Lelaki Pilihanku

Lelaki Pilihanku
Chapter 12


__ADS_3

Para  tamu yang hadir memperhatikan mereka. Semua terdiam sambil mendengar hinaan demi hinaan yang dilontarkan Jimmy kepada Diki.


Diki yang diperlakukan sedemikian rupa hanya berdiri diam. Walaupun sangat marah, namun dia tetap diam dengan sabar tampa melakukan apa pun karena tidak ingin merusak suasana pesta.


Karena sudah tidak tahan akan hinaan Jimmy. Diki pun melangkah meninggalkan Jimmy menuju Mely untuk pamit dan meminta maaf atas kejadian tadi.


Mely juga meminta maaf karena merasa bersimpati kepada Diki. Dia sangat marah karena tidak menduga Jimmy akan berbuat onar di pestanya.


Diki meninggalkan pesta dibawah tatapan para tamu yang hadir. Tampa pamit ke Cindy, Diki keluar dari tempat pesta.


Cindy yang melihat kepergian Diki hanya bisa menangis. Dia langsung mengejar Diki keluar dari ruangan.


Namun langkahnya terhenti dan berbalik kearah Jimmy.


“Kau memang memiliki segalanya..” ucap Cindy


“Namun apa yang bisa dibanggakan jika itu semua hasil keringat orang tuamu..”


“Dalam ujian hidup nyata, kau tidak ada apa-apanya dibanding dia..Camkan itu…” ucap Cindy dengan tangisan diwajahnya kembali berlari mengejar Diki.


Ifan yang tau siapa Diki, sangat marah akan perlakuan Jimmy. Dia langsung menarik tangan Lily meninggalkan acara.


Namun sebelum pergi, dia menoleh ke Jimmy.


“Apa yang dikatakan Cindy memang betul..kau hanya lelaki brengsek yang berlindung dibalik kesuksesan orang tuamu. Kau memang tidak ada apa-apanya dibanding dirinya…” ucapnya Ifan sambil menarik tang Lily meninggalkan pesta.


Mely langsung mendekati Jimmy sambil bertolak pinggang.


“Puas kamu Jimmy…” ucapnya dengan wajah yang sangat marah.


Cindy mengejar Diki sampai ke parkiran. Dia langsung memeluk Diki sambil meminta maaf akan kejadian tadi.


Diki pun membalas pelukan Cindy sambil menepuk pelan punggung Cindy.


“Ini bukan kesalahanmu...apa yang dikatakan Jimmy memang benar…” ucapnya


“Aku tidak peduli dengan apa yang dikatakan Jimmy…”ucap Cindy.


“karena aku mencintaimu apa adanya…”


DEG


Diki tak percaya Cindy mengutarakan perasaannya.


“Aku juga mencintaimu sejak pertama kita bertemu. Tapi aku takut mengutarakannya…’ ucap Diki


Mendengar pengakuan Diki, Cindy tambah mempererat pelukannya.


“Aku tau kedudukanku. Maka dari itu aku memendam perasaan ini…” ucap Diki lanjutnya sambil mengelus pelan rambut Cindy


“Walaupun sekarang aku tau perasaanmu, namun kita tak bisa melangkah lebih jauh tampa restu dari orang tua..”


“Karena kebahagian bukan cuma milik kita berdua. Tapi juga milik orang-orang di sekeliling kita…” kemudian melepaskan pelukan lalu mencium kening Cindy.


Setelah memberikan kunci mobil Cindy. Diki pun langsung pergi dari tempat itu. Lily yang melihat itu langsung berlari memeluk Cindy yang tengah menangis tersedu-sedu.


Setelah tangisan Cindy mereda, Lily pun mengantar Cindy pulang kerumah karena tak ingin sahabatnya itu pulang sendiri dengan keadaan tersebut.


Lily membawa mobil Cindy diikuti ifan dari belakang.


Sesampainya dirumah. Cindy yang masih menangis langsung berlari naik kekamarnya meninggalkan Lily di parkiran rumahnya.

__ADS_1


Orang tua Cindy pun kaget melihat putrinya menangis.


Setelah melihat Lily yang ikut masuk bersama Ifan, langsung di hadang oleh Wiliam dan serly meminta penjelasan


“Apa yang terjadi dengan Cindy..” ucap Serly sambil mengajaknya duduk di sofa


Lily yang ditanya hanya bisa membuang nafas panjang. Dia pun menjelaskan kejadiaan yang terjadi dipesta.


Wiliam dan serly sangat marah mendengar penjelasan Lily.


“Dasar lelaki brengsek…mau sampai kapan dia mengganggu putriku…” ucap Wiliam dengan suara yang tinggi.


“Sabar paa…sabar…” ucap Serly menenangkan suaminya.


“Hal ini sudah tidak bisa dibiarkan Maa…” ucap Wiliam.


“Yang perlu dipikirkan saat ini kondisi Cindy Paa…” ucap Serly.


Mereka langsung naik kekamar Cindy untuk melihat kondisinya. Mereka mendapati Cindy memakai mukenanya sedang berdoa dengan khusyuk setelah habis sholat. Mereka pun menjadi tenang.


Ketakutan mereka tentang hal yang menimpa Cindy dulu terulang kembali sirna setelah melihat Cindy yang sedeng Khusyuk berdoa.


Lily yang melihat sahabatnya baik-baik saja langsung pamit untuk pulang.


Tak lupa berterima kasih. Wiliam dan serly mengantar kepergian Lily dan Ifan.


“Sepertinya Cindy memang banyak berubah setelah mengenal lelaki itu Paa..” ucap Serly.


“Saya sudah bertemu dengan Lelaki itu Maa…” ucap Wiliam membuat Serly langsung kaget.


“Kapan Paa…?” ucap Serly


“Kemari sehabis pulang dari kantor saya singgah di Klinik…”ucap Wiliam


“Dia lelaki yang baik…cocok untuk kriteria calon menantu yang kita dambakan selama ini…” ucap Wiliam


“Tapi saya masih membutuhkan sedikit informasi tentang dirinya…” lanjutnya


“Apa Itu Paa…?” ucap Serly penasaran


“Kita tunggu info dari Fadil dulu Maa…”


“Baik Paa…saya serahkan semua ke Papa…”


“Yang jelas Mama tidak ingin terjadi sesuatu dengan putri kita…” ucap Serly sambil berjalan masuk kekamar.


Tidak lama kemudian  Hp Wiliam berbunyi.


Wiliam langsung menerima panggilan karena Fadil yang menghubungi.


“Gimana Fadil…?” ucap Wiliam bersemangat.


“Saya sudah dapat informasinya tuan…” ucap Fadil.


“Ternyata mereka berhubungan setelah dokter itu menolong pak Herman Tuan…”


“Pak Herman pernah terkena tembakan dari musuhnya dan hampir mati. Namun tampa sengaja bertemu dengan Dokter itu…”


“Dokter itu lalu menolong Pak Herman lalu membawanya ke klinik untuk diobati. Dan sejak saat itu Pak Herman mulai berhubungan dengan Dokter itu. Tuan Herman bahkan menjadi salah satu donatur di Klinik…”


“Sepertinya kekhawatiran kita terlalu berlebihan tuan. Orang itu memang lelaki yang baik. Sampai-sampai pria seperti pak Herman Kagum dengannya…”lanjutnya

__ADS_1


“Betul apa yang kau katakan Fadil. Tapi tidak ada salahnya kita berhati-hati…” ucap Wiliam


“Baik Fadil terimakasih…” ucap Wiliam


“Sama-sama tuan…” Ucap Fadil sambil menutup sambungan tlp.


“sepertinya saya harus mulai bertindak…” batin Wiliam


Setelah mendapatkan informasi dari Fadil, Wiliam langsung masuk ke kamar memberi tahu istrinya.


**********


Pagi itu semua sudah berkumpul di meja makan.


Tiba-tiba Wiliam bersuara.


“Saya sudah mendengar kejadian tadi malam dari Lily nak…” ucap Wiliam


“Jika memang kau sudah yakin dengannya, bawa lelaki itu kemari. Kami ingin bertemu dengannya…”lanjutnya.


“Baik Paa…nanti saya akan tanyakan ke bang Diki…” ucap Cindy


“Waahh….sudah panggil abang nihh…” ucap Serly menggoda.


“Sepertinya putri kita sudah sangat jatuh cinta pada lelaki itu Paa…” ucap serly sambil mengedipkan mata kearah suaminya.


Wiliam yang mendapatkan kedipan mata dari istrinya hanya bisa tertawa terbahak-bahak.


Cindy tertunduk malu akan kelakuan orang tuanya.


Sesampainya di kantor, Cindy mencoba menghubungi Diki.


Cindy berharap Diki mau menerima tlp nya. Sebab dia takut, Diki tidak mau mengangkat Tlp karena kejadian tadi malam.


“Assalamualaikum bang…” ucap Cindy senang karena Diki mengangkat tlp nya


“Waalaikum Salam…ada apa Cin, tumben pagi-pagi menelfon…” ucap Diki.


“Papa dan Mama ingin bertemu denganmu…” ucap Cindy


“Apa abang bisa meluangkan waktu…” lanjutnya


“Bisa…kapan” ucap Diki


“Malam ini…’ ucap Cindy


“Baiklah…tolong kirimkan alamat rumahmu…”ucap Diki


“Biar saya yang jemput abang, sore pulang dari kantor saya jemput di klinik…”


“Ok kalo begitu..nanti sore saya tunggu…”ucap Diki


“Terima kasih bang…Assalamualaikum..” ucap Cindy


“Sama-sama…Waalaikum Salam..” ucap Diki menutup panggilan


********************


Jangan lupa Like, Coment dan Vote ya Readers


Thorr tunggu jejak kalian......

__ADS_1


 


 


__ADS_2