
** Jangan lupa Like\, Coment dan Vote ya Readers**
** Thorr tunggu jejak kalian....**
**********
Hari ini bengkel sedang ramai dengan banyaknya kendaraan yang ingin diperbaiki dan di modifikasi. Diki terpaksa ikut membantu di bengkel hari ini, karena melihat Ilham sedang kewalahan menghendel semua pekerjaan. Diki langsung mengambil alih pekerjaan memodifikasi dibantu Dadang.
Lambat laun bengkel menjadi terkenal karena hasil yang sangat memuaskan yang dirasakan oleh pelanggang dan langsung mempromosikan bengkel Diki. Dari hasil promosi itu banyak orang yang datang untuk memperbaiki maupun memodifikasi kendaraannya.
Diruang tunggu banyak para memilik kendaraan sedang menunggu kendaraannya
Disudut ruangan duduk seorang gadis cantik yang sedang menatap aktifitas Diki. Dia tidak menghiraukan teman-teman yang sedang berbincang di sampingnya. Sejak tadi pandangannya hanya tertuju kepada Diki yang sedang memodifikasi mobil bersama Dadang. Dia terpesona dengan ketampanan Diki.
Tiba-tiba Diki memasuki ruangan tunggu untuk mencari pemilik kendaraan yang sedang di modifikasinya itu.
“Maaf…yang punya kendaraan itu siapa ya…?” ucap Diki sambil menunjuk keluar kearah kendaraan yang sedang di modifikasi.
Semua orang yang sedang menunggu langsung menatap kearah Diki sambil melirik mencari tau siapa orang yang dimaksud.
Tiba-tiba Gadis itu langsung mengangkat tangan dan berdiri melangkah kearah Diki.
“Saya…” ucapnya
“Maaf nona bisa ikut saya sebentar…saya ingin berdiskusi sebentar mengenai modifikasi mobil nona…”ucap Diki
Gadis itu mengengguk lalu mengikuti Diki keluar dari ruangan tunggu menuju ke arah mobinya yang sedang di modifikasi.
“Saya ingin memperlihatkan beberap contoh model Stiker yang akan di pasang di mobil nona…”ucap Diki sambil memperlihatkan contoh stiker.
“Terserah abang saja…”ucap gadis itu sambil senyum menatap Diki
Diki langsung bingung dan heran dengan jawaban gadis didepannya itu. sebab baru kali ini dia menemukan pelanggang yang seperti itu. Dadang pun langsung menatap Diki menunggu jawaban. karena dia pun heran baru mendapat seorang pelanggang seperti ini.
“Maaf nona…saya takut jika pilihan saya tidak cocok dengan selera nona…” ucap Diki.
“Tidak apa-apa. Saya ikut keputusan abang saja…” ucap gadis itu tidak mau mengalah.
“Baiklah kalo begitu nona…”ucap Diki karena tidak ingin berdebat dan mengecewakan pelanggan, sambil memperhatikan silih berganti antara mobil dan contoh stiker yang dia pegang.
Tidak lama kemudian dia mengambil salah satu contoh stiker lalu menempelkan ke body mobil.
“Bagaimana dengan stiker ini nona…stiker ini cocok dengan warna mobil nona…”ucap Diki betanya ke gadis itu.
__ADS_1
“Hmm..bagus…”ucap gadis itu sambil memegang dagunya.
“Kalo nona setuju, saya akan menggunakan stiker ini…” ucap Diki
“Ok…saya suka dengan pilihan abang…”ucap gadis itu sambil memperlihatkan jari jempol ke arah Diki.
Diki langsung mulai memasang stiker dibantu Dadang setelah mendapat persetujuan gadis itu. Gadis itu tidak kembali ke ruang tungga dan masih tetap berdiri ditempatnya sambil memperhatikan aktifitas Diki.
Diki yang merasa diperhatikan jadi grogi, sedangkan Dadang Cuek saja Sambil bekerja, dia mencoba mencuri pandang ke arah gadis itu dan melihat tatapan mata gadis itu kearah Diki.
Dadang langsung tertawa terkekeh-kekeh sambil menutup mulutnya agar tidak terdengar.
“Wahhh…ada saingan baru nona Cindy nih…”batin Dadang.
“Ketampanan bukan hanya berkah tapi juga musibah…”batin Dadang dengan gelengan kepala.
Lamunan Dadang buyar dengan kedatangan Ilham dan seorang lelaki paruh baya yang sedang menghampirinya.
“Diki..bapak ini butuh bantuan…”ucap Ilham
Diki langsung berdiri dan mendekati Ilham dan lelaki itu.
“Nak Diki..bapak butuh bantuan kamu…” ucap Lelaki itu memulai berbicara.
“Ada apa pak…ada yang bisa dibantu…”ucap Diki.
“Anak saya membutuhkan obat itu untuk cadangan dan untuk jaga-jaga saja nanti kalo kami berangkat nanti…”ucap lelaki itu.
“Lantas keadaan anak bapak gimana...?” ucap Diki.
“Iya nak..alhamdulillah baik-baik saja sejak di tangani oleh nak Diki…” ucap lelaki itu
“Syukurlah pak…kalo begitu tunggu sebentar, saya ambilkan obat di klinik…”ucap Diki lalu pergi ke klinik.
Tak lama Ilham pun pergi setelah lelaki itu berterimakasih yang dibalas anggukan kepala oleh ilham.
Gadis yang masih berdiri itu bingung dengan apa yang dilihatnya, karena penasaran dia pun mendekati Dadang untuk bertanya.
“Bang…abang tadi mau kemana, kok pergi..mobil saya kan belum selesai…” ucap gadis itu dengan tatapan penasaran kearah Dadang.
Dadang yang mendapat tatapan itu pun tersenyum sambil menjelaskan.
“Maaf non…Bang Diki ke klinik sebentar…tidak jauh kok. Kliniknya ada disamping bengkel ini…” ucap Dadang.
__ADS_1
“Jadi nama abang tadi Diki…?” ucap gadis itu bertanya ke Dadang.
“Iya non…tunggu sebentar ya..tidak lama kok bang Diki kembali…”ucap Dadang.
“Memang bang Diki mau apa ke klinik…”ucap gadis itu penasaran.
“Ambil Obat non…”ucap Dadang.
“Apa dia jualan obat juga…”ucap gadis itu.
“Bukan non…bang Diki itu Dokter yang buka klinik disamping bengkel ini. Anak bapak yang itu sedang sakit dan kehabisan obat. Jadi bang Diki sedang ambil obat untuk anak bapak itu”ucap Dadang sambil menunjuk kearah lelaki yang sedang menunggu Diki.
Mendengar Diki seorang Dokter membuat gadis itu kaget. Bingung dan heran hinggap di benaknya. Tak pernah dia mendengar atau melihat seorang Dokter punya pekerjaan sampingan menjadi seorang montir.
“Oh…”ucap gadis itu singkat sambil melangkah masuk keruang tunggu.
Sesampainya diruang tunggu, teman-temannya langsung mengoda gadis itu.
“Tahan banget diluar…apa tidak kepanasan…”ucap salah satu gadis
“Bukan badannya yang panas tapi hatinya….”ucap gadis yang lain lalu disambut tawa para gadis lainya.
“kau pikir kami tidak memperhatikan gerak gerikmu. Dari tadi kami melihat kau menatap lelaki itu tampa berkedip…”
“Tampan sih..tapi sayang di Cuma seorang tukang bengkel…”ucap temannya yang lain.
“kalian akan terkejut jika tau siapa dia sebenarnya. Tapi tak usah deh saya beri tahu kalian, cukup aku yang saja yang tahu…”ucap gadis itu sambil tersenyum penuh kemenangan.
“sebentak kalian kesemsem lagi…jadi banyak saingan deh…”ucap gadis itu lalu duduk bersama teman-temannya.
Tak lama kemudian Diki datang membawa obat lalu menyerahkan ke lelaki tadi.
“Ini obatnya pak…”ucap Diki.
“Terimakasih nak Diki…maaf kalo mengganggu pekerjaan nak Diki…”ucap lelaki itu
“Tidak apa-apa pak…ini sudah menjadi tugas saya. Kalo ada apa-apa langsung hubungi saya saja pak”ucap Diki.
Setelah berbincang beberapa saat lelaki itu pergi setelah berterima kasih ke Diki. Diki lalu melanjutkan pekerjaan memodifikasi mobil gadis itu.
Setelah melihat kedatangan Diki, gadis itu ingin mendatangi Diki tapi diurungkan karena takut teman-temannya menggoda seperti tadi. Dia Cuma bisa tetap duduk meminum minumannya sambil melirik sembunyi-sembunyi kearah Diki.
Antara senang, bangga dan bahagia bercampur menjadi satu dalam hatinya. Akhirnya dia menemukan seseorang lelaki yang membuat hatinya bergetar.
__ADS_1
*************************
** Jangan lupa Like\, Coment dan Vote ya Readers**