
Fytha n the genks nampak berjalan ke arah parkiran untuk mengambil sepeda masing-masing. Usai pulang sekolah, mereka berencana membahas dialog drama yang akan mereka perankan minggu depan ke rumah Vian.
"Guys, kalian pada bawa skrip nya kan?" Tanya Fytha yang sudah naik ke atas sepedanya.
"Aman, ada di tas Tha." Jawab Toni mewakili yang lainnya.
"Oke deh, ke rumah Vian kan?" Tanya Fytha sekali lagi, langsung di jawab acungan jempol semuanya.
"Wokeh, let's go!!" Ucap Shova bersemangat.
Baru saja sampai di depan gerbang sekolah, terdengar pekikan suara dari arah belakang memanggil Fytha. Sontak Fytha menghentikan sepedanya begitupun para sahabatnya. Ia melihat kebelakang dengan kening mengerut, nampak si muka aspal tengah berlari menuju ke arahnya.
"Ada apa?" Tanya Fytha jutek ketika Bayu sampai di depannya dengan sedikit ngos-ngosan.
"Bentar Tha, gue napas bentar." Jawab Bayu sambil mengatur napasnya. Di rasa jauh lebih baik, Bayu menegakkan tubuhnya lalu menghadap ke arah Fytha dengan senyum manisnya.
"Gue nebeng Tha !" Ucapnya enteng.
"Hah? Gimana? Gimana?" Cengo Fytha.
"Gue nebeng pulangnya, Fytha." Gemas Bayu pada gadis didepannya ini, untung sayang.
"Lah kok nebeng sih, gue kagak langsung balik pulang. Mau latihan dulu buat drama." Tolak Fytha.
"Iya udah gue ikut nggak papa deh."
"Enggak!" Sentak Fytha lalu menarik tangan Bayu, "Ayo loe yang bonceng, gue duduk manis dibelakang." ucap Fytha sambil nyengir.
"Ckckck, katanya kagak boleh ini malah ayo. Gimana sih," heran Bayu, lalu menyuruh Fytha turun untuk duduk di boncengan. "Ya udah turun, tukar posisi. Gue yang bonceng." Ucap Bayu.
"Wokeh sip, lumayan hemat tenaga gue."
"Ntar gue ngungsi makan di rumah Abah, Tha." Bayu meraih stang sepeda lalu menggeser tubuh Fytha agar duduk di boncengan. Sementara ia akan mengayuh sepeda itu santai.
"Enak aja loe, makan batu mau?" ketus Fytha.
"Anggap aja bayaran buat gue udah boncengin elo kenapa sih Tha?" sebal Bayu.
"Gue kagak nyuruh loh, kan loe yang maksa ngintil tadi." sewot Fytha.
"Ya udah gue ngalah, demi loe nih Tha." ucap Bayu kemudian mulai mengayuh sepeda Fytha.
Berbeda dengan Fytha, semua para sahabatnya hanya diam melongo melihat tingkah keduanya lalu saling pandang satu sama lainnya.
"Kayaknya kita ketinggalan berita guys," ringis Linda.
"Kagak bener nih, kita biang gosip masak ketinggalan gosip sih" ucap Amrul kesal.
__ADS_1
"Loe aja kali, kita bukan." sahut lainnya serempak tak terima dibilang biang gosip oleh Amrul.
Sontak Amrul nyengir seketika sambil mengangkat jari telunjuk serta tengahnya tanda damai.
Sementara Bayu jangan ditanya, senyum tak luput dari bibirnya. Hatinya berbunga-bunga, karena bisa satu sepeda bersama pujaan hatinya. Mimpi apa ia semalam,
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ini rumah siapa Tha?" Tanya Bayu saat akan memarkirkan sepeda Fytha di halaman bersama yang lainnya.
"Vian." Jawab Fytha singkat sambil cemberut. Membuat Bayu semakin gemas saja melihat sikap lucu yang ditunjukkan oleh Fytha.
"Senyum dikit dong, Tha!!" Goda Bayu dengan kerlingan satu matanya berniat menggoda Fytha.
"Dih! Matanya gatel ya?" Sewot Fytha Lalu menuju ke arah lainnya yang sudah berkumpul.
"Ah, I love you Fytha." Pekik Bayu membuat sang empu melototkan matanya tajam. Namun Bayu hanya terkekeh saja, karena berhasil membuat Fytha kesal.
'Stress!' gumam Fytha dengan muka bersemu merah mendengar pekikan Bayu.
Para sahabat Fytha yang ikut mendengar sontak bersorak dan menggoda Fytha. "Cie cie...." Goda mereka bersamaan semakin membuat Fytha tersipu malu.
"Apaan sih kalian,"
Hampir satu jam Fytha dan yang lainnya menyelesaikan perbaikan skrip dan meninggalkan Bayu yang kini asyik sendiri menggambar di buku art nya. Entah apa yang tengah di gambar oleh Bayu.
"Cie yang kasian, bakal ada PJ nih bentar lagi." Goda Shova.
"Ho'oh, cie yang lagi kasmaran." Imbuh Gandhis.
"Gue setuju kok, Tha. Asal satu Minggu dapat jajan gratis ya." Sahut Amrul.
"Setuju," pekik Toni, Vian, Bagus dan Linda bersamaan.
"Apaan sih kalian," pipi Fytha kembali bersemu merah mendengar godaan para sahabatnya.
"Cie malu-malu segala, biasanya juga malu-maluin loe Tha." Ceplos Amrul membuat yang lainnya tergelak.
"Mata loe malu-maluin, dah gue balik ya guys. Kita ketemu lusa, di hari senin menyebalkan." Ucap Fytha lalu memberikan flying kiss kepada para sahabatnya.
Dengan berlari kecil, Fytha menghampiri Bayu untuk mengajaknya pulang. Namun melihat Bayu yang tengah fokus menggambar membuat Fytha penasaran dengan apa yang digambar oleh Bayu.
Kaki Fytha perlahan mengendap-endap mendekati Bayu, baru saja beberapa langkah Bayu menoleh ke arahnya tak lupa juga senyum manisnya.
"Ngapain jalan begitu Tha? Ambeien ya?" Tanya Bayu seraya meledek.
"Dih, loe itu yang ambeien. Gue kan lihat loe lagi fokus gambar, jadi ya... Gue jalan pelan ke arah loe biar nggak sampai ganggu konsentrasi loe." Cicit Fytha sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
Melihat tingkah Fytha yang menggemaskan membuatnya tersenyum, kemudian Bayu membereskan alat gambarnya dan memasukkannya ke dalam tas. Bayu beranjak berdiri dan menghampiri Fytha. Digandengnya Fytha menuju sepeda yang terparkir.
"Udah pulang kan?" Tanya Bayu untuk memastikan.
Fytha mengangguk-anggukkan kepalanya lucu menjawab Bayu. Lalu Bayu mengacak rambut Fytha seketika.
"Ayo naik," tanpa kata Fytha langsung duduk di boncengan sepedanya. Setelah memastikan Fytha duduk dengan nyaman, baru Bayu mengayuh sepedanya pelan.
"Tha," panggil Bayu.
"Apa?" Jawab Fytha.
"Hari ini malam minggu."
"Lalu?" Cuek Fytha.
"Jalan yuk, Tha!" Ajak Bayu.
"Kemana?"
"Alun-alun gimana."
"Boleh,"
"Yes!" Pekik Bayu senang karena ajakannya disetujui oleh Fytha begitu saja.
"Emm, tadi loe gambar apa?" Tanya Fytha kemudian.
"Rahasia, ntar kalo udah waktunya gue bakal kasih tahu." Jawab Bayu sok misterius.
"Nggak asyik ah," Rajuk Fytha.
"Nggak usah ngambek, btw ntar gue jemput jam lima sore ya Tha."
"Okey."
"Gue boleh mampir bentar kan Tha?"
"Ngapain?" Fytha mengerutkan keningnya.
"Salim sama calon mertua." kata Bayu sambil tertawa, sontak saja Fytha mencubit pinggang Bayu. Hingga sang empu meringis kesakitan. "Sakit loh cubitan mu, Tha." ucap Bayu sedikit manja.
"Apaan sih, lebay deh." sewot Fytha guna menutupi rasa gugupnya. Entah mengapa jantungnya berdegup kencang mendengar suara manja Bayu barusan.
'Hati gue kenapa sih, kejer gini.' batin Fytha.
Bayu tak lagi menggoda Fytha, ia mulai fokus mengayuh sepeda agar cepat sampai di rumah Fytha.
__ADS_1
(Cie....yang mau malam mingguan ntar 😂)