
Tampa Diki dan Cindy sadari, sepasang mata memperhatikan mereka dari jauh. Ada rasa senang bercampur bahagia melihat kebersamaan mereka.
“Jadi ternyata dia yang Cindy pilih sebagai pendamping” bantinnya
“Untung lelaki itu kau bang…jika lelaki lain pasti aku tak akan memberikan Cindy kepadanya…”
“Syukurlah kau baik-baik saja bang…” Lamunannya terhenti karena tiba-tiba Hp nya berbunyi.
“Iya Maa…ada apa..”ucapnya
“Candra..kau lagi dimana nak..” ucap Dina
“Saya lagi di jalan Ma..” ucap Candra
“Papamu menyuruh kau pulang, ada hal penting yang akan di sampaikan..”
“Baik Maa…”
Dengan senyum di wajah, Candra lalu berlalu membawa mobilnya meninggalkan tempat itu.
Tidak lama kemudian, Candra tiba dirumah disambut oleh kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang keluarga.
“Dari mana Nak…kok wajahmu terlihat bahagia..” ucap Heri
“Dari bertemu seseorang yang sangat saya rindukan Paa..” ucap Candra
Kedua orang tua Candra saling menatap bingung mendengar ucapan Candra.
__ADS_1
“Ada apa Paa..sepertinya ada hal penting yang akan Papa sampaikan…”ucap Candra lalu duduk depan Papanya.
“Sebelumnya Papa ingin meminta maaf padamu, karena keegoisan Papa sampai memisahkan dirimu dengan kakakmu. Papa tau kau sangat merindukan Kakakmu..” ucap Heri sambil menatap sendu Candra.
“Apa kau tidak ingin ketemu dengan kakakmu…” ucap Heri lanjutnya
“Saya sudah bertemu dengannya Paa…” ucap Candra
“Dimana Nak…”ucap Dina antusias memotong pembicaraan Candra dengan Heri.
“Saya tadi ketempat abang Maa…walaupun saya melihatnya dari jauh..”ucap Candra
“Dari mana kau tau kakakmu ada di kota ini…”ucap Heri heran
“Saya mendengar pembicaraan Papa dan Mama semalam, jadi saya langsung menyelidiki keberadaanya..”ucap Candra
“Betul Paa…dan saya bahagia dia baik-baik saja..”ucap Candra
“Jadi bagaimana dengan Cindy, Papa tau kau sangat mencintainya..”ucap Heri dengan perasaan cemas.
“Saya sudah merelakan Cindy dengan pilihannya Paa…” ucap Candra.
“Syukurlah Nak…hal penting yang ingin Papa sampaikan ini juga menyangkut Cindy…”ucap Heri
“Apa itu Paa..”ucap Candra
“Ternyata Cindy saat ini sedang berhubungan dengan seorang lelaki, dan lelaki itu adalah kakakmu..”ucap Heri.
__ADS_1
“Saya sudah tau Paa…”ucap Candra sambil tersenyum.
“Dari mana kau tau Nak…” ucap Heri sambil menatap Dina disampingnya.
“Tadi saya melihat mereka berdua ditempat abang Paa, dan saya bahagia lelaki yang dipilih Cindy ternyata adalah kakakku sendiri..” ucap Candra.
“Syukurlah kalau begitu, kakakmu itu ingin menikahi Cindy dan sudah mendapat restu dari kedua orang tua Cindy. Namun kakakmu belum mau melamar Cindy tampa ada restu dari Papa dan Mama..”ucap Heri
“Lantas apa lagi yang Papa dan Mama tunggu. Apa Papa masih tidak ingin bertemu dengan abang..”ucap Candra.
“Sebenarnya kakakmu ingin bertemu dengan Papa dan Mama, namun belum ada waktu yang tepat…”ucap Heri
“Karena itu saya memanggilmu untuk segera menemui kakakmu dan memanggilnya kembali kerumah…”lanjutnya.
“Lagi pula Papa dan Mama juga sudah sangat rindu dengan kakakmu, Papa juga ingin meminta maaf dengan segala kelakuan Papa selama ini sekalian membahas masalah perjodohan itu..”ucap Heri
“Baiklah Paa…secepatnya saya akan menemui abang…”ucap Candra.
**********
Maaf Reader
Disebabkan kondisi badan sedang ada masalah, jadi update agak lama
Thorr usahakan secepatnya update lebih banyak lagi..
Jangan lupatinggalkan jejak ya.
__ADS_1
Like,Coment dan Vote di tunggu…