Lika Liku Kehidupan NUR

Lika Liku Kehidupan NUR
Saudara?


__ADS_3

Yuk intip si mamas bengong tuhπŸ˜‚πŸ˜‚


****************


"Eh, gak liatin siapa siapa" jawab Rega agak grogi


"Berangkat sekarang? " tanyanya


"iya, yuk" Sinta pun tak segan menggandeng tangan Rega menuju motor.


Mereka berencana menghabiskan waktu bersama, memanfaatkan waktu libur hari ini. Sedangkan Nur berkeliling desa menghampiri warung warung tempat ia menitipkan kue kue nya.


Begitulah kegiatan Nur sehari hari. Nur baru saja tamat dari SD dan ingin sekali melanjutkan ke SMP, tapi karena tidak ada biaya dia mengambil cuti untuk tahun ini dan akan melanjutkannya tahun besok. Seperti itulah hari hari Nur sebelum melanjutkan pendidikannya.


Hari ini tepat pendaftraan untuk sekolah dibuka, tapi Nur belum juga memiliki uang yang cukup untuk sekolah. Dengan berat hati, setelah dia mengantarkan kue nya ke warung dia melangkahkan kakinya untuk pulang. Ketika sampai di halaman rumah dia melihat ada sebuah mobil mewah terparkir disana.


siapa yang datang? . batinnya


Dilangkahkan nya kaki untuk masuk ke dalam rumah rumah, dan didapatinya imah sedang mengobrol dengan seorang laki laki yang tak beda jauh usianya dengan imah di ruang tamu. Nur hendak langsung masuk ke kamarnya, tapi suara imah tiba tiba menghentikan langkah nya.


"Nur, sini dulu nak" panggil nya lembut


Nur mengernyitkan dahinya menatap heran kepada imah.


kenapa tante beda hari ini?. batinnya

__ADS_1


Nur melangkahkan kakinya sampai di depan tantenya dan laki laki tersebut.


"Duduk dulu sayang" pintanya


Nur kemudian duduk di samping imah den menghadap tamu laki laki yang tak tau siapa kah dia.


"Kamu Nur ya? waahhh sudah besar ya" memberikan seulas senyuman kepada Nur


"Dia adalah kakak pertama kamu Nur" terang imah seolah tau kebingungan Nur


Kakak pertama? . batinnya


"Kamu juga punya kakak perempuan namanya Raya, dan adik perempuan bernama Marsyi. Raya sudah menikah sedangkan Marsyi usianya 2 tahun di bawahmu" lanjut imah lagi


Nur tidak mengetahui bahwa dia memiliki seorang saudara laki laki bahkan ada dua orang saudara perempuan. Karena imah tak pernah menjelaskan kepadanya. Nur tertegun mendengar perkataan tantenya. Tidak menyangka dia memiliki seorang kakak. Karena Herman tinggal diluar kota dan setelah kepergian orang tuanya Herman tidak pernah pulang ke kampungnya lagi, dan semua harta warisan dikelola oleh imah. Sedangkan Raya setelah menikah pergi ke London bersama suaminya dan tinggal di sana. Marsyi adik Nur dibawa oleh kakeknya ke kampung halaman kakeknya di desa R.


Nur tak bisa membendung bahagianya bercampur kecewa, kenapa baru sekarang dia diberi tahu? kenapa baru sekarang dia ditemui?. Selama ini dia menderita sendiri menganggap dirinya terlahir seorang diri. Nyatanya dia mempunyai saudara kandung.


Nur tak bisa membendung bahagianya dan beranjak dari duduknya kemudian segera memeluk Herman. Air mata tak henti henti nya mengalir, dipeluk nya erat tubuh Herman karena rasa bahagianya, Herman pun membalas pelukan adiknya itu, tak ingin melepaskan, tak ingin ditinggal lagi. Tak mau mengungkapkan kalimat protes karena dia sangat bahagia sekarang dan bersyukur karena masih ada saudara yg memperdulikan nya.


Perlahan Nur melepaskan pelukannya dan memandang lamat lamat wajah kakak pertamanya tersebut. Tangan Herman tergerak untuk menghapus air mata Nur dan memberikan senyuman kepada Nur. Herman membawa Nur untuk duduk di sebelah nya dan dirangkul nya bahu adik yang sudah lama ditinggal nya itu.


"Aku akan membawa Nur tante" ucap Herman


Ya, rentang usia imah dan Herman memang tak terlalu jauh karena ibunya menikah muda. Walaupun begitu, dia tetap menghormati imah sebagai tantenya.

__ADS_1


"Apakah kau yakin akan membawanya? " tanya imah


"Aku yakin, sudah cukup aku pergi meninggalkannya, aku akan membawanya dan menyekolahkan nya" terang Herman


Imah terdiam, memikirkan perkataan Herman. Dia selama ini selalu bergantung untuk dilayani oleh Nur, yang mengerjakan pekerjaan rumah, bahkan memeriksa sawah. Sekarang Imah akan mengerjakannya sendiri tanpa Nur,, Semakin besar rasa bencinya kepada Nur..


"Baiklah.. jika itu keputusanmu" ucapnya pasrah


"Tapi apakah sawah dan perk_____" pertanyaan imah terputus karena langsung dipotong oleh Herman


"Kelola lah oleh tante, karena aku sudah kaya dan tidak memerlukan itu lagi.. hartaku sudah terlalu banyak dan tidak akan habis tujuh turunan" jawab Herman angkuh


Sombong sekali kau Herman. Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia. batin imah dengan seringaian licik


"Baiklah, silahkan jika itu keinginanmu" ucap imah acuh


"Baiklah kalau begitu Nur, mari kita pergi sekarang sebelum hari gelap, tidak usah berkemas karena disana kakak akan mencukupi kebutuhanmu" ucap Herman sambil menatap Nur


Nur pun hanya menganggukkan kepalanya, karena tak tau harus berkata apa. Mereka beranjak berdiri, Nur meminta izin kepada imah untuk pergi menyalami tangan imah dan mengucapkan terimakasih karena telah merawatnya selama ini serta meminta maaf jika dia melakukan kesalahan selama ini. Imah hanya menanggapinya dengan acuh. Setelahnya Herman dan Nur menuju mobil mewah yang terparkir di depan rumahnya. Ketika Nur akan membuka pintu, suara seseorang menghentikan nya


" Kamu mau kemana Nur? "


****************


eng ing eng siapa tuh yang nanya? πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


Ada yang ngak rela Nur pergi?


sabar sabar sabar para readers


__ADS_2