Lelaki Pilihanku

Lelaki Pilihanku
Chapter 2


__ADS_3

Tiba-tiba tampa diperintah, anggota Joe langsung menghajar ke tiga orang itu. Diki hanya bisa melongo dan meringis sendiri melihat perlakuan yang diterima ketiga orang itu.


Diki menghampiri Joe lalu berkata “Joe cukup….apa kau mau membunuh mereka” ucap Diki


“Pukulan seperti itu tidak akan membunuh mereka kok, jangan khawatir” Ucap Joe


“Tapi lihat keadaan mereka..muka mereka sudah hancur begitu” ucap Diki yang merasa khawatir


“kan ada kamu, kamu bisa mereparasi ulang wajah mereka” ucap joe sambil tersenyum lebar kearah Diki


Diki hanya bisa geleng-geleng kepala akibat perlakuan joe kepada ketiga orang yang sudah tergelatak di jalan tampa bisa bergerak lagi. Diki sudah bisa memperkirakan luka itu akan membutuhkan proses yang lama untuk sembuh


*****************


Tidak lama kemudian tampak sebuah mobil mewah singgah. Dengan cepat mang ujang membukakan pintu mobil samping untuk majikannya. Cindy berjalan naik kemobil sambil melirik dibalik kacamata hitam yang menepel diwajahnya kearah Diki. Rasa penasaran masih tidak bisa hilang dari pikirannya. Apa lagi dengan keadaan yang barusan dia lihat tambah menambah rasa penasaran dihatinya. Cindy masih menatapnya dari balik kaca mobil dan berlalu dari tempat itu.


Mang Ujang berjalan kearah Diki sambil bertanya apakah sudah siap untuk berangkat. Mang Ujang ingin cepat berlalu dari tempat itu. Mang Ujang terlihat ketakutan dengan Joe dan anggotanya


Diki yang mengetahui keadaan itu mengangguk sambil menyuruh mang Ujang untuk naik kemobil truk derek. Sambil menoleh ke Joe dan memegang pundaknya, Diki mengucapkan “terimakasih”.


Diki membuka pintu mobil namun tiba-tiba melirik kembali ke Joe sambil berkata.


“Joe…jangan lupa jadwal bibi” ucap Diki sedikit berteriak


“iya..” Ucap Joe sambil melambaikan tangannya dan berlalu dari tempat itu setelah Diki pergi dengan mobil truk dereknya.


*******************


Didalam mobil mang ujang masih kepikiran dengan peristiwa tadi. Ingin rasanya bertanya kepada Diki, namun takut untuk bertanya. Diki menyadari hal itu namun tetap diam sambil tetap konsentrasi menyetir. Keduanya tetap diam hingga tiba di bengkel dan disambut oleh Dadang salah satu karyawan di bengkel.


“Dang…bosmu sudah kembali belum ?” ucap Diki sambil menurungkan mobil dari truk derek.


“Belum bang” ucap Dadang singkat dan heran melihat wajah Diki yang merah habis dipukul lalu pergi mempersiapkan sparepart yang akan digunakan.

__ADS_1


Diki hanya tersenyum sambil geleng-geleng kapala akibat kelakuan bos bengkel yang dipikirnya aneh bi ajaib. Terpaksa Diki membantu Dadang memperbaiki mobil itu, karena saat ini hanya Dadang yang ada dibengkel, sedangkan yang lain sedang keluar.


Beberapa saat kemudian……


Sebuah mobil mewah berhenti di depan bengkel. Lalu terlihat seorang gadis turun dari mobil mewah itu dan melangkah masuk ke bengkel. Mang Ujang yang kaget melihat siapa yang datang bangkit dan langsung berlari kehadapan gadis itu.


“lho kok nona Cindy ada disini” Ucap mang Ujang yang terlihat heran dengan kehadiran Cindy di bengkel.


“Ada barkas penting yang ketinggalan dimobil mang” ucap Cindy  sambil berlalu untuk membuka pintu samping  mobil dan mengambil beberapa map yang tersimpan dibelakang kursi supir.


“apa mobil sudah diperbaiki ?” ucap Cindy basa basi


“Masih dalam proses perbaikan non” ucap mang Ujang yang mode heran lalu lanjut bertanya.


“dari mana non Cindy tau alamat bengkel ini ?” ucap man ujang


“Saya melacak posisi GPS di HP mang ujang: ucap Cindy


Mang ujang kemudian teringat akan aturan semua yang bekerja di rumah keluarga Atmaja. Salah satunya adalah untuk mengaktifkan GPS untuk mengetahui posisi seseorang agar mudah di lacak. Apa lagi mang Ujang bekerja sebagai sopir Cindy Wiliam Atmaja, gadis manis nan cantik anak semata wayang dan pewaris tunggal keluarga


Atmaja.  Anak dari Wiliam Atmaja dan nyonya Serly Atmaja salah satu orang terpandang dinegara ini. pemilik dari


perusahaan besar W&A Corporation.


Semua orang mengenal siapa keluarga Atmaja baik didalam maupun diluar negri, karena Perusahaannya sudah memiliki banyak anak cabang yang tersebar diseluruh dunia. Banyak orang berlomba-lomba untuk mendekati keluarga Atmaja karena mengetahui hal itu, dan juga sudah banyak yang mencoba mendekati atau melamar Cindy untuk menjadikannya sebagai pacar maupun istri. Karena mereka mengetahui apa yang akan diperoleh jika bisa mendapatkan Cindy sebagai pendamping hidup.


Karena itu keselamatan keluarga Atmaja adalah hal yang utama, dan para pekerja yang bekerja sebagai pembantu maupun Supir dan Pengawal di keluarga Atmaja sudah tau akan hal itu karena sebelum bekerja mereka harus menyetujui banyak persaratan yang diberikan kepada mereka. Salah satunya adalah dalam hal pelacakan.


Diki yang awalnya terkejut wanita itu datang ke bengkel hanya tersenyum setelah tau maksud kedatangannya setelah mendengar sekilas percakapannya dengan mang Ujang.


Diki lalu menghapiri Cindy dan mencoba bertanya. “Apa nona mau menunggu mobilnya hingga selesai diperbaiki ?” ucap Diki


“Ahh…Tidak, saya cuma mampir mengambil beberapa berkas penting ini” Ucap Cindy

__ADS_1


“Ohh” Ucap Diki sambil menganggukan kepala


“Apa kira2 perbaikannya masih lama ?” ucap Cindy


“Sebentar lagi selesai” ucap Diki


Cindy terpana dengan sosok Diki yang berdiri didepannya. Dengan baju hitam serta lengan baju kerja bengkel yang di ikat di panggang membuatnya terlihat sangat tampan dan sangat macho. Cindy menatapnya tampa berkedip. Baru kali ini ada pria yang membuatnya terkesan.


Tidak dipungkiri banyak pria tampan dan kaya yang berusaha mendekati, tapi tidak satu pun yang berlabuh hatinya. Namun pria dihadapannya ini hanya seorang montir yang boleh dikata sangat jauh beda dengan pekerjaan para lelaki yang mendekatinya selama ini yang merupakan CEO perusahaan , ibarat bagai langit dan bumi bisa membuatnya begitu gugup


Tiba-tiba lamunannya buyar oleh teriakan seorang wanita paruh baya yang berlari masuk kebengkel dan menghampiri mereka. Dengan suara nafas yang tidak beraturan serta air mata yang mengalir di matanya, wanita itu langsung memegang tangan Diki dan menariknya kedepan dada sambil bersikap memohon.


“Nak Diki…tolong  suami saya” ucap wanita itu


“Kenapa dengan Paman Bi ?” ucap Diki kaget


“Suami saya tiba-tiba pingsan nak” ucap wanita itu


“Baik tunggu sebentar, saya ambil tas dan alatku dulu” ucap Diki


Diki berlari masuk keruangan mengganti baju dan mengambil tas kemudian berjalan keluar tergesa-gesa bersama dengan wanita tadi. Diki berhenti sejenak dan mengarahkan pandangan ke Cindy dan berkata


“Maaf saya tinggal sebentar dan untuk perbaikan mobilnya nanti akan diselesaikan sama Dadang” ucap Diki sambil menundukkan kepalanya sedikit


Sindy yang masih gugup dan kaget tampa sadar melambaikan tangan sambil menatap kepergian Diki bersama wanita tadi.


“Ya tuhan sebenarnya ada apa dengan diriku ini” ucap Cindy dalam benaknya sambil menatap kedua tangannya.


*******************


Jangan Lupa Like, Coment dan Vote ya Readers


Thorr tunggu Jejak Kalian....

__ADS_1


__ADS_2