
Author pov.
"Argh, apa gak ada anime yang baru? Yang lebih seru gitu? Boseeen~" (Y/n) menggerutu sambil menyandarkan badannya ke kursi meja belajarnya sembari melakukan peregangan badan untuk menghilangkan pegal dan memejamkan matanya sebentar.
(Y/n) kemudian bangkit dari kursi, dan keluar dari kamarnya menuju dapur.
Dengan perlahan (Y/n) menuruni anak tangga karena tubuhnya sedikit pegal dan matanya lelah karena seharian berada di depan komputer tanpa beristirahat.
(Y/n) menuju ke arah dapur dan mengambil gelas dan membuka kulkas, lalu mengambil botol air dingin dan menuangkan air ke dalam gelas yang dibawanya tadi, dan segera meneguk airnya.
"Ah ... Segarnya. Aku kurang minum, dan terlalu sering berada di depan komputer. Tetapi aku sangat ingin menonton anime."
Setelah minum, (Y/n) segera meletakkan gelasnya di wastafel dan kembali menuju kamarnya dan melanjutkan aktivitasnya tadi sebelum minum.
"Haah ...."
(Y/n) mengotak-atik komputernya demi mencari anime yang akan ditontonnya demi menghilangkan kejenuhannya.
"Nah! Ini nih, anime husbandoku tersayang. Aku akan melihatmu Levi, muah." (Y/n) meng-klik anime yang berjudul 'Shingeki no Kyojin' dan memilih season yang pertama.
"Hm ... Episode yang ini bagus nih, Levi lagi mau nolongin Eyen (baca:Eren:v), keren nih Levi."
(Y/n) pun mencari posisi terenak agar ia bisa nyaman menontonnya dan (Y/n) mulai menonton dengan serius.
Dimulai dari Mikasa dan Levi yang sedang mengejar Female Titan yang sedang membawa Eren di dalam mulutnya dan berusaha mendapatkan Eren kembali.
Terlihat terjadi percakapan antara Levi dan Mikasa, lalu Levi segera menyiapkan kedua bilah cutter—eh maksudnya kedua pedangnya—dan membalikkan salah satu pedangnya menghadap kebelakang.
Female Titan melayangkan tinjunya ke arah Levi dan dengan segera Levi melakukan gerakan memutar dengan Manuvernya.
Namun, saat Levi melakukan gerakan memutar, komputer (Y/n) mati dan kemudian menyala, dan begitu seterusnya.
Dan kemudian komputer (Y/n) mengeluarkan asap hitam yang lama kelamaan menjadi banyak dan memenuhi sekeliling komputer.
__ADS_1
Lalu ....
Levi pov
Cih. Anak ini. Dia bersikeras untuk menyelamatkan Eren tanpa mempedulikan kalau dirinya pun bisa dalam bahaya kalau tidak berhati-hati.
Aku segera menghentikannya dan segera membawanya di tanganku. Cih, merepotkan. Dia bilang kepadaku kalau dia harus membawa Eren kembali dan melindunginya. Dasar bocah.
Mau bagaimana lagi? Aku akan menyelamatkannya.
Aku segera mempersiapkan kedua bilah pedangku dan membalikkan salah satu pedang menghadap kebelakang.
Lalu Titan sialan ini melayangkan tinjunya kearahku, dan aku segera melakukan gerakan memutar yang sering aku lakukan.
Namun, aku melihat di depanku ada lubang hitam yang dikelilingi oleh sekumpulan asap berwarna hitam yang seakan ingin melahapku kapan saja. Dan sialnya aku tidak sempat menghindar dan aku terhisap ke dalam lubang itu.
Aku berputar-putar di dalamnya, alat manuverku terlepas entah kemana, lalu setelahnya aku berada di sebuah kotak yang sangat sempit.
Aku pun berusaha untuk keluar dari benda ini dengan sekuat tenaga. Dan bukannya keluar dari benda ini, aku malah mendapatkan sekumpulan asap yang mengganggu pernafasanku.
Aku menggedor-gedor benda ini karena aku mulai merasakan sesak. Berharap aku segera keluar dari sini..
Namun usahaku hasilnya nihil. Benda ini sama sekali tidak hancur sedikitpun ketika aku ingin merusaknya.
Aku pun menyerah, dan menunggu apa yang akan terjadi nanti. Dan akhirnya aku melihat kilatan cahaya diiringi asap yang semakin banyak.
Ukh ... apa lagi itu?
Levi pov end
Dengan perlahan dan pasti, (Y/n) segera lompat dari kursi menuju tempat tidurnya, dan melindungi dirinya dengan selimut.
Setelah itu hal yang mengejutkan terjadi. (Y/n) mendengar sebuah ledakan yang lumayan besar dari balik selimutnya. Mulutnya komat-kamit berdoa agar tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Sontak saja (Y/n) segera melepaskan diri dari selimut dan melihat apa yang terjadi, berharap tidak ada bom atau apapun lainnya.
Lalu (Y/n) sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. (Y/n) tidak percaya apa yang sekarang sedang dilihatnya.
"ASTAGA! Komputerku!!!"
Nasib buruk menimpa diri (Y/n), kini komputernya telah berubah menjadi puing-puing yang berserakan dengan asap yang berada di sekelilingnya. Ya. Komputernya meledak. Entah karena apa.
Dengan hati-hati dan perlahan (Y/n) segera menghampiri komputernya yang malang itu.
"Sialan. Komputerku rusak." (Y/n) mengacak rambutnya frustasi.
Hancur sudah.
Komputer yang sangat (Y/n) sayangi, yang selalu menemani dirinya disaat sedang jenuh atau ketika sedang mengerjakan tugas sekolah.
Dan dari puing-puing tersebut, terlihat sesuatu yang dibalut kain hijau yang sedikit berantakan. Dan sesuatu itu mulai bergerak. Menggeliat. Dan mulai berdiri.
Sesuatu itu kini memperlihatkan wujudnya. Menghasilkan wajah (Y/n) yang melongo tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Dengan memakai jubah Scouting Legion, rambut hitam undercutnya, mata berwarna abu-abu. Ya, (Y/n) tau siapa sesuatu ini.
"WHAT THE—LEVI!!!" (Y/n) terkejut setengah mati. Bayangkan saja husbandonya sendiri keluar dari komputernya seperti ini.
(Y/n) memandangi Levi dan tetap menjaga jaraknya. Takut. Belum sempat (Y/n) mengucapkan sepatah kata lagi, Levi angkat bicara.
"Siapa kau, bocah? Aku dimana? apakah aku sedang berada di kandang hewan? Tempat ini sangat menjijikkan."
"Oh, no. Gawat." (Y/n) lupa kalau husbandonya ini seorang clean freak. Dia benar-benar lupa.
Dan belum sempat (Y/n) bertanya apa yang sebenarnya sedang terjadi, Levi segera keluar kamar dan mulai mengaduk-aduk sesisi rumah demi mencari alat kebersihan.
'Sial, pasti aku disuruh bersih-bersih nanti.' (Y/n) berucap dalam hati.
__ADS_1