Lelaki Pilihanku

Lelaki Pilihanku
Chapter 23


__ADS_3

Heri dan nyonya Dina sedang duduk diruang keluarga bersama Candra. Sehabis makam malam, Heri ingin memberi tahu tentang Cindy.


“Sepertinya Cindy sudah menentukan calon pendamping hidupnya nak…”ucap Heri sambil menatap sendu kearah Candra.


“Siapa dia Paa…”ucap Dina


“Saya  juga belum mengenalnya, cuma dia berprofesi sebagai Dokter…”ucap Heri.


“Maaf..Paa…tapi saya sangat mencintai Cindy…” ucap Candra.


“Kita tidak bisa memaksakan kehendak nak…” ucap Heri


“Walau bagaimana pun saya harus tau siapa yang Cindy pilih..Paa. Saya belum bisa menerima ini semua…”ucap Candra sambil berdiri meninggalkan kedua orang tuanya.


“Apa tidak bisa dibicarakan dulu dengan orangtua Cindy..Paa…”ucap Dina.


“Ayahnya Cindy yang langsung memberitahu Papa..Maa. Dan sepertinya orang tua Cindy sangat mendukung hubungan Cindy dengan lelaki itu….”ucap Heri.


“Saya tak ingin melihat Candra terpuruk lagi, semenjak kakaknya meninggalkan rumah ini. Kita tau kenapa Candra berubah, itu semua karena kakaknya…”ucap Dina.


“Semenjak kakak yang begitu dia kagumi pergi, dia tidak lagi pernah mendengar perkataan kita. Padahal dulu dia anak yang sangat baik….”lanjutnya


Wiliam dan Dina diam sambil mengingat anak pertama mereka.


“Papa tau Mama mengetahui keberadaan anak itu. Beritahu Papa dimana dia saat ini…”ucap Heri sambil menatap intens ke istrinya.


Nyonya Dina membalas tatapan suaminya, sambil berfikir apa dia harus memberi tahu suaminya itu.


“Jujur saja Maa…saya tidak akan marah…”ucap Heri yang tau tatapan istrinya.


Sambil membuang nafas panjang, nyonya Dina lalu memberi tahu Wiliam.


“Awalnya, setelah pergi dari rumah, dia meninggalkan kota ini…”ucap Dina.


“Beberapa tahun kemudian dia kembali kekota ini dan bekerja sebagai dokter magang dirumah sakit Kencana…” lanjutnya.

__ADS_1


“Rumah sakit Kencana…itukan rumah sakit milik Wiliam ayahnya Cindy…” ucap Heri memotong perkataan istrinya.


“Setelah menyelesaiakan magangnya, dia diangkat sebagai Dokter tetap di rumah sakit itu. Namun tidak cukup beberapa tahun dia mengundurkan diri dari rumah sakit, lalu mendirikan sebuah Klinik dikota ini. Sekarang dia tinggal di belakang klinik nya itu…”ucap Dina


“Dia juga membangun sebuah bengkel dan Minimarket lalu mempekerjakan anak yatim piatu dan anak-anak yang putus sekolah di bengkel dan Minimarket itu. Dia juga tidak pernah meminta biaya perawatan di kliniknya kepada masyarakat. Untuk menutupi Biaya klinik itu, dia mengambil dari keuntungan di bengkel dan Minimarket yang dia bangun. Selain itu dia juga menerima bantuan dari sumbangan dan donasi dari masyarakat…”ucap Dina


“Apa kau pernah mendengar desas desus tentang Dokter yang terkenal di masyarakat itu…?”ucap Dina sambil menatap Wiliam.


“Saya pernah mendengar gosip tentang Dokter itu, tapi tak pernah mengenalnya secara langsung, karena tak pernah muncul di publik..”ucap Heri


“Dokter itu adalah dia.. Paa…”ucap Dina.


“Apaaaa…”ucap Heri kaget.


“Betul….dia putra pertama kita yang memiliki prinsip yang kuat serta kebaikan dan suka menolong orang..Paa…”ucap Dina sambil menatap Wiliam sendu.


“Sikap yang sangat bertolak belakang dengan dirimu dan membuat dia pergi dari rumah ini…” ucap Dina sambil meneteskan air mata.


“Sudahlah Maa…kau tau sendiri sejak dia pergi dari rumah ini, saya sudah berubah…” ucap Heri sambil memeluk istrinya.


“Saya menyadari kesalahku Maa.  Tapi dari mana Mama tau semua ini…” ucap Heri sambil menatap heran ke istrinya.


“Papa tidak akan marah….katakan siapa dia…”ucap Heri dengan tatapan tajam ke Dina


Dina yang mendapat tatapan tajam itu jadi berfikir ulang untuk memberitau suaminya. Namun dia berfikir suatu saat semuanya pasti akan terbongkar. Dan dia juga tak ingin menyembunyikan semuai ini dari suaminya. Sambil terbata-bata dia memberi tahu suaminya.


“Be..Beni …Paa….” Ucap Dina.


“Apaaaa…Beniiii…”ucap Heri kaget untuk kedua kali.


“Iya Paa…semenjak meninggalkan rumah ini. Saya meminta tolong ke Beni untuk mencari tahu keberadaannya….” ucap Dina.


“Dan mungkin Papa akan terkejut lagi tentang siapa dibalik yang telah membantu perusahaan sampai sebesar ini semenjak dia pergi…”lanjutnya


“Siapa Maa…”Ucap Heri dengan tatapan penasaran.

__ADS_1


“Dia itu putra pertamamu yang sangat kau banggakan itu Paa. Sebenarnya dia tak pernah meninggalkan kita Paa. Tampa kau ketahui, dia selalu membantumu. Walau lewat Beni sebagai penghubung…”ucap Dina


“Semenjak Beni menemukannya, Beni pun sering bertemu dengannya. Beni juga yang memberi tahu ke dia akan keterpurukan perusahaan saat dia pergi. Mulai saat itu tampa sepengetahuanmu, dia membantu perusahaan lewat perantara Beni…”lanjutnya


Heri yang kaget akan berita itu hanya bisa tertunduk.


“Dasar Beni sia***n…mengapa dia tak pernah memberitahukanku semua ini…”ucap Heri marah.


“Mama yang memberi tahu Beni agar menyembunyikan hal ini dari Papa…”ucap Dina


“Karena Mama tau, Papa akan bersikap seperti ini jika tau akan hal itu…”ucap Dina


“Saya kira Beni punya otak encer…tak taunya itu semua hasil pemikiran putraku sendiri…”ucap Heri sambil memukul meja pelan.


Melihat reaksi suaminya, Dina hanya bisa tersenyum walau air mata masih meleleh di pipinya.


“Papa pasti memberi Beni pelajaran jika bertemu dikantor besok…”ucap Heri yang masih dengan wajah yang marah.


“Sabar Paa…itu semua bukan kesalahan Beni…”ucap Dina sambil mengelus tangan suaminya.


“Papa seharusnya marah sama Mama karena menyembunyikan hal ini dari Papa…”lanjutnya.


“Tidak mungki saya marah sama istri tercinta…”ucap heri menghapus air mata Dina lalu memeluknya erat sambil berkata.


“Maafkan sikap papa selama ini..Maa…” ucah Heri sambil mengelus rambut istrinya.


“Sama-sama..Paa…”ucap Dina membalas pelukan suaminya.


Tidak jauh dari orangtunya, Candra yang berdiri dibalik pintu kamar mendengar pembicaraan orang tuanya itu. Air matanya meleleh mendengar pembicaran mengenai kakak tercintanya itu. Kerinduan kepada kakaknya yang selama ini dia sembunyikan akhirnya tercurahkan juga. Dia berjanji akan secepatnya menemui kakak tercintanya itu.


********************


Jangan lupa Like, Coment dan Vote ya Readers


Thorr tunggu jejak kalian......

__ADS_1


 


 


__ADS_2