
Imah tak bisa membendung bahagianya hingga ia langsung menghambur memeluk tamu yang datang. Ya, tamu yang sudah membuatnya menahan rindu, tamu yang sudah lama tak menginjakkan kaki disana dia adalah Subraga suami dari Fatimah. Imah menangis terisak di pelukan Raga.
"Ini beneran kamu bang? " tanya imah melepaskan pelukannya dan menatap lamat lamat suami yang sudah lama meninggalkan nya itu. Raga tersenyum mendengar pertanyaan istrinya, tangannya terangkat untuk menghapus air mata istrinya.
"Iya, aku pulang" ucapnya singkat kemudian menenggelamkan kepala istrinya ke dadanya, dipeluk nya erat imah untuk melepas kerinduan nya.
"Siapa sih ma? " tanya husna yang mendengar suara isak tangis ibunya ketika keluar kamar menuju ruang tamu. Ketika dia melihat siapa yang datang mukanya terlihat masam dan memandang tidak suka kepada Raga. "Ngapain kesini? " tanyanya dengan sinis sambil bersedekap.
"Husna kamu ngak boleh kayak gitu, ini papa kamu nak" ucap imah yang masih terisak menoleh kepada Husna. "Manusia tak luput dari kesalahan nak, ada kalanya kita ada di posisi yang tidak memungkinkan untuk memilih. Sekarang papa sudah disini, ayok peluk sayang! " perintah imah. Husna hanya melengos menatap sinis kepada Raga dan berlalu begitu saja ke kamarnya dan menutup keras pintunya. Raga hanya menghela nafas pasrah dengan perlakuan anaknya, dia tidak marah karena dia pantas untuk dibenci anaknya karena perbuatannya tak termaafkan.
Flashback on.
Rega bekerja di perusahaan permesinan di kota S. Dia tinggal di sebuah rumah yang disediakan perusahaan untuknya. Setiap bulan dia mengirim uang untuk keluarganya di desa. Sore itu Raga nampak gusar karena Proposal kerjasamanya ditolak oleh perusahaan mesin terbesar di Indonesia, hal itu dapat mengancam pekerjaannya, dia bisa dipecat karena itu adalah proyek besar. Seakan tau temannya sedang memerlukan semangat, Desi mencoba untuk menghiburnya dan memberikan semangat untuk Raga. Perhatiannya di respon positif oleh Raga dan mereka menjadi dekat sejak itu. Apapun masalah yang di hadapinya, Raga selalu bercerita kepada Desi.
"Ga, pulang yuk" ajak Desi, karena jam kerjanya sudah habis dan waktunya untuk pulang. Desi berdiri di depan meja Raga.
"Yuk" ucap Raga langsung berdiri setelah selesai membereskan meja kerjanya. Raga menggandeng tangan Desi menuju lift untuk turun ke lobi, karena dia merasakan nyaman dengan kehadiran Desi dalam setiap masalahnya. Desi pun demikian, dia begitu nyaman berada di dekat Raga. Desi tersenyum senang melihat tangannya di gandeng Pria yang membuatnya nyaman. Raga menoleh ke belakang dan tersenyum kepada Desi. Mereka tak melepaskan gandengan tangannya sampai tiba di depan mobil. Raga melepaskan genggaman tangannya untuk membukakan pintu mobil untuk Desi dengan memberikan senyuman manisnya.
"Terimakasih" ucap Desi dengan tersenyum kemudian masuk ke dalam mobil, Raga mengangguk sambil tersenyum kemudian menutup pintu dan berjalan memutar menuju kursi kemudinya. Menjalankan mobilnya menuju rumah Desi untuk mengantarkan Desi. "Kita makan dulu yuk, aku laper" ajak Desi dengan manja. Raga tersenyum kepada Desi merasa senang dengannya.
"Iya nanti kita mampir dulu di tempat makan yah" ucap Raga lembut. Menatap sesaat dan Mengusap lembut pipi kanan Desi dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang kemudi. Sejenak dia melupakan ada keluarga yang sedang menunggu kabarnya dan tentunya kiriman uangnya. Dia merasa bahagia saat ini karena di masa kesulitannya ada wanita yang menemani nya dan selalu mendukung nya. Tak lama mobilnya memasuki sebuah restoran dan memarkirkan mobilnya, Raga keluar dari mobilnya bergerak untuk membukakan pintu untuk Desi. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuju ke dalam restoran.
Selesai makan mereka langsung memasuki mobil dan melaju menuju rumah Desi. Setelah sampai di depan rumah Desi, Raga kembali membukakan pintu untuk desi seakan Desi adalah orang yang sangat berharga baginya.
__ADS_1
"Aku pulang dulu yah, kamu istirahat setelah ini, besok aku jemput" ucapnya sambil mengenggam kedua tangan Desi lembut dan mengecup kening Desi lama, Desi menikmatinya memejamkan matanya sampai kecupan itu terlepas dari keningnya. Mengusap lembut pipi kanan Desi kemudian berjalan untuk memasuki mobil sampai suara Desi menghentikan langkah nya.
"Terimakasih Ga, I Love You" ucap Desi menatap punggung raga yang mematung. Seketika Raga berbalik dan memeluk Desi dengan erat.
"I love you too" balasnya sambil mengecup kening Desi lagi. Desi begitu bahagia telah mengungkapkan perasaannya kepada orang yang dia cintai. Desi melepas pelukannya kemudian membawa Raga untuk masuk ke dalam rumahnya, karena perasaan bahagia yang membuncah pada keduanya maka terjadilah apa yang mereka inginkan. (bayangkan sendiri😂)
Keesokan paginya.
Dering ponsel tanda panggilan masuk mengusik lelapnya tidur Raga, dia kemudian meraba raba nakas tanpa membuka matanya, kemudian mengangkat telpon nya. "Halo" ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Bang" Panggil suara orang yang menelponnya. Seketika dia membuka matanya dan menatap polos tubuhnya dan dilihatnya di sampingnya ada Desi yang tengah tidur lelap. "Abang kok akhir akhir ini susah dihubungi, uang bulan lalu juga belum abang kirim" cerca Fatimah istri Raga.
"I.i.iya nanti aku kirim ya sayang" jawabnya terbata
"Apa kamu menyesal? " tanya Raga
"Aku tidak pernah menyesal Ga, mengenalmu adalah kebahagiaanku. " jawabnya pasti. "Bagaimana dengan istrimu? " tanyanya sendu. Raga tau perasaan Desi yang mengkhawatir kan situasi mereka.
Raga tersenyum dan menjawab "Aku akan menjelaskannya nanti" jawabnya enteng. Kemudian mereka beranjak membersihkan diri untuk pergi ke kantor bersama. Sejak kejadian itu mereka tak malu memperlihatkan kemesraan mereka di depan umum, bahkan teman satu divisinya sudah tau dengan hubungan mereka tak mengambil pusing. Mereka terus melakukan hubungan terlarang itu, sampai 2 bulan kemudian Desi hamil dan memberitahukan kabar kehamilannya itu kepada Raga. Dia meminta Raga menikahinya, tapi Raga masih memikirkan bagaimana menyampaikan ini kepada istrinya. Raga tiba-tiba dilanda kebimbangan, dia tak mau meninggalkan istrinya dan tak ingin juga meninggalkan Desi.
Akhirnya dia beranikan pulang ke desa dengan membawa Desi, kebetulan bertepatan dengan libur panjang Husna setelah lulus SMA. Raga mulai mengetuk pintu nya dengan ragu, ketika pintu terbuka yang dilihatnya adalah wajah bahagia istrinya yang menyambutnya.
"Akhirnya kamu pulang bang" ucapnya sambil memeluk tubuh Raga, tapi tak ada balasan dari Raga. Imah merasakan ada yang aneh dari suaminya, dia melepaskan pelukannya dan menatap suaminya. "Ada apa bang? " tanya imah heran.
__ADS_1
Raga menatap istrinya lamat-lamat menyiratkan penyesalan di mata sendunya, kemudian berkata. "Maafkan aku" sambil menundukkan wajahnya. Kata yang membuat istrinya heran.
"Iya gapapa, yang penting kamu pulang" ucapnya yang mengira Raga meminta maaf karena lama tak pulang. Lama mereka saling tatap, sampai pintu mobil penumpang terbuka dan keluarlah seorang perempuan dari dalam mobilnya. Pandangan imah langsung tertuju kepada Wanita yang keluar dari mobil suaminya.
"Dia Desi" ucap Raga mengenalkan. "Aku akan menikahinya" ucap nya lagi dengan pelan. Bak disambar petir di siang bolong imah mematung mendengar perkataan suaminya. Tubuhnya tiba-tiba linglung hampir roboh kalau Raga tak menopang nya. Imah segera berdiri dan menepis tangan Raga.
"Me.me.menikahinya? " tanya imah terbata."Kenapa? "tanya nya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Lama Raga terdiam ragu untuk menyampaikan kepada istrinya. " Di. dia hamil" ucapnya terbata. Imah tak bisa menahan air matanya, akhirnya tumpah begitu saja, dia berlari ke kamar dan menangis sejadi jadinya di atas kasur menelungkupkan wajahnya ke bantal. Raga masih diam di posisinya merasakan sakit yang dirasakan oleh istrinya itu. Desi mengusap bahu Raga yang terdiam.
"Semua akan baik-baik saja" ucap Desi menenangkan. Raga mencoba tenang dan mengajak Desi untuk masuk ke rumahnya. Mereka duduk di sofa ruang tamu.
"Harusnya aku tidak hadir di kehidupanmu Ga" ucap Desi yang ikut merasakan sakit sebagai sesama perempuan. Raga terdiam, dia membenarkan perkataan Desi, namun dia tak bisa membohongi perasaannya untuk Desi.
"Kamu ngak salah, aku yang menginginkannya" ucap Rega sambil menggenggam tangan Desi lembut. "Kamu tenang dulu, aku akan menyelesaikan ini sampai tuntas" ucapnya yakin. Ternyata ada yang menyaksikan mereka dari arah pintu masuk dan mendengar semua percakapan mereka.
"Papa"
****************
Sabar sabar sabar
Author lelah😁😁
__ADS_1