
Setelah melakukan pemeriksaan, Diki memberitahu hasil pemeriksaanya.
“Untuk Hipertensi yang bapak katakan, masih di angka yang normal…karena faktor usia, saya sarangkan untuk cek darah lebih lanjut ke rumah sakit…”ucap Diki
“Untuk menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan dikemudian hari…” ucap Diki lanjutnya
“Terima kasih Dok…” ucap Wiliam
“Saya dengar klinik ini menerima donasi ya…”lanjutnya.
“Betul pak….bapak tau dari mana…”ucap Diki.
“Saya mendengar gosip saja….Klinik ini sangat terkenal di masyarakat…” ucap Wiliam.
“Memang betul pak klinik ini menerima donasi maupun bantuan dari masyarakat…” ucap Diki
“Saya mendirikan klinik ini untuk masyarakat yang kurang mampu, yang tidak mempunyai biaya berobat kerumah sakit. Paling tidak apa yang saya lakukan ini bisa mengurangi beban mereka…” lanjutnya
“Di klinik ini juga ada ruang untuk rawat inap. Sedangkan untuk kondisi penyakit yang tidak mampu di rawat disini, saya rujuk ke rumah sakit besar…”lanjutnya
“Ini saya resepkan obat untuk diminum 3 kali sehari…” ucap Diki menulis resep
“Sudah berapa lama klinik ini berdiri…” ucap Wiliam sambil menunggu Diki menulis .
“Sudah 7 tahun pak…”ucap Diki.
“Untuk masyarakat yang ingin donasi caranya gimana….” Ucap Wiliam
“Cukup transfer ke rekening klinik pak…” ucap Diki.
“Boleh tau nomor rekening klinik ini…saya juga ingin berdonasi..." ucap Wiliam
“Boleh pak…” ucap Diki senang dan langsung menulis nomor rekening di selembar kertas.
“Ini pak…” sambil menyerahkan nomor rekening dan resep ke Wiliam.
“Terimakasih…” ucap Wiliam
“Saya yang harus berterima kasih pak, mudah-mudahan apa yang bapak lakukan dapat berguna untuk masyarakat…” ucap Diki.
“Aminn….” Ucap Wiliam dan berdiri pamit.
Banyak hal yang dipikirkan Wiliam setelah meninggalkan klinik. Ingin sekali dia mengenal Diki lebih jauh.
Diki memang cocok untuk kriteria calon menantu yang di dambakan. Namun kedekatan nya dengan Herman masih menyisakan tanda tanya di benaknya.
Dia langsung menghubungi Fadil untuk mencari informasi.
“Fadil..kau cari apa hubungan dokter Diki dengan Herman…”
“Maksud tuan, Herman ketua kelompok genk itu…?” ucap Fadil.
“Iya…” ucap Wiliam singkat.
“Baik tuan..” ucap Fadil langsung menutup tlp.
__ADS_1
“Mudah-mudahan tidak seperti yang saya pikirkan…” batin Wiliam.
**********
Hari yang ditunggu-tunggu tiba. Cindy sangat antusias menyambut hari ini.
Dia sangat bahagia mengetahui Diki mau diajaknya ke pesta. Setelah Sholat dan berdandan cantik, lalu turun kebawah untuk pamit kepada orang tuanya.
“Wahhh…cantik sekali nak….mau kemana…?” ucap Serly.
“mau kepesta ulang tahun Mely..Maa…” ucap Cindy.
“Sama Lily…Cuma nanti ketemuan di tempat pesta…” lanjutnya berbohong takut ketahuan dia mau pergi dengan Diki..
“Kamu diantar mang ujang…?” ucap Wiliam
“Tidak paa, saya bawa mobil sendiri. Papa dan Mama tidak usah khawatir…kalo ada apa-apa saya akan tlp…” lanjutnya
“ya sudah..jangan terlalu malam pulangnya…” ucap Wiliam.
“ Baik Paa…Assalamualaikum…” ucap Cindy langsung keluar rumah
“Wa..Waalaikum Salam…” Wiliam dan Serly serentak.
Di dalam mobil. Cindy menghubungi Diki bahwa dia sudah dijalan menuju klinik.
Setelah tiba di klinik, Diki terpesona melihat penampilan Cindy. Cindy terlihat sangat manis dan cantik dengan gaun yang dipakainya.
Diki pun sangan tampan dalam balutan baju kemeja lengan panjang warna biru langit yang digulung sampai lengan, dipadu dengan celana warna cream serta sepatu kets warna hitam.
Diki takut mempermalukan Cindy di pesta nanti. Sambil melirik pakainnya, Diki pun bertanya ke Cindy.
“Apa saya cocok menemanimu kepesta itu…?” ucap Diki.
“Tidak Apa-apa bang…apapun yang abang pakai, kau tetap gagah dan tampan di mataku..” ucap Cindy yang tau arah pembicaraan Diki.
Diki yang tersipu langsung meminta kunci mobil ke Cindy dan langsung berangkat ke pesta Mely.
Setelah sampai di hotel tempat pesta ulang tahun Mely diadakan. Cindy langsung memegang lengan Diki.
Walaupun kaget dengan apa yang dilakukan Cindy. Diki tetap diam sambil berjalan masuk ke hotel.
Sontak semua tamu yang hadir kaget dengan kehadiran Cindy dengan seorang pria gagah dan tampan.
Mereka yang hadir penasaran dengan pria itu. Karena baru kali ini mereka melihat Cindy mengandeng seorang pria semenjak pisah dengan Jimmy pacarnya yang dulu.
Hal yang sama juga terjadi sama Lily yang sudah hadir duluan bersama pacarnya.
“Lho bukannya itu Dokter Diki…” ucap Ifan pacar Lily yang juga berprofesi sebagai dokter.
“Kamu mengenalnya…? Ucap Lily.
“Secara langsung tidak. Satu bulan setelah saya masuk, dia pun mengundurkan diri dari rumah sakit tempatku bekerja…”ucap Ifan
“Dia Dokter termuda yang menyandang gelar Dokter bedah karena kepintarannya…” lanjutnya.
__ADS_1
“Tapi kenapa dia mengundurkan diri…?” ucap Lily.
“Hal itu saya tidak tau..tapi dengar-dengar dia sangat terkenal dikalangan masyarakat…? Ucap Ifan
“Terkenal gimana maksudmu…?” ucap Lily
“Setelah dia mengundurkan diri dari rumah sakit kira-kira 7 tahun lalu dia membuka klinik untuk masyaraka tidak mampu…”ucap Ifan
“Dia merawat dan mengobati mereka tampa meminta imbalan sepeser pun. Karena itu dia terkenal bahkan dikalangan Dokter sekalipun…”lanjutnya
“pantasan Cindy berubah….ternyata dia mengenal lelaki yang unik…” batin Lily.
Lily dan Ifan pun langsung mendekati Diki dan Cindy. Mereka saling memperkenalkan diri, lalu bersama menuju Mely untuk mengucapkan selamat.
Tiba-tiba Jimmy hadir dipesta. Dengan gaya yang angkuh dia berjalan ditengah ruangan
Dia hadir dipesta atas undangan Mely, karena Jimmy, Cindy, Lily dan Ifan sudah saling mengenal sejak lama.
Setelah memberi ucapan selamat ke Mely, dia pun mendekati Cindy. Sudah lama dia ingin kembali bersama Cindy.
Segala upaya dia lakukan untuk kembali, namun Cindy selalu menolak. Malam ini dia melihat Cindy bersama seorang pria, membuat emosinya tersulut.
Dengan gaya yang angkuh, dia mendekati Cindy. Sambil melirik penampilan Diki dari atas kebawah, timbul keinginan untuk mempermalukan Diki.
Tampa memperdulikan Diki yang berdiri disamping Cindy. Jimmy langsung memeluk dan mencium pipi Cindy.
Cindy yang mendapat perlakuan itu langsung mendorong Jimmy.
“Apa yang kau lakukan…?” ucap Cindy dengan wajah merah padam karena marah.
Diki yang melihat Cindy emosi langsung memegang lengannya.
“kenapa sayang…ini hal yang biasa kita lakukan dulu…” ucap Jimmy tersenyum sambil melipat kedua tangannya di dada.
Lily yang melihat itu pun tersulut marah
“Jaga kelakuanmu Jimmy…” ucap Lily.
“Mengapa saya harus melakukan itu…dia kan pacarku…” ucap Jimmy sambil menatap Lily.
Lily ingin sekali menampar Jimmy, namun langsung dicegah oleh Ifan.
“Apa kau tidak ingin memperkenalkan pria disampingmu ini…” ucap Jimmy dengan wajah meremehkan.
“Kenalkan….nama saya Diki..” ucap Diki sambil menyodorkan tangannya.
Jimmy mengacuh kan jabat tangan Diki.
“Melihat penampilanmu, sepertinya kau salah masuk pesta…” ucap Jimmy meremahkan.
********************
Jangan lupa Like, Coment dan Vote ya Readers
Thorr tunggu jejak kalian......
__ADS_1