
Tinggalkan Jejak ya Readers...Like dan Komennya di tunggu
********************
DEG…
“Maksud bapak…?”ucapa Diki.
“Papamu dan ayah Cindy adalah sahabat lama…” ucap Beni
“Papamu punya keinginan untuk lebih mempererat persahabatan mereka dalam bentuk perjodohan antar kedua
keluarga. Dan itu adalah Cindy dan adikmu Candra. Jika kau memang sangat mencintai Cindy, maka kau harus bergerak cepat…”lanjutnya
“Baik Pak…terimakasih info dan sarannya….” Ucap Diki.
“Kalo begitu saya pamit dulu…Assalamualaikum…”ucap Beni.
“Waalaikum Salam…” ucap Diki.
Diki tidak pernah mengira keadaan akan serunyam ini. Kenyataan bahwa Papanya akan menjodohkan Candra dan Cindy membuat dirinya tidak fokus. Dibenaknya dia akan secepatnya menyelesaikan masalah antara dia dan Papanya.
Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya.
“Heiii…? Ucap orang itu.
“Astaga Joe…kau membuatku kaget…” ucap Diki sambil mengelus dadanya.
“Kau sendiri gimana…apa yang kau lakukan berdiri sendiri disini…pasien menunggu tuh…” ucap Joe yang ternyata menepuk pundak Diki.
“Maaf…ehh..kau datang dengn Bibi…?” ucap Diki
“Iya…kan Kau sendiri yang mengingatkan waktu itu soal jadwalnya…” ucap Joe heran.
“Iya ya…” ucap Diki sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“ayo…”ucap Diki sambil berlalu dari hadapan Joe, kembali kedalam klinik.
“Bawa Bibi keruangan Joe…” ucap Diki
“Ok…”ucap Joe sambil menunjukkan jempolnya.
Tidak lama joe beserta ibunya masuk ruang pemeriksaan. Setelah dipersilahkan duduk, Diki pun bertanya.
“Gimana kondisi Bibi sekarang…” ucap Diki.
“Alhamdulilah sudah agak mendingan Dok…” ucap Bibi.
“Kalo begitu saya periksa kembali dulu Bibi…” ucap Diki sambil mulai melakukan pemeriksaan.
Setelah mengambil sampel darah dan memeriksanya, Diki pun memberi tahu hasilnya.
“Kolesterol dan Asam urat ibu sudah di angka normal. Saya harap kondisi ini tetap dijaga, usahakan kurangi makanan yang pernah saya katakan. saya akan menulis resep obat buat jaga-jaga jika tiba-tiba kondisi Bibi menurun…” sambil menulis resep.
“Joe…jaga kondisi Bibi dengan baik…” ucap Diki sambil menyerahkan resep itu ke Joe.
“Jika kondisinya menurun, cepat bawa kemari. Karena Faktor usia, kau harus menjaga makanan Bibi…”
__ADS_1
“Iya…” ucap Joe.
“Ehh…siapa gadis di bagian administrasi itu, karyawan baru ya. Tumben kau mendapatkan karyawan yang sangat cantik dan manis…? ucap Joe sambil menatap Cindy
“Dia sudah berkeluarga, atau sudah punya pacar…” ucap Joe bertanya tampa henti.
“Dia calon istruku….” ucap Diki singkat sambil menatap Joe dengan tatapan tajam.
Joe yang mendapat tatapan seperti itu hanya bisa tertawa terbahak-bahak
“Akhirnya…” Ucap Joe sambil mengedipkan mata ke Diki.
Bibi yang melihat kelakuan mereka hanya bisa tersenyum sambil menggelengka kepala. Setelah pemeriksaan, Diki memanggil kembali Joe keruanganya.
Joe pun mendudukkan ibunya dikursi tunggu dan meminta izin sebentar. Lalu Joe masuk keruangan Diki kembali.
“Joe, gimana tugas yang ku berikan. Sudah ada hasilnya…” ucap Diki.
“Seperti yang kau perkirakan, ada pihak yang ingin menggagalkan proyek itu…”ucap Joe dengan tatapan serius.
“Mereka menghasut masyarakat untuk tidak menjual lahannya…”lanjutnya.
“Selidiki siapa yang ada di belakang itu semua…” ucap Diki.
"Ok....." ucap Joe
“Dan jangan lupa ambil obat untuk Bibi, sudah saya siapkan…” lanjutnya
“Sipp..terimakasih…” ucap Joe lalu meninggal kan ruangan.
Joe selalu membantu Diki dalam hal penyelidikan. Awalnya Joe kaget dengan setiap tugas yang diberikan. Namun Joe selalu mengurungkan niatnya untuk bertanya , karena apa yang diminta Diki adalah hal yang biasa dalam dunianya. Joe percaya suatu saat Diki pasti akan menceritakan semua. Setelah mengambil obat yang sudah disediakan secara gratis untuk ibunya, Joe pun pamit
***************
Membahas tentang proposal yang diajukan pihak perusahaan W&A yang belum menemui titik temu. Kendala yang utama yang dibahas adalah keinginan masyarakat yang tidak ingin menjual lahan karena takut harganya yang tidak sesuai.
“Kita tidak mengerti dari mana masyarakat tau soal dana pembelian tanah mereka, sedangkan pihak kita belum mengajukan nilai harga tanah tersebut…”Ucap Heri dalam rapat.
“Apalagi kita belum pernah mengadakan pertemuan dengan pihak mereka…”tambahnya.
“Setiap kita ajukan pertemuan, mereka selalu menolak. Kita belum bisa bergerak jika masalah ini belum selesai…”lanjutnya
“Dari pihak kami pun menghadapi kendala, setiap kita turun kelapangan, ada saja masalah yang terjadi. Beberapa hari yang lalu tim kami dihadang dan diusir sebelum bertemu masyarakat. "ucap Wiliam.
“Lantas apa yang harus kita lakukan...” ucap Heri sambil memijit kedua keningnya.
“Kita harus tetap mencoba melakukan mediasi dengan masyarakat. Sebab jika kita merubah proposal proyek lagi, maka kita akan bermasalah dengan anggaran yang sudah disepakati…” ucap Wiliam
Rapat itu selesai tampa hasil. Dan semua peserta rapat keluar dengan wajah yang murung.
Sore harinya, Joe mendatangi Diki di klinik untuk melaporkan hasil penyelidikannya.
“Ternyata mereka suruhan perusahaan Mitra Pratama. Mereka adalah perusahaan yang gagal mendapatkan tender proyek itu…”ucap Joe
“Pemiliknya bernama Wilson Pratama dan mempunyai anak bernama Jimmy Pratama. Sepertinya mereka sangat marah karena gagal mendapatkan proyek itu. Perusahaan mereka memang terkenal sering menyusahkan masyarakat…”lanjutnya
“Lantas apa tindakan kita selanjutnya…” ucap joe sambil menatap Diki menunggu jawaban.
__ADS_1
“Kalo begitu kita harus turun kelapangan…” ucap Diki.
“Kau tidak usah khawatir, semua biaya yang kau keluarkan akan saya tanggung…” lanjutnya.
“Tidak usah kau membayarku, apa yang kau lakukan untuk ibu itu sudah cukup…”ucap Joe
“Terimakasih Joe..” ucap Diki.
“Jadi kapan kita berangkat…”ucap Joe
“Sebenarnya dulu saya sering melakukan program pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat disana…”ucap Diki.
“Program itu terkendala karena akses jalan menuju kesana sangat sulit. Mudah-mudahan mereka masih mengenaliku…”
“Kita siapkan dulu obat-obataan yang diperlukan sekalian kita melakukan pemeriksaan kesehatan…” ucap Diki.
“Sebenarnya saya masih bingung dengan ini semua. Mengapa kau harus bersusah payah membantu suatu perusahaan yang bahkan kau tidak bekerja di perusahaan itu. Apa yang kau dapatkan dengan melakukan ini semua…?” ucap Joe
“Karena perusahan itu milik calon istriku…? Ucap Diki sekenanya.
DEG…
“Hahahahahaha….ternyata itu alasannya…” ucap Joe sambil tertawa terbahak-bahak.
Diki langsung memukul lengan Joe yang masih tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya.
Diki lalu masuk ke klinik karena pasien sudah mulai berdatangan meninggalkan joe yang masih duduk sambil tertawa.
Tidak lama Cindy pun datang dengan wajah murung.
Joe yang melihat Cindy datang langsung pamit ke Diki kerena tak ingin Cindy curiga akan kehadirannya.
Diki yang melihat wajah murung Cindy langsung bertanya.
“Kenapa wajahmu murung sayang…” ucap Diki.
“Tidak apa-apa sayang…hanya ada sedikit masalah dikantor…” ucap Cindy.
“Apa ada yang bisa saya bantu…” ucap Diki.
Sebenarnya Cindy ingin meminta bantuan akan persoalan proyek yang dihadapinya. Namun dia urungkan. Apa lagi mengurus Klinik, bengkel dan minimarket saja sudah menguras banyak pikiran Diki. Cindy tak ingin menambah beban Diki dengan persoalan proyek itu...
“Tidak perlu sayang , sudah ada orang yang mengurusnya..terimakasih…”ucap Cindy lalu meninggalkan Diki masuk ke ruang Administrasi.
“Tunggulah sebentar lagi sayang…aku akan membantu menyelesaikan semua…”batin Diki
***
Beberapa hari kemudian
Barang-barang yang dibutuhkan sudah lengkap semua. Baik obat-obatan maupun peralatan kesehatan sudah siap untuk dibawa. Dengan bantuan bos Joe yaitu tuan Herman, semua perlengkapan siap dalam waktu singkat.
Joe memang memberitahu tuan Herman tentang masalah yang sedang dihadapi Diki. Tuan Herman langsung memerintahkan Joe untuk membantu Diki hingga selesai. Apalagi tuan Herman juga memang tidak suka dengan tindak tanduk perusahaan yang di pimpin Wilson itu.
Setelah semua siap Diki dan Joe langsung berangkat, tampa memberi tau Cindy.
*******************
__ADS_1
Jangan lupa Like, Coment and Vote ya Readers
Thorr tunggu jejak kalian...