
"Banyak cerita yang kita dapat di sekolah ini, kadang kita marahan, kadang tertawa, menangis, saling ejek dan di hukum bersama. Apa yang kita rasakan dan alami akan menjadi cerita yang tidak akan pernah terulang karena semua tentang kita".
**SEMUA TENTANG KITA
Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
'Tuk hapuskan semua sepi di hati
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa
Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita
Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat dulu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa****.
Hampir semua menitikan air mata terutama anak-anak yang akan berpisah, tidak akan ada lagi tawa bersama karena mereka akan melanjutkan ke sekolah yang berbeda.
Dua lagu yang telah sukses memporak-porandakan hati yang hadir dengan penghayatan yang luar biasa mengena di hati semua yang ada di aula. Beberapa dari mereka saling berpelukan dan memegang tangan satu sama lain. Dhea sedikit mengusap ujung matanya yang mengeluarkan kristal bening sebelum menyanyikan lagu yang ketiga.
Alunan musik mulai terdengar kembali, kali ini sedikit lebih keras dari dua lagu sebelumnya.
"Ini lagu terakhir dari kami, terkhusus untuk teman-teman yang ada disini, terimakasih sudah memberi warna dalam enam tahun ini, maaf jika kami yang ada di atas panggung ini dan saya khususnya pernah berbuat salah pada kalian, dimanapun kalian berada nanti tetap ingatlah kami, karena kita adalah sahabat, semua yang tahu bisa ikut menyanyikan bersama".
**KEPOMPONG
Dulu kita sahabat, teman begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat, berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu - kupu
Kini kita berjalan berjauh - jauhan
__ADS_1
Kau jauhi diriku karna sesuatu
Namun itu karna ku sayang
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu - kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagai kepompong
Na na na na na
Dulu kita sahabat, teman begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat, berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu - kupu
Kini kita berjalan berjauh - jauhan
Kau jauhi diriku karna sesuatu
Namun itu karna ku sayang
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu - kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagai kepompong
Kepompong**
Semua anak menyanyi bersama saling memegang tangan, suasana ruangan yang tadinya begitu mengharukan kini berubah menjadi ruangan yang penuh tawa. Dhea yang membawakan lagu inipun berhasil menghipnotis semua yang hadir layaknya penyanyi profesional yang kadang menyodorkan mikropon ke teman-temannya.
__ADS_1
"Terimakasih atas segala apresiasi yang diberikan kepada kami, kami mohon maaf jika penampilan kami kurang berkenan untuk semua yang hadir, saya Bima dan teman-teman yang lain mohon pamit turun ke panggung".
Semua memberikan tepuk tangan yang meriah untuk penampilan mereka berempat. Setelah turun dari panggung mereka segera menghampiri keluarga masing-masing.
"Penampilan yang sungguh luar biasa, lengkap sudah lagu yang di bawakan seperti nasi campur. Anak-anak kalian hebat sudah mengaduk-aduk perasaan kami semua. Surprise yang kalian siapkan sungguh luar biasa, hadirin semua saya minta tepuk tangan untuk semua yang sudah mempersembahkan penampilan terbaik mereka".
Semua yang ada di aula tertawa mendengar ucapan pak Dani dan segera bertepuk tangan sesuai instruksinya.
"Bapak, ibu guru, para wali murid dan tamu undangan yang saya hormati, acara terakhir pada pertemuan hari ini adalah pengumuman kelulusan dan juara umum tahun ini. Acara ini adalah inti dari semua acara yang telah kita lewati bersama, saya mohon dengan hormat kepada ibu Widyawati selaku kepala sekolah untuk naik ke atas panggung".
Bu Widyawati berdiri dari tempat duduknya, ia berdiri menangkupkan kedua tangan sebagai tanda penghormatan kepada semua yang hadir sebelum naik ke atas panggung.
"Selamat siang, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Saya tidak menyangka anak didik disini memiliki banyak bakat yang terpendam. Selama ini saya menyaksikan latihan anak-anak, tapi untuk penampilan yang terakhir ibu tidak pernah melihat kalian berlatih. Ibu tanya Bu Wahyu sebagai wali kelas juga tidak tahu. Kalian sukses membuat Surprise yang luar biasa. Anak-anakku semua teruslah berkarya dalam segala bidang yang positif".
"Bapak ibu wali murid dan tamu undangan yang hadir, jangan pernah menilai prestasi anak dari nilai-nilai yang tercetak di buku rapot atau kertas ulangan. Setiap anak terlahir istimewa dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anak yang pintar berhitung belum tentu bisa bernyanyi begitupun sebaliknya. Teruslah dukung anak-anak kita dengan baik. Jika kita mendukung dan mendidik mereka dengan baik sehingga mereka mendapatkan prestasi dalam bidang pengetahuan dan bakat anggaplah itu bonus untuk kita".
" Bapak ibu wali murid dan tamu undangan sekalian, saya tidak akan berbicara banyak disini. Setelah mendapatkan hasil ujian dan melakukan rapat kelulusan maka kami menyatakan bahwa pada tahun ini semua anak dinyatakan LULUS 100% ".
Semua bertepuk tangan dengan begitu keras menyambut pernyataan kepala sekolah yang menyatakan bahwa anak-anak mereka lulus.
Ibu kepala sekolah kembali berbicara "Bapak ibu semua, mohon perhatian sebentar. Selain mengumumkan kelulusan, saya juga akan mengumumkan anak-anak yang meraih nilai tertinggi di tahun ini. Dari sekian anak yang mendapat nilai terbaik ada anak yang benar-benar membuat kami para guru menitikan air mata".
Semua seketika terdiam, kata-kata yang diucapkan kepala sekolah memiliki dua makna menurut mereka. Entah itu kabar baik atau buruk mereka belum tahu.
"Saya akan panggilkan tiga besar anak yang meraih nilai tinggi, ibu berharap nama yang ibu panggil maju kedepan bersama orang tua atau keluarga yang mewakili. Bima Arya Saputra, Sinta Kinanti dan Ayu Saraswati silahkan maju ke depan. Nama-nama yang di panggil tampak begitu bahagia, mereka maju bersama keluarga mereka. Sedangkan Dhea yang dari tadi gugup sedikit kecewa, tapi ia segera tersenyum karena mereka memang pantas mendapatkan semua ini. Rissa dan Ibu menggenggam tangan Dhea untuk memberikan ketenangan, mereka tahu Dhea sedikit kecewa, Ricko melihat adiknya dengan senyum memberikan semangat.
"Setidaknya saya sudah melakukan semua dengan maksimal, terima kasih tuhan telah memberikan kemudahan kepada saya dalam melewati proses menuju kelulusan hari ini" ucap Dhea dalam hati.
Yudha dan Sila terdiam ketika nama Dhea tidak di panggil ke atas panggung, menurut mereka ini pasti ada yang salah, karena selama ini Dhea selalu mendapatkan nilai yang bagus.
Diatas panggung Bu Widyawati memberikan penghargaan kepada ketiga anak yang di panggil namanya. Semua anak dan keluarga yang ada di atas panggung kembali ke tempat duduk masing-masing. Ibu Widyawati kembali berbicara "Mereka adalah anak-anak yang hebat, tapi acara hari ini masih belum selesai. Diantara semua anak yang di sini ada anak yang memang membuat kami enggan melepaskannya, tapi masa depan anak ini masih panjang. Ibu panggil anak yang begitu luar biasa, peraih nilai tertinggi ujian sekolah dan ujian nasional dengan nilai hampir sempurna Dhea Mentari Putri silahkan naik ke atas panggung nak".
Semua anak semakin riuh bertepuk tangan dan berteriak memanggil Dhea untuk segera naik.
"Ini baru benar" ucap Yudha dan Sila bersamaan.
Dhea tidak menyangka namanya akan di panggil karena ia mengira namanya tidak masuk urutan terbesar, Ia berjalan menuju ke atas panggung.
Sesampainya di atas panggung, dengan mata yang sudah memerah Dhea menyalami Bu Widya. "Keluarga pendamping dari ananda Dhea saya mohon naik ke atas panggung" ucap Bu Widya.
Rissa dan Sari diminta Ricko untuk naik ke atas panggung, ia memilih untuk tetap duduk di tempatnya tetapi isyarat dari Bu Widya memintanya untuk naik ke atas panggung juga.
"Ibu Sari dan keluarga, terimakasih telah melahirkan dan mendidik anak seperti Dhea. Kami semua bangga kepadanya, selama kurang lebih 20 tahun saya mengabdi di sekolah ini, baru kali ini nilai tertinggi ujian nasional kita raih. Ibu berharap kalian nantinya akan meniru kakak kelas kalian untuk berlomba berprestasi".
"Ananda Dhea, bisa menyampaikan sepatah atau dua patah kata kepada semua yang ada disini" ucap ibu kepala sekolah.
"Terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya, Dhea tidak pernah menyangka akan berdiri di sini, selama ini Dhea hanya berusaha melakukan semaksimal mungkin kemampuan yang Dhea miliki. Tuhan begitu sayang pada Dhea sehingga melimpahkan kebahagiaan yang tidak berujung. Untuk Ibu dan kak Ricko, Kak Ris...sa terima kasih sudah mem.... bim....bing Dhea" ucap Dhea terbata karena sudah tidak bisa menahan tangis. Ia langsung memeluk ibu dan kedua kakaknya. Semua yang hadir ikut terbawa perasaan menyaksikan Dhea dan keluarga. Ricko begitu bangga dengan adiknya ia segera mengusap butiran bening di ujung matanya sedangkan ibu dan Rissa sudah meneteskan air mata bahagia.
,
.
__ADS_1
**Jangan lupa like, command dan vote ya kak, ditunggu bintang 5 nya
Selamat membaca**