget gitu." Celetuk Gandhis lalu dibenarkan yang lainnya.

__ADS_1


"Gimana ya, gue itu sebel banget loh kalo lihat muka dia. Bawaan sensi muluk, lagian salah dia sendiri seenaknya main minum punya gue. Kan gue berasa di tindas, gue nggak terima lah." Aku memanyunkan bibirku kesal menatap para sahabatku itu.


'Kenapa mereka jadi ikut menyebalkan', gerutuku dalam hati.


__ADS_2