
DEG…
“Jadi itu alasannya sampai kau ikut terlibat dalam kasus ini…”ucap Joe menggut-manggut
“Baiklah…gimana kalo kita bekerja sama…” lanjutnya
“Ok…karena kita punya tujuan yang sama. Apa kau punya informasi yang saya tidak ketahui…”ucap Fadil menyelidik
“Ini semua karena ulah seseorang, anak buahku sedang mencarinya…”ucap Joe
Fadil kaget dengan perkataan Joe.
“Siapa dia…”ucap Fadil
“Kita belum mengetahui siapa dalang semua ini. Kita harus menangkap orang suruhannya dan mengorek informasi siapa yang menyuruhnya.."ucap Joe
“Baik…kalo begitu saya akan menyuruh anak buah saya untuk membantumu. Koordinasikan semua anak buah untuk saling kerja sama…”ucap Fadil.
“Kita harus hati-hati dalam bertindak, jangan sampai diketahui pihak musuh…”ucap Joe
“Ok…”ucap Fadil sambil mengakhiri pertemuan itu dan langsung menghubungi anak buahnya untuk menginformasikan kerjasama dengan pihak Joe.
Setelah menghubungi anak buahnya, Fadil langsung mengontak tuan Wiliam.
“Sepertinya ada orang yang tidak suka dengan Dokter Diki tuan. Mereka membuat seolah-olah Dokter Diki melakukan Malpraktek. Tapi saya belum tau apa maksud orang itu sampai berbuat seperti ini. Karena saya tau Dokter Diki tak pernah berbuat kejahatan walaupun Dokter itu memiliki hubungan dengan Bos Herman…” ucap Fadil.
“Dan juga barusan saya bertemu Joe, tangan kanan Bos Herman. Mereka juga bergerak atas suruhan Bos Herman tuan…” ucap Fadil.
“Lantas apa yang mereka inginkan…” ucap Wiliam heran.
“Mereka menginginkan kerjasama dengan kita untuk mengungkap kasus ini…” ucap Fadil.
“Apa yang membuat sampai Herman mau membantu Diki dalam kasus ini. apa karena balas budi...?”ucap
Wiliam.
“Saya kurang tau tuan…mungkin hatinya tergerak karena melihat kebaikan Dokter Diki selama ini…” ucap Fadil.
“Mungkin apa yang kau katakan itu ada benarnya, tidak mungkin sekelas Herman mau bergerak jika tidak punya kepentingan yang menguntungkan untuknya . Sedangkan kita tau Diki hanya seorang Dokter yang membuka klinik.
__ADS_1
Kalo memang kita punya tujuan yang sama dengan pihak Herman, maka lanjutkan kerjasama itu sampai kasus ini selesai…”ucap Wiliam
“Baik tuan…Ucap Fadil langsung menutup panggilan.
Sedangkan Cindy masih menemani Diki di kantor polisi. Dia tak ingin meninggalkan Diki sendiri, walau Diki sudah menyuruhnya pulang kerumah.
“Kau tidak usah khawatir sayang, semua akan baik-baik saja…”ucap Diki sambil memegang tangan Cindy yang masih menangis.
“Aku ingin kau pulang dan beristirahat, saya tak ingin kau kenapa-kenapa…” lanjutnya
“Tapi aku ingin menemanimu disini sayang...”ucap Cindy yang masih meneteskan air mata.
“Tidak apa-apa…aku ingin kau pulang dan berdoa supaya kasus ini cepat selesai…” ucap Diki sambil mengelus tangan Cindy.
“Baiklah kalo begitu. Aku akan pulang, tapi besok saya akan kesini lagi…”ucap Cindy.
Diki hanya bisa mengiyakan perkataan Cindy karena tak ingin kekasihnya itu berlama-lama di kantor polisi. Sebelum pulang, Diki menyuruh Cindy menelfon ke orang tuanya untuk menyuruh orang agar menjemput Cindy dikantor polisi. Diki tak ingin sesuatu terjadi dengan Cindy dalam perjalanan pulang karena Diki mulai curiga ada pihak lain dibelakang kasus yang menimpanya.
Setelah mendapat telefon dari Cindy, Wiliam pun menghubungi Fadil untuk menjemput Cindy di kantor polisi. Fadil langsung berangkat kekantor polisi untuk menjemput Cindy.
Tak lama kemudian mang Ujang datang dikawal Fadil dari belakang. Setelah berpelukan dengan Diki, Cindy lalu meninggalkan kantor polisi kembali kerumah dengan pengawalan Fadil.
Wiliam yang tak ingin putrinya itu tambah cemas, tidak menceritakan hal yang sebenarnya terjadi. Dia hanya meminta putrinya itu tabah dalam menghadapi kasus yang menimpa Diki serta memperbanyak doa supaya kasus yang menimpa Diki cepat selesai.
Cindy langsung naik kekamarnya untuk membersihkan diri lalu melaksanakan sholat dan berdoa dengan khusyuk. Dengan lelehan air mata dipipinya, dia berdoa agar kasus yang menimpa Diki dapat diselesaikan secepatnya serta tak lupa berdoa diberi kekuatan menghadapi cobaan ini.
***
Saat ini Jimmy dan jack sedang berada di klub untuk merayakan keberhasilannya. Mendengar Diki masuk penjara, membuatnya sangat senang sekali. Dia langsung menggelar pesta bersama Jack dan anak buahnya.
“Itulah akibatnya jika berani mengambil milikku…”ucap Jimmi sambul meneguk minumannya.
“Kau harus tetap mengawasi Diki. Jangan ada yang terlewatkan. Usahakan bagai mana caranya agar dia mendekam dalam penjara untuk waktu yang lama…”lanjutnya
“Siap tuan muda…”ucap Jack
“Tidak lama lagi Cindy akan kembali kepangkuanku…”ucap Jimmy sambil tertawa terbahak-bahak.
“Besok aku akan mengunjungi Cindy untuk mengajaknya makan malam. Jack pesankan tempat paling mewah dan siapkan obat yang saya pesan itu. Karena setelah makan malam, dia akan menjadi milikku seutuhnya…”lanjutnya
__ADS_1
“Baik tuan muda….” Ucap Jack sambil mengankat gelas minumannya
Jimmy berencana memberi obat tidur kedalam minuman Cindy dan akan membawa ke apartemennya.
Namun dia tidak menyadari bahwa pelayan yang sedang melayaninya adalah anak buah Joe. Jimmy tidak menyadarinya karena terlalu larut dalam merayakan kemenangannya.
Setelah meninggalkan ruang pesta, anak buah itu langsung menghubungi Joe untuk memberi tahu informasi yang dia dapat.
Joe langsung menghubungi Fadil dan memberitahu informasi itu. mereka sudah tau siapa dibalik dalang sesungguhnya, maka mereka menyusun rencana untuk mendapatkan orang suruhan itu. Karena hal yang utama saat ini adalah mendapatkan orang suruhan itu agar Diki bisa bebas.
Tidak lama kemudian mereka berhasil mendapatkan suruhan itu setelah anak buah Joe menunggu Jimmy dan anak buahnya keluar dari klub sehabis berpesta. Tampa diketahui Jimmi dan Jack, anak buah Joe mengikuti orang suruhan itu saat pulang kerumah.
Ditengah perjalanan anak buah Joe langsung menghadang orang suruhan itu lalu membawa ke markas dimana Joe dan Fadil sudah menunggu. Setelah sampai di markas Joe langsung menghajar sampai puas. Jika Fadil tidak menghalanginya, orang itu pasti mati saat itu juga.
Setelah puas Joe dan Fadil langsung membawa orang itu ke kantor polisi.
Pihak kepolisian kaget akan kedatangan Joe dan Fadil membawa orang yang bertanggung jawab dalam kasus Diki.
Setelah mendengar penjelasan Joe, pihak kepolisian langsung memanggil keluarga pasien untuk dipertemukan dengan orang suruhan itu. Keluarga korban langsung mengenali orang suruhan itu yang membawakan obat.
Pihak kepolisian langsung menginterogasi orang suruhan itu untuk bertanya siapa yang menyuruhnya. Namun karena ketakutan akan nasib keluarganya, orang suruhan itu tetap tutup mulut. Dia ingin melimpahkan kesalahan kepada Diki, tapi takut akan Joe.
Karena dia tau siapa Joe dalam dunia hitam yang tidak segan-segan akan melenyapkan nyawa musuhnya. Karena bimbang tidak bisa berbuat apa-apa, maka dia menutup mulutnya rapat-rapat. Disisi lain nyawa keluarganya dan disisi lain nyawanya sendiri yang dipertaruhkan.
Maka dia pun beralasan bahwa dia tak suka akan sosok Diki yang selalu mencari perhatian masyarakat dibalik kebaikannya selama ini Dia juga beralasan bahwa apa yang Diki lakukan selama ini hanya mencari popularitas dimata masyarakat.
Mendengar penjelasan yang mengada-ngada dari orang itu, ingin sekali Joe menghajarnya saat itu juga. Tapi Joe juga dapat mengerti jalan pikiran orang suruhan itu. Joe tau orang itu dilema dalam ketakutannya.
Joe juga tidak bisa menjelaskan siapa dalang itu karena tidak punya bukti kuat untuk menuduh. Itu semua kesalahan anak buahnya yang tidak merekam pembicaraan Jimmy dan anak buahnya.
Besoknya Diki langsung dibebaskan karena pihak kepolisian tidak mempunya bukti kuat. Pihak keluarga juga meminta maaf sebesar-besarnya ke Diki karena kasus itu. Karena dari awal mereka juga tidak tau, mengapa kasus ini sampai di pihak kepolisian sedangkan mereka tak pernah melaporkan kasus itu.
Diki hanya bisa memaafkan, karena Diki tau itu bukan kesalahan mereka.
********************
Jangan lupa Like, Coment dan Vote ya Readers
__ADS_1
Thorr tunggu jejak kalian......