Lelaki Pilihanku

Lelaki Pilihanku
Chapter 14


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan jejak ya Readers


Like dan Coment nya ditunggu


********************


Cindy dan Diki memulai hari-hari indah dalam hubungan mereka.


Cindy tak pernah ingin jauh dari Diki. Setiap hari Cindy menyempatkan datang ke klinik sehabis pulang dari kantor


Setelah mengantar mang Ujang pun pamit. Karena seperti biasa, Diki yang mengantar Cindy pulang setelah klinik tutup. Orang tua Cindy pun tau aktifitas baru putrinya. Mereka hanya berpesan untuk saling mengjaga diri karena.


Sekarang Cindy mempunyai aktifitas baru. Yaitu membantu Diki di klinik dibagian administrasi mengurus bagian pendaftaran pasien


Cindy tak pernah malu untuk belajar sama Dadang yang sudah lama membantu dibagian administrasi klinik


setelah bekerja di bengkel pagi harinya. Semua orang sudah tahu hubungan mereka.


Awalnya mereka kaget akan kehadiran Cindy yang datang tiap hari. Namun setelah dijelaskan oleh Diki, mereka pun bahagian dan senang. Mereka berdoa mudah-mudahan hubungan itu tetap langgeng hingga dipelaminan.


Diki pun kadang membantu Cindy dalam pekerjaannya, walau sembunyi-sembunyi.


Flashback


Sehabis pulang dari kantor. Cindy singgah di klinik.


Setelah mengurus pendaftaran beberapa pasien, Cindy lalu membuka laptop untuk mengerjakan berkas proyek yang belum selesai.


Disaat Cindy sedang menyelesaikan data proyek itu. Dia merasa ngantuk dan terlelap di meja ruang administrasi.


Diki masuk mendapati Cindy sedang tertidur dengan lelap di depan laptopnya. Diki mencoba membereskan laptop dan barang-barang Cindy, dan tampa sengaja melihat data proyek yang ada di laptop Cindy.


Dia pun duduk sambil membaca data proyek tersebut. Sambil tersenyum, dia pun duduk disamping Cindy dan mencoba menyelesaikan data proyek yang kurang itu.


Setelah menyelasaikan data yang menurutnya kurang itu, Diki merapikan Laptop lalu membangunkan Cindy dari tidurnya. Karena sudah larut malam. Diki mengantar Cindy pulang ke rumahnya.


Besoknya Cindy dipanggil ayahnya keruangan untuk melaporkan proyek yang sedang di kerjakan Cindy. Ayahnya menyadari Cindy sedang bermasalah dengan proyek yang sedang di kerjakannya.Dia mencoba ingin membantu putrinya itu.


Setelah data itu di print, berkas data itu pun dibawa untuk diserahkan ke ayahnya. Cindy tidak menyadari bahwa data proyek itu telah diselesaikan oleh Diki.


Setelah berkas itu diserahkan dan dibaca oleh ayahnya. Ayahnya pun kaget karena data proyek itu sudah sangat bagus dan sempurna. Disitu pun tertulis keuntungan yang didapat akan sangat besar jika menggunakan data itu

__ADS_1


Cindy sangat terkejut, karena dia tau data itu belum selesai. Bahkan tadi malam dia ketiduran tampa menyelesaikan data itu.


Wiliam langsung mengadakan rapat mendadak, dan menyuruh Cindy untuk mempresentasikan data itu.


Sebelum rapat Cindy mencoba untuk mempelajari data proyek itu. Cindy sangat penasaran, siapa yang sudah menyelesaikan data itu. Dia mengingat mengerjakannya di klinik, tapi siapa yang membantu menyelesaikannya ?


Setelah rapat, semua peserta sangat menyukai dan kagum dengan ide-ide dari data proyek itu. Karena rasa penasaran yang tinggi, Cindy mencoba mencari tau dengan memasukkan data proyek yang belum selesai.


Selepas pulang dari kantor dia pun mampir ke klinik. Setelah selesai menyusun pendaftaran pasien, dia pun langsung membuka laptop dan menampilkan data proyek yang belum selesai itu lalu pura-pura tertidur.


Diki yang melihat Cindy tertidur mencoba membangunkannya. Saat membereskan laptop Cindy. Dia melihat data yang terpampang di layarnya Diki hanya bisa tersenyum sambil mengelus pelan rambut Cindy.


Tampa menunggu lama, Diki langsung membantu mengerjakan data proyek itu. Disaat Diki sedang asik mengerjakan data itu, Cindy pelan-pelan membuka matanya.


Betapa terkejutnya dia melihat siapa yang ada disampingnya. Diki yang sedang asik mengetik tidak menyadari bahwa Cindy menatapnya sembunyi-sembunyi.


Cindy lalu menutup matanya kembali dan menunggu Diki membangunkannya. Sambil menutup mata. Cindy memikirkan hah-hal yang aneh dibenaknya.


Dari mana Diki tau banyak tentang proyek kantor sedangkan dia seorang dokter. Dari mana dia mempelajari ilmu itu selain ilmu kedokteran.


Setelah selesai Diki membangunkan Cindy. Sambil mengucek matanya dia tersenyum kearah Diki.


Sesampainya dirumah, dia langsung membuka laptop untuk melihat hasilnya. Betapa terkejutnya dia mendapati data proyek itu sudah selesai. Padahal data proyek itu proyek kerjasama dengan perusahaan Aries. Perusahaan tuan Heri yang bekerjasama dengan perusahaanya untuk pembangunan jalan tol.


Setelah menutup laptop,  dia langsung kekamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi, dia lalu naik ketempat tidur dan berusaha memejamkan matanya. Namun rasa penasaran terus mengganggunya. Sambil menapat langit-langit kamar. Dia berencana untuk memberi tahu ayahnya besok. Tidak lama kemudian diapun terlelap.


Besoknya dikantor, Cindy melaporkan hal tersebut ke ayahnya. Wiliam kaget mengetahui siapa yang membantu Cindy selama ini.


“Siapa sebenarnya Diki itu nak…?” ucap Wiliam.


“Dari mana dia tau tentang semua hal tentang proyek kantor yang sangat berbeda dengan ilmu yang dia pelajari…?” lanjutnya


“Saya juga tidak mengerti Paa…dia tidak pernah memberi tahu kepadaku…”ucap Cindy


“Semua ini juga membuatku bingung…” lanjutnya sambil memijit keningnya.


“tidak usah terlalu dipikirkan…toh apa yang dia lakukan bukan suatu kejahatan. Apa yang dia lakukan ini hanya sekedar untuk membantu dirimu dan perusahaan ini.  Tunggulah sampai dia mengatakan sendiri…”ucap Wiliam menenangkan purtinya.


“Baik Paa….” Ucap Cindy lalu meninggalkan ruangan ayahnya.


*******************

__ADS_1


Malamnya pak Beni mampir ke klinik. Saat dia ingin masuk, dia melihat Cindy didalam klinik. Dia mengurungkan masuk, lalu berjalan ke arah bengkel.


Setelah itu dia menghubungi Diki untuk meminta bertemu di bengkel. Awalnya Diki sedikit curiga, mengapa Beni ingin bertemu di bengkel. Tampa menunggu lama Diki menemui Beni sambil membawa berkas yang ingin diberikan ke Beni.


“Kenapa tidak masuk ke klinik saja pak Beni..?” ucap Diki.


“Saya hanya sebentar kok, lagi pula saya tidak ingin terlalu banyak orang yang tau akan kedatanganku….” Ucap Beni.


“Apa ini karena Cindy…?” ucap Diki yang tau arah pembicaraan Beni.


“Apa kau sudah tau siapa dia sebenarnya…?” ucap Beni.


“Saya sudah tau siapa Cindy saat saya berkunjung kerumahnya. Orang tuanya ingin bertemu dengan ku…” ucap Diki.


“Saat ini saya sudah menjaling hubungan dengan Cindy dan orang tuanya merestui…” ucap Diki sambil menunduk.


“Tapi apa dia sudah tau siapa kau sebenarnya…? Ucap Beni.


“Saya belum memberitahu Cindy Pak…” ucap Diki


“Saranku, lebih baik secepatnya kau berterus terang ke Cindy…saya tak ingin hal itu diketahui dari orang lain. Saya takut kesalahpahaman akan merusak hubunganmu kedepannya…”ucap Beni menyarankan


“Itu juga sudah menjadi pemikiran saya Pak. Tapi saya masih membutuhkan Waktu untuk menjelaskan ke Cindy…”ucap Diki


“Jujur saya ingin melamar secepatnya, tapi aku membutuhkan restu dari Papa dan Mama. Tapi bapak tau sendiri bagaimana hubunganku dengan Papa. Saya tidak tau bagaimana cara bertemu dengan mereka…”lanjutnya


“Mamamu pasti menyetujui keinginanmu itu, tapi saya tak tau dengan Papamu. Papamu masih keras kepala dengan prinsip dan egonya…”ucap Beni.


“Saranku, kau harus secepatnya menyelesaikan masalah antara kau dan papamu. Karena saya pernah mendengar, Papamu ingin menjodohkan Cindy dengan adikmu Chandra…”ucap Beni.


DEG...


********************


Jangan lupa Like, Coment dan Vote ya Readers


Thorr tunggu jejak kalian......


 


 

__ADS_1


__ADS_2