
“Assalamualaikum bang…” ucap Cindy
“Waalaikumsalam..ada apa Cin..?” ucap Diki
“Bang Diki ada waktu nggak besok malam..?”ucap cindy
“Iya…besok klinik libur kok….ada apa…?ucap Diki
“Saya mau minta tolong bang Diki menemani saya ke pesta….bisa…?” ucap Cindy sambil berharap Diki menerima ajakannya.
“Bisa…jam brapa…?
“Jam 7 saya jemput deh…”
“Ok..sampai ketemu besok…”
“Terima kasih bang….Assalamualaikum..”ucap Cindy menutup sambungan.
“Waalaikumsalam…” ucap Diki
***********
Waktu menjelang siang pun tiba. Bunyi suara adzan dari Hp Cindy berkumandang. Cindy sudah mendownload suara adzan di Hp, dan menyetelnya sebagai pengingat waktu sholat. Dia pun mengambil mukena yang sempat dibelinya tadi pagi sebelum kekantor.
Semua orang kaget akan kehadirannya diruang musholla. Sebab baru kali ini mereka melihat putri dari pemilik perusahaan sekaligus wakil President Direktur menunaikan sholat. Walaupun bingung dan penasaran, namun mereka tetap menunaikan sholat dengan khusyuk.
Setelah sholat, Cindy meninggalkan musholla dengan diiringi tatapan semua orang dan membuatnya menjadi bahan gosipan.
Tuan wiliam yang tidak sengaja mendengar gosip tentang putrinya hanya bisa terduduk diam. Rasa penasaran yang begitu besar, membuatnya ingin segera bertemu lelaki itu. karena setelah bertemu dengan lelaki itu Cindy perlahan lahan menjadi berubah.
Sedangkan Lily yang begitu heran dengan perubahan sahabatnya itu langsung kekantor Cindy untuk bertemu. Deni sang sekertaris pun memberi tahu kedatangan Lily
Tampa mengetuk pintu, Lily masuk dan langsung duduk di sofa. Cindy yang melihat kelakuan sahabatnya itu hanya geleng-gelang kapala.
“Masuk ruangan salam dulu kek…” ucap Cindy.
“Kamu kenapa sih…” ucap Lily langsung bertanya.
“Kenapa apanya…?ucap Cindy
“Berbeda…” Ucap Lily dengan tatapan tajam.
“Tidak ada yang berbeda dengan ku…masih tetap sama seperti sebelumnya…Saya hanya ingin menjadi lebih baik…” lanjutnya
“Iya…tapi tidak mungkin kan kamu berubah dalam semalam…pasti ada sebabnya…” ucap Lili dengan tatapan heran.
“Ada seseorang yang membuatku berubah…mengajarkanku arti hidup sebenarnya”
“Hmm…lelaki atau perempuan nih…? Ucap Lily sambil menggoyangkan kedua alisnya.
“Lelaki…” ucap Cindy singkat
__ADS_1
“Wahh….sepertinya dia bukan hanya merubahmu saja, tapi juga membuatmu jatuh cinta padanya” ucap Lily menggoda.
“Sejujurnya, aku kagum sejak pandangan pertama..” ucap Cindy
“Rasa kagum lalu berubah menjadi cinta setelah mengenalnya lebih jauh…”ucap Cindy sambil menyandarkan punggungnya di sofa.
“Lantas, sudah sampai dimana hubungan kalian…” ucap Lili selidik
“Aku belum mengutarakan perasaanku kepadanya…”ucap Cindy
“Haaaaaa…Mau nunggu sampai kapan….nunggu anjing bertelur…Atau duluan diambil sama yang lain…nyesal loo…”Ucap Lily kaget.
"Jujur aku takut Lii….takut cintaku bertepuk sebelah tangan…”ucap Cindy
“Kan kita belum tau responnya gimana. Masa kalah sebelum berperang…Apa kau yakin dengan nya ? ucap Lili.
“Aku yakin Lii…” ucap Cindy
“Jika kamu yakin, maka perjuangkan cintamu…” ucap Lily.
“Baiklah Lii…secepatnya aku akan berbicara dengannya…doakan saja…” ucap Cindy
“Aminn….” Ucap Lily
Setelah berbincang, Lily pun pamit pulang. Tiba-tiba alarm waktu sholat berbunyi dari Hp Cindy. Cindy pun mengambil mukena untuk melaksanakan sholat. Lily yang melihat perubahan sahabatnya itu hanya bisa melongo.
Cindy mengantar Lily Sampai depan lift, setelah itu dia langsung menuju musholla. Dan mendapati ekspresi para karyawan yang sama dengan raut wajah sahabatnya itu.
**********
Sesampainya di klinik, dia langsung mengambil nomor antrian. Sambil menunggu giliran, dia mengambil majalah yg ada diatas meja lalu membacanya.
Tak lama kemudian pintu ruang pemeriksaan terbuka. Tampak seorang wanita yang sedang menangis memapah seorang nenek.
“Apa tidak bisa di rawat di klinik saja Dok…?” ucap wanita itu.
“Karena kondisi nenek, saya anjurkan dibawa kerumah sakit langsung…’lanjutnya Diki
“Tapi saya tak punya biaya untuk membawa ibu berobat ke rumah sakit Dok…”
Diki mengambil dompet dan mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya. “Bibi bawa saja dulu uang ini untuk biaya Administrasi…” ucap Diki
“Nanti Dadang yang akan mengantar dan membantu Bibi di rumah sakit…” ucap Diki sambil memanggil Dadang.
“Besok pagi saya akan ke rumah sakit untuk menjenguk sekaligus memeriksa keadaan nenek..Masalah biaya, kalo memang kurang, langsung beri tahu kesaya atau ke Dadang Bii….” ucap Diki
“Terimakasih banyak atas bantuanya Dok…” Ucap wanita itu
“Sama-sama Bii…” ucap Diki sambil mengantar keluar bersama dadang
Ternyata pembicaraan Diki bersama pasien itu, bukan hanya diperhatikan oleh Wiliam saja. Seorang pria lanjut usia juga memperhatikan dengan tatapan tajam. Pria berjas hitam itu langsung menghampiri Diki “Apa kau tidak ingin menjadi kaya…?” ucap pria itu
__ADS_1
“Ehhh…Paman…tumben kemari..” ucap Diki.
“Jangan mengalihkan pembicaraan…”ucap pria itu
“Saya Cuma mau kaya di akhirat paman…” sambil berlalu masuk keruang pemeriksaan diikuti pria itu
Wiliam yang yang memperhatian orang itu jadi kaget. Karena dia tau betul siapa orang yang sedang berbicara dengan Diki.
Dia Herman. Ketua kelompok genk yang sangat terkenal kejam di dunia hitam. Walaupun tidak pernah ketemu secara resmi, semua orang terpandang di kota ini tau siapa dia. Karena tidak sedikit dari mereka yang pernah meminta bantuan kepadanya.
Apa maksud kedatangannya di klinik ini….Apa dia sakit…Apa dia anaknya….Atau dia yang punya klinik ini…” Banyak hal yang langsung terbayang di pikiran Wiliam.
Sedangkan diruang pemeriksaan Diki langsung mempersilahkan tamunya duduk “Apa yang membuat paman kemari.. Paman sakit…?” ucap Diki
“Apa harus sakit dulu baru kemari…? Ucap Herman
“Yaa..tidak juga sih…” ucap Diki sambil menggaruk dagunya yang tidak gatal.
“Saya datang untuk melihat bagaimana kau menghamburkan uang yang kudonasikan…”ucap Herman
“Apa yang sudah di beri, tidak usah ditanyakan lagi paman…Amal akan berkurang…” ucap Diki.
“Cihh….kau lelaki yang tidak bisa bercanda sedikit pun…” ucap herman dengan wajah cemberut.
“Hahahahaha…” ucap Diki sambil tertawa terbahak-bahak.
“Saya sudah transfer dana untuk bulan ini ke rekening klinik…?” ucap Herman lanjutnya
“Terima kasih paman…” ucap Diki menetap Herman dengan tatapan teduh.
Diki melamun mengingat kedekatan dirinya dengan tuan Herman. Dia tau sepak terjang tuan Herman di dunia hitam. Tidak ada yang ingin berani berurusan dengannya. Karena semua tau akan kekejamannya.
Tapi entah kenapa dia bisa begitu akrab dengan pria yang terkenal kejam ini. Semenjak dia menolong tuan Herman waktu kena tembakan oleh musuhnya 3 tahun lalu. Mulai saat itu tuan herman selalu membantu Diki.
Baik secara langsung maupun tidak langsung. Semua anak buah tuan Herman mengenal siapa Diki. Karena hampir semua keluarga mereka juga pernah di obati olehnya.
Dari informasi anak buah nya lah, timbul rasa kagum pak Herman terhadap Diki. Yang selalu menolong tampa pilih kasih. Mau kaya, miskin, baik atau jahat sekalipun pasti akan dia tolong.
Setelah berbincang sebentar, tuan Herman pun pamit. Tuan Wiliam yang melihat keakraban Diki dan Herman jadi penasaran.
Tiba-tiba Wiliam berdiri karena nomor antrianya di panggil. Dengan segera Wiliam masuk keruangan Diki. Sambil tersenyum Diki mempersilahkan duduk. Lalu mulai melakukan pemeriksaan.
********************
Jangan lupa Like, Coment and Vote yaa Readers
Thorr tunggu jejak kalian......
__ADS_1