
Setelah makan siang, tuan Heri pamit pulang bersama Chandra. Tuan Wiliam mengantar tamunya sampai depan kantor.
Setelah meninggalkan kantor Wiliam. Tuan Heri langsung berbincang dengan anaknya “Gimana menurutmu gadis itu Chandra ?” tutur Heri pada anaknya.
“Saya suka paa….”ucap Chandra tersenyum.
“Kalau kau suka, itu semua tergantung usahamu untuk mendapatkannya” tutur Heri
“Baik Paa….” Ucap Chandra.
Tuan Heri sangat ingin putri Wiliam itu bisa menjadi menantunya. Karena dia punya ambisi untuk menggabungkan perusahaan Wiliam dengan perusahaannya.
Dengan bergabungnya kedua perusahaan, maka dapat dipastikan perusahaan mereka akan bertambah besar dan akan menjadi perusahaan no 1 baik didalam maupun diluar negeri.
**********
“Nak…gimana menurutmu dengan Chandra ?” ucap Wiliam setelah mengantar kepergian Heri.
“Belum tau paa……lagipula saya belum terlalu memikirkan tentang pernikahan” ucap Cindy berbohong karena tidak tertarik dengan Chandra.
“Mau sampai kapan kau menunggu….usiamu sudah 25 tahun nak” tutur Wiliam
“Akan ada waktunya paa..” ucap Cindy
Tuan Wiliam hanya membuang nafas panjang akan jawaban putrinya. Tuan Wiliam tak ingin memaksakan kehendaknya. Karena yang utama adalah kebahagiaan anak satu-satunya itu.
“Oh iya Nak….gimana proyek yang sedang kau kerjakan” ucap Heri tiba-tiba.
“Belum ada perkembangan paa….kontraktornya masih mencari bahan yang cocok untuk proyek pembangunan itu.” Ucap Cindy
“Tetap laporkan ke papa setiap perkembangan ya” ucap Wiliam
“Baik paa…”ucap Cindy langsung masuk litf khusus direktur bersama Wiliam menuju ruangannya di lantai 20.
**********
Dibengkel saat ini sedang ramai dengan banyaknya kendaraan yang ingin diperbaiki. Diki terpaksa turut membantu karena kekurangan karyawan. .
Bukan hanya soal perbaikan mesin. Diki memperlebar usaha bengkel dibidang modifikasi. Banyak kendaraan yang ingin dimodifikasi dibengkel Diki karena hasil yang memuaskan.
Rata-tara mobil yang ingin dimodifikasi adalah mobil sport mewah keluaran terbaru. Para montir yang bekerja di bengkel sudah sangat ahli dalam hal modifikasi dan memperbaiki mesin. Itu semua hasil dari didikan Diki. Tapi itu semua tetap tidak cukup jika bengkel lagi banjir orderan seperti siang ini.
“Diki…apa kau tidak ingin menambah karyawan di bengkel ?”ucap Ilham
“Rencana sih ada, tapi mencari yang ahli itu yang susah” Ucap Diki sambil duduk istirahat siang.
“Saya kasian denganmu, siang kerja dibengkel, sore urus klinik, belum lagi minimarket. Apa kau tidak cape mengurus itu semua ?” ucap Ilham
“Bengkel kan ada kamu…saya kan cuma bantu karena bengkel banjir orderan” ucap Diki
__ADS_1
Ilham hanya geleng-geleng kepala dengan jawaban Diki. Kerana Ilham tau siapa Diki sebenarnya. Ilham kadang heran dan prihatin dengan sahabatnya itu. Mengapa Diki mau menjalani hidup seperti saat ini. Lamunan Ilham langsung hilang saat Dadang datang menghampiri.
“Bang Diki….ada yang cari diluar” Ucap Dadang
“Siapa dang ?” ucap Diki
“Paman yang bisa datang itu” ucap Dadang
Diki langsung keluar menghapiri tamunya. “Pak Beni…tumben datang siang” ucap Diki.
“Kangen saja” ucap Beni
“Kangen apa butuh sesuatu” ucap Diki menggoda.
“Hahahahahha” sambil tertawa beni menundukkan kepala karena malu.
“Tunggu sebentar pak…saya ambilkan berkasnya dulu” ucap Diki sambil berjalan masuk ke klinik.
Beberapa saat kemudian Diki datang membawa berkas yang dibutuhka dan langsung menyerahkan ke Beni. “Ini pak” Ucap Diki.
“Terima kasih” tutur Beni.
“Sama-sama pak” ucap Diki
“Dik…tadi malam saya lihat ada gadis cantik mampir di klinik. Siapa dia” ucap Beni bertanya.
“Lho…pak Beni datang tadi malam ?” ucap Diki balas bertanya.
“Ohh…dia donatur di klinik, namanya Cindy pak” ucap Diki jujur.
“Ohh…saya kira pacar kamu ?” ucap Beni menggoda.
“Bukan pak” ucap Diki sambil tersenyum.
“Sudah waktunya kamu memikirkan seorang pendamping. Usiamu sudah 35 tahun” ucap Beni.
“Masih banyak hal yang harus saya lakukan pak” ucap Diki.
“Iya…tapi kan kamu harus memikirkan dirimu jaga. Jangan cuma memikirkan yang lain” ucap Beni.
“Akan ada waktunya pak” ucap Diki.
“Ingat usiamu. Jika ada yang cocok, jangan tahan perasaanmu” ucap Beni.
“Baik pak terimakasih” ucap Diki.
“Kalo begitu saya permisi dulu..mau balik kekantor…Assalamualaikum” ucap Beni
“Waalaikum salam” ucap Diki sambil mengantar kepergian Beni.
__ADS_1
Sambil menyetir Beni memikirkan gadis itu. Apa maksud dan tujuan gadis itu menjadi donatur di klinik Diki. Karena dia tau siapa gadis itu sebenarnya. Beni hanya berharap apapun maksud dan tujuan gadis itu, tidak akan mendatangkan masalah buat Diki.
Tidak lama, Beni tiba di kantor dan langsung naik keruangannya di lantai 15. Beni adalah Direktu pemasaran Aries Corporation. Salah satu tangan kanan President Direktur Aries Corporation tuan Heri Irawan yang sangat dihormati. Terobosan dan ide-ide nya telah banyak membantu dalam mengembangkan perusahaan selama ini.
Sesampainya di lantai 15, Mirna sang sekertaris langsung menyambut dan memberitau bahwa rapat pemegang saham akan dilaksanakan sebentar lagi.
“Terima kasih Mirna” ucap Beni langsung berjalan menuju ruang rapat.
Beni langsung masuk dan mendapati semua orang sudah hadir disana. Walau terlambat namun semua yang hadir tetap tersenyum menyambut kehadiran Beni.
“Maaf terlambat…tadi sedikit macet dijalan” ucap Beni sambil menundukkan kepala.
“kalo begitu kita langsung saja mulai rapatnya. Beni mulai saja presentasinya” ucap Heri
Beni langsung naik kepodium mempresentasikan proyek terbarunya. Semua yang hadir sangat suka dengan presentasi yang dibawakan Beni. Mereka langsung tepuk tangan tanda setuju dengan proyek tersebut setelah Beni selesai presentasi.
Setelah rapat selesai, semua pemegang saham yang hadir pamit dan meninggalkan Heri dan Beni yang masih ingin berbicara.
“Beni….saya ingin kau mulai membimbing Chandra sebagai calon penerus di perusahan ini nantinya. Ucap Heri.
“Saya ingin kau menurunkan semua ilmumu kepadanya. Supaya kelak Chandra bisa membawa perusahaan lebih besar lagi” ucap Heri lanjutnya.
“Apa dia mampu…kau tau sendiri kan sifat anak keduamu itu gimana” ucap Beni tampa takut.
“Saya tau…itu semua karena saya terlalu memanjakannya. Mungkin dengan bimbinganmu, dia akan sadar” ucap Heri
Heri tau sifat Chandra selama ini, namun dia menyembunyikan kelakuannya. Chandra tak pernah memikirkan perusahaan sedikit pun. Dia cuma tau Berfoya – foya menghamburka uang dengan berpesta setiap malam di klub dengan teman-teman sesama anak orang kaya lainnya. Dengan menjodohkan Chandra dengan Cindy, Heri berharap dia akan berubah.
“Apa kau tak pernah memikirkan orang lain yang lebih kompeten untuk duduk sebagai penerus perusahaan ini ?” ucap Beni
“Kau tak perlu mengingatkan tentang anak yang keras kepala itu” ucap Heri marah karena tau arah pembicaraan Beni.
“Jujur Her…saya masih ingat masa-masa awal perusahaan ini berdiri” ucap Beni.
“Dengan usaha dan kerja keras, kita mampu membawa perusahaan tambah besar seperti sekarang” lanjutnya.
“Dan semua orang diperusahaan ini tau siapa orang dibalik itu semua,”ucap Beni.
“Walau usianya masih 15 tahun, tapi dia mampu membuktikan dirinya sebagai penerus perusahaan ini. Lanjutnya.
Heri ingat dengan anak pertamanya yang sangat pintar itu, karena keras kepala dan prinsip yang berbeda, membuat anak pertamanya itu pergi dari rumah dan tak pernah kembali sampai saat ini. Itu terjadi karena ambisi Heri yang begitu kuat, menghalalkan segala cara untuk membuat perusahaan cepat tambah besar. Walau Heri sadari kesalahannya, tapi tak pernah sekali pun untuk mencari anak pertamanya itu.
“Sudahlah Beni…suatu saat dia pasti akan kembali” ucap Heri
“Iya…tapi sampai kapan kita menunggu” ucap Beni
“Waktu itu tak akan datang jika kalian berdua masih keras kepala” lanjutnya lalu berdiri pamit kembali keruang kerjanya.
**********
__ADS_1
Jangan Lupa like, komen dan Vote nya yaa Readers
Thorr tunggu jejak kalian