
Pagi ini jalanan terasa lengang dengan kurangnya kendaraan yang lalu lalang, ditambah angin yang tertiup lembut menambah sejuknya pagi ini. Lalu tiba tiba terlihat satu mobil yang sepertinya mengalami masalah berhenti di pinggir jalan karna pengemudinya merasa ada sedikit masalah dengan mobil yang dikemudikannya.
“Maaf non.. sepertinya ada sedikit masalah dengan mobilnya, mohon tunggu sebentar, saya akan mencari bengkel terdekat untuk meminta bantuan” ucap sang supir melaporkan kondisi mobil kepada seorang gadis yang duduk di belakang kursi supir.
“Tidak apa-apa mang Ujang, silahkan dan tolong hubungi supir kantor untuk segera menjemput kesini” ucap gadis itu
“Baik nona” ucap mang Ujang sambil mengambil HP nya dan menghubungi seseorang lalu pergi mencari bengkel terdekat.
Gadis itu membuka pintu mobil lalu keluar dan berjalan ke arah bangku di bawah pohon yang ada di pinggir jalan. untuk menghilangkan kebosanan dia membuka HP dan memainkan game online sambil menunggu datangnya mobil penjemput.
Tidak lama sebuah mobil truk derek berhenti depan mobil yang rusak itu. Mang Ujang bersama Seorang Pria turun dari mobil derek.
“Tolong buka kap mobilnya sebentar pak, saya mau memeriksa minyak remnya”ucap pria itu sambil mengeluarkan
peralatan yang dibutuhkan. Karena sesuai informasi dari mang Ujang ada sedikit masalah dengan rem mobilnya.
Sepasang mata dari tadi memperhatikan mang ujang bercengkrama dengan pria itu. Ada rasa penasaran yang muncul di benaknya. Apa betul laki-laki itu seorang montir. Dengan perawakan tinggi, rambut hitam mengkilat, kulit putih bersih dan wajah yang tampan. Jangan lupa dengan rahan yg terlihat keras diwajahnya menambah kesan tegas dibalik baju bengkel yang dipakainya.
Beberapa saat kemudian………..
“Maaf pak Ujang, sepertinya mobil bapak harus dibawa kebengkel untuk perbaikan” ucap pria itu
“Bagian mana yang rusak” ucap mang ujang
“Sil master remnya sudah kalah dan bocor, perlu dilakukan penggantian” ucap pria itu menerangkan sambil memperlihatkan alat yang rusak itu kepada mang ujang.
“ Kalau begitu….tunggu sebentar saya lapor ke majikan saya dulu” ucap mang ujang sambil berjalan ke arah seorang gadis yang lagi duduk dibangku dibawah pohon
Pria itu sekilas melihat kearah gadis yang sedang berbicara dengan mang Ujang. bibirnya sedikit tersenyum sambil merapikan alat bengkel yang berserakan.
Setelah mendapat persetujuan dari sang gadis, mang Ujang pun menghampiri pria itu, sambil menutup kap mobil, mang ujang bertanya
“Nak Diki.. kita sudah bisa membawa mobilnya ke bengkel” ucap mang Ujang menyebut nama pria itu karena tadi sudah berkenalan di bengkel.
"Baik Pak" ucap Diki langsung mempersiapkan mobilnya untuk dinaikkan ke truk derek dan tidak lupa menghubungi bengkel untuk mempersiapkan sparepart yang dibutuhkan
__ADS_1
Sambil membantu merapikan alat, mang Ujang bertanya berapa lama yang dibutuh kan untuk perbaikan mobil tersebut
“Tidak lama kok pak…barusan saya menghubungi bengkel untuk mempersiapkan sparepartnya” ucap Diki
“Baik….tapi apa bisa menunggu sebentar, sampai mobil penjemput untuk nona majikan saya datang. Saya tidak bisa meninggalkannya sendiri disini…” ucap mang Ujang.
“Baik Pak Ujang….Kita bisa menunggu sambil saya naikkan mobil bapak keatas mobil derek” ucap Diki
Tiba-tiba gadis itu memanggil mang Ujang. Mang Ujang pun menghampiri. Sambil menunduk mang Ujang pun bertanya “ ada apa non Cindy”
“ Apa mobilnya sudah mau langsung dibawa kebengkel mang ?” ucap Cindy
“Belum non…nak Diki cuma mempersiapkan dulu mobilnya untuk dibawa sambil menunggu mobil jemputan untuk nona datang” ucap man Ujang.
“Jadi namanya Diki” Batin nya sambil melirik ke arah Diki yang lagi mempersiapkan mobilnya.
“Baik mang…..terimakasih” ucap Cindy sambil tersenyum
Sambil menunggu tiba-tiba 3 orang pria berjalan menghampiri Cindy
Cindy yang marah tidak terima diperlakukan seperti itu langsung bangkit dan menampar wajah pria yang mencolek wajannya.
“Dasar Bre*****k….kau pikir saya wanita ********* apa haa..” ucap Cindy
Tidak terima perlakuan Cindy. Pria itu ingin membalas menampar Cindy. Namun tiba-tiba tangannya berhenti karena ada tangan yang memegang dari belakang.
Mang Ujang berlari menghapiri Cindy yang bergetar ketakutan dan langsung berdiri didepan sebagai tameng untuk melindungi Cindy.
“Berani sekali kau mencampuri urusanku, cepat lepaskan tanganku” ucap pria itu sambil menatap Diki yang ternyata menahan tangannya.
“Apa seringan itu tanganmu untuk memukul seorang perempuan” ucap Diki yang masih tetap memegang tangan pria itu
Kedua teman pria itu pun menghampiri Diki dan langsung memukulnya. Diki jatuh dan tersungkur dijalan. Cindy yang melihat hal itu pun langsung menjerit.
Mang ujang langsung siaga, ingin menolong Diki tapi takut meninggalkan Cindy sendiri.
__ADS_1
Darah sedikit mengalir dari sudut bibir Diki. Tampa Diki sadari salah satu pria itu mengambil sepotong besi dari mobil derek dan langsung memukulkan ke kepala Diki.
Tapi tiba-tiba untuk kedua kalinya tangan dan besi itu tidak bisa bergerak karna ada seseorang yang memegangnya dari belakang.
Pria itu pun tambah marah karena merasa terlalu banyak yang mencampuri urusannya.
“Siapa lagi yang mengganggu kesenangan kami” ucap laki-laki membentak sambil melirik kebelakang.
Tapi setelah bertatap muka tiba-tiba pria itu jatuh karena mendapatkan pukulan di wajahnya. Bukannya tambah marah malah besi yang ada ditangannya langsung lepas dan jatuh lalu langsung berlutut dan merapatkan kedua tangannya didepan dada dan memelas seperti anak kecil.
“Maaf bang….. saya tidak tau ternyata itu abang” Ucap pria itu memohon ampun sambil bersujut dengan kedua temannya karena menyadari dan mengenal siapa yang sudah berani memukulnya.
“Apa kau tau siapa pria yang kau pukul barusan” ucap pria berjas hitam dengan wajah yang sangat sangar. ditemani beberapa orang dengan pakaian yang sama dibelakannya”
“Maaf bang…kami tidak tau” ucap pria itu sambil melirik Diki.
Mereka bertiga masih bingung dengan apa yang terjadi. Mereka gemetaran karena rasa takut yang begitu tinggi, sebab dia tau berurusan dengan orang yang berdiri dihadapannya maka hanya maut yang akan diterima. Karena mereka tau, orang yang berdiri dihadannya itu adalah salah satu tangan kanan dari ketua geng yang sangat ditakuti, penguasa salah satu wilayah di kota ini. Lantas siapa sebenarnya montir itu. Mengapa mereka melindunginya
Tiba-tiba Diki bangkit, sambil memegang wajahnya, dia menghampiri pria berjas hitam itu.
“Joe…sudahlah, maafkan mereka…..aku tidak apa-apa” ucap Diki
“Tidak ada ampun bagi orang yang ingin berlagak diwilayah ini” ucap Joe tampa menghiraukan ucapan Diki sambil menatap tajam kearah orang-orang yang bersujud didepannya.
Lalu Joe melangkah menghampiri salah satu pria yang bersujut itu lalu memegang kerah baju orang itu dan menariknya keatas.
“Pasti kalian bertanya-tanya siapa dia kan” ucap Joe sambil melirik sekilas kearah Diki
“Jika kalian ingin mengetahuinya…maka kalian harus merasakan sakit terlebih dahulu” Ucap Joe sambil tersenyum sinis.
********************
Jangan Lupa Like, Coment dan Vote ya Readers
Thorr tunggu Jejak Kalian....
__ADS_1