
Wilson menghancurkan semua barang yang ada di ruangannya. Dia marah karena mendengan anak buahnya gagal dalam menyabotase proyek itu.
“Apa saja kerja kalian, mengapa proyek itu bisa berjalan…” ucapnya
“Jack..apa yang sebenarnya terjadi…”ucapnya dengan menatap tajam Jack pengawal sekaligus sekertaris yang selama ini menyelesaikan semua masalahnya.
“Saya tidak tau Tuan…sepertinya ada seseorang mengetahui semua hal yang kita lakukan. Orang itulah yang mempertemukan warga dengan perusahaan itu…” ucap Jack
“Siapa dia…? Ucap Wilson.
“Kami masih menyelidikinya tuan. Apalagi sekarang kita harus hati-hati dalam bertindak, karena mereka menyewa jasa Herman…” ucap Jack.
“Herman…?” ucap Wilson.
“Iya tuan…tuan pasti pasti mengenal Herman…” ucap Jack
Wilson sangat mengenal Herman, karena mereka adalah saingan di dunia hitam. Walau selama ini Wilson sangat ditakuti, namun dia tak pernah berani menyinggung Herman. Karena dia tau bukan hanya harta tapi juga nyawa yang dipertaruhkan.
“Sial ternyata mereka sudah selangkah lebih maju dari kita…”ucap Wilson dengan wajah yang sangat marah.
“Kau harus temukan siapa orang yang menggagalkan pekerjaan kita. Orang itu harus tau akibat dari berurusan denganku. semua orang yang menghalangiku harus mendapatkan ganjarannya…”lanjutnya.
“Baik tuan…ucap Jack sambil berlalu keluar dari ruangan.
***
Hari ini Klinik sedang libur. Diki mengajak Cindy jalan-jalan untuk menghiburnya.
Cindy sangat antusias dan menyambut ajakan Diki. Karena selama berhubungan mereka tidak pernah pergi kencan satu kali pun, Itu semua karena kesibukan Diki di klinik dari sore sampai malam. Belum lagi mengurus bengkel dan minimarket.
Saat ini mereka sedang duduk di salah satu café di Mall terbesar di kota itu. Sambil menunggu pesanan, mereka berbincang sambil bersenda gurau.
“Sepertinya hari ini kau sangat senang sekali…Ucap Diki
“Ya…aku senang sekali kau mengajakku jalan…”ucap Cindy sambil tersenyum ke Diki.
“Maaf jika selama ini aku tak pernah mengajakmu kemana-mana. Kau tau sendiri kan keadaanku…” ucap Diki.
“Tidak apa-apa…saya mengerti kok…” ucap Cindy
“Terima kasih atas pengertianmu…” ucap Diki.
__ADS_1
“Lakukan apapun yang menurutmu baik, aku akan tetap mendukungmu jika itu untuk kebaikan semua orang…” ucap Cindy bangga.
Tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang. Mereka lalu menikmati hidangan sambil bercanda ria.
Tidak jauh dari tempat mereka duduk, sepasang mata menatap tajam ke arah mereka. Jimmi yang tidak sengaja melihat mereka saat sedang jalan-jalan di mall. Melihat keakraban mereka membuat Jimmi sangat marah sekali.
“Nikmati kebahagianmu saat ini sayang, karena sebentar lagi senyum bahagia itu akan jadi milikku…”batin Jimmy.
“Tak akan kuberikan dirimu kepada lelaki lain, kau hanya milikku seorang…”batinnya sambil mengeluarkan Hp dan memotret wajah Diki dari kejauhan.
Setelah mendapatkan Foto Diki, dia pun meninggalkan tempat itu sambil menelfon seseorang. Tidak lupa dia mengirim foto itu lewat Hpnya.
“Jack…selidiki siapa orang bersama Cindy itu. Saya ingin informasi secepatnya…”ucap Diki.
“Baik tuan muda…”ucap Jack sambil mematikan sambungan dan langsung mengutus anak buahnya untuk mencari informasi.
***
Tidak lama setelah dari café, Diki mengejak Cindy nonton. Sambil mengantri, dia pun bertanya film apa yang ingin di tonton.
“Kau ingin nonton film apa…”ucap Diki.
“Sepertinya Film Horor bagus sayang…”ucap Cindy
“Tidak…malah ketegangan yang dihadirkan film horor bagus untuk menghilangkan stress…”ucap Cindy
“Baiklah kalo begitu…”ucap Diki lalu memesan tiket untuk film horor.
Setelah itu mereka memesan makanan dan minuman untuk menemani mereka nonton. Tidak lama kemudian panggilan untuk para penonton pun berbunyi.
Diki dan Cindy lalu mencari tempat mereka. Karena hari ini banyak yang menonton film horor itu, Diki hanya bisa mendapat tempat duduk paling belakang.
Tidak lama kemuadian film pun diputar. Awalnya Cindy sangat asik menonton, namun tidak lama kemudian, dia mulai memegang lengan Diki dengan erat karena takut. Diki yang melihat kelakuan Cindy hanya bisa tersenyum.
Setelah memasuki pertengahan film semua penonton menjerit histeris. Cindy yang ikut menjerit langsung memeluk lengan Diki sambil menyembunyikan wajahnya.
Dari pertengahan sampai selesai film diputar, Cindy lebih banyak menyembunyikan wajah di sambil memeluk lengan Diki.
Setelah selesai film diputar mereka lalu meninggalkan bioskop. Sambil berjalan, Diki pun menggoda Cindy.
“Saya tau mengapa kau ingin menonton film horor…”ucap Diki tampa melirik Cindy yang berjalan di sampingnya.
__ADS_1
Cindy yang mendapatkan pertanyaan seperti itu, langsung menatap Diki bingung.
“Kenapa memangnya…”ucap Cindy dengan tatapan heran.
“Kau pasti menjadikan ketegangan film horor hanya untuk memelukku kan…”ucap Diki sambil mengedipkan mata ke Cindy.
Cindy yang mendengar itu hanya bisa tersenyum sambil tertunduk malu. Dia memukul pelan lengan Diki lalu berjalan cepat mendahului Diki karena tak ingin Diki melihat wajahnya yang sudah merah merona.
Diki langsung berlari dan menarik tangan Cindy untuk menghentikan langkahnya. Sambil berhadapan, Cindy yang masih malu hanya bisa menundukkan kepala didepan Diki.
“Kau tak perlu mencari alasan jika hanya ingin memelukku…ucap Diki lalu memegang tangan Cindy.
“Peluklah jika kau ingin, karena diriku ini hanya milikmu…”lanjutnya.
Cindy yang mendengar perkataan Diki langsung meneteskan air mata. Sambil menangis dia langsung memeluk Diki dengan erat. Diki pun membalas pelukan sambil mengelus rambut Cindy.
Banyak tatapan mata yang melihat adegan itu, namun Diki dan Cindy tak menghiraukannya. Diki dan Cindy lalu meningalkan tempat itu sambil bergandengan tangan.
***
Esoknya, Beni mampir ke klinik. Selain untuk mengambil berkas yang sedang diselesaikan Diki, dia juga ingin bertanya soal Herman.
Tak lama Diki pun datang dan mengajak Beni duduk di dalam bengkel sambil menikmati kopi yang disediakan oleh Dadang.
“Apakah kau yang mendatangai warga dan menyelesaikan masalah proyek tol itu…”ucap Beni
“Saya hanya membantu sedikit pak Beni. Persoalan itu sudah lama berjalan tampa ada penyelesaian…”ucap Diki
“lagi pula ini menyangkut masalah kantor papa dan saya juga tidak ingin Cindy terbebani akan persoalan itu…”lanjutnya
“Lantas tentang keterlibatan Herman…? Ucap Beni
“Awalnya saya hanya ingin tuan Herman mengawal pihak warga saja, karena saya tau siapa dalang dibalik yang ingin menggagalkan proyek itu. Saya takut akan keselamatan Warga, karena itu saya meminta bantuan tuan Herman untuk menjaga mereka. Dengan pengawalan tuan Herman, mereka akan berfikir panjang jika ingin macam-macam…”ucap Diki
“Tapi menurutku akan lebih bagus jika tuan Herman dilibatkan dalam proyek itu. karena saya tidak tau, sejauh mana mereka akan bertindak jika tau proyek ini sudah berjalan…”lanjutnya
“Apa yang kau katakan itu benar…”ucap Beni
“Dengan selesainya persoalan warga, semua pihak sudah siap untuk memulai proyek itu. Dengan keterlibatan Herman, paling tidak kita akan merasa aman saat proyek itu sudah dimulai…”ucap Beni lanjutnya
********************
__ADS_1
Jangan lupa Like, Coment dan Vote ya Readers
Thorr tunggu jejak kalian....