
Hari pun cepat berlalu. Tidak terasa sudah satu minggu Cindy tak bertemu dengan Diki. Ingin sekali dia bertemu dengan Diki, namun dia tidak punya alasan yang tepat untuk bertemu.
Tiap hari kerjanya hanya melamun memikirkan Diki. Dia tidak tau sejak kapan rasa penasaran ini berubah menjadi sayang dan cinta ke Diki. Perubahan ini tidak luput dari perhatian kedua orang tuanya. Membuat orang tuanya menjadi was-was dan takut akan perubahan putrinya.
Sore hari Cindy lagi duduk di teman belakang rumahnya. Menikmati senja sambil memikirkan Diki. Wajahnya langsung cerah setelah melihat nama yang tertera di Hp yang tiba-tiba berbunyi.
“Assalamualaikum...” ucap Diki.
“Wa..Waalaikumsalam” ucap Cindy gugup.
“Cin…apa kamu ada acara malam ini..” ucap Diki
“Tidak ada…kenapa…” ucap Cindy heran
“Saya mengundangmu kerumah…teman-teman lagi bikin acara malam ini”
“Ok…nanti malam saya datang…” ucap Sindy langsung menjawab
“syukurlah klo begitu....Sampai ketemu nanti malam….Assalamualaiku..”ucap Diki.
“Waalaikumsalam” ucap Cindy sambil menutup panggilan.
Cindy dengan wajah ceria langsung lari masuk kekamarnya untuk siap-siap. Selesai mandi dia memakai baju kaos serta celana jeans kesukaannya. Dengan riasan tipis diwajah, menambah kecantikannya terlihat natural.
Setelah memakai sepatu kets andalan. Dia pun meminta izin ke orang tuanya kesebuah acara.
Wiliam dan Serly bingun dengan tampilan putrinya. Tidak biasanya Cindy keluar rumah dengan tampilan seadanya apalagi kesebuah acara.
Dengan memakai mobilnya sendiri tampa di supiri mang Ujang, dia pun berangkat. Tuan Wiliam pun langsung mengubungi Fadil.
“Fadil…Cindy keluar rumah sendiri tampa pengawalan...ikuti dan awasi dia” ucap Wiliam.
“Saya ingin tau dia kemana…awasi dari jauh…” lanjutnya.
“Baik Tuan…” ucap Fadil.
Fadil pun langsung mengecek keberadaan Cindy lewat GPS di Hp dan langsung berangkat
untuk mengawasi.
**********
Setelah sampai dirumah Diki, Cindy disambut oleh semua karyawan bengkel dan minimarket yang sedang mengadakan acara. Acara diadakan ditaman samping rumah Diki. Tampak rasa kekeluargaan menyelimuti semua orang yang hadir.
Tidak ada perbedaan diantara mereka, canda dan tawa mengiringi acara malam ini. Membuat Cindy merasa seperti keluarga sendiri.
“Bang Diki…nyanyi dong…”ucap salah satu yang hadir.
“Ayo dong bang…” yang lain menimpali.
Semuanya pun kompak bersorak ria. Sebab meraka tau suara Diki sangat merdu. Karena tidak ingin mengecewakan, Diki pun mengambil gitar dan menyanyikan sebuah lagu.
Cindy menikmati sambil menatap lekat kearah Diki yang sedang menyanyi. Rasa cinta semakin tumbuh besar di hatinya. Kerinduan yang dia rasakan beberapa hari ini, sirna dalam semalam.
Moment yang indah yang tak ingin tidak akan dia lupakan seumur hidupnya. Malam ini, Cindy merasa sangat bahagia sekali.
Fadil yang mengukuti Cindy langsung menghubungi tuan Wiliam untuk melapor.
“Tuan…nona sedang ada di klinik”ucap Fadil
“kamu awasi terus…”
“Baik tuan...”
Nyonya Serly yang ada disamping suaminya langsung bertanya.
“Gimana paa...” Singkat.
__ADS_1
“Dia ada di klinik...”
“Katanya tadi keacara...kok sekarang ke klinik.....Sebenarnya apa yang dia lakukan di klinik itu Paa…?”
“Sabar Maa…sudah kusuruh Fadil untuk mengawasi…” ucap Wiliam sambil merebahkan dirinya di sofa
rasa penasaran membuat tuan Wiliam ingin melihat sendiri lelaki yang telah membuat putrinya berubah.
**********
Selesai acara. Cindy pamit pulang. Diki mengantarnya sampai depan klinik.
“Terimakasih untuk malam ini, saya senang sekali…” ucap Cindy.
“Saya yang harus berterimakasih atas kedatanganmu…” ucap Diki.
Setelah berjabat tangan, Cindy naik kemobilnya dan langsung pulang.
Fadil yang melihat Cindy meninggalkan klinik, langsung mengikutinya sampai kerumah.
Nyonya Serly yang sedang cemas, langsung bangkit menyambut setelah tau putrinya sudah pulang.
“Gimana acaranya nak…meriah...?” ucap Wiliam melihat wajah anaknya yang bahagia.
“Cuma acara kecil-kecilan Paa…” ucap Cindy langsung duduk disamping Papa nya.
“Tapi wajahmu mengatakan sebaliknya…?”
“Walau pestanya kecil, tapi saya senang Paa.” Sambil bangkit dan melangkah naik kekamarnya.
Melihat kebahagiaan putrinya, Wiliam dan Serly sebenarnya senang. Namun masih ada rasa kekhawatiran dihati mereka.
Dikamar Cindy membuka aplikasi membaca Alquran di Hp nya. Mencoba mempelajari kembali ajaran agama yang telah lama dia tinggalkan.
Dia tak pernah kekurangan apa pun. Dengan kekayaan yang melimpah. Orang tuanya memberikan semua yang dia butuhkan.
Cindy sadar kekayaan tidak selamanya membuat seseorang bahagia. Karena itu dia bersumpah akan kembali mempelajari dan memperdalam ajaran agama yang dianutnya. Ajaran agama yang telah lama dia dan orang tuanya tinggalkan.
Setelah selesai membaca, dia pun masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi Cindy langsung menemui Bi inah. Pembantu yang telah lama kerja di keluarganya untuk meminjam mukenah.
Bi inah tentu saja terkejut akan permintaan majikannya itu. Sebab tidak biasanya nona majikannya meminta tolong seperti itu. apalagi meminjam mukenah. Membuat hati Bi inah bertanya-tanya. Apa yang terjadi dengan nona majikannya itu.
Setelah meminjam mukenah. Cindy langsung kembali kekamarnya. Melanjutkan kegiatan belajarnya tadi hingga tengah malam. Setelah selesai belajar dia naik ketempat tidurnya.
Tidak lupa menyetel jam alarm di Hp nya dan tak lama kemudian dia terlelap tidur.
*********
Subuh pun menjelang. Jam alarm di Hp nya berbunyi.
Cindy langsung bangun, siap-siap mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat subuh.
Setelah sholat, dengan masih memakai mukenah, Cindy pun melanjutkan hafalan Alquran yang dipelajarinya tadi malam.
Walau dengan suara terbata-bata namun tidak menyurutkan semangat belajarnya. Sayup-sayup terdengar suara orang yang mengaji dari kamar Cindy.
Orang tua Cindy yang biasanya bangun lebih dini menjadi kaget. Mereka pun menuju ke kamar Cindy untuk mencari tau.
Sesampainya dikamar Cindy, mereka membuka pintu dengan pelan.
Betapa terkejutnya mereka mendapati Cindy dengan masih memakai mukena, duduk dilantai sambil menghafalkan ayat-ayat Alquran.
Mereka pun menutup pintu kamar Cindy pelan-pelan karena takut mengganggu kegiatan putrinya itu. Mereka pun turun kebawah menuju ruang kerja tuan Wiliam.
“Sebenarnya apa yang terjadi dengan putri kita Paa….”ucap Serly.
“Aku juga tidak tau Maa….”ucap Wiliam.
__ADS_1
Mereka larut dengan pikiran masing – masing.
“Apa yang terjadi dengan putri kita itu juga hal yang bagus Maa…”ucap Wiliam
lanjutnya.
“Iya Paa….saya cuma ingin tau apa yang membuat sampai dia berubah seperti itu…”
“Sabar Maa…kita tunggu saja…”
Dengan membuang nafas panjang nyonya Serly keluar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.
Setelah menyelesaikan hafalannya, Cindy mandi dan siap-siap kekantor.
Setelah siap dia pun turun kebawah menuju ruang makan.
Sesampainya di meja makan. Cindy pun sarapan bersama orang tuanya.
Dia tidak menyadari tatapan kedua orang tuanya yang terus memandangi dirinya.
Setelah selesai sarapan, tuan Wiliam dan Cindy berangkat kekantor.
Mereka berangkat menggunakan dua mobil karena supir pribadi tuan Wiliam sudah mulai bekerja kembali.
Didalam mobil Hp Cindy tiba-tiba berdering. Cindy menerima panggilan karena Lily sahabatnya yang menghubungi.
“Assalamualaikum…” ucap Cindy.
‘Wa..walaikum salam….” Ucap Lili kaget. Kerena tidak biasanya Cindy menerima tlp dengan mengucapkan salam.
Sambil memandang Hp nya, Lili mengecek kembali apa dia salah sambung ?.
“Ini Cindy kan…” sambungnya.
“Iya Li…kenapa…?”
“Tumben mengucapkan salam…kesambet apa kau…”
“Ingat usia Li…tidak selamanya kita hidup didunia…perbanyak amal…” ucap Cindy.
“Ada apa sih…?” Lanjutnya.
“Kamu jadi kan kepesta ulang tahun Mely…?”
“Sebenarnya saya bosan Li….yang ada cuma mendengar orang membahas berapa banyak kekayaan
masing-masing…”
“Tapi setidaknya kamu harus hadir Cin….Sudah lama kau tidak hadir dipesta yang diadakan teman-teman…?”
“Nanti dilihat deh….” ucap Cindy acuh
“Ok…yang jelas saya tidak mau tahu, kamu harus hadir nanti..Kalo kamu tidak mau, saya akan datang dirumah lalu menyeretmu ikut bersamaku….”ucap Lili
“Iya…Iya...bawel..Sudah ahhh….Assalamualaikum…” ucap Cindy menutup sambungan
“Wa…waalikum salam...” Ucap Lily yang berdiri melongo karena memikirkan perubahan temannya itu.
Sesampainya dikantor, Cindy masih memikirkan ajakan Lily tadi. Dia tidak tau harus mengajak siapa kepesta itu.
Karena yang hadir pasti membawa pasangan masing-masing. Lily pun tidak bisa diandalkan, karena dia pasti datang bersama Ifan pacarnya, anak orang kaya yang berprofesi sebagai dokter juga.
Lama berfikir, dia mencoba menghubungi Diki. Berharap Diki mau menemaninya ke pesta itu.
********************
Jangan lupa Like, Coment dan Vote ya Readers
__ADS_1
Thorr tunggu jejak kalian......