Lelaki Terhebat

Lelaki Terhebat
Gak Nyambung


__ADS_3

Tolong like, command sebelum atau sesudah baca


Terima kasih


"Kenapa kamu tertawa kayak gitu, obatnya habis ya?" tanya Frans pada Mei yang segera duduk di kursi kosong di susul Dhea di sebelahnya.


"Tahu itu anak, pagi-pagi membuat masalah saja, sudah narik-narik, berhenti mendadak terus tertawa buat malu saja. Yang menabrak siapa? yang konslet siapa?".


"Menyebalkan juga kamu Dhe, memang aku listrik bisa konslet".


"Memang siapa yang menabrak dan di tabrak" heran Hilda pada dua temannya ini.


Dhea dan Mei langsung saling menunjuk tanpa melihat ke arah jari telunjuk mereka. "Idihh, kok kompak sih. Jangan-jangan jodoh" ucap asal Roy sehingga Dhea dan Mei melihat satu sama lain dengan jari telunjuk masih saling menunjuk "Amit-amit jabang bayi" jawab Dhea dan Mei kompak sehingga membuat semua temannya tertawa.


"By The Way kelompok kita yang warna bajunya paling kompak ya" ucap Jodi setelah berhenti tertawa.


"Ya iya-lah, sama Jojod, kan kaosnya dari Babang Nico yang ganteng" ucap Sukma memainkan mata pada Nico.


"Tuh Nic, Kode-kode tancap terus" goda Ardi pada Nico.


Nico hanya diam mendapat godaan dan ledekkan dari teman-temannya. Ia justru diam-diam memperhatikan Hilda tapi yang di perhatikan tidak pernah menanggapi.


Bryan yang dari tadi diam mendengarkan kekonyolan teman-temannya kini membuka suara "Bagaimana nanti strategi kita, kalian masih ingat kan bahwa besok akan di pilih kelompok yang paling terbaik, dan banyaknya tanda tangan yang kita dapat, itu menjadi salah satu penentunya".


Ardi yang tidak mau ribet lebih memilih untuk ikut saja apa keputusannya "Iya aku masih ingat, bagaimana dong. Aku ikut sajalah. Yang penting tidak ada yang terpaksa saja melakukan ini semua".


"Bagaimana kalau kita bagi beberapa kelompok atau mau jalan sendiri-sendiri? terus tempatnya kita bagi juga biar sama-sama dapat. Kalau kita hanya fokus satu tempat kita tidak akan dapat banyak" Dhea memberikan usul setelah tidak ada yang mengajukan usul.


"Aku setuju usul Dhea, itu ide yang bagus. Jadi sekali bergerak kita bisa mendapatkan banyak tanda tangan" Sukma memberikan tanggapan yang diangguki semua yang ada.


"Jadi nanti ada yang mencari tanda tangan di senior SMA, Senior SMP, pada guru dan senior pendamping Orientasi, teman seangkatan dan semua staf yang ada di sekolah ini, benar tidak?" tanya Bayu.


"Kita langsung bagi saja, karena masih ada waktu lima menit. Jadi nanti kita langsung gerak cepat" tambah Bayu.


Bryan segera membagi tugas "Dhea dan aku di bagian SMA, Nico dan Bayu di bagian SMP, sisanya di bagi untuk mencari tanda tangan di guru pendamping, senior pendamping dan teman seangkatan, bagaimana ada yang keberatan atau tidak?".


"Oke aku setuju, secara disini yang memang yang bisa diandalkan untuk bagian SMA itu Bryan dan Dhea, untuk SMP, Nico dan Bayu cocoklah secara mereka ganteng jadi pasti banyak kakak kelas yang suka, trus untuk bagian yang ada di area sini apalagi teman seangkatan dan senior, serahkan pada kami, iya tidak Da, Mei" jawab Sukma yang memberikan senyum penuh arti pada mereka.


"Benar, kita para cowok bagian sini sudah punya rencana, jadi jangan khawatir" tambah Frans tak mau kalah memberikan senyum penuh rahasia. "Terus yang minta tanda tangan ke semua staf yang ada disini siapa?" Tanya Frans memastikan.


"Aku mendengar, tapi masih rahasia katanya yang harus meminta adalah ketua kelompoknya, Terus hari ini dan besok pengurus yayasan juga akan hadir, jadi kalau kita bisa mendapatkan tanda tangan dari salah satu pengurus yayasan itu akan menambah nilai tambah bagi kita" ucap Roy pelan seakan berbisik. Ia tahu itu semua karena mendengar pembicaraan Edo dengan temannya.


Dhea menerima semua keputusan yang sudah di ambil "Baiklah, kita berdoa saja semoga kita dapat tanda tangan pengurus yayasan".


"Untung semalam aku sudah baca-baca sejarah sekolah ini serta beberapa pengurus di sini, paling tidak sudah punya modal untuk berperang" guman Dhea dalam hati.


Tepat pukul 07.00 acara di buka dengan doa serta beberapa pengarahan dari guru pendamping. Mr Egi sebagai kesiswaan memberikan arahan untuk pertama kali "Selamat pagi anak-anak, semoga kita senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Hari ini sungguh luar biasa, karena kita masih bisa berkumpul di ruang ini dengan suasana yang berbeda. Kemarin ruangan ini hanya di dominasi dua empat warna seragam, hari ini hampir semua warna ada di sini. Ada beberapa hal yang akan bapak sampaikan:

__ADS_1


Hari ini tugas kalian ada 2 yaitu mengumpulkan tanda tangan sebanyak-banyaknya seluruh anggota sekolah dan mempersiapkan diri untuk pentas seni penutupan orientasi.


Teknik pengumpulan tanda tangan untuk staf yayasan, tenaga pengajar, dan administrasi hanya boleh dilakukan oleh ketua kelompok di luar itu semua, Mr serahkan kepada kelompok masing-masing.


Apa semua paham?"


"Siap paham, Mr " jawab serentak semua anak yang ada di ruang aula.


"Selamat menjalankan kegiatan hari ini, Mr harap tidak ada yang saling menjatuhkan dan harus siap dengan segala resiko ketika menjalankan tugas".


Semua anak segera menuju tempat tujuan mereka mencari tanda tangan. Dhea dan Bryan berlari menuju ke gedung anak-anak SMA, mereka berdua menarik napas panjang dan menghembuskan perlahan.


"Semangat Dhe, nasib kelompok kita di tentukan hari ini, apapun itu jalani asal tidak memberatkan kita" ucap Bryan yang ada di sebelah Dhea.


"Kamu juga semangat ya, jam 11 siang aku akan turun ke bawah untuk meminta tanda tangan para guru, staf dan mudah-mudahan pengurus yayasan juga ada di sana?".


"Oke, hati-hati. Kita berpisah di sini".


Dhea berjalan menuju lantai 4 dan 5 sedangkan Bryan ke lantai 2 dan 3. Dhea melihat ada kurang lebih 5 anak perempuan yang berdiri di depan kelasnya.


"Selamat pagi kak, boleh minta tanda tangan untuk tugas orientasi?".


"Boleh, tetapi ada syaratnya ya?" salah satu anak perempuan menjawab dan memberikan senyum penuh arti.


"Siap kak, jika memang saya bisa melakukan akan saya lakukan".


"Dhea Mentari Putri kak, bisa di panggil Dhea"


"Bisa bahasa Inggris?"


"Bisa kak sedikit".


"Bisa bernyanyi?"


"Bisa kak, lagunya Adelle Set Fire To The Rain".


"Coba kalau bisa?"


"Tapi sedikit saja ya kak,


I let it fall, my heart


Aku membiarkan hatiku jatuh


And as it fell, you rose to claim it


Dan saat jatuh, kau menguatkanku untuk bangkit

__ADS_1


Dhea baru menyanyikan lagu beberapa lirik tapi sudah di minta berhenti.


"Cukup, jangan di teruskan. Lagu yang lain".


"Sabar Dhe, sabar ini baru mulai" batin Dhea dalam hati.


"Baik kak".


Dhea baru mau membuka mulutnya, tapi sudah di cegah lagi.


"Nyanyikan lagunya Godfather of Brokenheart yang judulnya Banyu langit".


"Lah tidak nyambung dong kak".


"Tidak nyambung bagaimana, kamu mau menantang kami".


"Tidak kak, tadi tanyanya kan bisa lagu bahasa Inggris tapi ini diminta lagu bahasa Jawa".


"Terserah kamu mau apa tidak".


"Baik kak"


Sworo angin


Angin sing ngreridu ati


Ngelingake sliramu sing tak tresnani


Pengen nangis


Ngetokke eluh neng pipi


Suwe ra weruh


Senajan mung ono ngimpi


Dhea menyanyikan lagu beberapa lirik kemudian berhenti. "Sudah kak?".


"Kok cuma sedikit, sampai habis nyanyinya" salah satu dari senior sedikit kecewa ketika Dhea berhenti bernyanyi.


"Kan kakaknya cuma ada lima, jadi Dhea nyanyinya sedikit saja. Kalau semua nanti tenaga Dhea habis kak. Kecuali....."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2