Lelaki Terhebat

Lelaki Terhebat
Kecuali......?


__ADS_3

Like command dan Votenya jangan lupa sebelum atau sesudah baca


"Kan kakaknya cuma ada lima, jadi Dhea nyanyinya dikit aja. Kalau semua nanti tenaga Dhea habis kak. Kecuali....."


"Kecuali apa?"


"Semua teman kakak yang ada di kelas kakak, mau memberikan tanda tangan, Dhea akan nyanyi full satu lagu".


Mereka saling memandang dan akhirnya setuju dengan syarat Dhea. Mereka yakin Dhea tidak akan bisa memperoleh tanda tangan semua anak, karena kelas mereka terkenal dengan anak yang tidak bisa di atur sehingga tidak mungkin mereka akan mendengarkan Dhea yang cuma seorang gadis kecil. "Oke setuju, nyanyinya di depan kelas dan syaratnya berlaku, jika semua orang di dalam kelas mau memperhatikan kamu".


"Setuju" tanya salah satu siswi yang bernama Sandra sesuai nama yang tertulis di bajunya mengulurkan tangannya.


Dhea menyambut uluran tangan "setuju".


Dhea masuk bersama lima orang siswi yang tadi ada di depan kelas. Dhea berdiri di depan kelas, beberapa siswa masih mengacuhkan kehadiran Dhea bahkan mungkin tidak menganggap Dhea ada. "Kayaknya perlu kerja keras untuk membuat mereka fokus ke depan. Aku harus bisa".


Dhea menepuk tangan agar semua fokus dan benar saja mereka melihat ke arah Dhea walaupun terkesan mengacuhkan.


"Selamat pagi kakak semua, maaf menganggu waktunya sebentar. Saya Dhea Mentari Putri bisa dipanggil Dhea".


Dhea menyanyikan lagu seperti yang di minta, ia masih mendengar beberapa siswa ataupun siswi justru mengobrol sendiri. Ia tidak memperdulikan itu, tiba di lirik "Telesono atine wong sing kasmaran" Dhea menyanyikan dengan nada yang tidak biasa sehingga dapat mengalihkan perhatian siswa dan siswi di kelas itu.


"Ih keren juga itu anak, suaranya juga bagus" salah satu siswa yang tadi tidak memperhatikan kini justru fokus melihat Dhea dan mengambil video Dhea yang sedang bernyanyi.


Lima menit Dhea sudah selesai menyanyikan lagu yang di minta. Dhea lalu menghampiri siswi yang tadi membuat perjanjian dengan menyerahkan bolpen serta kertas yang sudah Dhea keluarkan.


"Kak, Dhea sudah melakukan yang di minta, sekarang kakak tanda tangan di sini ya".


"Enak saja, nyuruh-nyuruh, kamu siapa? Siapa juga yang buat perjanjian dengan kamu?" Sandra enggan menepati janjinya.


Dhea tidak kekurangan akal, ia segera maju lagi ke depan kelas. "Kakak semua mohon perhatian sebentar. Kita sama-sama sekolah di satu yayasan walaupun jenjang sekolahnya yang berbeda. Kita semua juga tahu salah satu aturan yang harus dipegang di sini adalah jujur dan bertanggung jawab. Apa yang akan terjadi jika ada yang tidak jujur?".


"Ya benar itu, jika ketahuan tidak jujur apalagi ada bukti maka akan di skors dan mendapat tugas yang lumayan banyak" jawab salah satu siswi.


Dhea kembali lagi menuju meja Sandra "Bagaimana kak, masih tidak mau atau Dhea perlu memberikan hasil rekaman ini kepada Mr Danu. Tadi Dhea sudah merekam pembicaraan kita".


Sandra dan keempat temannya diam tanpa bisa berkata apa-apa, mereka bingung harus bagaimana. Dhea segera mengambil kertas serta alat tulis yang tadi di berikan.

__ADS_1


"Terima kasih kak. Selamat pagi".


Dhea keluar dari ruang kelas tersebut tapi belum juga benar-benar keluar sudah ada yang memanggilnya.


"Hai....tunggu sebentar".


Dhea berhenti dan membalikkan badan, "Iya kak, ada apa kakak memanggil Dhea?".


"Perkenalkan saya Rika" jawab gadis tersebut sambil mengulurkan tangan.


Dhea menyambut uluran tangan tersebut "Saya Dhea kak, ada yang bisa Dhea bantu?".


Rika melirik ke arah Sandra dan teman-temannya. "Sepertinya ada sesuatu yang belum kami berikan, tidak mungkin juga kamu tiba-tiba bernyanyi di depan tanpa ada kesepakatan. Mana kertas dan bolpennya?"


"Yuk ikut kakak".


Rika mengajak Dhea masuk kembali ke dalam kelas, ia berdiri di depan kelas bersama Dhea. "Teman-teman semua, tidak adil bagi kita kalau Dhea yang sudah menghibur kita pergi dengan tangan kosong, sepertinya Dhea menyanyi juga karena adanya kesepakatan tapi ada yang mau lari dari tanggung jawab" ucap Rika melihat ke arah Sandra. "Kelas kita bukan kelas pecundang kan, mari kita tanda tangani kertas ini bersama-sama" imbuh Rika lagi.


Rika memberikan kertas yang Dhea bawa kepada teman-temannya. Sepuluh menit kertas itu sudah berisi tanda tangan, bahkan tidak hanya tanda tangan tapi juga nomor handphone yang bisa di hubungi.


Dhea hendak menerima kertas yang sudah diisi tapi diambil oleh Rika. "Tunggu sebentar, kertas ini tidak akan berlaku jika tidak ada ini" ucapnya sambil membubuhkan tanda tangan serta stempel kelas.


Rika tersenyum " Kamu belum tahu ya, kalau kamu mendapatkan tanda tangan semua siswa dalam satu kelas, agar terbukti keasliannya kamu harus minta stempel kelas, jika tidak ada stempelnya itu akan percuma dan tidak akan di hitung. Kamu mengerti?".


"Oh gitu kak, Dhea mengerti kak. Terima kasih kak Rika".


"Sama-sama. Lebih berhati-hati lagi ketika meminta tanda tangan, buat kesepakatan tertulis jika melibatkan orang banyak".


"Siap kak, sekali lagi terimakasih. Bye....".


Dhea kembali berjalan untuk meminta tanda tangan. Dua jam sudah ia berkeliling di lantai empat, ia hanya mendapat tambahan sekitar 50 anak. Ia melanjutkan ke lantai lima. Dhea terus berjalan, sepertinya kedatangan anak-anak yang meminta tanda tangan memang di tunggu oleh para siswa di lantai 5.


"Hai, siapa namamu? mau minta tanda tangan ya?" Sapa seorang siswi yang bernama Nabila.


"Iya kak, mau minta tanda tangan. Saya Dhea Mentari Putri, bisa di panggil Dhea".


"Oke, Dhea kenalkan saya Nabila Aurelia bisa di panggil Nabila".

__ADS_1


"Kamu sendirian atau masih menunggu teman yang lain?".


"Dhea sendiri kak, kami sudah membagi dimana akan mencari tanda tangan".


"Mengapa teman kamu pilih kamu untuk kesini? Apa alasannya!"


"Teman-teman Dhea menganggap kalau Dhea mampu mendapatkan tanda tangan di tingkat ini kak".


"Untuk tanda tangan kamu tinggal memilih mau dapat sedikit atau banyak tapi kalau minta banyak ya harus melakukan syarat dari kami" Nabila melihat ke arah teman-teman yang mengangguk tanda setuju.


"Kalau kamu memilih pilihan pertama saya bisa jamin kamu hanya bisa mendapatkan tidak lebih dari 25 tapi kalau kamu memilih pilihan kedua kamu bisa mendapatkan tanda tangan dari 5 kelas sekaligus".


"Boleh tahu syaratnya apa kak, kalau Dhea bisa lakukan akan Dhea lakukan?".


"Syaratnya cuma buat seseorang tertawa, ya minimal buat orang itu tersenyum, mudah kan".


"Dhea rasa tidak semudah itu kak syaratnya untuk membuat orang tersenyum?".


"Tidak mudah bagaimana?".


"Buat orang tersenyumnya mudah kak, tapi orangnya bisa senyum atau tidak itu yang sulit. Dhea rasa orang itu jarang tersenyum bahkan mungkin tidak pernah sehingga ini sebagai syarat untuk mendapatkan tanda tangan yang banyak".


Nabila dan teman-temannya tertawa menanggapi ucapan Dhea " Kamu memang benar Dhe, kami sudah 4 tahun sekolah di sekolah yang sama, tapi belum pernah lihat tuh anak tertawa apalagi tersenyum. Bagaimana masih lanjut dengan tantangan kami?".


"Dhea akan coba lakukan kak, trus bisa tahu sudah menyelesaikan misi atau belum bagaimana? Tidak mungkin Dhea akan mengambil fotonya?".


"Tenang saja, kami sudah siapkan alat untuk melihat senyumnya dari jauh, jadi kamu tidak perlu mengambil fotonya. Jika sudah bisa buat dia tertawa kamu akan dapat tanda tangan kami".


"Beserta stempel kelas kan kak?".


"Yang empat bisa janji dapat stempel kelas, tapi yang satu kamu bisa minta langsung sama orangnya".


"Baik kak, Dhea akan coba".


"Oke, semangat Dhea, good luck. Semoga berhasil".


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2