Lelaki Pilihanku

Lelaki Pilihanku
Chapter 7


__ADS_3

Cindy menyambut pagi ini dengan penuh kebahagiaan. Setelah berdandan, dia lalu turun kebawah.


Dengan wajah yang sumringah, dia turun dari tangga dan langsung ke meja makan untuk sarapan bersama orang tuanya.


Tuan Wiliam dan nyonya Serly yang melihat perubahan putrinya pagi ini, jadi bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi dengan putrinya itu.


“Mimpi apa semalam, kok hari ini wajah kamu kelihatan bahagia sekali ?” ucap tuan Wiliam menggoda sambil mengedipkan mata ke istrinya.


Nyonya Serly hanya tersenyum dan geleng-gelang kepala melihat kelakuan suaminya menggoda anak semata wayangnya itu.


“Ahhh…papa, kepo deh” tutur Cindy sambil meletakkan roti bakar dipiringnya.


“Lantas itu muka kok ceria sekali ?” tutur tuan Wiliam.


“ihhh…maa…papa kok tambah tua makin kepo deh” ucap Cindy mengadu ke mama nya.


“Sudah dong paa….pagi-pagi kok godain anaknya” tutur nyonya Serly


“Hahahahahaha” tuan Wiliam tertawa terbahak-bahak.


Setelah selesai sarapan tuan Wiliam dan Cindy bersiap kekantor. Nyonya Serly mengantar suami dan putrinya sampai kedepan pintu.


Tuan Wiliam dan Cindy pun berangkat bersama kekantor disupiri mang Ujang karena supir pribadi tuan Wiliam lagi izin cuti tidak masuk kerja.


Sesampainya dikantor Tuan wiliam kedatangan tamu penting. Tuan Wiliam meminta Cindy untuk menemani menyambut tamu itu.


Tamu itu adalah teman seangkatannya dulu di kampus. Tuan Heri Irawan Presiden direktur  Aries Corporation. Salah satu perusahaan terbesar di negara ini yang sama dengan W&A Corporation.


Kedatangannya selain bersilatuhrahmi juga ingin merencanakan perjodohan dengan anaknya Candra Irawan.


Anak kedua dari tuan Heri Irawan dan nyonya Dina Irawan.

__ADS_1


Mengingat pertemanannya dulu. Tuan Heri ingin mempererat tali kekeluargaan dengan perjodohan itu. Karena tau putri temannya itu belum menikah.


“Halo Wil…makin tua tambah gagah saja kau” ucap tuan heri menggoda.


“Iya dong…tidak seperti dirimu, tambah tua tambah peot saja” ucap Tuan Wiliam menimpali.


“Hahahahaha” Keduanya pun tertawa terbahak sambil berpelukan.


Cindy dan Candra hanya bisa tersenyum melihat kedua orang tua mereka.


Setelah selesai temu kangen, keduanya pun saling memperkenalkan anak masing-masing.


“Wil..kenalkan putraku Chandra” ucap Heri.


“Chandra tuan” ucap Chandar sambil mengulurkan tangan.


“ Panggil Om” ucap Wiliam sambil bersalaman.


“ Cindy Om” ucap Cindy sambil bersalaman dengan tuan heri dan Chandra.


Mereka pun duduk bersama sambil bernostalgia. Cindy dan Chandra pun duduk diam mendengar kedua orang tuanya bercengkrama.


Sambil diam Chandra curi-curi pandang ke arah Cindy.


Chandra terpesona dengan kecantikan Cindy.


Timbul rasa ingin memiliki dihatinya.


Heri yang melihat tingkah laku anaknya hanya bisa tersenyum.


“Wil….apa kau tidak kangen punya cucu ?” Ucap Heri

__ADS_1


“Pastilah….Diusia kita ini siapa yang tidak kangen punya cucu” ucap Wiliam tau arah pembicaraan


temannya itu.


“kalo begitu buat apa lama-lama…nih disampingku lagi menganggur” tutur Heri sambil


melirik kearah Chandra….


Chandra yang lagi dibicarakan hanya menunduk malu.


“Nganggur itu ya cari pekerjaan…masa cari jodoh…dasar” ucap Wiliam sambil tertawa.


“Dari pada pusing mencari, lebih baik yang ada saja kita ambil” ucap heri menggoda.


“Itu semua terserah anak-anak Her…kalo memang jodoh ya syukur. Kalo tidak ya kita harus hormati keputusan mereka” tutur Wiliam.


“maka dari itu, kan ada namanya perkenalan dulu” ucap Heri


“Kalo dari perkenalan itu ada kecocokan, ya..kita lanjutkan ke pernikahan” ucap Heri melanjutkan


“Kita serahkan semua keputusan kepada anak-anak Her…kita sebagai orang tua hanya bisa berdoa” ucap Wiliam.


“Mudah-mudahan cocok ya” ucap Heri sambil mengedipkan mata ke Wiliam


Keduanya pun tertawa lalu kembali bernostalgia mengingat masa-masa kampus dulu.


***********


Jangan lupa like and komennya yaa Readers


Thorr tunggu jejak kalian....

__ADS_1


__ADS_2